
Tuan riz berjalan menuju teras rumah dia masih belum percaya atas apa terjadi di masa lalu nya,,kenapa harus kami anak-anak yang tidak tau apa-apa yang menangung beban,sedangkan mereka hanya bisa mengikuti ego mereka saja.Saat ini tuan riz hanya tertuju pada satu orang yaitu sofia, entah apa yang dipikirkan Sofia tentang dirinya dia tidak ingin Sofia beranggapan bahwa dia tahu tentang masa lalu keluarga mereka. Riza pun masuk ke dalam mobil dan memutuskan untuk pergi ke rumah Sofia.
"apa yang harus saya katakan pada sofia,akankah dia menerima apa yang akan saya jelaskan,,bagaimana kalau dia malah membenci saya atas apa yang telah orang tua saya lakukan kepada keluaraga dia!" tuan riz binggung harus berbuat apa,
dia pun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumah nya.Di sepanjang jalan dia masih memikirkan kondisi sofia,dia pun pergi menuju rumah sofia,
sesampainya di sana di melihat rumah terlihat sangat sepi,dia mencoba mengetuk pintu rumah namun tidak ada respon sama sekali,,saat dia hendak pergi adik-adik sofia datang sepertinya mereka pulang dari sekolah,tuan riz pun mencoba bertanya kepada mereka,
"emmm.permisi dek kalian masih ingat dengan kakak tidak,kita pernah bertemu di taman beberapa hari yang lalu," tanya tuan riz berusaha mendekati adik-adik sofia.
"ohh,iya kakak aku ingat kakak yang waktu itu ingin memberikan makanan dan mainan itu kan." ucap sela adik bungsu sofia,yang ternyata masih menginggat tuan riz,
"iya,kakak mau tanya kakak kalian sofia ada dimana ya,?" tanya tuan riz.
"kami tidak tau kak, soalnya dia juga tidak menjemput kami sekolah" ucap sani pada tuan riz,
"kalian tau tidak tempat mana yang biasanya kakak kalian datangi kalau sedang sedih,," tanya tuan riz mencari tau.
"biasa nya sih kak,kalau kak sofia sedang sedih dia pasti pergi ke makam ibu,di seberang jalan sana," ucap sani lagi. Tuhan Ris langsung berpamitan dengan adik-adik Sofia dan bergegas menuju tempat pemakaman Ibu Sofia.
sesampainya di sebuah tempat pemakaman umum tuan riz kemudian mencari keberadaan sofia,tampak di seberang jalan dia melihat sofia tengah duduk tersungkur seraya memeluk makam ibunya,,dia terlihat sangat sedih,kemudian tuan riz pun datang menghampirinya,,dengan pelan-pelan dia mencoba mendekati sofia yang tengah menangis di atas makam ibunya,
"sofia!," ucap tuan riz,sofia pun menoleh ke arah tuan riz,,dia berdiri dan langsung menampar pipi tuan riza,
"mau apa lagi anda kesini,,ingin melihat penderitaan yang saya alami saat ini"ucap sofia dengan penuh kekecewaan.
__ADS_1
"sofia,saya datang kesini untuk menjelaskan apa yang telah terjadi selama ini,saya..." ucapan tuan riz pun di potong oleh sofia.
"cukup,saya tidak perlu dengar apa-apa tentang apa yang terjadi dengan kalian selama ini,saya cukup tau sebenarnya siapa kalian," ucap sofia seraya pergi meninggalkan tuan riz yang masih terdiam di samping makam ibu nya sofia.
tuan riz pun duduk dan mengelus makam ibu sofia,
"nyonya dewi saya benar-benar tidak tau kejadian apa yang orang tua saya lakukan kepada keluarga anda,atas nama ibu dan ayah saya,saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ucap tuan riz,kemudian dia beranjak pergi meninggalkan makam ibu sofia.
dia pun mencoba pergi ke rumah sofia lagi,,dia tidak mau kesalahpahaman ini berlangsung lama,sesampainya di ruamah sofia dia melihat sofia sangat letih duduk di depan rumah seraya memeluk kedua adik nya.Tuan riza pun datang menghampirinya,sofia yang melihat tuan riz datang dia langsung meminta adik-adiknya masuk kedalam rumah,
"sofia saya mau menjelaskan semuanya kepada kamu,,saya mohon dengarkan penjelasan saya" ucap tuan riz memohon seraya duduk di bawah lutut sofia.
"apa?apa yang ingin anda jelaskan," ucap sofia memberi ruang tuan riz untuk menjelaskan semuanya,
"sofia, saya benar-benar tidak tau apa-apa,di saat ayah kamu menikah dengan ibu saya pada waktu itu umur saya belum cukup untuk memahami semuanya,,saya hanya tau bahwa dia itu adalah ayah sambung saya yang baik,saya tidak tau kalau dia pergi meninggalkan kalian sendiri disini," ucap tuan riz.
"maaf tuan,saya tau apa yang saya dengar ini adalah sebuah kebenaran besar yang cukup membuat kita semua terluka,tetapi saya tidak bisa menerima apa yang telah ayah saya lakukan kepada saya dan adik-adik saya," kata sofia berat ,,dia masih belum bisa menerima kebenaran ini.
tuan riz mencoba memakluminya,,"ya saya tau ini semua berat,saya juga tidak memaksa kamu untuk menerima ini secara langsung,karena jujur saya pun sama seperti kamu sofia,disini saya juga hanyalah korban kebohongan orang tua kita,"ucap tuan riz menguatkan sofia,
mereka pun sama-sama berpelukan,mereka membagi kesedihan berdua,mereka tidak tau bahwa apa yang mereka alami saat ini benar-benar membuat mereka sangat terluka,
beberapa hari berikutnya tuan riz datang menemui sofia dia ingin mengajak sofia untuk bergabung di perusahaan milik keluarganya,,dia pun menjemput sofia kerumahnya seraya membawakan makanan untuk adik-aduknya.
dia pun berdiri di depan pintu rumah sofia,entah kebetulan atau perasaan sofia seolah tau kalau tuan riz datang kerumahnya,dia pun langsung membuka pintu rumah,sebelum tuan riz mengetuk pintu.
__ADS_1
"sepertinya naluri kamu sangat kuat terhadap saya,sampai-sampai kamu tau kalau saya datang kesini " ucap tuan riz menggoda,
"tidak,kebetulan saja saya membuka pintu," kata sofia sedikit malau,dia pun mengajak tuan riz duduk di yeras depan rumah.
"ada keperluan apa anda datang kesini?tanya sofia.
" saya datang kesini untuk menawarkan pekerjaan untuk kamu"ucap tuan muda riza.
sofia pun antusias menaggapi tawaran itu .
"pekerjaan apa?" tanya sofia penasaran.
"saya mau mengajak kamu bergabung di perusahaan keluarga saya" jelas tuan riza.
namun Sofia terdiam sejenak dia belum bisa menanggapi ajakan Tuan Riza untuk ikut bergabung di perusahaan keluarganya." kenapa, kamu mau kan.?"tanya tuan riz.
"maaf bukan saya tidak menghargai tawaran anda,hanya saja saya belum siap berbaur dengan kluarga anda terutama ayah saya sendiri,saya sudah terlanjur benci terhadap ayah,setelah apa yang dia lakukan kepada saya dan kedua adik saya," ucap sofia .
"saya tau sofia,,tapi kamu harus bangkit dari keterpurukan,,kita harus membangun perusahaan itu,kamu mempunyai hak di sana,karena ayahmu lah yang telah berperan penting dalam membangun usaha itu saya kamu ikut menagani perusahaan" bujuk tuan riz,sofia pun terdiam sejenak.
kemudian dia mengangukkan keplanya,pertanda bahwa dia menerima tawaran itu.tuan riz pun senang melihat tanggapan sofia,
"kamu setuju kan" tanya tuan riz lagi.
"yaa saya akan coba" ucap sofia.
__ADS_1