
***
Pagi-pagi sekali sofia sudah bagun dia menyiapakan sarapan untuk adik-adiknya,karena pagi ini dia akan memulai pekerjaan baru nya bersama tuan muda riza.
Jam menunjukan pukul 07.00 sofia berjalan menuju halte bus dia menunggu bus umum lewat untuk berangkat kekantor,namun tak berselang lama tuan riza datang dengan mobil mewahnya,dia mengajak sofia untuk berangkat bersama.Di tengah perjalanan mereka saling melontarkan canda.
Sesampainya di kantor sofia segera turun dan masuk,tuan riza mengandeng tangan sofia semua karyawan pun menatap mereka berdua.
"siapa dia?,apa jangan-jangan dia kekasih tuan muda riza?" ucap salah satu karyawan.
"kalau memang benar,baguslah mereka juga sangat cocok kelihatanya perempuan itu sangat lugu,mereka akan saling melengkapi yang satu dingin dan yang satu ramah.Mungkin dengan adanya perempuan itu tuan riza berubah menjadi orang yang lebih baik lagi" sahut karyawan lainya,tuan riza pun mengajak sofia masuk kedalam ruangan nya terlebih dahulu sebelum menjelaskan jabatan dan pekerjaan untuk sofia.
Tuan riza menunjukan tempat duduknya.Sofia pun duduk di kursi tempatnya bekerja,tuan riza yang duduk di depannya menatap sofia dengan penuh perasaan.
"tolong jangan menatapa aku seperti itu,saya tidak mau nanti karyawanmu yang lain akan berfikir hal yang aneh tentang aku"
"kamu terlihat sangat manis " ucap tuan riz menggoda.
"memang nya aku gula" sahut sofia.
"bahkan kamu lebih manis dari gula" ucap tuan riza seraya berjalan mendekati sofia.
"sekarang apa yang harus saya kerjakan di sini," tanya sofia mengalihkan pembicaraan..
"kamu akan menjadi sekertaris pribadi saya,semua yang menyangkut tentang pekerjaan dan hal-hal yang menyangkut tentang perusahaan akan menjadi urusanmu,tapi ingat kamu harus tetap fokus bekerja jangan campurkan urusan pribadi kamu kedalam urusan pekerjaan,kamu mengerti?" jelas tuan muda riz
sofia pun hanya menatap tuan riza menandakan bahwa dia mengerti apa yang telah tuan riza katakan.
"sekarang saya harus mengerjakan apa?" tanya sofia lagi
"karena sekarang saya sedang pusing,pekerjaan pertama kamu adalah memijat kepala saya dulu" kata tuan riz menggoda.
__ADS_1
"apa,memijat kepala?,memang nya saya tukang pijat,bukankah barusan kamu mengatakan tidak boleh mencampur urusan pribadi kedalam urusan kantor,kenapa sekarang kamu malah menyuruh saya untuk memijat kepalamu" kata sofia menolak,
tuan riz pun haya tersenyum melihat tingkah polos sofia.
"baiklah,saya hanya bercanda jangan terlalu polos seperti itulah.Kamu bisa mengunakan komputer atau perangkat lunak bukan?" tanya tuan riza.
"saya sudah lama sekali tidak menggunakan komputer,jadi saya lupa cara mengunakannya" ucap sofia polos.
"baiklah untuk hari pertama kamu kerja ,saya akan mengajarimu menggunakan komputer,agar kerjamu lebih mudah" tuan riza pun langsung menyalakan dan membuka perangkat di dalam komputur,dengan sabar dan telaten tuan riz pun menuntun sofia untuk belajar menggunakan komputer.
"fokuslah dan jangan memikirkan apa pun" ucap tuan riz,mereka pun fokus belajar komputer,sesekali mereka melontarkan candaan untuk mengurangi ketegangan,,
Tanpa terasa hari sudah siang mereka pun menyudahi latihan komputer,tuan muda riz mengajak sofia untuk keluar mencari makanan,,
"ayo sebaiknya kita makan siang dulu setelah itu,kita lanjutan berlatih komputer," ucap tuan riz.
Sofia pun mengikuti tuan riz,mereka keluar bersama untuk makan siang di perjalanan menuju sebuah restoran berbintang,sofia mengajak tuan riz untuk makan di pinggir jalan,
"apa enaknya makanan pinggir jalan,bukanya lebih enak makanan di restoran mahal,"ucap tuan muda riz.
" karena anda belum pernah merasakan makanan di pinggiran jalan,coba saja anda makanan di pinggir jalan pasti anda akan ketagihan"ucap sofia dengan penuh percaya diri,
tuan muda riz pun menyetujui ajakan sofia untuk makan di pinggir jalan,mereka pun berhenti di salah satu penjual mie ayam bakso.
"nah ini baru makanan enak kesukaan saya,kalau nanti anda sudah makan pasti akan ketagihan" ucap sofia,
"baiklah kita coba" sahut tuan muda riza.
mereka pun memesan mie ayam dan bakso.Sofia pun tersenyum melihat tuan riza dengan lahapnya memakan makanan pinggiran,seprtinya dia sangat menikmati makanan pinggiran ini,
"bagaimana enak bukan?" tanya sofia menggoda.
__ADS_1
"ya lumayan,saya belum pernah memakan makanan pinggiran" ucap tuan muda riza.
***
Setelah makan mereka pun kembali ke kantor, sesampainya dikantor sofia dan riza langsung masuk kedalam ruangan mereka.Namun sofia terkejut setelah masuk dia melihat ayahnya tengah duduk di atas sofa di ruangan itu.Sofia berhenti sejenak di depan pintu masuk awalnya sofia berniat untuk meniggalkan tempat itu namun ayah nya mengejarnya.
"tunggu sofia,,ayah ingin berbicara dengan kamu" ucap pak sandy seraya menghentikan tangan sofia.di sisi lain tuan muda yang melihat kejadian itu hanya terdiam,dia ingin tau seberapa besar rasa sayang pak sandy terhadap sofia,,dia ingin memberi ruang kepada pak sandy untuk menjelaskan apa yang terjadi kepada sofia secara langsung.Entah sofia akan memaafkanya atau setidaknya pak sandy akan berusaha menjelaska kepada putrinya.
"untuk apa anda menghentikan saya,,saya sudah tidak ada hubungan apa pun dengan anda," ucap sofia seraya melepaskan tangannya dari gengaman pak sandy.Sofia pun beranjak meninggalkan tempat itu.
"tunggu nak ini semua tidak seperti yang kamu fikirkan,ayah tau ayah salah, tapi ayah tidak bisa hidup dalam rasa bersalah seumur hidup ,ayah ingin menebus semua kesalahan ayah nak" ucap pak sandy menyesal.
"cukup,itu semua tidak perlu,selama ini saya sudah cukup bahagia bersama adik-adik saya,tanpa kehadiran anda,jadi tolong jangan ganggu kehidupan saya lagi." ucap sofia dengan nada kasar dan menodorkan telunjuknya di depan muka pak sandy.
"tidak nak bagaimana pun juga ayah ini adalah ayah kandung kamu ,ayah ingin menjaga kamu dan adik-adikmu,tolong beri ayah kesempatan,," kata pak sandy seraya duduk di bawah lutut sofia.sofia pun tak dapat menahan air matanya ,
"kesempatan,,kesempatan apa lagi selama ini saya sudah cukup menderita,,sakit yang telah anda berikan kepada saya dan adik-adik saya sudah sangat lah banyak,,sekarang saya tidak perlu lagi kehadiran anda dalam kehidupan saya" ucap sofia seraya melepaskan tangan pak sandy dari lutut nya,sofia pun beranjak pergi meninggalkan ayah kandungnya yang masih tersungkur di lantai,namun riza pun menghentikan langkah sofia,
"sofia tunggu!" ucap tuan riz.sofia pun berhenti sejenak.
Tuan riza berjalan menghampiri sofia.dia mencoba memberikan pengertian kepada Sofia agar dia mau mendengarkan penjelasan dari Pak Sandi.
"saya tau semua ini tidaklah mudah untuk kita terima,,bukan kah saya pernah mengatakan sebelumnya kepada kamu,kita ini hanya lah korban masa lalu orang tua kita,,tapi kita tidak boleh terpuruk,saya hanya tidak mau bayang-bayang masa lalu kamu akan menggangu kehidupan kamu di masa mendatang,cobalah untuk berdamai dengan ayah mu,karena saya yakin ini akan membuat hidup kita damai" ucap tuan riz seraya menepuk pundak sofia,
sofia pun hanya terdiam,dia meresapi apa yang telah tuan riz jelaskan kepadanya,, dia berbalik melihat ayahnya yang sedang menangis tersungkur di lantai di hati kecilnya, Sofia sangat tidak tega melihat kondisi ayahnya seperti itu tapi dia masih membayangkan berapa tahun yang lalu di saat ayahnya pergi meninggalkan mereka tanpa memikirkan kehidupan adik-adiknya.
tak berselang lama sofia pun berlari menghampiri ayah nya yang masih tersungkur di lantai dia langsung memeluk ayah nya dengan penuh penyesalan karena telah berkata kasar kepada ayah kandungnya sendiri.
"ayah, sofia sangat merindukan ayah, kenapa ayah meninggalkan kami. Kami sangat menyayangi Ayah," Pak Sandi pun membalas pelukan putrinya dengan erat.Kerunduan yang mendalam tampak jelas di raut muka mereka,sofia tidak bisa membohongi dirinya sendiri,bahwa dia sangat menyayangi ayah kandungnya.Riza pun berusaha untuk membangunkan mereka,
"maaf kan ayah nak,ayah tidak tau lagi harus bagaimana menebus semua kesalahan ayah" ucap pak sandy seraya mengenggam kedua tangan sofia erat-erat.
__ADS_1