
***
Sofia mengajak ayah nya untuk bertemu adik-adik nya.Dia berharap sani dan sela bisa menerima ayahnya kembali,mungkin bagi sela dan sani untuk menerima pak sandy sebagai ayah mereka tidaklah sulit,jika sofia memberika pengertian yang membuatnya memahami semuanya.Karena mereka masih sangat kecil untuk mencerna masalah yang sebenarnya terjadi selama ini.
Sesampainya di rumah, sofia menemui kedua adik dia meminta ayahnya untuk menunggu di depan pintu sebelum dia mengenalkanya kepada sela dan sani.
"assalmualaikum dek" sofia masuk kedalam rumah seraya mengelus kepala adik-adiknya dengan lembut.
"walalaikumsala kak,kakak kok sudah pulang jam segini,ini kan masih siang?" tanya sani seraya menoleh kearah akakanya.
"sani,sela kakak ingin mengenalkan kalian sama seseorang " sani dan sela menatap sofia dengan raut wajah penasaran.
"siapa kak?" tanya sela dengan antusias.Sofia pun menyuruh ayahnya untuk masuk kedalam,namu sela dan sani hanya diam tanpa menunjukan ekspresi apa pun muka yang lapang seolah menandakan mereka tidak mengenal siapa laki-laki yang di bawa kakaknya itu.
Mereka memang belum terlalu ingat dengan wajah ayah mereka, karena pada saat ayah mereka pergi mereka masih sangat kecil.Kemudian sofia mengajak kedua adik nya keluar di ruang tamu.pak sandy melihat wajah kedua putri kecilnya dengan wajah penyesalan,dia terlihat sangat merindukan kedua putrinya yang sudah lama ia tinggalkan.
"sani, sela kalian kenal bapak ini?" tanya sofia seraya duduk merungkuk di depan adik-adiknya.
mereka mengamati dengan seksama siapa laki-laki yang duduk di depan mereka,pak sandy pun tak sangup menahan air matanya,,
"siapa dia kak?aku tidak mengenalnya" ucap sela pada sofia,seraya menatap pak sandy dengan penuh rasa penasarannya.
"sani, sela dia adalah ayah kandung kita,yang sudah lama menghilang" ucap sofia,namun kedua adiknya belum percaya,mereka saling memandang satu sama lain,sela menaikan kedua pundaknya menandakan bahwa dia tidak mengenal laki-laki yang duduk di hadapannya itu.
"tapi kak bukanya ayah kita itu orang jahat,dia kan sudah pergi meninggalkan kita,kenapa dia sekarang kesini?,dan untuk apa dia menemui kita,diakan sudah membuang kita" ucap sani pada sofia,kemudian sofia pun berusaha untuk menjelaskan kepada mereka.
Namun tiba-tiba pak sandy berdiri dan menghampiri mereka.Dia duduk tersungkur di didepan kedua putri kecilnya itu,seraya mengelus rambut sela dan sani dengan lembut.
"sani,sela ini ayah nak,maafkan ayah selama ini ayah telah meninggalkan kalian,ayah menyesal,ayah berjanji ayah akan membuat kalian bahagia," ucap pak sandy menjelaskan.
Namun sani dan sela hanya terdiam seolah mereka tidak percaya dengan apa yang dikatakan ayah kandung mereka.Namun dengan pelan-pelan pak sandy dan sofia mulai menjelaskan kejadian yang sebenarnya dengan perkataan yang yang mudah mereka mengerti,dan akhirnya dengan rasa penuh haru dan kebahagiaan mereka memeluk pak sandy dengan erat ,air mata mereka semua pun tumpah,semua menagis bahagia.Pak sandy yang tidak percaya dengan semua itu pun langsung bersujud syukur atas apa yang telah tuhan rencanakan untuknya selama ini.
"ayah,kami sangat merindukan ayah,mengapa ayah pergi meninggalkan kami,?" tanya sela dengan polosnya,dia tidak tau bahwa ayahnya telah melakukan kesalahan yang sangat besar,namun di sisi lain walupun sofia mengerahui semua nya namun dia tidak mau kalau sampai adik-adiknya mengetahui itu semua,dia tidak mau adik-adiknya membenci ayah nya.
"sekarang kita sudah bersama ayah,kalian tidak boleh sedih lagi ya," ucap sofia seraya memeluk adik-adiknya dengan penuh kebahgiaan.
Namun tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang menyaksikan kebahagiaan sofia dan keluarganya.Sofia yang mengetahui kehadiran tuan riz pun langsung menyuruhnya untuk masuk.
__ADS_1
"tuan riz,mengapa anda hanya berdiri di sana,ayo silahkan masuk" ucap sofia seraya mempersilahkan tuan riza untuk masuk dan duduk di sebuah kursi sederhana yang tertata rapi di ruang tamu rumah sofia.
"baik terima kasih," tuan riza pun masuk dan memposisika tubuhnya duduk di salah satu kursi.
"saya sangat senang melihat kalian kembali bersama,semoga kalian akan tetap seperti ini," sofia pun duduk di kursi dekat tuan riza duduk,dia melihat mata tuan riza dengan dengan penuh kebahagiaan.
"ini semua juga berkat anda,saya tidak akan bisa menerima semua ini kalau bukan anda yang memberi saya ke percayaan diri." ucap sofia berterima kasih kepada tuan riza.
"ini semua bukan karena saya,tapi karena diri kamu sendiri yang menolak rasa dendam bergejolak di hati kamu,kamu pantas mendapatkan ini semua,kamu wanita yang kuat dan tangguh" pak riza menepuk pundak sofia.
***
"jadi begini pak sandy,sofia saya datang ke sini dengan maksud mengajak kalian untuk tinggal di rumah saya,karena saya tau setelah mengenal kalian semua saya seperti menemukan kehidupan baru.Saya sudah menganggap kalian seperti keluarga saya sendiri.Terutama pak sandy yang telah menjadi ayah angkat yang baik untuk saya selama ini," ucap tuan riza.
sofia pun termenung sejenak.
"begini tuan riz,bukan saya tidak menghargai apa yang anda tawarkan kepada keluarga kami,tapi untuk saat ini kami ingin menikmati masa-masa seperti yang kami jalani sebelumnya,bukan begitu ayah" ucap sofia seraya melihat ke arah ayah nya untuk meminta persetujuan.
"benar riza,saya sudah menganggap kamu sebagai anak saya sendiri,tapi untuk saat ini saya masih ingin menghabiskan waktu yang bahagia ini di sini,dirumah yang penuh kenangan ini bersama putri-putri saya" tolak pak sandy dengan sopan.
sofia pun merundukan kepalanya menandakan dia menghormati riza sebagai atasanny.
"dan ingat jika kalian membutuhkan sesuatu jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada saya," kata tuan riz seraya menepuk pundak pak sandy,selama ini pak sandy memang menikah dengan ibu tuan riz hanya sebatas penjaga mereka,Dan tidak lebih dari itu,maka dari itu dia sangat menghormati tuan riza,begitu juga dengan tuan riza dia juga sangat menghormati pak sandy.
"baik riza," ucap pak sandy.
tuan riza pun beranjak pergi meninggalkan rumah sofia.
kini sofia dan adik-adik nya tidak lagi kehilanggan kasih sayang seorang ayah,karena ayah mereka telah kembali.
Hari demi hari, minggu demi minggu bahkan sudah enam bulan ini sofia menikmati hidup bersama keluarga barunya,sofia sangat bahagia,,dapat berkumpul seperti ini bersama ayah nya,namun tiba-tiba duka itu pun datang bagaikan sambaran petir untuk sofia.Belum juga ras kerinduan ini terobati dengan sepenuhnya,dia harus menerima ujian yang begitu berat.
Kini ayah nya terserang penyakit jantung dan dia harus di lariakan kerumah sakit,sofia sangat terpukul, dia tidak mau berpisah lagi dengan ayah nya,,sofia yang di temani tuan riz dia sedang duduk di depan sebuah ruangan.Mereka menunggu hasil pemeriksaan dari dokter,
saat ini fikiran sofia sangat kacau dia tidak siap kehilangan ayah nya untuk kedua kalianya,namun di situ ada tuan riz dia selalu memberi semangat kepada sofia.
"sofia kamu harus yakin, tidak akan terjadi apa-apa dengan ayahmu,sekarang lebih baik kamu berdoa untuk kesembuhan ayahmu,jangan terus bersedih seperti ini,itu hanya akan membuat fikiranmu semakin kacau" ucap tuan riz berusaha menengkan sofia.sofia pun terus mengengam tangan nya untuk berdoa,
__ADS_1
tak berselang lama dokter keluar dari dalam ruangan,sofia pun berlari menghampiri dokter itu dan bertanya keadaan ayah nya saat ini.
"dok bagaimana keadaan ayah,?" tanya sofia panik,
"untuk saat ini pak sandy,masih dalam kondisi kritis,keadaan nya belum stabil,kita lihat beberapa jam ke depan jika kondisinya masih sama,kita hanya bisa merahkan hasilnya kepada tuhan" kata dokter menjelaskan kepada sofia.
sofia pun tersungur lemas,dia tidak percaya dengan apa yang di katakan dokter,,dia tidak berhenti menangis,
"ya tuhan mengapa engakau berlaku tidak adil kepada ku,engkau baru saja memberi kebahagiaan untuk keluargaku dengan mengembalikan ayah pada kami,tapi kenapa engkau langsung menguji ku dengan mengirim penyakit mematikan untuk ayah" ucap sofia putus asa,,dia tidak berdaya,tuan riz tidak tega melihat kondisi sofia yang sangat sedih dia pun meneluk sofia seraya menengkanya,
"ingat tuhan memberikan ujian kepada hambanya tidak akan melebihi batas kemampun mereka,kamu pasti bisa,ayahmu pasti sembuh,jangan putus asa," ucap tuan muda riz seraya mengelus kepala sofia dengan lembut.
**
jam menunjukan pukul 14.00,sudah 4 jam ayah sofia terbaring koma,belum juga ada pertanda ayahnya sadar.sofia pun menemui dokter untuk menayakan kondisi ayah nya,
"dok bagaimana kondisi ayah saat ini,mengapa ayah belum juga sadar,?" tanya sofia seraya berjalan menuju ruangan ayah nya bersama dokter.
"tenang nyonya,kami akan berusaha semampu kami,tapi semua kita kembalikan kepada tuhan," ucap dokter seraya masuk kedalam ruangan itu dan menutup pintu,,sofia hanya bisa melihat ayah nya dari balik lubang kecil di pintu.
15 menit dokter masuk kedalam untuk memerikasa kondisi pak sandy .Namun tiba-tiba seorang perawat memanggil sofia untuk masuk,
"nyonya sofia,ayah anda sudah sadar" ucap dokter,sofia pun langsung berlari menemui ayah nya,sofia pun duduk di samping ayahnya,seraya mengelus dan mencium tangan ayahnya dengan lembut.
"ayah jangan tinggalkan sofia,," ucap sofia dengan gemetar,
"maafkan ayah sofia,jaga adik-adikmu baik-baik,maaf ayah belum bisa membahagiakan kalian,," ucap pak sandy,,tuan riz pun masuk ke dalam ruangan,dia juga mengengam tangan pak sandy.
"pak sandy,jangan putus asa,saya yakin anda pasti bisa melewati ini semua," ucap tuan riz memberi semangat kepada ayah angkatnya itu.
"riza,,saya boleh meminta satu hal kepadamu nak," ucap pak sandy seraya meletakkan tangan tuan riza di atas tangan sofia,
"apa itu pak?" tanya tuan riza,
"saya minta kamu jaga sofia dan adik-adiknya,dan jika kamu berkenan saya mau kamu menikahi sofia sebagai benganti saya untuk menjaganya" pinta pak sandy,sofia dan tuan riza pun salaing menatap.Namun saat ini sofia sedang tidak memperdikan hal itu yang dia inginkan hanyalah kesembuhan ayahnya.
"maksud ayah apa,tidak ada yang bisa mengantikan ayah,ayah pasti sembuh,ayah kan sudah berjanji akan menjaga kami,ayah harus bisa melawan penyakit ini,ayah tidak boleh menyerah" ucap sofia dengan suara bergemetar...
__ADS_1