
Setelah berapa menit dokter dan riza menunggu perkembangan kondisi sofia,akhirnya penantian itu pun membuahkan hasil,tangan sofia pun menunjukan pergerakan dan matanya pun sudah mulai dapat di buka.riza yang menyaksikan langsung istrinya sudah mulai sadar langsung memeluk dan mencium keningnya.
"sayang apa yang kamu rasakan?,apa yang sakit?," tanya riza pada istrinya yang masih belum sadar total,sofia pun mencari anakny."za,dimana anak kita,dia baik-baik saja kan?,aku ingin mengendongnya"ucap sofia sedikit tertatih karena kondisinya yang masih lemah."sayang anak kita sudah menunggu kamu di rumah,dia baik-baik saja,kamu tidak usah kahwatir,sekarang yang paling penting kamu harus sehat dan kita bisa merawat anak kita bersama"ujar riza seraya terus mengelus tangan istrinya."za,anak kita laki-laki apa perempuan,dia mirip siapa za?"tanya sofia tampak penasaran dengan wajah anaknya.
"anak kita laki-laki sayang,tapi dia selangat mirip dengan kamu,muai dari hidungnya,mulutnya dan matanya,tapi tampannya pasti mirip aku" ucap riza seraya melontarkan candaan kepada istrinya agar sofia lekas membaik.riza pun tampak merawat sofia dengan telaten,karena riza sangat mencintai sofia.
setelah bebrapa hari mejalani masa pemulihan akhirnya sofia dapat izin untuk pulang ke rumah,dia tampak bersemangat karena sebentar lagi dia bisa bertemu putranya.riza pun terlihat sedang membereskan barang-barang sofia,karena pagi ini mereka akan segera pulang kerumah,sambil duduk di kursi roda sofia tampak membantu riza untuk melipat beberapa pakiannya,dia terlihat sudah sangat segar.
__ADS_1
"za,aku pengen cepat-cepat pulang kerumah,pengen cepat-cepat gendong dedek bayi,oh iya za kamu udah kasih nama anak kita belum?" tanya sofia."emm begini fi,sejak kamu masih dalam kondisi kritis dan belum sadar,aku belum sempat memberi anak kita nama,aku sengaja nunggu kamu sadar,agar kita bisa kasih nama yang bagus untuk putra kita"ucap riza menjelaskan,sofia pun haya tersenyum mendengar penjelasan suaminya,"kamu berfikir untuk memberi anak kita nama setelah aku sadar,tapi seandainya aku tidak sadar apa kamu masih mau menunggu za?"tanya sofia pada suaminya,riza tampak sedikit terkejut dengan perkataan istrinya."sayang,kenapa kamu bicara seperti itu,sudah lah jangan membahas itu lagi,yang penting sekarang kamu sudah sehat,dan kita akan segera pulang untuk menemui anak kita "kata riza seraya mengalihkan pembicaraan agar tidak menjalur ke obrolan yang membuat sofia sedih.
setelah selesai riza mendorong kuri roda sofia keluar dari rumah sakit,kemudian mereka pun masuk ke dalam mobil dan berjalan pulang.
sesampainya di rumah sofia menyuruh suaminya untuk segera membawanya masuk ke dalam rumah untuk bertemu putranya.
" ayo cepat za kita masuk,aku udah tidak sabar mau melihat anak aku"ujar sofia terlihat buru-buru.
__ADS_1
"ya tuhan,aku sebenarnya tidak tau harus mengatakan apa lagi,setelah engkau memberikan ujian engaku mengirimkan kebahagiaan yang tak kan pernah saya bayangkan,terima kasih tuhan atas apa yang telah engkau berikan kepada saya dan keluarga kami" ucap riza dengan penuh haru.
esok harinya riza tampak mengajak sofia dan anaknya berjalan-jalan pagi untuk mencari udara segar,dengan menggunakan kursi roda sofia mengendong putranya,dan riza mendorong sofia dari belakang,keluarga mereka tampak sangat bahagia dengan kehadiran pewaris mereka."sayang,baikanya kita kasih nama siapa ya putra kita?"tanya riza pada istrinya.
"aku jiga sedang memikirkan nama yang bagus untuk anak kita,apa kamu sudah mempunyai nama untuk dia?" kataa sofia malah bertanya balik pada riza."sebenarnya aku ada beberapa contoh nama untuk putra kita,"ucap riza ."siapa za,aku mau tau dong?"tanya sofia penasaran.
"emmm salah satunya sendi arga kaunag wijaya!,bagaimana apa ada yang lain?" tanya riza.
__ADS_1
"emm apa yang sayang,itu bagus sih sebenarnya tapi,bagaimana kalau kita kasih nama fiza kaunag wijaya,ya aku pengen aja nama kita simbol anak kita yang fi itu dari nama aku sofia,dan za itu dari nama kamu riza,gimana bagus ngak?" tanya sofia dengan semangat.
"ya itu juga nama yang bagus,nanti kita akan umumkan di acara pemberian nama untuk putra kita" ujar riza ."acara pemberian nama?kapan za?, kok aku ngak tau soal itu"tanya sofia seolah tak tau apa yang sudah direncanakan oleh suminya."maaf ya sayang aku lupa kasih tau kamu,jadi nanti jam empat sore aku rencananya mau mengadakan acara untuk pemberian nama anak kita,sekalian untuk tasyukuran atas kepulangan kamu sayang,ngak apa-apa kan?"tanya riza pada istrinya."oke ngak ada masalah kok,malah bagus jadi kita bisa mengabadikan momen pemberian nama untuk putra kita"kata sofia seraya mengelus tangan riza .setelah jam menunjukan pukul 08.00 mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah,sesampainya di tumah sofia melihat ada beberap orang sedang membuat dekorasi untuk acara nanti sore,mereka pun lalu mandi dan sarapan bersama.