
di sepanjang jalan sofia dan riza tampak sangat menikmati perjalanan mereka, sesekali mereka saling bercanda,karena melewati pegunungan dan kebun teh, jadi perjalanan yang mereka terasa sangat lah indah,sofia sangat bahagia,,di menikmati setiap perjalanan yang dia lewati.di tengah perjalanan riza berhenti di sebuah kedai kopi,dia ingin membelikan secankir kopi untuk istrinya,agar dia tidak merasa kedinginan,,
"tunggu lah di sini sebentar jangan turun,saya akan membeli kopi dulu," ucap riza.
"baiklah," balas sofia.
riza turun dan menghampiri penjaga kedai,setelah membeli kopi riza kembali ke dalam mobil,dan memberikan secangkir kopi untuk istrinya,
"minum lah ini, badanmu akan terasa hangat,udara di sini sangat dingin,dari tadi kamu membuka jendela mobil,saya takut nanti kamu masuk angin." ujar riza memberitahu istrinya.
"terima kasih,,pemandangan di sini sangat indah sayang untuk di lewatkan,," ucap sofia merasa kagum.mereka berdua pun menikmati secangkir kopi di dalam mobil,,setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan,karena perjalanan mereka masih sangat jauh.
"kamu ingin mampir untuk membeli oleh-oleh dulu atau tidak" tanya riza
"boleh, saya akan membelikan beberapa makanan dan pakaian untuk sani dan sela,pasti mereka sangat senang" ujar sofia.
"baiaklah nanti kita akan mampir di maal kota," kata riza seraya mengelus kepala sofia dengan lembut,tampaknya riza sangat menyayangi istrinya.
"kenapa harus di maal,kenapa tidak di toko pakaian saja," ucap sofia,sofia memang belum berubah walaupun sudah menjadi istri dari seorang ceo,tetapi dia masih saja sederhana.
"mengapa kamu sangat sederhana, saya mempunyai banyak uang kamu boleh membeli apa saja yang kamu mau,walupun harga nya sangat mahal kalau kamu suka pasti akan saya belikan" ujar riza.
"bagiku uang yang kamu punya itu bukan lah hak ku sepenuhnya,saya tidak mau tergantung kepada siapa pun,,jika saya masih mampun untuk berjuang sendiri saya tidak mau merepotkan siapa pun,lagi pula daripada saya membelanjakan uang itu untuk membeli barang-barang mahal,lebih baik saya gunakan untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan" ucap sofia dengan bijak,riza pun bangga mempunyai istri seperti sofia,,
"saya sangat bersyukur mempunyai istri cantik,pintar dan mandiri seperti kamu" kata riza memuji istrinya,sofia pun hanya tersenyum.
__ADS_1
setelah sampai di salah satu toko baju,riza mengajak sofia masuk dan memilih semua baju yang dia inginkan.selesai berbelanja riza mengajak sofia makan di salah satu kafe di dekat toko baju.
"kita makan siang dulu sebelum melanjutkan perjalanan,,saya ingin mengajak kamu berjalan-jalan dulu di sini,,karena waktu itu kita sempat gagal jalan-jalan bukan" ucap riza.
"iya itu benar,semua itu Karena aku terjatuh waktu itu" canda sofia.mereka pun tersenyum.
jam menunjukan pukul11.00 waktu seakan cepat berlalu,sofia dan riza sudah berjalan jauh mengelilingi tempat-tempat indah di daerah bandung,mereka pun memutus kan untuk pulang kerumah,,
saat di perjalanan sofia sempat mengantuk,riza menyuruhnya untuk tidur,mungkin dia lelah karena pejalanan hari ini.
"tidurlah jika kamu mengantuk,saya akan bangunkan nanti setelah kita sampai," ujar riza pada istrinya.
"maaf ya saya tidak bisa menemanimu mengobrol,saya sangat lelah " balas sofia.sofia pun terlelap.namun tiba-tiba bencana besar datang rem pada mobil riza blong tanpa dia sadari,sehingga kecelakaan pun tak bisa di hindari,karena mobil nya melaju dengan sangat kencang akhirnya mobil mereka menabrak sebuat truk besar yang sedang terparkir di pinggir jalan,spontan riza pun berteriak dan terpental keras keluar dari mobil,sofia yang sedang tidur pun terbentur keras pada badan mobil bagian depan.kejadian itu terjadi sangat lah singat ,seolah itu hanyalah sebuah mimpi buruk bagi riza.
riza yang masih sedikit sadar dia sempat memanggil nama sofia beberapa kali,dia sudah lemah tak berdaya karena kepalanya terbentur badan jalan dengan sangat keras,,kemudian tiba-tiba badan riza lemas dan tak bisa membuka mata lagi,riza pun kehilangan kesadarannya,,
beberapa saat setelah mereka di tangani dokter.para asisten riza pun datang ke rumah sakit,riza dan sofia berada di ruangan yang berbeda ,tampaknya riza berada di ruang icu karena keadaannya sangat kritis,sedangkan sofia sudah di pindahkan ke ruang rawat.
setelah beberapa jam sofia sadar,dia berteriak mencari suaminya sofia takut terjadi sesuatu dengan riza karena sofia sempat melihat riza terpental jauh keluar mobil.
beberapa perawat dan dokter pun datang ke ruangan tempat sofia di rawat.
"dimana suami saya,bagaimana keadaannya,dok tolong ajak saya menemui suami saya,saya mohon" pinta sofia sambil menangis..
"maaf nyonya,keadaan anda belum stabil,anda masih harus istirahat,agar lekas pulih" ujar dokter itu.
__ADS_1
"cukup dokter saya akan tiada jika saya tidak bertemu suami saya mohon antar saya bertemu dengan nya" pinta sofia,dokter pun merasa kasihan kepada sofia,salah satu perawat pun mengantar sofia untuk menemui suaminya.setelah sampai di ruang tempat suaminya di rawat sofia terkejut melihat kondisi suaminya yang sangat memprihatinkan,sofia pun hanya bisa menangis melihat suaminya terbaring lemah.
dan salah satu asisten riza pun menanyakan keadaan tuannya.
"maaf dok bagaimana keadaan tuan riza,apa dia baik-baik saja?" tanya nya.
"begini tuan banyak yang ingin saya sampaikan mengenai kondisi tuan riza" ucap dokter.
"apa dokter,cepat katakan kepada saya,apa yang terjadi kepada suami saya" ujar sofia.
"begini nyonya,benturan yang sangat keras membuat kepala tuan riza mengalami cidera yang sangat fatal,sehingga mempengaruhi jaringan pada syaraf nya,,tidak menutup kemungkinan jika tuan riza mengalami kelumpuhan yang permanan" kata dokter menjelaskan,sofia pun syok mendengar perkataan dokter,.dia tidak percaya dengan apa yang terjadi pada suaminya,bagaimana nanti suaminya bisa menjalani hidup dengan kelumpuhan,,
"tuhan belum cukup semua ini,engkau masih menguji kesabaran saya dengan keadaan seperti ini,,jika engkau membenci saya kenapa harus suami saya yang engkau hukum,kenapa tuhan" kata sofia putus asa .
sepuluh hari sudah riza dirawat di rumah sakit,namun masih saja belum ada perubahan,dia masih terbaring lemah,sofia yang sudah mulai pulih pun sudah di izinkan dokter untuk pulang,manun sofia tidak pernah pergi dari samping suaminya,dia selalu setia menunggu riza sadar.semua dokter sudah hampir putus asa.
"za,aku mohon kamu sadar,saya yakin kamu bisa,kamu harus tepati janji kamu untuk menjaga dan membahagiakan saya,kamu harus tepati janji itu,jangan membuat saya menangis seperti ini ,,kamu pasti bisa ,," ucap sofia seraya memegang tangan suaminya.
namun tak berapa lama ada tanda-tanda riza mulai stabil,sofia yang berada di ruangan itu langsung memanggil dokter untuk memeriksa sumainya.
"bagaimana dok" tanya sofia.
"ini sebuah keajaiban,,kondisinya mulai stabil,semoga dia lekas sadar" ucap dokter,sofia pun sangat bahagia mendengar kabar itu,dia langsung memeluk suaminya erat-erat,dan tak lama kemudia riza mulai mengerakkan tangan nya,semua orang yang ada di ruangan itu pun terharu,terutama sofia,,dia sangat bahagia.
"so-fia" ucap riza tebata-bata.
__ADS_1
"iya za saya di sini,ayo kamu pasti bisa sayang,kamu lawan rasa sakit itu" ucap sofia memberi semangat kepada suaminya.
hari berjalan begitu cepat,riza pun sudah mulai membaik,namun sofia belum memberi tahu kondisi yang sebenarnya kepada suaminya.dia takut riza akan terkejut dan berputus asa,,kini sofia harus selalu ada untuk suaminya,dia harus memberi suaminya semangat agar dia tidak merasa sendiri.