Duka Membawa Cinta

Duka Membawa Cinta
Tak Mudah


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 17.00 sofia dan riza bersiap untuk pulang ke rumah,,tiba-tiba di depan kantor tampak beberapa orang sedang berkumpul,riza dan sofia pun menghampirinya.


"sepertinya terjadi sesuatu di sana" ucap sofia seraya mendekati kerumunan.


dan tak di sangka ternyata ada seorang karyawan kantor yang tengah berkelahi.


Riza pun langsung turun tangan untuk melerai perkelahian itu.


"hentikan semua nya,,ada apa ini,kalau mau berkelahi jangan di depan kantor saya" lerai riza,semua orang pun terdiam sejenak,sofia pun ikut menegahi masalah itu,


"maaf ya mbk-mbk dan mas-mas,kalau boleh tau ini ada apa sebenarnya?" tanya sofia,dan salah satu perempun pun berbicara.


"begini bu,,suami saya bekerja di kantor milik tuan riza, namun ternyata dia malah mempunyai kekasih simpanan di sini," ucap seorang wanita.


"apa maksud anda?,siapa suami anda yang berani menodai kantor saya,?" ucap tuan riza dengan marah.wanita pun menunjuk salah satu karyawan laki-laki,,Tuan riza pun langsung mendekatinya,namun sofia memegang tangan suaminya.


"sudah,jangan berkelahi,kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin,,''ucap sofia menengkan suaminya yang hampir memukul laki-laki itu.


" hay dengar, mulai sekarang kamu saya pecat dari kantor ini,saya tidak mau mempunyai karyawan yang kotor seperti kamu,cepat pergi dari sini"ucap tuan riza dengan nada marah.


semua orang pun membubarkan diri masing-masing,sofia yang masih berusaha untuk menenagkan suaminya mengajak nya masuk ke dalam mobil.


sesampainya di rumah sofia langsung pergi ke dapur untuk menyiapakan makan malam,namun saat sofia melangkah menuju dapur riza mencoba menghentikannya.


"mau kemana kamu,?" tanya riza.


"saya mau kedapur,membantu bi yaya menyiapkan makan malam,?" ucap sofia .


"untuk apa,kamu sudah kerja seharian dan kamu masih mau bekerja di dapur," ucap riza melarang istrinya untuk kedapur.

__ADS_1


"tapi pekerjaan di kantor itu hanya lah sebatas sampingan saya saja,,prioritas saya adalah sebagai istri kamu,,kalau perlu saya akan berhenti bekerja di kantor dan saya akan fokus mengurus pekerjaan rumah " ucap sofia.


"apa kamu tidak merasa lelah,aku saja yang hanya duduk dan menadatangani berkas saja capek,sedagkan kamu keluar masuk kantor untuk mengurus segalnnya,sekarang kamu malah sibuk mengurus pekerjaan rumah,sudahlah kamh tidak perlu membantu bi yaya didapur." riza menghampiri sofia dan mengandengnya naik keatas untuk istirahat.


Namun sofia menghentikan lagkahnya.


"kamu tidak perlu berlebihan seperti itu,kamu tenang saja saya tidak terlalu capek,jadi biarkan saya untuk melakukan pekerjaan saya sebagai ustri kamu.Riza pun tak bisa berbuat apa-apa tapi dia sangat bahagia dia tidak menyangka secepat ini sofia akan menerima dia menjadi suaminya.walaupun mereka menikah karena wasiat ayah sofia,,bahkan sofia belum bisa menerima riza dengan sepenuhnya,


setelah selesai menyiapka makan malam mereka pun langsung turun untuk makan,seperti biasanya sofia tampak sibuk membantu menyiapan makanan untuk suaminya,


"sofia hentikan ini,kamu sudah lelah bekerja seharian di kantor sebaiknya kamu mandi dan ikut makan malam" ucap riza seraya menghentikan pekerjaan sofia.


"saya makan nya nanti saja ," ucap sofia.


setelah selesai menyiapkan makanan sofia langsung pergi ke kamar untuk membersihkan bandanya,,selasai mandi dia membaringkan tububnya diatas masur,sepertinya dia sangat lelah.Tiba-tiba riza masuk dengan membawa nampan berisi makanan untuk sofia.


"untuk apa kamu membawa makanan ke sini,saya bisa ambil sendiri nanti di bawah" ucap sofia.


"mau aku suapi?" tanya riza mencoba bersikap romantis kepada istrinya.Sofua yang melihat tingkah riza hanya tersipu malu.


pagi telah tiba seperti biasa sofia sangat sibuk dengan aktivitasnya di rumah,semua orang tampak sibuk untuk bersiap.


namu tiba-tiba bela datang lagi kerumah riza,,sepertinya dia mempunyai niat yang tidak baik dengan hubungan riza dan sofia,,seperti yang diketahui dulu riza sempat di jodohkan dengan bela,namun riza menolaknya dengan alasan ingin melanjutkan pendidikannya.tapi kini riza telah menjadi pengusaha sukses tidak menutup kemungkinan bela ingin merebut kembali riza dari sofia.


"selamat pagi sofia" sapa bela terlihat sok baik di depan sofia.


"selamt pagi mbk bela,maaf ada keperluan apa anda datang kesini" tanya sofia dengan lembut.


"harus ya anda tau urusan saya apa datang kesini,,asal anda tau saya tidak perlu ada urusan atau kepentingan khusus untuk datang kesini,karena saya lebih kenal riza dari pada anda" ucap bela dengan nada sombongnya.

__ADS_1


"iya mbk bela,saya mengerti,,maaf saya permisi" ucap sofia mencoba mengalah,namun tiba-tiba riza datang dan menghentikan sofia.


"tunggu sofia,kamu tidak perlu pergi,,yang seharusnya pergi itu dia" ucap riza seraya menunjuk pada bela,bela pun tercengang melihat itu.


"riza seharusnya kamu tidak bersikap seperti ini kepada saya," ucap bela


"yang seharusnya berbicara seperti itu saya,kamu tidak pantas menghina sofia,,asal kamu tau sekarang dia itu adalah istri saya,jadi siapapun yang mengina dia akan berhadapan dengan saya" ucap riza dengan marah.bela pun tidak terima dengan perkataan riza.


"dengar bela,sebenarnya saya masih mengangap kamu sebagai teman saya, namun jika kamu bersikap tidak sopan terhadap istri saya,saya tidak akan memaaf kan kamu" lanjut riza.


"sudah za,kenapa hal sekecil ini harus di permasalahkan,saya tidak apa-apa,memang saya belum pantas menjadi istri kamu,,tapi saya akan berusaha menerima kamu za," ucap sofia,,


"menerima,,?anda tidak usah sok jual mahal ya,,anda itu memang tidak pantas menjadi istri riza," ucap bela memulai lagi.


"belaa diam kamu,,ini yang saya tidak suka dari kamu sejak dulu,kamu selalu melihat orang dari penampilan dan materinya saja,asal kamu tau kamu itu tidak lebih baik dari sofia,," ucap riza membela istrinya,


"za memang apa yang dapat dari dia ,dia itu hanya gadis kampung yang lugu" ucap bela membantah.


"ya gadis kampung yang kamu bilang itu adalah istri yang sempurna untuk saya,bahkan saya sangat beruntung memilik dia,,dan sebaiknya kamu pergi dan jangan ganggu kami lagi," ucap riza mengusir bela dari rumahnya,,


bela pun marah mendengar perkataan riza dan langsung pergi,,sofia yang hanya diam saja melihat itu semua,mulai menaruh hati untuk suaminya,,


("sebenarnya apa lagi yang saya cari dari riza dia laki-laki yang baik,yang tidak semua orang tau itu.mengapa saya bersikap seperti ini padanya?tidak seharusnya saya menghukum dia atas perasaan yang belum bisa saya kendalikan"batin sofia).


"hey,sedang memikirkan apa kamu,," ucap riza mengagetkan istrinya yang tengah melamun.


"tidak,saya tidak memikirkan apa-apa''ucap sofia mengelak.


" kamu tidak perlu dengarkan apa kata bela,"lanjut riza memperingati sofia.

__ADS_1


"ternyata begini ya ujian menjadi seorang istri ceo,,harus berani melawan para gadis cantik yang berusaha mengodanya" ledek sofia.


merekapun hanya saling tersenyum.


__ADS_2