Duka Membawa Cinta

Duka Membawa Cinta
Penantian Yang Begitu Panjang


__ADS_3

waktu berjalan begitu cepat dua bulan sudah riza menjalani pengobatan,namun hingga kini sofia belum juga mendapatkan kabar baik dari paman radit atau pun dari suaminya,hanya saja sesekali riza menelfon untuk menanyakan kabar istrinya,namun setiap sofia bertanya tentang hasil pengobatanya riza selalu menjawab belum ada, entah bagimana keadaan suaminya sekarang,sebenarnya sofia ingin sekali pergi menyusul suaminya ke amerika,namun dia harus mengurus pekerjaan kantor.


saat sofia tengah duduk di kamar seraya menikmati secangkir kopi tiba-tiba ponsel nya berbunyi tertulis nama paman radit di ponselnya,sofia pun buru-buru mengangkatnya.


"hallo paman,apa kabar?" sapa sofia sebelum menayakan kondisi riza.


"baik fi,bagaimana keadaan kamu disana?" tanya paman radit balik.


"baik paman,,bagaiman hasil pengobatan riza di sana paman,apa sudah membuahkan hasil?" tanya sofia penasaran.


"begini fi, pengobatan syaraf seperti yang dialami riza itu sangat sulit untuk di sembuhkan butuh banyak waktu untuk mengobatinya,tapi kamu tidak usah kahwatir disini ada paman,paman akan selalu menjaga dan merawat suami kamu" ucap paman radit.


"sekali lagi terima kasih ya paman,paman udan membantu riza untuk menjalani pengobatan di sana,,paman tolong jaga riza dan paman jangan lupa kabari sofi tentang perkembangan riza ya" ucap sofia.


"pasti sofia paman akan selalu memantau kondisi riza,dan paman akan selalu mengabari kamu" ucap paman radit.


"maaf paman sekarang dimana riza,kenapa dia tidak menghubungi saya dari kemarin?" tanya sofia.


"begini fi,dari kemarin riza tidak memegang ponselnya,dia sekarang benar-benar fokus pada pengobatanya kamu tidak usah berfikir macam-macam ya" ujar paman radit.


"bagus lah paman kalau begitu salam buat riza ya paman,," ucap sofia sebelum menutup telponya.


"iya sofia pasti paman sampaikan"kata paman radit.

__ADS_1


telpon mereka pun terputus,sofia merasa lega setelah mendengar kondisi suaminya baik-baik saja,bahkan kini riza sudah mau memfokuskan pengobatanya.


hari demi hari sofia lalui sendiri dia harus berjuang melawan kerinduan terhadap suaminya,dia benar-benar kesepian tanpa riza.penantian ini begitu panjang bagi sofia,di harus menjalani kehidupan baru dia jalani beberapa bulan yang lalu,dan kini dia harus menjalani cinta jarak jauh seperti ini.itu sangat menyiksa batin sofia,dia baru saja menerima riza sebagai suaminya seutuhnya,tapi tuhan telah menguji pernikahan mereka dengan cobaan seberat ini.


pagi ini sofia hendak pergi ke kantor,seperti biasa sofia menyaipan sarapan bersama asisten rumah tangga lainya,tiba-tiba bela datang kerumah untuk mencari masalah dengan sofia.


" selamat pagi nyonya sofia"sapa nya dengan nada sinis.


"selamat pagi mbak bela,ada yang bisa saya bantu?" jawab sofia dengan ramah.


"emm,engak sih,enak ya bisa jadi nyonya riza ,setelah suaminya sakit dan pergi ke luar negri,tapi kamu disini malah enak-enakkan," ucapanya dengan tidak sopan.


"maaf ya mbk bela,tapi maksud anda apa ya,jika anda tidak tau tentang urusan kami lebih baik anda diam" jawab sofia dengan berani.


"begini ya mbak bela,saya tidak perlu menjelaskan apa pun tentang kondisi rumah tangga saya kepada anda,karena itu adalah urusa keluarga saya,saya tau anda adalah teman suami saya tapi anda tidak berhak mengurusi urusan rumah tangga kami" ujar sofia habis-habisan.bela pun terdiam dengan wajah kesalnya.


"kalau tidak ada lagi yang perlu di bicarakan lebih baik anda pergi,atau anda mau sarapan dulu bersama saya" ucap sofia santai.


"idih maaf anda bukan kelas saya" ucap bela seraya melangkah kan kakinya pergi dari rumah itu.


"astaga ada saja orang seperti itu," ucap sofia seraya mengelus dadanya.salah satu asisten rumah tangaanya pun tersenyum,dan menangapi sikap sofia.


"bagus bu,dia pantas di perlakukan seperti itu,memang perempun tidak ada akhlak" ucap pembantunya ikut kesal.

__ADS_1


"sudah-sudah tidak baik berbicara seperti itu" ucap sofia menengkan suasana.kini sofia harus beusaha tegar mengadapi orang-orang yang mencoba menyakitinya,karena kini suaminya sedang tidak bersamanya,,


sofia pun pergi kekantor di antar oleh pak jon,pak jon selalu menemai sofia kemana pun sofia pergi,sebenarnya kerinduan yang dia rasakan sangat lah berat namun itu semua adalah sebuah pilihan dia harus kuat.


"selamat pagi bu," sapa pak jon.


"selamat pagi pak jon,udah sarapan belum pak?" tanya sofia dengan ramah seraya masuk kedalam mobil.


"sudah dong bu,nanti kalau tidak sarapan saya pasti lemas" jawab pak jon bercanda.


"pak jon bisa saja" balas sofia tersenyum.mereka pun berjalan menuju kantor,sesampainya di kantor sofia langsung masum ke dalam ,dan beberapa karyawan pun menyambut kehadiran sofia dengan sopan.


"selamat pagi bu?" ujar mereka.


"selamat pagi semua" jawab sofia dengan lembut.


"bagaimana kondisi tuan riza bu,apa di sudah sembuh" tanya salah satu karyawan.


"untuk saat ini tuan riza masih dalam pengobatan,kita doakan saja semoga dia lekas sembuh" ucap sofia bijak.


"amin " kata beberapa karyawan yang mendoakan tuan mudanya.


sesampainya didalam ruangan sofia duduk dan mengerjakan beberapa dokumen,namun tampak nya sofia kurang berkonsentrasi,dia benar-benar meemrindukan suaminya.dia pun mengambil ponsel dan mencoba menghubungi riza.

__ADS_1


(tut-tu-tut)ponsel riza tersambung dan akhirnya riza pun mengangkat telfonnya.sofia pun terlihat sangat bahagia.dia langsung berbicara dengan suaminya,tampaknya sofia sangat merindukan riza,karena cinta jarak jauh mereka benar-benar membuat sofia tersiksa ,karena harus menahan rindu yang begitu dalam.


__ADS_2