
***
di dalam rumah bela,sofia masih saja memohon agar bela mau memberikan putranya namun bela malah mengancam akan menghabisi arga,betapa teririsnya hati sofia mendengar perkataan itu.sofia tak berdaya dia pun duduk tersungkur dihadan bela.
"saya mohon,kembalikan anak saya,saya rela menukar nyawa saya demi dia,kembalikan arga" sofia menangis tersedu-sedu.tiba-tiba riza masuk dan melihat istrinya sujud di hadapan bela,dia pun langsung berlari dan mengangkat sofia untuk berdiri."apa yang kamu lakukan,kenapa kamu bersujud untuk wanita ular seperti dia"riza muai geram dengan sikap bela yang sudah melampaui batas.kini dia tidak akan tinggal diam."hentikan semua ini bela,sudah habis kesabaran saya melihat tingkah kamu yang semakin tidak bisa di toleransi,sekarang serahkan anak saya"riza berusaha merebut arga dari tangan bela.namun tanpa riza sadari ternyata bela sudah memegang sebilah pisau,dia menodongkanya pada arga bayi polos yang tidak tahu apa-apa.riza dan sofia pun tercengang melihatnya,mereka berdua pun kemudian mengundurkan langkahnya.mereka takut bela berbuat nekat."apa yang kamu lakukan bela?,serahkan anak kami"sofia pun menagis histeris.
"kembalikan kamu bilang?,asal kamu tau sofia,ini semua tidak sebanding dengan apa yang telah keluarga wijaya lakukan kepada keluaraga saya" sofia pun mengernyit heran,kejahatan apa yang telah keluarga suaminya lakukan sampai-sampai bela sangat dendam dengan keluarga wijaya.riza pun merasa bersalah,karena selama ini dia sudah menyembunyikan sebuah kebenarnya yang sangat besar.
"maksud kamu apa bel,kesalahan apa yang telah keluarga riza lakukan?" sofia semakin penasaran.dia pun menoleh kearah riza ,namun riza pun masih diam tak mengatakan apa pun.
"kamu tanyakan saja kepada suami kamu" ujar bela.sofia pun berbalik melihat ke arah suaminya.
"maksud bela apa za?apa yang sudah kamu sembunyikan dari aku,aku mohon za jangan pertaruhkan nyawa anak kita" sofia pun memohon kepada suaminya agar menceritakan semua kepadanya.namun riza malah berbalik melihat ke arah bela.
__ADS_1
"cukup bela,masalah kamu dengan saya,jadi jangan sangkut pautkan anak dan istri saya" riza takut masalah keluarganya dengan keluarga bela di masa lalu akan mambuat masalah baru untuk keluarga kecilnya.
"sudahlah riza kamu jujur saja sama istri kamu,apa yang telah kelurga kamu lakukan kepada saya dulu sudah sangat menyiksa keluarga saya." bela masih saja menguji kejujuran riza,sofia yang tidak mengerti apa-apa terlihat sangat geram dia tidak ingin mengambil resiko dengan mempertaruhkan putranya.Namun bahkan riza pun tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepadannya.
"za,sekarang begini,terserah kamu mau jujur atau tidak tentang masalah kamu dengan bela,tapi saya mau kamu harus kembalikan arga bersama saya,setelah itu saya tidak mau lagi ikut campur urusan kalian" sofia pasrah dia tidak tahu lagi harus berbuat apa."oke..begini saja za,biar aku yang menceritakan semuanya,supaya istri kamu tahu,kebusukan keluarga kamu"bela terus menekan riza.
namun akhirnya riza pun mulai terpojokan dia harus mengakui kesalahanya di masa lalu di hadapan istrinya.
"oke baik..saya akan mengatakan yang sebenarnya, jadi begini.....
"ouh.. kamu lupa satu hal riza,bahwa saya kehilangan ayah dan ibu saya juga karena ibu kamu yang jahat itu?" riza pun mengernyitkan dahinya,sepertinya dia benar-benar tidak mengetahui itu."maksud kamu apa bel,?"riza penasaran.
"ya ibu kamu adalah penyebab ibu saya tiada,karena ibu saya dipaksa mendonorkan jantungnya oleh ibu kamu untuk menyelamatkan ayah kamu dulu,dengan jaminan mengembalikan semua aset milik keluarga saya,tapi apa yang saya dapat setelah ibu saya mendonorkan jantungnya ,kalian malah mengusir kami dari rumah kami sendiri,saya tidak akan melupakan itu semua,ayah saya harus bekerja keras untuk membiyayai kehidupan kami,sampai-sampai dia sakit keras dan harus meregang nyawanya" berlihat menangis menceritakan kisah masa lalunya yang sangat tragis,sofia pun menatap riza dengan kecewa."maksud bela apa za,apa yang sebenarnya kalian lakukan kepada keluarga bela?"sofia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.riza pun hanya diam,seolah dia sudah menyadari kesalahan kelurganya di masa lalu.
__ADS_1
"saya minta maaf,tapi jujur saya tidak begitu mengetahui masalah besar ini,yang saya tau hanya pengambilan aset secara paksa tang dilakukan ayah dan ibu saya,soal pendonoran jantung saya sama sekali tidak tahu itu" namun bela malah memberontak dia mengeluarkan kembali sebuah pisau."sekarang kalian akan meradakan apa yang saya rasakan,kehilangan orang yang kalian sayangi"bela mengarahkan pisaunya kepada arga ,sofia pun histeris,dia terus memohon untuk mengembalikan putrannya.namun tiba-tiba terdengar sirene polisi,bela pun ketakutan dan lagsung melempar bayi sofia ,untung riza langsung sigap dan mengkapnya.bela yang gugup langsung berlari dan kabur dari pintu belakang.polisi pun berusaha untuk mengejarnya namun bela menaiki motor yang terparkir di teras belakang dia pun langsung tancap gas dan pergi dari tempat itu.polisi pun gagal menangkap bela.
sofia dan riza berjalan keluar dari rumah itu,mereka sangat lega karena anak mereka bisa kembali dengan selamat.
**
sesampainya di rumah sofia lagsung menidurkan putranya,setelah itu dia pergi menemui riza,sofia masih memikirkan tentang apa yang bela katakan.
di teras belakang rumah,riza tampak sedang duduk seraya memainkan ponselnya.tiba-tiba sofia datang dari belakang,sofia pun duduk di samping riza,dengan sedikit keraguan dia memberanikan diri untuk bertanya tetang apa yang di katakan bela.
"za,aku yakin kamu akan berkata jujur,sekarang aku tanya,apa sebenarnya yang sudah terjadi anara kamu dan bela?" tanya sofia.
"apa lagi yang harus aku jelaskan,aku sama sekali tidak mengetahi apa-apa soal itu,akan lebih baik jika kamu tidak perlu membahas itu lagi," riza masih mengatakan hal yang sama.
__ADS_1
dengan perasaan kecewa sofia pun pergi meninggalkan riza sendiri.