Duka Membawa Cinta

Duka Membawa Cinta
Duka Yang Mendalam


__ADS_3

***


Tuan riz melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi,sofia hanya terdiam melihat tingkah panik tuan muda riz,("sebenarnya siapa yang menelpon tuan riz,dan kabar buruk apa yang tuan riz dengar sampai-sampai tuan riz sangat panik seperti ini"batin sofia)sesampainya di parkiran sebuah gedung tuan riz langsung keluar dari dalam mobil .ternyata tuan riz menuju rumah sakit.


"ayo cepat.." ucap tuan riz seraya berlari menuju ke dalam rumah sakit.


sofia pun ikut berlari mengejar tuan riz,sesampainya di lantai 2 gedung rumah sakit tuan riz berhenti di depan ruangan dahlia,dia sesekali mengusap air mata nya,sofia bingung sebenarnya siapa yang sedang sakit, kenapa tuan riz sangat panik.Mereka berdua pun masuk bersamaan,dan di dalam terdapat beberapa orang salah satuanya adalah seorang dokter dan beberapa perawat serta pak gatra dan beberapa anak buah tuan riza ,sofia hanya berhenti di belakang tuan riz,karena dia merasa asing dengan orang-orang di sekelilingnya dan hanya tuan riz saja yang dia kenal.Karena dia merasa asing di tempat itu,dia melihat tuan riz menangis sesegukan seraya memeluk seorang perempuan parubaya yang sedang terbaring lemah,tuan riz tak henti-hentinya menangis seraya mengucapakan permintaan maaf kepada orang itu.


"ibu...maafkan riza,riza belum berbuat banyak untuk membahagiakan ibu,riza mohon ibu jangan tinggalkan riza sendirian,riza tidak bisa hidup tanpa ibu" ucap tuan riza,ternyata perempuan parubaya itu adalah ibu tuan muda riza.mata sofia ikut berkaca-kaca dia teringat dengan ibunya yang lebih dulu meninggalkanya.Ternyata di balik sifat sombongnya tuan riz adalah orang yang sangat penyayang,,


"anakku riza,sekarang ibu tidak akan sedih meninggalkanmu nak,kamu telah menemukan teman hidupmu yang baru,ibu harap kamu akan hidup bahagia jangan fikirkan ibu, ibu akan hidup tenang bersama kakek kamu.kamu harus janji ya nak jangan membuat dia menangis" ucap ibu tuan riza seraya menatap ke arah sofia,,semua orang yang ada di sana pun ikut melihat ke arah sofia.


"kemari nak,ibu ingin menyampaikan sesuatu" pinta ibu pada sofia.


sofia pun melangkah mendekati ibu tuan riz.ibu tuan riz pun langsung memegang tangan sofia seraya meletakannya di atas tangan tuan riz,,


"ibu berharap,kamu bisa menjadi teman hidup anak ibu nak,jaga riza,ibu titipkan riza padamu nak,," ucap ibu tuan riz sebelum menutup matanya untuk terakhir kali,dan tiba-tiba tangan ibunya terlihat sangat lemas bak tak bertulang..riza pun duduk tak berdaya seraya memeluk ibunya,dengan tangis yang tak terbendung,,kini ibu tuan riz pun telah tiada untuk selama-lamanya,,


"ibu..bangun bu,jangan tinggalkan riza bu,,ibuuuu..." teriak tuan riza seraya mengoyang-goyangkan jasad ibunya yang sudah tak bernyawa itu,semua orang yang ada sana pun ikut meneteskan air mata,,pak agtra pun menghampirinya dan berusaha menenagkan tuan riza yang sudah lemas tak berdaya,sofia yang ikut menangis pun ikut memapah tuan riz untuk duduk di sebuah sofa di ruangan itu,,tuan riz terlihat sangat berduka melihat ibu kandungnya yang sudah meninggalkannya..kini dia benar-benar sendiri tidak lagi tempat untuk mencurahkan semua keluh dan kesahnya.lllll


sofia pun duduk seraya memegang tangan tuan riz,"maaf, anda pernah memberi semangat kepada orang yang telah kehilangan ke dua orang tuannya,sekarang saya disini,di posisi seperti anda ingin memberi semangat agar anda bisa melanjutkan hidup anda kembali,,masih banyak orang yang sangat menyayangi kita"ucap sofia dengan lembut,seraya menatap tuan muda riz dengan penuh perasaan.namun tuan riz pun masih saja menagis melihat ibunya yang kini di persiapkan untuk pemakaman,,


jam menunjukan pukul 17.00 proses pemakaman pun telah selesai,sofia segera meningglkan tuan riz yang masih duduk di atas liang pemakaman ibunya,

__ADS_1


"maaf,saya pulang duluan,yang tabah jangan larut dalam kesedihan," ucap sofia seraya menepuk pundak tuan muda riz,kemudian dia beranjak pergi ,,


sesampainya di rumah sofia mandi dan menyiapakan makanan untuk adik-adiknya,,


".kakak dari mana,kenapa kakak terlihat sangat sedih," ucap sela adik bungu sofia.


"tidak apa-apa,kakak dari pemakaman ibu teman kakak," jelas sofia pada adiknya.


setelah makan sofia langsung pergi ke kamarnya,,dia masih memikirkan bagimana kondisi tuan riz saat ini,,


"ohh iya,kemarin saya sempat mengambil kartu nama tuan riz,sebaiknya saya hubungi dia saja,bagaimana keadaanya sekarang" kata sofia seraya mengambil tasnya


sofia pun mengambil ponselnya dan langsung menghubungi nomor tuan riz.


(tut..tut...tut..)suara ponsel sofia sepertinya telfonnya terhubung hanya saja tidak diangkat oleh tuan riz.,


jam menunjukan pukul 19.30 sofia berinisiatif untuk pergi menemui tuan riz di apartemenya..


sebelumnya sofia melihat adik-adiknya sudah tertidur,sofia pun beranjak pergi menemuai tuan riz,


sesampainya di depan apartemen sofia mengetuk pintu kamar tuan riz,namun tidak ada respon sama sekali."dimana dia,apa dia tidak ada di kamarnaya,,ucap sofia pelan.


sofia berusaha menghubungi dia lagi, namun tiba-tiba dari belakang sofia, datang seseorang yang membuat sofia kaget.

__ADS_1


"hemm sedang apa kamu disini,?" tanya tuan riz,


"astaga ,dari mana saja anda dari tadi saya menghubungi ada tapi tidak ada respon," kata sofia dengan sedikit cerewat,,


"memangnya ada apa,untuk apa kamu mencari saya.!" kata tuan riz dengan cetus,


"tidak,saya hanya ingin memastikan kalau anda baik-baik saja" ucap sofia sedikit malu-malu.


"memangnya apa urusan kamu kalau saya kenapa-napa" jawab tuan tiz seraya membuka pintu apartemen.tuan riz pun masuk kedalam dan langsung duduk di salah satu sofa,


"apa kamu hanya akan berdiri di depan pintu seperti itu,ayo masuk,malu di lihat orang,nanti mereka fikir saya tidak menghargai tamu" tutur tuan riz mengode sofia untuk masuk ke dalam.sofia pun masuk dan menutup pintu apartemen.


"bagaimana keadaan anda?" tanya sofia basa basi.


"seperti yang kamu lihat,saya tidak oerlu menjelaskannya kamu pasti juga tau rasanya" ucap tuan riza.


"maaf saya lancang,malam-malam seperti ini datang menggangu waktu anda" kata sofia sedikit tidak enak.


"kenapa,,saya memang sedang membutuhkan teman untuk melampiaskan kesedihan saya" ucap tuan riza seraya menatap sofia.


"apa! apa anda sudah gila anda baru saja kehilangan ibu anda ,anda sudah memikirkan hal-hal yang kotor seperti itu." ucap sofia garang.


"hal-hal kotor apa maksudmu,saya hanya bilang butuh teman,agar saya tidak stres,pikiran kamu sudah kemana-mana" tutur tuan riz.

__ADS_1


sofia pun tersipu malu.


jam menunjukan pukul 22.00 sofia beranjak daro tempatnya duduk,karena hari sudah malam sofia memutuskan untuk pulang,dia melihat tuan riza sudah terlelap,di sebuah sofa,sofia pun mengambil selimut dan memakaikannya pada tuan riz, sebelum dia pulang.


__ADS_2