
derrr...
*
*
terdengar suara kaca pecah dari balik jendela,sofia pun kaget dan langsung mengecek kondisi kamarnya.tampak kaca kamar sofia pecah karena ada seseorang yang sengaja melempar batu.
"siapa yang melakukan semua ini," ujar sofia seraya mengambil bongkahan batu yang di bungkus oleh selembar kertas.sofia pun membuka kertas itu dan ternyata di dalam kertas itu ada sebuah pesan yang membuat sofia terkejut.
(kalian semua harus menderita,sama seperri saya dan keluarga saya yang telah kalian hancurkan)
__ADS_1
isi surat itu membuat hati sofia bergetar,dalam hati sofia bertanya,siapa sebenarnya yang telah meneror keluarga mereka.
"apa ini kerjaan bella,secara kemarin dia datang kemari dan menghancurkan acara pemberian nama untuk fiza,sebenarnya siapa bella,dan kenapa dia begitu sangat membenci riza dan keluarganya?,kenapa riza tidak mau memberti tahu soal rahasia itu" kata sofia merasa takut dan kahwatir.tiba-tiba riza datang menghampiri istrinya,dia kaget melihat kondisi kaca jendela yang sudah pecah."sofia ini ada apa?,kenapa kacanya pecah seperti itu?"tanya riza penasan."seharusnya aku yang bertanya,kenapa beberapa hari ini banyak orang misterius yang menggangu kekuarga kita?,sebenarnya ada apa ini za?,kamu sembunyikan apa dari aku,kenap kamu tidak mau menceritakan semua?"tanya sofia merasa ketakutan.riza pun berusaha menenagkan istrinya dengan memeluk sofia."aku tidak merahasiakan apa pun darimu,aku tidak tau siapa yang telah melakukan semua ini"ujar riza merasa seolah tidak mengetahui apa-apa.namun sofia masih belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
"kamu tidak perlu berbohong seperti ini kepada ku za,aku tau semuanya,ini pasti kelakuan bella,sebenarnya ada hubungan apa antar kamu dengan dia,sampai-sampai dia berani mengirim ancaman seperti ini" ujar sofia terlihat marah kepada suaminya yang tidak mau berkata jujur.namun riza terlihat kaget setelah sofia mengatakan bahwa bella sudah mengirimkan sebuah ancaman kepadanya."pesan ancaman?,pesan apa yang kamu maksud?"tanya riza penasaran,kemudian dia melihat sofia sedang memegang selembar kertas,riza pun langsung mengambinya dan membaca isi surat itu."kamu tidak perlu kahwatir saya akan mencari siapa yang telah mengirim surat ancaman untuk keluarga mereka.namun perkiraan sofia memang tidak salah,karena bella lah yang telah mengirim surat ancaman itu,tapi riza sengaja tidak memberi tahu sofia soal itu,dia tidak mau berfikir hal yang aneh.riza pun pergi ke rumah bella untuk menayakan soal surat ancaman yang telah dia kirim untuk sofia.riza pergi kesana bersama beberap body guardnya dia tidak mau kejadian seperti kemarin terjadi kembali.
sesampainya di rumah bela dia , melihat beberap body guard bela yang sedang berjaga di sekitar rumahnya.saat riza turun dari mobil beberapa body guard bella menghalangi riza."saya tidak mau mencari masalah ke sini,sekarang panggilakan bos kamu bella saya ingin bertemu dengan dia"ucap riza dengan nada santai,walupun beberapa body guardnya berusaha untuk menghalanginya.tiba-tiba tanpa di panggil ternyata bella pun keluar karena mendengar suara gaduh dari luar."ada apa ini,kenapa kalian membuat keributan di depan rumah saya?"tanya bella seraya memperhatikan sekelilingnya,dia baru meyadari kedatangan riza,dia pun langsung turun dari anak tangga depan tumahnya untuk mrnghampiri riza,dengan wajah santainya."wow ternyata saya kedatangan tamu terhormat,tuan muda riza,silahkan masuk tuan"ucap bella dengan sedikit nada sindiran.namun itu tidaklah membuat riza terpancing untuk membuat suasana menjadi panas.
"sudahlah bella kamu tidak perlu mengelak seperti itu lagi,ingat ya bella masalah kamu dengan saya bukan dengan anak dan istri saya,jadi saya tidak mau kamu menggangu kebahagian mereka" ucap riza mencoba mengertak bella.
"ya ampun za,ternyata ingatan kamu masih oke juga,kami ingat dengan apa yang telah ibu anda lakukan kepada keluarga saya,dan kamu harus tau tuan riza saya..tidak akan pernah melupakan semua itu,bahkan sampai mati pun akan selalu saya ingat,dan saya tidak akan membiarkan keluarga kamu hidup dengan tenang,sebelum kalian merasakan apa yang telah keluarga rasakan" ucap bella dengan tatapan jahatnya.
__ADS_1
"dan saya campakan sekali lagi sama kamu ya bel,saya tidak akan tinggal diam kalau kamu berani menggangu keluarga saya" balas riza balik menatap bella dengan penuh amarah.
tanpa menunggu lama riza pun langsung kembali kedalam mobil dan pergi dari rumah bella.b
bella pun terlihat sangat kesal,tapi bagi bela gertakan riza itu sama sekali tidak akan membuat rencananya untuk membalas dendam atas apa telah ibi riza lakukan kepada keluarga bella.
pagi ini sofia dan riza akan mengatar arga putra mereka untuk pergi imunisasi.karena kondisi sofia sudag mulai membaik dia pun mencoba untuk berjalan tanpa kursi roda,dengan di bantu riza akhirnya sofia pun bisa melakukanya.
"makasih ya sayang kamu selalu ada buat aku" ucap sofia dengan manis.riza pun menganguk seraya memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.
karena jam menunjukan pukul 08.30 sofia dan riza pun berangkat ke rumah sakit.dijalan sofia dan riza tampak bermain dengan putra mereka tuan kecil arga.namun di tengah perjalanan mereka di hadang oleh beberapa orang,mereka berusaha menghentikan mobil yang ditumpangi oleh riza dan keluarga kecilnya.mereka pun mencoba melempar kaca mobil riza dengan batu-batu kecil.pak jon pun menghentikan mobilnya.
__ADS_1
"sebentar ya tuan biar saya bereskan" ucap pak jon yang keluar dari mobil. setelah keluar tiba-tiba salah satu dari mereka pun memukul pak jon tanpa slasan,dan akhirnya pak jon pun di keroyok oleh beberpa orang yang menghadang mereka.riza pun tak tinggal diam dia turun dari mobil dan berusaha untuk membantu pak jon menghadapi mereka,sofia yang masih di dalam mobil pun gemetar ketakutan,dia terus memeluk tuan kecil agra agar tidak di serang oleh mereka,namun dua orang dari preman itu pun berhasil membuka pintu mobil,mereka berusaha untuk mengambil agra dari tangan sofia.sofia pun panik dan berteriak,namun karena riza sedang melawan preman-preman itu,dia pun tidak tahu kalau anaknya di bawa.setelah berhasil mengambil tuan kecil arga mereka pun langsung pergi.riza yang tak sadar kalau anaknya sudah di bawa pergi langsung menghampiri istrinya di dalam mobil.sofia yang menagis histeris langsung meminta riza untuk mengambil anaknya kembali.riza pun marah dan berusaha untuk mengejar mobil yang preman itu kendarai.namun karena kondisi jalan sangat ramai riza pun tidak dapat melacak keberadaan mobil itu.dan mereka pun gagal mengambil arga anak mereka.