Duka Membawa Cinta

Duka Membawa Cinta
Sofia Kehilangan Pekerjaan


__ADS_3

Karena hari ini sela dan sani sedang libur sekolah dan waktu kerja sofia juga masih lama.Sofia berencana mengajak adik-adiknya untuk mengunjungi taman kota.Jam menunjukan pukul 07.30,sofia meminta adik-adiknya untuk bersiap-siap.Setelah semua beres sofia dan kedua adiknya pun langsung bergegas menuju halte bus untuk pregi ke taman kota.Sesampainya di sana sofia mengajak adik-adiknya untuk jalan-jalan mengelilingi taman untuk mencari udara segara,sofia juga ingin menebus kesalahannya tadi malam yang sudah meninggalkan adik-adiknya di ruamah sendirian,,


"bagimana,kalian senangkan kakak ajak jalan-jalan kesini?" ucap sofia seraya mengandeng adik-adiknya berjalan mengelilingi taman.


"senang dong kak,makasih ya kak sofi sudah ajak kita jalan-jalan,," ucap sani pada sofia.


"iya sama-sama dek," balas sofia.mereka bertiga tampak sangat menikmati suasana di sana,karena tama dekat rumah sofia memang sedikit jauh dari keramian jalan raya sehingga taman itu masih sangat asri dan udaranya juga masih sangat sejuk.Sesekali sofia melontarkan candaan kepada kedua adiknya agar mereka tidak merasa bosan.


Namun di tengah kebahagiaan mereka tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri mereka.Ternyata dia adalah tuan muda riz bersama pak gatra asisten pribadinya.Tuan riz datang dengan membawa bingkisan besar yang berisi makanan dan mainan untuk adik-adik sofia.


"hay,," sapa tuan riz dengan lembut kepada kedua adik sofia,riza sangat menyukai anak kecil,sehingga dia akan bersikap lembut jika bertemu dengan anak-anak.


"hay kak" balas sela adik bungsu sofia kepada tuan riz.


"ini kakak bawakan makanan dan mainan yang banyak untuk kalian," ucap tuan riz seraya menodorkan bingkisan itu kepada mereka,sela adik bungsu sofia pun antusias untuk mengambilnya.Namun dengan sedikit kasar sofia menyuruh adik-adiknya untuk mengembalikan barang-barang yanh sudah di berikan taun riza kepada mereka,,


"maaf,kami tidak butuh apa pun dari anda," ucap sofia dengan nada judes,,sofia pun mengajak kedua adiknya untuk beranjak meninggal kan tuan riz.


"memangnya siapa dia kak?",tanya sani kepada sofia.


" kakak juga tidak tahu.kakakkan sudah pernah bilabg jangan sembarangan menerima barang dari orang yang belum kita kenal,apa lagi makanan iya kalau makanannya itu sehat,kalau tidak bagimana,bisa sajakan mereka memberikan racun kepada makanan itu.jadi mulai sekarang kita haris lebih hati-hati lagi ya,"tutur sofia kepada adik-adiknya,,


"baik kak." balas sani dan sela.Mereka pun kembali berkeliling menikmati udara segar di sekitar taman.Namun karena merasa lelah mereka memutuskan untuk istirahat sejenak di bawah pohon rindang."kak,aku lapar!"ucap sela seraya mengelup perutnya yang mulai keroncongan."oke..kalian tetap disini ya,jangan kemana-mana kakak akan belikan kalian makanan"sofia pun meninggalkan kedua adiknya dan beranjak membeli makanan untuk sela dan sani.

__ADS_1


Jam menunjukan pukul 4 sore sofia pun mengajak adik-adiknya untuk pulang,,merekapun harus berjalan sedikit jauh untuk menuju jalam raya,karena mereka harus menunggu nus angkutan agar bisa pulanh.Setelah sampai di tepi jalan raya sofia dan adik-adiknya pun berdiri di pinggir jalan untuk menunggu bus angkutan datang datang,namun tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan sofia dan adik-adiknya berdiri,ternyata dia adalah tuan riza.Sofia menatap kearah mobil iti dengan seksama.Saat tahu pemiliknya adalah tuan riza dia langsung memalingkan wajahnya.


"ayo silahkan masuk saya akan mengantar kalian pulang,lagi pyla ini juga sudah sore dan udaranya juga panas" ucap tuan riz dengan lembut ,dia sangat berbeda kemarin saat berkata kepada sofia,sikapnya yang kasar dan sangat sombong membuat sofia menjadi sangat membencinya.


"maaf kami tidak butuh tumpangan dari anda," kata sofia dengan nada judesnya seraya mengajak kedua adiknya masuk kedalam angkot yang kebetulan berhenti tak jauh dari mereka .Tuan riza yang tampak tidak dihargai pun langsung maduk kedalam mobil dengan muka kesal.


"tuan tidak apa-apa?" tanya pak gatra.


"iya..saya tidak apa-apa,ayo kita jalan!" riza masih terlihat sangat kesal,karena baru kali ini dia di perlakukan seperti ini oleh seorang gadis.Biasanya banya gadis-gadis yang antri untuk mendekatinya,namun sofia sangat berbeda dengan para gadis yang lain,sikapnya yang jutek,galak dan mudah marah membuat riza tambah penasaran untuk mendekatinya.


***


Sesampainya di rumah sofia langsung masuk dan menyiapkan makanan untuk adik-adiknya walaupun dia masih sedikit kesal dengan kekadian tadi,tetapi dia harus bersikap baik-baik saja di depan adik-adiknya.


Sofia tampak sangat sibuk membereskan rumah,karena nanti jam 7 malam dia harus berangkat bekerja ,setelah siap sofia berpamitan dengan kedua adiknya yang tengah asik bermain boneka."dek kakak berangat kerja dulu ya,kalian baik-baik dirumah,dan ingat kalau ada orang yang mengetuk pintu jangan dibukakan,jika kalian tidak mengenalnya."sofia pun mencium kening kedua adiknya dan langsung bergegas berangkat ke kafe tempat dia bekerja.


**


"sofia,saya mau bicara dengan kamu sebentar,bisa keruangan saya," ucap pak heru.


"oke siap pak." sofia pun mengikuti pak heru menuju ruangannya.


di ruangan pak heru..

__ADS_1


sofia berdiri tepat didepan manager kafenya itu,dengan muka sedikit tegang.


"sebelumya saya mau minta maaf dulu sama kamu fi." ucap pak heru kepada sofia ,dengan nada agak bersalah.


"memangnya ada apa pak,?" tanya sofia penasaran,namun sofia juga panik.


"begini fi,dengan berat hati saya meminta kamu untuk berhenti bekerja di kafe.." ucap pak heru kepada sofia seraya menyidorkan surat pemecatan.Sofia yang syok dengan perkataan pak heru langsung mengambil dan membaca surat itu.


"apa pak..!saya di pecat?" tanya sofia dengan nada tinggi.


"benar fi,!" ucap pak heru kembali.


" tapi kenapa Pak ?apa saya melakukan kesalahan?, Kenapa saya dipecat?." Sofiaterus bertanya dan meminta penjelasan.


"tidak fi,kamu tidak melakukan kesalahan apapun,saya hanya ingin mengurang beberapa karyawan kafe saja." kata pak heru menjelaskan.


"kenapa harus saya yang berhenti pak?,saya sangat membutuhkan pekerjaan ini pak,saya mohon jangan pecat saya,kalau saya di pecat bagaimana dengan sekolah adik-adik saya." ucap sofia seraya memohon kepada pak heru .


"maaf fi,tapi ini semua sudah menjadi keputusan saya," kata pak heru,karena kekecewaan sofia pun langsung beranjak dari ruangan pak heru dengan hati hancur,dia pun tidak sangup menahan air matanya,


kemudian sofia berlari menuju taman tak jauh dari kafe.


Sofia menangis tak berdaya di memikirkan masa depan kedua adiknya kalu dia tidak bekerja,bagaimana dengan biyaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari mereka.

__ADS_1


"tuhan kenapa engkau menguji saya seberat ini," ucap sofia hampir putus asa,dengan air mata yang terus menetes.


jam menjukan pukul 21.30,sofia masih menangis sendiri di tengah taman,tiba-tiba....


__ADS_2