
"hallo za,apa kabar" sapa sofia
"baik,bagimana kabar kamu dan perusahaan?" tanya riza baik.
"baik za,kamu tidak usah memikirkan perusahaan,aku akan mengatur semua." kata sofia.
"baiklah kalau begitu," ucap nya sibgkat.
"za bagimana kondisi kamu,apa sudah ada perkembangan?" tanya sofia.
"kamu berdoa saja semoga semua ini membuah kan hasil.pagi ini sebenarnya aku ada jadwal terapi,tapi entah kenapa aku selalu memikirkan kamu" ucap riza.
"kamu tidak usah memikirkan aku, disini aku baik-baik saja,kamu fokus pada penngobatan kamu saja" ucap sofia meyakinkan suaminya.mereka pun banyak erbincang,melepas rasa rindunya,sampai-samapai mereka lupa waktu sudah hapir satu jam mereka mengobrol akhirnya mereka sama-sama menutup telponya.
"sudah dulu ,terus kabari aku" ucap sofia kemudian mematikan ponselnya.kini sofia pun begitu bahagia setelah mendengar suara riza,itu sudah membuat rasa rindunya sedikit terobati,,sofia pun melanjutkan pekerjaannya.namun tiba-tiba kepala sofia terasa pusing dan badanya sangat lemas sofia pun berusaha untuk berdiri dan meminta bantuan kepada asistenya namun tubuhnya pun lemas dan sofia jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.setelah beberapa saat sofia terbangun dari pingsan nya dia melihat kesekelilingnya,dia bingung ,dia ada dimana dan ternyata di sampingnua sudah ada laura asisiten nya di kantor.
"di mana saya,?" tanya sofia masih terlihat sangat lemas.
"maaf bu,ibu sekarang ada di rumah sakit,ibu tadi jatuh pingsan di ruangan ibu,ibu baik-baik aja kan" tanya laura.
"saya baik-baik saja,tadi entah kenapa kepala saya sedikit pusing dan badan saya lemas" ucap sofia.
tiba-tiba seorang dokter datang menghampiri mereka.laura pun menayakan kondisi sofia.
"maaf dok bagaimana kondisi ibu sofia,apa dia baik-baik saja?" tanya laura.
"anda tidak perlu cemas bu sofia,gejala seperti ini memang wajar di alami oleh para calon ibu" ucap dokter itu,sofia pun tercengang mendengar perkataan dokter.
__ADS_1
"apa calon ibu,maksud dokter saya sedang mengandung?" tanya sofia terharu.
"benar bu saat ini anda sedang mengandung dan usia kandungan ibu sudah memasuki minggu ke 3,saya harap ibu dapat menjaga kondisi ibu dengan baik,karena kehamilan di trimster pertama sangat rawan,ibu harus benar-benar berhati-hati" saran dokter pada sofia.sofia pun hanya dapat menangis terharu mendengar perkataab dokter,dia belum percaya kalau dirinya sedang mengandung anak riza.
"selamat ya bu sofi,sebentar lagi anda akan menjadi seorang ibu,dan tuan riza akan menjadi seorang ayah" ucap laura memberi selamat.
"terima kasih laura" jawab sofia .
setelah kondisi sofia membaik sofia pun di izinkan untuk pulang,sebenarnya sofia ingin cepat-cepat mengabari suaminya tentang kehamilanya,namun dia ingin mencari waktu yang tepat.
setelah sampai di rumah sofia di sambut hangat oleh adik-adiknya dan para asistennya ,sofia sangat bahagia,walaupun suaminya sedang tidak bersamanya namun semua orang yang ada di rumah ini sangat menyayangi dan selalu menjaganya.sofia di antar ke kamar oleh ke dua adiknya.dia di baringkan di atas kasur untuk istirahat.
"selamat ya kaka sebentar lagi kita akan mempunyai keponakan lucu." ucap sela bahagia.
"iya sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan tangisan bayi,dan tidak sepi lagi seperti ini" ucap sani melanjutkan.
"iya,terima kasih ya" ucap sofia.
sofia pun ingin segera mengabari suaminya,namun saat dia menghubungi riza,riza tidak mengangkat telfonnya.
"sudah lah lebih baik aku kabari dia lain waktu,mungkin dia sedang istirahat atau sedang menjalani terapi" ucap sofia menduga.
pagi harinya saat sofia sedang bersiap-siap untuk pergi kekantor tiba-tiba adik-adiknya datang menghampiri nya dikamar,
"kakak mau kemana" tanya sela.
"kakak mau kekantor sayang,kenapa?" ucap sofia.
__ADS_1
"kakak lupa kalau kakak ini sedang hamil?" ucap sani.
"lalu kenapa kalau kakak sedang hamil,kakak baik-baik aja kok" kata sofia meyakinkan adik-adiknya.
"tapi kak,kakak harus banyak istirahat,nanti kakak kenapa-napa lho" ucap sani.
"kamu ngak usah kahwatir,kakak baik-baik aja kok dek" lanjut sofia .
"baiklah ,kakak harus jaga kondisi kakak ya" ujar sani lagi.
saat mereka tenagah sarapan tiba-tina sofia merasa mual dan pusing,para asistenya pun langsung membantu sofia untuk berdiri dan membawanya ke dalam kamar,
"maaf bu,apa perlu saya panggilka dokter?" tanya salah satu asistenya.
"tidak,tidak usah panggil dokter,saya biak-baik saja,saya hanya perlu istirahat." ucap sofia merasa fit padahal badanya sangat lemas.
sofia pun mengambil ponsel untuk menghubungi laura.
"hallo laura," sapa sofia.
"hallo bu,ada yang bisa bantu?" tanya laura dengan sopan.
"begini,hari ini mungkin saya tidak berangkat ke kantor karena badan saya masih sangat lemas,kamu bisa kan handel kantor dulu,nanti kalau ada yang pelu ditanyakan kamu bisa hubungi saya" ucap sofia.
"baik bu,ibu tidak usah kahwatir saya akan menghendel kantor,saat ini yang penting ibu harus menjaga kondisi ibu baik-baik" ucap laura,
"ua sudah kalu begitu,terima kasih ya laura," ucap sofia kemidian dia mematiakan ponselnya,kini sofia harus benar-benar menjaga kondisi nya baik-baik,dia tidak mau terjadi apa-apa dengan kandunganya,dia tidak ingin membuat suaminya sedih dan kecewa.seharian ini sofia tidak keluar rumah dia hanya bersantai di dalam kamar,sesekali dia turun kebawan untuk mengecek keadaan adik-adiknya,dia juga sempat membantu asisten nya di dapur,namun asistenya melarangnya."sedang apa ibu di sini,ibu harus istirahat ibu kan lagi hamil,tidak baik naik turun tangga,ibu juga tidak perlu membantu kami bekerja di dapur,sekarang lebih baik ibu naik ke atas dan istirahat kalau ibu butuh sesuatu ibu bisa hubungi saya dari sana nanati pasti saya akan naik"ucap asistenya.sofia pun hanya tersenyum mendengar perkataan asistenya.dia tidak menyangka mereka sangat lerhatian.
__ADS_1
"terima kasih ya bi,bibi udah baik sama saya.bibi sudah seperti ibu saya sendiri" ucap sofia.
"iya bu,sama-sama ini sudah kewajiban saya untuk melayani ibu,jadi itu tidak usah sungkan untuk meminta bantuan kepada saya,walaupun umur saya sudah tua,tapi saya yakin tenaga saya tidak kalah dengan para bodyguard tuan tiza" ucap bi yati asisten dapur sofia,dia sudah mengangap sofia sebagai anak nya sendiri begitu juga dengan sofia,dia sangat menghormati bi yati.sofia pun naik ke atas untuk istirahat.