Duka Membawa Cinta

Duka Membawa Cinta
Sofia Kaunang Wijaya


__ADS_3

Pagi harinya sofia tampak sibuk menyiapkan sarapan untuk riza dan adik-adiknya,karena mulai saat ini kedua adik sofia tinggal bersama riza di rumahnya,,dan kini sofia telah berubah menjadi nyonya sofia kaunang wijaya istri seorang ceo yang kaya raya,namun itu semua tidak merubah kepribadian sofia,dia masih sama seperti sofia yang dulu tetap menjadi perempuan yang sederhana ,di sela-sela aktifitasnya dia masih menyempatkan diri untuk memasak makanan untuk suaminya walaupun sudah ada juru masak.Selain itu sofia juga sudam tampak telaten menyiapkan segala keperluan riza.Dia memang perempuan yang mandiri,dia juga tampak seperti wanita rumahan karena dia sudah tau segala sesuatu tentang pekerjaan rumah.Jadi dia tidak kaget lagi setelah menikah dia harus melakukan segala sesuatu.


Setelah selesai menyiapkan sarapan sofia memangil riza dan adik-adiknya,mereka tampak sangat bahagia,,


"ini semua kamu yang memasaknya?" tanya riza pada sofia, tapi sofia engan untuk menjawab,justru bi yaya yang menjawab dengan antusias.


"benar tuan ini semua nyonya sofi yang memasak,tuan tidak salah memilih istri,karena sudah dari pagi tadi nyonya sofi membereskan semua rumah" ucap bi yaya dengan semangat.


"kamu senang kan,pekerjaan kamu jadi berkurang?" ucap tuan riza dengan nada judesnya.


"tidak taun,maaf" ucap pembantunya lagi.


"sudah-sudah,saya memang sudah terbiasa melakukan semua itu,jadi itu semua tidak masalah untuk saya" ucap sofia menengkan suasana.


"nanti kamu ikut saya kekantor saja,," ucap tuan riza pada istrinya.


"ke kantor?untuk apa?bukanya saya harus di rumah untuk mengurus segalanya?" sofia berfikir dirinya akan disibukkan dengan rutinitasnya sebagai seorang istri,seperti memasak,mencuci dan membereskan rumah.Namun riza justru memilih untuk mengajak istrinya untuk ikut kekantor bersamanya.


"keenakan dia nanti kalau kamu yang beres-beres rumah," ucap riza seraya melihat bi yaya yang sedang berdiri di samping meja makan dengan tatapan garangnya.


setelah selesai sarapan semua langsung bersiap berangkat melakukan aktifitasnya masing-masing sofia yang sedang bersiap untuk berangkat ke kantor tampak sibuk menganti pakaiannya,karena sofia sejak pagi sudah sibuk di dapur dia sampai lupa mandi,dia juga berfikir kalau dia hanya akan mengerjakan pekerjaan rumah saja.Riza pun menghampirinya ke kamar,dia melihat sofia sedang membereskan berkas-berkas yang akan dibawanya kekantor.Riza melihat istrinya tampil dengan mengenakan baju yang sangat sederhana,


"kamu yakin mau memakai baju itu kekantor?" tanya riza .


"memang nya kanapa baju ini cukup sopan dan rapi" ucap sofia.


"ayo lah,sekarang kamu sudah menjadi seorang nyonya sofia kaunang wijaya,cobalah untuk merubah gaya berpakaianmu" ucap suaminya,


"lalu saya harus memakai baju apa,,?" tanya sofia bingung.

__ADS_1


"nanti sebelum berangkat ke kantor saya akan mengajak kamu untuk berbelanja" ucap riza.


sofia pun hanya menganguk,mereka berdua pun bergegas pergi.


Sesampainya di sebuah mall,riza mengajak sofia turun dan masuk kedalam,,


"apa tidak sebaiknya kita belanja di toko saja,,tempat seperti ini sangat besar, saya bingung harus memilih barang apa saja,lagi pula pasti harganya juga mahal-mahal." ucap sofia menghentikan langkahnya.


"sofia, kamu tidak perlu kahwatir,sekarang kamu sudah menjadi istri saya,sudah kewajiban saya untuk memenuhi semua kebutuhan kamu," ucap riza seraya mengandeng tangan sofia masuk kedalam tempat perbelanjaan itu,sesampainya di dalam riza mengajak sofia ke tempat toko pakaian branded yang sangat bagus,riza memilihkan beberapa pakaian mahal untuk istrinya,


"riza, apa ini tidak terlalu banyak,?" tanya sofia .


"kamu coba baju-baju itu kalau ada yang cocok untuk kamu kita ambil kalau tidak kita cari di tempat lain," ucap riza


sofia pun masuk kedalam ruang ganti,di antara sekian banyak pakainya,sofia tampak anggun menggunakan pakaian yang di pilihkan suaminya itu.sofia dan suaminya pun berkeliling mencari kebutuhan sofia yang lain,,setelah selesai berbelanja sofia dan riza berangkat ke kantor,


"apa tidak terlalu boros berbelanja sebanyak ini" ucap sofia,


"bukannya itu yang seharusnya saya lakukan,sekarang saya seorang istri,saya harus bisa memengatur pengeluaran dan pemasukan secara baik," ucap sofia.


"ya itu benar!" balas riza,,


sesampainya di kantor sofia dan riza langsung menuju ruangan mereka,di sepanjang jalan bayak karyawan yang memuji kecantikan istri ceo muda itu,,


"wah ,,ibu sofia sangat cantik dan anggun ya mengunakan pakaian seperti itu," ucap salah satu karyawan.


"benar! mereka tampak sangat cocok,tidak salah tuan muda riza menikahi ibu sofia,,kelihatanya ibu sofia sangat ramah dan lemah lembut" ucap karyawan lain,


"selamat pagi tuan muda,ibu sofia" sapa beberapa karyawan.

__ADS_1


"selamat pagi" balas sofia,namun tuan riza hanya terdiam.


setelah mereka masuk ternyata sudah ada orang yang sedang menunggu mereka,dia adalah bela,teman riza.sofia dan reza pun tercengang melihat kerberadaan bela di ruangan mereka,


"bela" ucap riza.


"iya,selamat pagi,selamat ya atas pernikahan kalian,saya turut bahagia." ucap bela.


"ada urusan apa kamu kesini bel?" tanya riza.


"ya ampun za memang nya kamu tidak kangen sama aku.kita kan sudah bertahun-tahun tidak bertemu, bolehlah kita meluangkan waktu sebentar untuk berbincang-bincang. benarkan nyonya sofia kaunang wijaya" ucap bila dengan nada sedikit menyindir.


" maaf, saya tidak ada waktu untuk membicarakan apapun dengan anda. sebaiknya anda pergi dari sini karena kami masih banyak urusan" ucap tuan riza mengusir bela.


" riza kamu ini kenapa saya sudah bertahun-tahun tinggal di luar negeri apa kamu tidak merindukan saya," kata bila seraya menarik tangan riza. sofia yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam, bahkan dia tidak bergerak dari tempatnya berdiri, dia merasa tidak mengerti dengan apa yang dikatakan bela kepada riza,


" cukup ya bel, sebaiknya kamu pergi dari tempat ini sekarang" riza mencoba menyeret tangan bela untuk membawanya meninggalkan ruang kerjannya,namun bela menghentikan niat riza.dia menatap sofia dalam-dalam,tampak kebencian didalam mata bela.


" yakinlah saya tidak ada urusan dengan anda saya hanya melakukan pekerjaan saya, di sini saya bekerja sebagai sekertaris tuan riza, jadi sebaiknya anda sekarang pergi dari ruangan ini, karena kami masih banyak pekerjaan" ucap sofia membela suaminya.


"ingat urusan kita belum selesai"bela yang geram dengan perlakuan riza dan sofia langsung bergegas meninggalkan ruangan mereka..


" maaf mungkin kamu belum mengerti apa pun tentang saya dan bela, bela adalah teman masa kecil saya dia adalah anak dari sahabat ibu saya, dulu kami sempat dijodohkan tapi saya menolak karena waktu itu saya hanya fokus dalam pendidikan saya, saya harap kamu tidak salah paham" ucap riza menjelaskan kepada istrinya.


" iya saya mengerti, saya paham posisi anda, memang sudah menjadi resiko menjadi istri dari pengusaha terkaya dan tampan seperti anda, saya juga menyadari posisi saya di sini ,dulu saya bukan apa-apa tanpa anda, "kemudian sofia duduk ditempat dia kerja .riza melihat tingkah sofia merasa bersalah atas apa yang dikatakan bella kepadanya, riza pun kemudian menghampiri sofia,


" sofia apa kamu marah dengan saya?" tanya tuan riza.


"marah,untuk apa saya marah,sudah lah jangan fikirkan hal itu,sebaiknya kita mulai bekerja,lagi pula ini di kantor,tidak baik membicarakan hal pribadi di sisi" ucap sofia .

__ADS_1


riza banyak belajar dari kesederhanaan sofia,di sadar selama ini dia sudah besikap angkuh dan sombong terhadap banyak orang,,dan sejak mengenal sofia riza sudah banyak berubah menjadi lebih baik.


__ADS_2