
dan tiba-tiba mesin di samping tempat tidur Pak Sandi pun berbunyi menandakan bahwa kondisi Pak Sandi saat ini sedang tidak stabil, saat dokter mencoba untuk mengecek nadi serta nafas Pak sandi dia pun menggeleng Seraya menunjukkan tanda bahwa pak sandi sudah meninggal dunia.Sofia pun memeluk dengan erat tubuh ayahnya yang kini sudah tak bernyawa,waktu seolah terhenti sejenak.Rasanya nafas ini tak bisa mengalir dengan sempurna,seolah dada ini sesak dan air mata pun tak dapat terbendungkan.
"ayahhhhh.." teriak sofia seraya mengoyang-goyangkan jasad ayahnya.
Tuan riz pun memeluk erat sofia,dia berusaha untuk menengkan nya,,dia tahu kondisi sofia saat ini dangatlah hancur harapan yang di berikan tuhan untuk bisa menjalani hidup bersama ayah kandungnya setelah sekian lama mereka di pisahkan kini semua itu telah diambil kembali oleh tuhan.Riza sangat terluka melihat sofia menagis tak berdaya karena dia juga pernah mengalaminya saat dia kehilangan ibunya beberapa bulan yang lalu.
***
Hari telah berganti,sofia pun masih diselimuti rasa berduka,dia masih belum percaya,ayah yang baru saja hadir dalam hidup nya setelah sekian lama menghilang kini harus pergi untuk selamanya,,sofia terdiam di balkon teras belakang rumahnya,tak terasa hari berlalau sangat cepat,tanpa dia sadari sudah satu minggu ini dia tidak melakukan banyak aktivitas,dia hanya fokus mengurus adik-adiknya saja.dia pun sudah lama tidak berangkat kekantor,
pagi ini sofia terdiam di taman belakang rumahnya.
karena hari ini adalah hari Minggu, Riza menyempatkan diri untuk mengunjungi Sofia dan adik-adiknya, karena semenjak kepergian Pak Sandi Riza tidak sempat mengunjungi Sofia.Dia disebukkan dengan pekerjaan kantor .sesampainya dideoan rumah riza mencoba untuk mengetuk pintu rumah sofia,Namu tidam ada tespon sama sekali,bahkan rumahnya juga terlihat sangat sepi.Riza mengira sofia dan kedua adiknya sedang tidak ada dirumah.Saat riza hendak pergi tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu dari dalam rumah,riza pun mencoba untuk membuka pintu.Dan ternyata pintu rumah sofia tidak dikunci,riza yang sedikit cemas langsung masuk dan dan mencoba mencari sofia.Saat riza menengok dari jendela belakang rumah dia melihat sofia tengah duduk di kursi teras belakang,tanpa fikir panjang riza langsung menghampiri sofia.Sofia tampak sedang melamun.
"sampai kapan kamu akan larut dalam duka ini? kamu tidak melihat kondisi adik-adik kamu, mereka juga sangat berduka dengan kepergian pak sandi tapi mereka harus tetap bertahan karena ini bukanlah akhir dari segalanya. bangkit dan cobalah untuk menerima semuanya dengan ikhlas. kamu ingat? saat saya kehilangan ibu kandung saya, saya juga sangat terluka saat itu. tapi orang yang yang selalu memberi saya semangat itu siapa? kamu!, sekarang cobalah untuk bangkit kita berjuang bersama"
" jujur sampai sekarang saya belum bisa menerima semua ini,karena ini semua sangat sulit untuk saya. kenapa tuhan berlaku tidak adil kepada saya, setelah tuhan memberikan harapan untuk kami bisa bersama tapi kenapa dia harus merengut kembali kebahagiaan itu. seolah-olah tuhan tidak membiarkan saya untuk bisa hidup bahagia bersama ayah saya " sofia terisak dia selalu menyalahkan takdir nya dia merasa tuhan tidak adil kepadanya,
"apa yang sedang kamu katakan,jika tuhan tidak menyayangimu tuhan tidak akan pernah membiarkan kamu bertemu dan menikmati masa-masa terakhir bersama ayahmu," ucap tuan riz.
"sebaiknya anda pulang,saya sedang tidak ingin berbicara dengan siapa pun" kata sofia mengusir tuan riza.
" sebenarnya tujuan saya ke sini untuk membicarakan sesuatu menyangkut pesan terakhir ayah kamu sebelum dia meninggalkan kita untuk selama-lamanya."
sofia pun menatap tuan riz ,,mungkin sofia sedikit lupa pesan terakhir ayahnya sebelum dia meninggal.
"apa maksud anda?" tanya sofia .
__ADS_1
"apa kamu lupa,sebelum meninggal ayahmu menyampaikan pesan terakhirnya pada kamu kalau kamu tidak mengingatnya saya akan mengatakannya kembali,bukankah pak sandy pernah mengatkan kepada saya untuk menjaga kamu dan kedua adik-adikmu.Saya tidak mau menghianti pak sandy," kata tuan riz menjelaskan,
sofia pun termenung mendengar perkataan tuan riz,dia mulai mengingat bahwa ayah nya sempat menyampaikan wasiat nya,agar dia menikah dengan tuan riz,
"yaa sangat ingat itu,,saya tau itu adalah sebuah wasiat penting dan bukan hal yang mudah untuk di hindari,,saya akan memikirkanya terlebih dahulu" ucap sofia .
"ya tentu,saya tidak akan memaksa kamu untuk menikah dengan saya,tapi saya hanya menjalankan wasiat terakhir ayah kamu," kata tuan muda riz seraya beranjak pergi meninggalkan sofia yang masih duduk di atas kursi di taman belakang rumahnya.
sofia pun memikirkan baik-baik keputusan yang akan dia ambil,,karena itu menyangkut masa depan nya,("ayah aku tau kamu pasti mendengar ini,,ayah apa yang sudah menjadi pilihan ayah, sofia tau itu yang terbaik,,ayah memilih tuan riza menjadi pendamping hidup sofia,mungkin itu adalah pilihan terbaik ayah,karena ayah sudah mengenal tuan riz lebih lama dari pada sofia mengenalnya,jadi dengan berbesar hati sofia akan menerima tuan riz menjadi suami sofia yah")ucap sofia seraya mengengam kedua tangan nya,dia berharap ayah nya mendengar apa yang dia ucapkan.
Dua hari berlalau,siang ini sofia berniat untuk pergi kerumah tuan riz,namun saat dia hendak melangkahkan kaki nya meninggalkan rumah ternyata tuan riz lebih dulu datang kerumahnya,
tuan riz pun datang menghampiri sofia,,
"hendak pergi kemana kamu,mari saya antar" ucap tuan riz ,
"tentu dimana kita akan bicara,?" kata tuan riz pada sofia.
"kita bicara di kafe depan sana saja," ucap sofia seraya melangkah menuju mobil tuan riz.
mereka pun pergi menuju salah satu kafe yang tidak jauh dari rumah sofia,sesampinya di sana mereka duduk di sebuah kursi.
"kamu mau minum sesuatu," tanya tuan riz basa basi terlebih dahulu,
"tidak perlu,saya mau to the poin saja,saya mau membicarakan soal pernikahan kita" ucap sofia,tuan riz pun terbelalak kaget,dia tidak menyangka bahwa sofia menerima lamaran nya kemarin,
"apa?kamu menerima lamaran saya?" tanya tuan riz kegirangan,entah kenapa tuan riz sangat bahagia mendengar kabar itu,walaupun dulu dia sempat mengangap remeh sofia dan pernah merendahkanya,kini dia benar-benar jatuh hati dengan gadis cantik ini.
__ADS_1
"yaa saya menerima lamaran itu,saya melakukan ini semua semata-mata hanya untuk menepati pesan terakhir ayah saya,saya yakin siapa pun pria yang di pilihkan ayah untuk saya adalah pria yang terbaik" kata sofia.tuan riz pun tersipu malu mendengar perkataan sofia.
tiba-tiba tuan riz pun berlutut di bawah sofia,
"sofia,saya berjanji apa yang terjadi ,saya akan menjaga kamu dan ke dua adikmu,,saya siap menjadi teman,suami,sekaligus ayah untuk kamu,walaupun sosok pak sandy tidak akan pernah terganti oleh siapa pun itu." kata tuan riz dengan lemah lembut seraya mengengam kedua tangan sofia.sofia pun meneteskan air mata nya,,dia tidak percaya laki-laki yang ayah nya pilihkan untuk nya ternyata adalah laki-laki baik hati,
"tuan riza,,saya percaya apa yang anda katakan pasti akan anda buktikan nantinya" ucap sofia seraya membalas belaian tangan tuan riz.
"apa sekarang kamu masih mau memanggil ku dengan sebutan tuan riz,?" ucap tuan riz melontarkan candaan kepada sofia,agar suasana tidak tegang,sofia pun hanya tersipu malu,
"lalu saya harus memanggil anda dengan sebutaan apa?" tanya sofia membalas candaan tuan riz.
"yaa terserah kamu saja,,asalkan kamu bahagia" ucap tuan riza menggoda sofia.sofia pun hanya tersenyum malu.
"panggil saya riza saja,mungin lebih enak" ucap tuan riz.
"saya fikir saya akan memanggil anda dengan sebutan mas riza,karena seprtinya umur anda lebih tua dari saya" kata sofia seraya tersenyum pada tuan riz.
"baiklah, memang itu kenyataanya," merekapun saling melontarkan candaan,,sampai pada satu suasana tuan riza menanyakan waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan.
"tunggu sofia,sekarang bagaimana,maaf saat ini kita sama-sama berjuang untuk bahagia,,rencananya kapan kita akan melangsungkan pernikahan" tanya tuan riz.
"begini za,apa tidak lebih baik jika kita melangsungkan pernikahan nya dalam waktu dekat ini,lagi pula saya hanya ingin menikah secara sederhana,jadi kita tidak perlu mencari gedung,dan makanan mewah untuk para tamu,sebaiknya kita undang kerabat dekat saja,bagaimana dengan kamu,?" tanya sofia meminta pendapat calon suaminya.
"semua terserah kamu saja,saya ikut apa rencana kamu," ucap tuan riz.
mereka berdua pun merancang rencana untuk pernikahan mereka,sampai tanpa terasa hari sudah sore mereka pun memututuskan untuk pulang,tuan riz lebih dulu mengantar sofia pulang kerumah sekalian ingin membicarakan rencana pernikahan mereka dengan adik-adik sofia.
__ADS_1