
"za,tolong bawa anakku kembali," kata sofia seraya menangis tanpa henti.riza pun terlihat sangat bersalah,karena dia tidak bisa melindungi anaknya dari para preman tadi,karena dia tidak ingin sofia tertekan riza punmengantar sofia untuk pulang kerumah."sofia,sebaiknya kamu aku antar pulang dulu,nanti masalah anak kita biar aku dan polisi yang mencarinya"ucap riza menengkan istrinya."tidak za,aku ingin anakku kembali,aku tidak ingin pulang sebelum anakku kembali kepadaku"ujar sofia menangis histeris."tenaglah ,aku akan mengambil kembali anak kita,sekarang aku akan mengatarmu pulang,"ujar riza seraya memeluk istrinya dengan lembut.
akhirnya sofia pun diantar pulang oleh riza,sesampainya di rumah riza membawa sofia masuk kedalam kamar untuk beristirahat,saat riza henda keluar dari kamar untuk mencari putranya namun tiba-tiba ponselnya berbunyi.riza pun segera mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya dan ternyata dia adalah bella.riza pun langsung membawa ponselnya keluar dari kamar sofia, dia tidak ingin sofia mendengar pembicaraan nya dengan bella.Setelah di rasa aman riza pun langsung mengangkat.
"mau apa kamu telfon saya,saya tidak ada waktu untuk berbicara dengan anda" riza terlihat sangat geram,setelah apa yang terjadi hari lusa pada acara pemberian nama untuk putranya,dari dulu bela memang sangat membenci keluarga riza,karena dendam masa lalunya,hanya saja sejak awal di bertemu dengan sofia,dia seolah tidak ada masalah apa pun antara dia dengan riza.namun kini bella sudah melewati batasnya,di berulah seperti seorang penjahat yang haus darah,karena bela bisa melakukan apa pun demi membalaskan dendamnya kepada riza.
"santai saja tuan riza,saya hanya ingin memberi tahu soal putra anda.." kata-katanya pun terhenti,karena terpotong oleh riza,riza sangat kaget mendengar bahwa bella lah dalang dari penculikan putra nya."dimana anak saya sekarang,kalau sampai kamu berani menyentub anak saya,saya tidak akan segan-segan untuk menghabisi kamu,sekarang kembalikan arga kepada saya,kalau tidakk..."ujar riza dengan emosi.namun bela tidak terlihat takut dengan gertakan riza ,justru dia hanya tersenyum mendengar perkataan riza yang mencoba mengancamnya.
__ADS_1
"kalau tidak apa za?,ingat ya za saya sama sekali tidak takut dengan ancaman kamu,,saya ingin kamu merasakan apa yang saya rasakan,kehilangan orang-orang yang kamu sayangi.jadi kalau kamu mau anak kamu selamat jangan macam-macam dengan saya" kemudian telfonnya pun terputus.riza yang sudah mengetahui otak dalam penculikan anaknya adalah bela,dia pun menyuruh beberapa asistenya untuk melacak keberadaan bela.
dia pun memanggil pak gatra dan anak buahnya yang lain."saya mau kalian mencari tau keberadaan bela,karena saat ini anak saya sedang bersamanya kalian tidak boleh gegabah dalam bertindak,saya tidak mau bela menyakiti anak saya."pak gatra dan anak buahnya pun pergi untuk mencari keberadaan bela,sedangkan riza menghampiri istrinya yang masih berduka atas hilangnya tuan kecil arga."kamu tidak perlu cemas,saya sudah menyuruh pak gatra dan anak buahnya untuk mencari putra kecil kita"ujar riza menengkan istrinya.namun sofia masih bersih keras untuk ikut mencari putranya."za kenapa hanya mereka yang mencari,sedangkan kita orang tuanya hanya duduk santai seperti ini,ayo za kita cari arga bersama"sofia memaksa mencari anaknya namun riza melarangnya."saya sudah bilang kamu tidak perlu cemas saya akan mencari tuan kecil arga dan membawanya kembali dengan selamat,sekarang kamu tenang di rumah,"riza pun memeluk istrinya dan kemudian pergi untuk mencari putranya.
jam menunjukan pukul 8 malam,sofia terlihat berdiri di depan pintu untuk menunggu suaminya pulang membawa putarnya,sofia sangat cemas karena dari tadi siang riza tidak dapat di hubungi dan belum memberikan kabar apa pun mengenai putranya."sebenarnya siapa yang telag menculik putra ku,sejak kemunculan bela beberapa hari yang lalu keluarga ku selalu mengalami banyak masalah,siapa sebenarnya bela,dan ada hubungan apa dia dengan riza?"sofia menjadi over thinging tentang bela,dia mulai curinga bahwa bela lah dalang dari semua masalah yang mereka alami saat ini.saat sofia hendak duduk di kursi teras depan,tiba-tiba ponselnya berbunyi ,tanpa fikir panjang dia langsung mengangkatnya,karena dia yakin riza lah yang menelfonya,namun semua tak seperti yang dia fikirkan,ternyata bela yanh sudah menghubungi sofi.
"saya hanya ingin mengucapkan turut berduka atas menghilangnya tuan kecil arga,semoga anda dan riza kesabaran ya bu" bela mengucapkan hal seperti itu seolah dia mengetahui semuanya."dari mana kamu tau soal menghilangnya putra kamu,jangan bilang kamu yanh sudah menculik putra kamu?"ucap sofia terlihat panik.
__ADS_1
"ya ampun,ternyata anda pintar juga menebak" sofia pun kaget mendengar perkataan bela,kini kecurigaannya tentang bela ternyata benar.bela ada kaitanya dengan penculikan putranya.sofia pun langsung menghubungi riza untuk memberi tahu soal itu.namu saat dia ingin menelfonya tiba-tiba riza datang bersama pak gatra dan yang lain tanpa membawa putranya..sofia pun langsung mghampirinya,
"za bagimana dengan agra apa dia sudah di temukan?" tanya sofia panik.
"kamu yang sabar ya,saya belum berhasil menemukan agra,tapi saya janji besok kita akan cari dia lagi" riza berusaha menengkan istrinya,
"sebentar za,saya tau bela yang bertanggung jawab atas semua ini,dia dalang dari penculikan arga za,kita harus kerumahnya sekarang,za arga masih sangat kecil,bahkan usianya pun belum genap satu bulan,saya takut bela menyakiti arga za,ayo kita kesana" sofia terlihat sangat panik,namu riza heran dari mana sofia tau kalau kalau bela dalang dari penculikan putranya."dari mana kamu tau kalau bela yang sudah menculik arga?"tanya riza seolah tak tau apa-apa."bela tadi sempat menghubungi saya,dia sendiri yang memberi tahu saya kalau dia yang menculik arga za,sekarang kita harus kerumah dia,saya sangat cemas"namun riza masih belum menceritakan semuanya kepada istrinya."kita tidak boleh gegabah,jika kita salah langkah,saya takut bela akan menyakiti arga,sebaiknya kita sekarang masuk dan menengkan diri dulu"riza berusaha keras agar sofia tetap tenang.namun sofia bersih keras ingin mengambil putra nya ke rumah bela."za sebenarnya apa sih yang kamu sembunyikan dari aku,kenapa kamu tidak mau jujur,sekarang anak kita yang jadi korban.lebih baik kamu jujur ada apa semuanya,kenapa bela sangat membenci keluarga kamu?"sofia memaksa suaminya untuk menceritakan permasalahan atara dirinya dengan bela.namu riza masih saja diam seribu bahasa,bahkan dia memilih masuk kedalam rumah meninggalkan sofia di luar.sofia pun menangis tak berdaya rasa takut, cemas, dan kecewa pun menggangu fikirannya.
__ADS_1