
" Terima kasih ya Sayang kamu sudah memberikan hadiah yang tak ternilai harganya, kini Sempurna sudah kehidupanku dengan kehadiran buah hati yang sebentar lagi akan lahir." ucap riza Seraya mengelus lembut kepala istrinya, malam ini Reza dan Sofia Menghabiskan malam yang indah ini. Mereka tidak pernah berhenti bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada mereka. Kesembuhan Riza Anugerah dan yang tak pernah mereka pikirkan sebelumnya dengan menghadirkan calon buah hati mereka di dunia ini. Sekarang kehidupannya akan terasa lengkap dengan kehadiran calon pewaris keluarga Kaunang Wijaya nantinya.
"za sebentar ya aku turun kebawah dulu,aku mau ambil susu sama teh buat kamu" ucap Sofia. namun Riza melarangnya dia tidak mau Sofia terlalu capek." Sudahlah lebih baik kamu istirahat saja nanti biar aku suruh pembantu untuk mengambilkan susu dan teh untuk kita, Apa gunanya mereka kalau kamu selalu mengerjakan pekerjaan rumah!" ucap Risa melarang istrinya untuk Turun ke bawah Dia tidak mau terjadi apa-apa dengan istrinya Riza pun menelpon asistennya Untuk mengantarkan susu dan teh ke kamar mereka.
" Terima kasih ya Sayang kamu sudah menjadi suami yang siap siaga menjaga dan melindungi aku dan calon anak kita." ucap Sofia pada suaminya." Bicara apa kamu ini aku ini suami kamu sudah menjadi kewajiban aku untuk menjaga dan melindungi kamu apalagi Sekarang kamu sedang mengandung anak aku aku harus selalu ada di samping kamu!" balas Riza .Sofia pun tersenyum bahagia mendengar perkataan suaminya. malam berlalu begitu cepat pagi ini rencananya Risa akan pergi ke kantor untuk mengecek kondisi kantor karena sudah 5 bulan ini kantor berada dalam pengawasan asistennya sebelum sofia memutuskan untuk tidak lagi mengurus kantor. dia tidak mau kondisi kantor menurun setelah apa yang terjadi kepada dia. saat hendak berangkat ke kantor Sofia menghentikannya, dia melarang suaminya untuk pergi ke kantor karena kondisi Riza saat ini belum begitu pulih dia masih harus banyak istirahat." Kamu mau ke mana Kok pakai jas kantor?" tanya Sofia Seraya menghampiri suaminya yang hendak memasuki mobil." Aku akan pergi ke kantor Aku akan mengecek kondisi kantor saat ini setelah 5 bulan, aku takut kondisi kantor menurun jadi akan lebih baik Kalau aku segera mengatasinya sendiri!" ucap bisa meyakinkan istrinya." tapi za, kondisi kamu belum terlalu baik kamu harus banyak istirahat Aku takut nanti kamu kenapa-napa!" ucap Sofia khawatir." Kamu tidak usah Cemas seperti itu. kan di samping aku ada banyak Bodyguard and asisten mereka akan siap saat aku mengalami sesuatu. lebih baik sekarang kamu masuk dan istirahat dan Ingat jangan terlalu capek , jangan mengerjakan pekerjaan yang berat kamu harus banyak istirahat." kata Riza sebelum berangkat ke kantor dia pun mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang." aku berangkat dulu kamu baik-baik di rumah ya" ucap Riza Seraya memasuki mobil. Sofia pun beranjak masuk ke dalam rumah'.
jam menunjukkan pukul 11 siang Sofia sedang duduk di Taman belakang, dia merasa jenuh. Selamat hamil dia tidak pernah melakukan aktivitas seperti apa yang dilakukan sebelum dia hamil." sebaiknya Aku mencari kegiatan yang bermanfaat daripada aku hanya diam seperti ini, itu hanya akan membuat Badanku terasa sakit". ucap sofia. Sofia pun mengambil beberapa sekop dan peralatan untuk berkebun dia ingin menanam bunga di belakang rumah agar taman di belakang rumahnya terlihat indah. mungkin ini akan membuat sofia merasa lebih baik. jam menunjukan pukul 13.30 sudah hampir dua jam sofia berkebun bahkan dia tidak membaringkan tubuhnya,dia juga lupa makan siang,beberapa asisten telah mengingatkan sofia namun sofia masih saja keras kepala dan melanjutkan berkebun,hingga akhirnya badan sofia terasa lemas dan perutnya pun kram,dia jatuh pingsan di taman belakang,para asistenya pun membawa sofia ke rumah sakit,tak lupa mereka menghubungi tuan riza.setelah samapi di rumah sakit sofia di tangani oleh dokter kandungan,.tak berapa lama riza datang.dia sedikit marah kepada asisten di rumah.
__ADS_1
"ada apa ini,kenapa ini bisa terjadi,apa yang kalian lakukan dirumah,sampai-sampai istri saya pingsan seperti ini?" ucap riza marah-marah.kemudian salah satu asistenya pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"maaf tuan sebenarnya ibu sofia tadi sedang berkebun,mungkin dia merasa jenuh,kami sudah mengingatkan dia untuk istirahat dan makan siang,namun ibu sofia selalu menunda,akhirnya badanya lemas dan jatuh pingsan" kelas salah satu asisten.
"saya tidak mau tau kalau terjadi apa-apa dengan istri dan anak saya kalian semua akan saya pecat" kata tuan riza memarahi para asistenya.tak berselang lama dokter yang menangani sofia pun keluar dari ruang pemeriksaan.riza pun langsung menghampirinya."dok,bagaimana kondisi istri saya dan kandungannya?"tanya riza .
"begini tuan,kondisi ibu sofia saat ini baik-baik saja,tapi dia harus benar-benar badtress karena di kehamilan pertamanya ini kandungannya sangat rentan,saya takutnya ibu sofia terlalu banyak aktifitas dan dia sampai lupa istirahat,jadi saya minta anda selalu siaga dalam menjaga ibu sofia" jelas dokter.
__ADS_1
"ya itu bagus tuan,kalau begitu saya permisi dulu" ujar dokter itu seraya meninggalkan riza.riza pun langsung menemui istrinya yang terbaring lemah .dia duduk di samping sofia,sambil terus memegang tangan istrinya.tak lama kemudian sofia oun sadar.saat dia bangun dia sudah melihat suaminya yang sudah duduk di sampingnya."di mana aku,?"tanya sofia dengan suara lesunya.
"sekarang kamu ada di rumah sakit,apa yang sudah kamu lakukan seharian ini,sampai-sampai kamu tidak makan dan tidak istirahat?" tanya riza sedikit kecewa.
"maaf ya za,aku merasa jenuh hanya diam saja di rumah,aku memutuskan untuk berkebun sebentar,saking asiknya aku sampai lupa makan,dan badan ku terasa lemas," jelas sofia.
"ya sudah mulai sekarang kamu tidak boleh melakukan aktifitas apa pun yang akan membuat kamu kelelahan,dan kalau perlu mulai besok aku akan bekerja dari rumah,supaya aku bisa menjaga kamu" ucap riza.
__ADS_1
"kamu tidak usah terlalu berlebihan,aku baik-baik saja jadi kamu tidak perlu bekerja dari rumah" ujar sofia."tidak,kamu tidak bisa menolak lagi,aku tidak mau mengambil resiko,apa lagi kata dokter kandungan kamu itu lemah,kamu harus benar-benar badtress."ujar riza dengan suara sedikit marah.
"baik tuan muda riza," kta sofia sambil tersenyum,sofia sangat bahagia dia memiliki suami yang siaga ,siap menjaga dan melindungi nya.