Duka Membawa Cinta

Duka Membawa Cinta
Kerinduan


__ADS_3

***


Udara pagi ini memang sangat dingin,tidak seperti biasanya.Sudah hampir jam lima pagi sofia yang biasanya usdah bangun untuk membantu menyiapakan sarapan pun kini masih tidur dengan nenyak di kamar.Bahkan bi yaya pun juga belum terbangun.


Namun berbeda dengan gadis kecil itu,Angellika dia tampak sudah membuka matanya,kebiasaan yang sering dia lakukan saat orang tuanya masih hidup pun sampai sekarang masih tetap menjadi dia lakukan.Angel selalu terbangun jika sudah mendengar bunyi adzan subuh.


Angel pun langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu,setelah sholat subuh angel langsung keluar menuju ruang tengah,Namun suasana masih sangat sepi,angel pun memutuskan keluar untuk mencari udara segar.


Di teras belakang rumah angellika tampak sedang duduk di teras belakang seraya memandangi langit yang masih tampak gelap karena tertutup embun.


"ayah,ibu aku sangat merundukan kalian berdua.kapan kita bertemu lagi?" gadis cantik itu tampak meneteskan air matanya.Dia terlihat sangat merindukan kedua orang tuannya.


Jam sudah menunjukan pukul setengah enam pagi angel masuk kedalam rumah untuk membersihkan badannya.Didalam tampak bi yaya sedang memasak untuk sarapan.


"selamat pagi bi," sapa angel dengan wajah manisnya.


"selamat pagi non angel,kok non angel dari belakang?" bi yaya heran melihat angellika masuk dari pintu belakang.


"iya bi,tadi angel bagun lebih awal,tapi karena belum ada yang bangun angel keluar untuk mencari udara segar"


"ya ampun non jangan keluar sendiri, nanti non angel kenapa-napa lho" bi yay terlihat sangat cemas.


" tidak Bi aku hanya duduk di teras belakang rumah saja, lagi pula udara hari ini sangat dingin,ow iya bi kak sofi belum bangun?"tiba-tiba angellika bertanya soal sofia.


"belum non,mungkin karena dingin bu sofia jadi malas bangun pagi!" tutur bi yaya.


Namun tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari tangga,setelah angellika memeriksanya ternyata sofia sudah bangun.


"selamat pagi kak sofia" angellika menyapa sofia dengan penuh semangat.


"selamat pagi angel," sahut sofia seraya berjalan menemui sofia yang sudah menunggunya.


"maaf ya kak sofia bangun kesiangan,udaranya sangat dingin jadi kak sofi keenakan tidur" sofia langsung bergegas menuju dapur untuk membantu bi yaya menyiapakan sarapan.

__ADS_1


"tidak apa-apa kak,lagi pula memang udaranya sangat dingin," angel pun berjalan menuju kamarnya.


"kamu mandi ya,nanti kalau sudah siap sarapannya nanti bi yaya panggil" ujar bi yaya.


"oke siap" angel terlihat sangat semangat pagi hari ini.


***


Seperti sudah di rencanakan oleh tuhan


,Angel tampak sedang menyiramai tanaman di halaman sedangkan sofia sedanh mengendong baby arga untuk berjalan-jalan memcari cahaya matahari.


dengan mata yang berkaca-kaca angel pun memperhatikan setiap aktifitas yang dilakukan sofia bersama dengan putra semata wayangnya.Dalam hati angel yang paling dalam dia sangat merindukan kedua orang tuannya,dulu sebelum ayah dan ibunya meninggal dia sangat bahagia.Bermain bersama mereka,menghabiskan waktu bersama.Namun kini seolah tuhan telah merengut semua kebahagiaan yang dia rasakan saat itu.


Dimana senja waktu itu adalah senja terakhir angel bersama ayah dan ibu tercintanya.Dia selalu berdoa kepada tuhan agar suatu saat nanti senja akan mempertemukannya kembali dengan kedua orang tuannya.


"Non angel kenapa kok ngelamun?,lho...lho...kok nangis tho?" tiba-tiba bi yaya menghampiri angel yang tampak murung memandangi sofia bersama putrannya.Tanpa mengatakaan apa pun angel hanya mengelengkan kepalannya.


"non angel kangen ayah dan ibu?"


"non,kenapa kok sedih?," bi yaya berusaha untuk membujuk angel,namun sepertinya angellika memang sangat merindukan sosok orang tuannya.


"bi,kenapa harus angel yang merasakan semua ini?," angel menagis sesegukan.Bi yaya pun tak dapat menahan air matanya,dia tidak tega melihat kondisi angel saat ini.


Angellika memang gadis yang periang,namun ada saatnya dia membutuhkan kasih sayang dari orang tuannya.Walaupun sekarang angellika tinggal bersama sofia dan riza yang sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri,namun semua itu tidaklah mudah untuk angel.


****


Setelah liburan kenaikan kelas selesai sani dan sela pun pulang kembali ke rumah kakak iparnya riza.Sudah hampir dua pekan mereka menghabiskan masa liburannya di rumah nenek mereka di kampung.


Sesampainya di rumah dia heran melihat seorang gadis kecil yang seumuran dengan sela sangat dekat dengan sofia.


Di teras depan rumah..

__ADS_1


sofia terlihat menunggu adik-adiknya yang hendak turun dari dalam mobil,Mereka sangat antusias untuk bertemu dengan kakak dan keponakannya arga.Namun dengan tatapan heranya sani dan sela melihat angellika yang terus saja menempel pada kakaknya.


"hallo adik-adik kakak yang cantik,bagiamana liburannay,seru?" sapa sofia seraya memeluk kedua adiknya,namun anehnya mereka tidak langsung menanggapi sapaan kakaknya.Mereka justru mempertanyakan soal gadis kecil yang bersama dengan sofia.


"kak,dia siapa?" tanya sela seraya melihat ke arah angellika.


"owh..dia angellika,sekarang dia akan tinggal bersama kita disini" sahut sofia.


dengan sedikit berat hati sela dan sani pun mau berkenalan dengan angel.Terlihat jelas dari tingkah laku mereka dan cara mereka memandangi angel,sepertinya sani dan sela tidak menyukai angellika.


"angel,ini sani dan ini sela" sofia memperkenalka kedua adiknya kepada angel.Angel pun dengan antusias langsung mengilurkan tangan untuk berkenalan dengan sani dan sela.


"mulai sekarang kalian akan bermain bersama,oke" ucap sofia seraya mengandeng kedua adiknya dan angel masuk kedalam rumah.


Di dalam terlihat riza sedang mengendong putra sematang wayangnya arga.Dia sangat fokus hingga dia tidak menyadari kehadiran kedua adik iparnya.


Namun dengan penuh semangat sani dan sela berlari menemui keponakannya.


"hallo kak riza" sela menyapa kakak iparnya yang sedang asik bermain bersama arga.


"hey,,kapan kalian datang?" tanya riza terkejut.


"kami baru saja datang kak,wah sekarang arga sudah semakin besar ya" ucap sani seraya mencubit dengan lembut pipi keponakan tersayangnya.


***


Setelah beberapa hari sani dan sela kembali kerumah,meraka tampak sangat tidak bersahabat dengan angellika.Bahkan mereka tidak salaing memandang satu sama lain,walaupu angellika sudah sering mengajak sani dan sela untuk bermain namun mereka sama sekali tidak merspon ajakan angel.


Sofia yang meyadari sikap adik-adiknya berubah pun langsung mendekati mereka untuk bertanya apa penyebab mereka bersikap dingin terhadap angellika.


Saat sani sedang duduk seraya memaninkan ponselnya pun sofia langsung menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"sani,kakak lihat semenjak kamu dan adikmua pulang kalian sama sekali tidak pernah mengobrol ataupun bermain dengan angellika,kenapa?" sofia bertanya dengan nada lembuatnya.Namun sani dia tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan kakaknya,justru dia malah asik memaninkan ponselnya.Sofia yang menyadari perubahan sikap pada adik-adiknya pun langsung berfikir ada apa dengan mereka?,semenjak mereka pulang dari rumah neneknya,mereka menjadi orang yang tidak bisa menghargai orang lain.Bahkan sani pun tidak mendengarkan apa yang sofia katakan kepadanya.

__ADS_1


sebenarnya ada apa dengan kedua adiknya.


__ADS_2