
**
Hari ini adalah hari minggu, Riza berencana mengajak istrinya untuk berjalan-jalan pagi, karena dia pernah mendengar dari beberapa orang bahwa perempuan yang sedang hamil dianjurkan untuk berjalan-jalan di pagi hari karena itu dapat membantu perkembang janin yang ada di dalam perut ibu,itu juga akan membuat janin itu tumbuh sehat. Jam menunjukkan pukul 05.30 Riza sudah bangun sejak subuh ,riza memang sengaja bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untuk sofia,namun Sofia masih belum juga bangun,mungkin karena bawaan bayinya,karena terkadang orang yanhg sedang hamil lebih banyak tidurnya.Karena hari sudah pagi dan jam-jam segini baik untuk jalan pagi riza pun membangunkan istrinya,walaupun riza merasa kasihan karena dia lihat sofia tidur dengan sangat nyenyak." ayo cepat bangun sayang Ini sudah pagi, karena hari ini hari Minggu aku akan mengajak kamu untuk menikmati udara di pagi hari." ucap Riza Seraya mengelus lembut kepala istrinya. dan Sofia pun terbangun dari tidurnya, dia terkejut sudah melihat Riza berada di sampingnya," ya ampun sayang ini jam berapa? Aku bangun kesiangan." ucap Sofia tergesa-gesa, dia pun langsung turun dari tempat tidurnya dan bergegas untuk mandi," sayang,maaf ya aku bangunin kamu tidur,sekarang kamu kumpulin nyawa dulu akan akan ambil kan susu untuk kamu,dan sebaiknya Kamu mandinya nanti saja ,karena aku akan mengajak kamu berjalan-jalan untuk menikmati udara di pagi hari,"ucap riza,riza pun ke dapur untuk mengambilkan susu untuk istrinya,,setelah siap sofia dan riza pun keluar dan berjalan mengelilingi sekitar perumahan mereka pun juga sesekali melontarkan candaan,sofia dan riza terlihat sangat bahagia."saya pernah mendengar dari beberapa orang,bahwa perempuan yang sedang hamil itu,di sarankan untuk berjalan-jalan di pagi hari agar bayinya juga sehat"ujar riza.
"ya aku juga pernah mendengar soal itu,aku sudah tidak sabar menanti kehadiran anak kita za" ucap sofia.
" sekarang kamu harus menjaga kesehatan kamu,agar nanti anak kita terlahir dengan sehat dan pintar" kata riza seraya mengelus perut istrinya.setelah jam menunjukan pukul 08.00 dan udaranya sudah mulai panas riza mengajak sofia untuk pulang kerumah."sudah siang ,sebaiknya kita pulang,kamu juga belum sarapan,kasian anak kita nanti dia kelaparan"ucap riza tersenyum,sofia pun tertawa mendengar perkataan suaminya yanh sekarang sudah mulai humoris.sesampainya di rumah sofia langsung membersihkan bandanya,sedangkan riza menyiapakan makanan untuk sofia,tiza tampak sangat memperhatikan makanan yang akan di makan istrinya,bahkan para juru masak pun dilarang memberikan makanan yang sembarang,karena riza takut makanan itu mengandung zat yang akan mempengaruhi tumbuh kembang calon buah hatinya.selesai mandi sofia langsung menuju ruang makan,di sana dia melihat suaminya sudah sibuk menyiapkan makanan untuk dia,
"aku beruntung sekali ya bi,dapet suami yang perhatian sama aku,dan mau rela panas-panasan masak di dapur hanya demi masakin aku lho bi" ucap sofia berbicara kepada pembantunya,dengan maksud menyindir suaminya yang sedang sibuk memasak."iba bu saya baru pertama kali lihat tuan riza masuk dan memasak sendiri di dapur,"ucap pembantunya.setelah selesai memasak riza membawa makanannya menuju meja makan,.
"silahkan makan tuan putri" ucap riza seraya bergaya bak pelayan yang sedang melayani tuan putrinya.sofia pun hanya tersenyum melihat tingkah suminya yang humoris,tidak hanya sofia saja yang tersenyum para asisten mereka pun juga ikut tersenyum melihat tuannya yang berubah menjadi orang yang lebih hangat,dan dingin seperti dulu .
__ADS_1
"aku makan ya sayang," ucap sofia seraya memakan makanan yang di masak oleh suaminya."gimana rasanya,enak bukan,saya yakin pasti arasanya enak,karena saya memasak dengan penuh cinta"ucap riza penuh percaya diri.sofia pun menunjukan ekpresi wajah yang menandakan bahwa makanannya enak."iya sayang,masakan kamu enak juga "puji sofia.
beberapa bulan kemudian...
kini usia kandungan sofia pun menujuk bulan ke delapan,sofia dan riza tampak sibuk menyiapan kamar untuk calon anak mereka,,mereka juga sudah membelikan beberapa peralatan untuk bayi,mereka belum mengetahui jenis kelamin anak mereka karena mereka memang sengaja merahasiakan itu,agar saat anaknya lahir itu akan menjadi sebuah kejutan besar untuk sofia dan riza.
sofia tampak menjalani masa-masa kehamilanya dengan penuh kebahagiaan,begitu juga dengan riza dia selalu menjadi suami siaga untuk istrinya.hingga kini usia kandungan sofia sudah memasuki usia kandungan di trimester terakhir,mereka sama-sama tidak sabar menanti kelahiran buah hati mereka,bahkan segala cara telah sofia coba untuk memudahkannya dalam melahirkan nanti.karena perut sofia sudah sangat besar dia benar-benar sangat berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu.suaminya pun tampak selalu mendampinginya di setiap situasi.
" hallo za,aku hari ini ada acara pelatihan untuk para calon ibu muda,aku boleh pergi kan?"tanya sofia meminta izin kepada suaminya.
"kenapa kamu baru bilang sekarang,kalau kamu bilang tadinkan aku bisa cancle dulu metting aku,buat antar kamu pergi" ucap riza merasa kahwatir."ngak apa-apa za,aku bisa pergi kesana diantar sama pak jon,"ucap sofia meyakinkan suaminya.
__ADS_1
"baiklah aku izinkan kamu pergi,tapi ingat minta pak jon untuk selalu dampingi kamu,kamu juga tidak boleh terlalu capek,jangan lupa makan juga" ucap riza terlihat sangat bawel menasihati istrinya,sofia pun hanya tersenyum melihat sikap suaminya yang over protektif .
"iya sayang,ya udah aku pergi dulu ya" kata sofia seraya mematikan ponselnya dan berjalan memasuki mobil.ditempat pelatihan sofia bertemu dengan beberapa temannya waktu sofia belum menjadi istri dari tuan riza,teman-temannya pun kagum melihat kehidupan sofia yang sekarang bahagia dan harmonis bersama riza.
"hay fi,wah sekarang kamu udah jadi istri seorang pembisnis kaya raya ya,beruntung banget kamu fi,''ucao salah satu temanya nindi.
" iya nih sofia,sekarang udah jadi nyonya "lanjut teman yang lain.
" aku masih sama aja kok,jangan menilai aku berbeda,aku masih sofia yang seperti dulu,semua ini bukan milik aku tapi milik suami aku"ujar sofia merendah.
"sama aja kali fi,punya suami kamu juga punya kamu " ujar nindi.
__ADS_1
sofia pun memilih untuk tidak menagapi teman-temannya yang meninggikan dia,sofia hanya tidak mau menjadi sombong dan buta hati.