Elf Princess

Elf Princess
Episode 16. Pernikahan


__ADS_3

"Ekhem.."


"Baiklah, karena nona sudah mengerti postur yang baik saat berdiri, maka saya akan melanjutkan etiket selanjutnya." Madam Violette menelan saliva nya kasar. Ia lalu mengajarkan beberapa hal tentang etiket bangsawan mulai dari cara duduk, cara berjalan, dan cara berbicara dengan benar. Bahkan ia juga mengajari Rubby bagaimana postur tangan yang benar saat sedang berbicara dengan seseorang.


Bagaimana bisa seorang wanita yang tidak jelas asal usulnya bisa dengan mudah mempelajari hal ini? Bahkan aku butuh waktu dua tahun untuk mempelajari etiket penting dalam tata Krama bangsawan! Madam Violette mengigit bibir bawahnya kesal.


BRAK!


Karena tidak bisa menahan amarah, ia memukul meja dengan cukup keras. "Pasti Baginda sudah mengajarkan anda lebih dulu kan supaya anda tidak merasa malu di hadapan saya?!" ucap Madam Violette mengerutkan kening.


Begitu mendengar pertanyaan Madam Violette, Rubby lantas mengerutkan kening. "Apa sopan bagi seorang madam yang sangat tahu etiket bangsawan memarahi seseorang tanpa alasan jelas? Bahkan saya tidak melakukan kesalahan apapun, jadi apa alasan anda memarahi saya?" ucap Rubby.


Madam Violette hanya terdiam mendengar ucapan Rubby. Karena memang Rubby tidak mempunyai kesalahan apapun, tapi ia yang tidak bisa mengendalikan emosinya.


"Saya akan kembali besok, persiapkanlah dengan baik" ucap Madam Violette. Setelah itu, ia berlalu begitu saja tanpa berpamitan dengan benar pada Rubby.


****


Berhari-hari, bahkan berminggu-minggu telah disiapkan dengan baik untuk pernikahan yang akan digelar di istana itu. Kini, tiba saatnya Rubby dan Zac akan sah menjadi suami istri.


Istana Kekaisaran Goncalves


"Nona Rubby Aloevera Celestine, apakah anda berjanji untuk bersedia menemani Baginda Zachyre Alvenys De Golcanves seumur hidup anda?"


"Saya berjanji." jawab Rubby tersenyum.


"Baginda Zachyre Alvenys De Golcanves, begitupun sebaliknya, apakah anda berjanji untuk menemani Nona Rubby Aloevera Celestine seumur hidup anda?"


"Ya, aku berjanji."


Prok! Prok! Prok! Tepukan tangan memenuhi ruangan itu. Rubby dan Zac saling memandang dan tersenyum. Sesuai arahan, mereka lalu berpelukan dan Zac mencium kening wanita itu. "Terima kasih, Permaisuri ku," ucap Zac dengan nada hangat, ia tersenyum lembut dan mengusap kepala Rubby.


Rubby tersenyum dan mengangguk pelan. Mereka lalu saling bergandengan untuk melakukan dansa pertama.


"Apa kau yakin bisa melakukannya?" Zac mengerutkan kening karena merasa khawatir. Namun Rubby dengan tenang mengangguk, "Baginda, anda harus belajar mempercayai kemampuan saya." jawab Rubby dengan senyum yang masih terulas di wajahnya.

__ADS_1


Tidak hanya Zac dan Rubby, para bangsawan yang hadir juga ikut melakukan dansa di tengah pesta, hal ini juga bertujuan untuk memberi tahu siapa pasangannya.


Musik dinyalakan dengan instrumen yang selalu dipakai oleh keluarga kerajaan saat melakukan dansa pertama. Karena di pesta ini bukan hanya bangsawan yang ikut hadir, namun banyak juga dari kalangan rakyat biasa, maka dari itu Zac sengaja mempersiapkan tempat dansa yang luas untuk bisa memuaskan masyarakat nya.


"Kau melakukannya dengan baik, Rubby." puji Zac begitu tubuh Rubby yang lentur mengikuti setiap gerakan Zac dengan baik.


"Terima kasih, saya tersanjung atas pujian anda." jawab Rubby.


Prang!


"Suara.. itu.." Rubby dan Zac menghentikan tariannya, mereka lalu menoleh ke belakang dan melihat tatapan kebencian dari seorang wanita yang baru saja menumpahkan tiga gelas wine yang berada di atas meja.


"Dia adalah Nona Slynie." semua pandangan menuju wanita itu. Wanita yang awalnya marah dan melampiaskan segalanya, kini amarahnya mencair dan berubah menjadi tangisan. Ia berlari keluar ke arah balkon dengan tangis yang tak bisa ia tahan lagi.


"Nona.. Slynie?" Rubby terdiam dan menatap setiap langkah wanita itu yang begitu berat.


"Jangan memikirkannya." ucap Zac dingin.


"Apa anda mempunyai masalah dengannya?" tanya Rubby bingung.


"Masalah.." Zac terdiam sejenak begitu mendengar pertanyaan Rubby. "Ya, aku mungkin pernah bermasalah dengannya." jawab Zac sedikit tak acuh.


"Baginda.." Rubby berkata pelan.


"Ya?" Zac menoleh dan menatap Rubby. Karena gugup, Rubby sampai menelan saliva nya dengan susah payah.


"Terima kasih atas pestanya, saya tidak menyangka anda akan menyiapkannya sebaik ini," ucap Rubby tersenyum.


Zac tertawa kecil, "Pftt.."


"Lady.. ah, tidak, Permaisuri Rubby, apa anda meragukan sang Kaisar ini? Biarpun saya tidak memiliki selera yang baik, tapi saya bisa tahu selera wanita dengan mudah," ucap Zac tersenyum.


"Bagaimana anda melakukannya?" tanya Rubby ikut tertawa kecil. Sebetulnya ia sudah sangat tahu bahwa koneksi Zac yang merupakan seorang Kaisar tentu saja bisa dengan mudah mencari para wanita dan bertanya hal apa yang bisa menyenangkan para wanita. Tapi, Rubby ingin sesekali menjahili suami nya itu dengan sedikit candaan.


"Maafkan aku Yang Mulia, aku hanya--"

__ADS_1


"Apa kau bilang tadi?" Zac mengerutkan keningnya bingung. Ia mendekatkan wajahnya pada Rubby sehingga jantung Rubby kini berdegup kencang.


"Y-ya?" Rubby berkata gugup, entah mengapa walau dalam hatinya tidak ada perasaan sedikit pun, tapi ia tetap saja tidak bisa menahan rasa gugup begitu Zac mendekatinya.


"Dasar baj*ngan!" teriakan dari seorang wanita membuat kedua pasangan itu lagi-lagi menoleh. Lagi, Slynie, lady yang tadi membuat masalah dengan menumpahkan gelas berisi wine kembali datang, kedua matanya masih merah karena tangisan dan air mata yang ia keluarkan tadi.


"Dasar tidak tahu malu!" wanita itu berjalan cepat mendekati Rubby. Ia mengangkat tangan dan bersiap menampar Rubby dengan telapak tangannya.


Tap!


"Lady Slynie, sepertinya kau lupa dimana posisi mu sekarang!" Zac menatap dingin wajah Slynie. Wanita itu hanya terdiam dan mencoba melepas cengkraman Zac yang mencengkram pergelangan tangannya.


"Baginda! Harusnya anda sadar siapa diri anda! Anda adalah seorang Kaisar, dan bagaimana bisa Kaisar menikah dengan rakyat biasa sepertinya!" cintanya pada Zac sudah membutakan dirinya. Ia tergila-gila, bahkan terobsesi pada pria yang berstatus Kaisar itu. Bahkan di hadapan semua orang, ia dengan berani mengangkat tangan dan hendak menampar wanita yang sudah SAH berstatus Istri Sang kaisar.


"Seharusnya kau yang sadar diri sekarang, dasar bodoh!" ekspresi nya selalu sama, Zac menunjukkan tatapan dingin, tidak, bukan hanya itu. Ia juga menunjukkan tatapan menikam seperti harimau yang kelaparan. Hingga wanita itu benar-benar terdiam dan menjauhkan tubuhnya dari Rubby.


"Baginda, pernahkah anda berpikir perasaan ku sekali saja?" Slynie mengangkat gaunnya dan berlalu pergi, bukan ke balkon, melainkan ke teras. Ia berlari dan bersembunyi dalam taman Istana.


Rubby mengepal tangannya, ia lalu menghela napas panjang. "Aku akan mengikuti nya." ucap Rubby dengan tatapan dalam menatap Zac. "Tidak, Rubby. Aku akan mengurusnya, kau jangan khawatir!" ucap Zac melarang.


Rubby bergeleng cepat, "Tidak, Baginda. Saya yang akan menanganinya langsung." jawab Rubby serius.


Zac tidak bisa menahan Rubby, wanita itu sudah memantapkan hatinya untuk pergi menemui Slynie, wanita yang terobsesi pada Zac itu.


"Kau berjanji akan baik-baik saja, kan?" tanya Zac khawatir, dan dengan tenang Rubby mengangguk pelan.


"Aku akan kembali sebentar lagi," ucap Rubby, menandakan bahwa ia meminta Zac untuk tetap berada di dalam pesta. Karena Rubby tahu, masyarakat, apalagi para bangsawan akan mencemoohnya karena membiarkan seorang Kaisar, lebih tepatnya penyelenggara pesta, pergi lebih cepat dan tidak menikmati pesta. Mereka pasti akan bertanya-tanya, dan menyalahkan Rubby nantinya, apakah istrinya yang mengajarkan hal tidak sopan seperti itu?mungkin, begitu pikir mereka. Padahal wajar saja Zac melakukan itu karena ia mempunyai wewenang sebagai seorang Kaisar.


Di samping itu, Taman Istana Goncalves.


"Apa bagimu.. Baginda adalah jiwa ragamu juga?" tanya Rubby pelan. Ia berjalan dengan sangat hati-hati begitu melihat seorang wanita terduduk lemah diatas kursi taman.


"Untuk apa anda kemari setelah mempermalukan saya di hadapan banyak orang? apa sekarang anda ingin menertawai saya?" tanya Slynie. Ya, wanita itu tak lain adalah Slynie. Rubby dengan nekat menjumpai wanita itu karena berpikir Slynie tidak sepenuhnya salah. Wanita itu hanya menginginkan cinta dari Zac, suaminya, dan mungkin saja sudah ia pendam selama bertahun-tahun.


"Lady Slynie, kau mempunyai nama yang indah." ucap Rubby tersenyum tipis, perlahan, Rubby mendekati Slynie dan menghampiri nya.

__ADS_1


"Aku hanya ingin menghibur mu, untuk kali ini saja." ucap Rubby ragu.


"Menghibur?" Slynie mengangkat dagunya dan menatap bingung Rubby. "Apa kau gila? Atau, memang benar kau tidak mencintai Baginda? Bagaimana bisa kau ingin menghibur wanita yang mencintai suamimu sendiri?" Slynie tertawa kecil, tawa yang bukan menggambarkan kebahagiaan, namun kesedihan. Ya, selain menertawai Rubby yang dianggapnya wanita aneh, ia juga menertawai dirinya sendiri karena sudah berharap lebih.


__ADS_2