Elf Princess

Elf Princess
Episode 28. Asal muasal permata Rubby ( 2 )


__ADS_3

..."Kita punya cinta, tapi dunia punya norma"...


...******...


Beberapa hari berlalu, hidup Alentys berjalan seperti biasa layaknya seorang raja. Kini kehidupannya dipenuhi kesibukan dan ia kembali terikat pada peraturan-peraturan yang berlaku antar bangsa naga.


Rumor jahat tentang dirinya yang berkencan dengan seorang wanita juga mulai pudar seiring berjalannya waktu.


"Yang Mulia, maafkan kami karena telah mempercayai rumor yang tidak-tidak mengenai anda. Kedepannya, kami akan bersumpah setia seumur hidup pada anda." ucap para naga di hadapan Alentys.


Kehidupan berjalan normal seperti biasanya. Namun, hari-hari Alentys menjadi tak tenang karena mengingat masa-masa dimana ia menyatakan cinta, bahkan kehidupannya yang selalu dipenuhi cinta semenjak kedatangan Ryn.


"Yang Mulia, akhir-akhir ini anda terlihat tidak fokus, apa terjadi sesuatu? atau.. kesehatan anda kurang baik?" tanya seekor naga yang merupakan pengawal kepercayaan Alentys.


"Ya, sepertinya akibat kesibukan ku yang tak ada hentinya, tubuhku menjadi kelelahan akan hal itu." ucap Alentys tersenyum tipis.


"Baiklah, kalau begitu saya akan memberi tahu para pengawal yang lain agar lebih memerhatikan kesehatan anda." sahut sang pengawal yang hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Alentys.


Beberapa Minggu lamanya, bahkan hampir genap 1 bulan Alentys tidak lagi menemui Ryn. Ia semakin merasa bersalah pada wanita itu karena telah memutuskan hubungannya.


Hingga, suatu kabar terdengar oleh telinga nya sendiri.


Kabarnya, wanita itu berusaha menyusup ke istana naga. Namun pada akhirnya, ia dibunuh karena para naga mengetahui identitasnya sebagai manusia.


Deg! Jantung Alentys tidak tenang rasanya, ia berharap hanya perasaannya saja yang tidak baik. Ia juga berharap agar Ryn baik-baik saja selama ia tidak menemui nya lagi semenjak hari itu.


Namun, faktanya..

__ADS_1


"Yang Mulia, kami berhasil membunuh manusia yang menyusup ke istana naga. Kami juga telah membawa mayatnya ke istana sebagai bentuk hadiah pada anda." ucap seorang pengawal bersayap naga itu membungkuk hormat. Dibawanya jasad seorang wanita yang masih terpampang jelas fisik dan wajahnya, namun dengan luka di sekujur tubuhnya.


"R-ryn..?"


Jantung Alentys rasanya berhenti saat itu juga, melihat wajah yang begitu familiar di pandangannya.


Netsiryn.. wanita pujaannya, telah mati di wilayah kekuasaannya sendiri?


Alentys berjalan lunglai mendekati mayat wanita itu, semakin berjalan ke depan, semakin berat pula langkahnya.


Ryn.. ini bohong, kan? pasti.. pasti jasad wanita itu bukan kau, kan? Alentys memejamkan matanya dan berharap agar manusia yang ditunjukkan padanya bukanlah Ryn.


Deg!


Ka.. kalung.. itu?


Bagaimana bisa.. Ryn..?


Alentys mengigit bibir bawahnya, ia berlari dan memeluk jasad wanita itu. Saking terkejutnya, air mata bahkan tak bisa keluar dari pangkal mata pria itu. "RYN, KATAKAN KALAU KAU MASIH HIDUP! BANGUNLAH, RYN!" teriakan yang amat keras memenuhi istana. Saksi naga yang melihatnya juga dibuat bingung oleh Alentys.


"Yang Mulia, apa yang anda lakukan? dia adalah manusia! Manusia! Dia adalah kaum rendahan!" tegasan dari seorang pengawal berhasil membangunkan amarah yang telah dipendam oleh Alentys satu bulan lamanya. Pria itu bangkit dari duduknya dan melayangkan pukulan pada mereka yang berada disana. "BERANI SEKALI KALIAN MEMBUNUHNYA! APA KALIAN TIDAK SAYANG NYAWA?" teriakan Alentys kembali memunculkan kontravensi, terlebih, banyak para naga yang melihatnya.


"Jadi benar rumor bahwa raja naga mencintai seorang manusia?" mereka mulai beradu mulut dan banyak dari mereka yang mencibir Alentys. Namun, kemarahan pria itu tak bisa disembunyikan lagi. Ia mengepal tangan dan berubah wujud menjadi wujud aslinya. Sehingga langit-langit istana yang dibangun kuat, runtuh dalam sekejap mata.


"PERGILAH KALIAN! DASAR SAMPAH!" teriakan Alentys memenuhi istana. Ia mengepakkan sayap dan terbang membawa Ryn dalam cengkraman kakinya.


"Yang Mulia!"

__ADS_1


WUSH.. WUSH...


Api panas mulai memenuhi istana. Bukan hanya istana, namun wilayah tempat para naga juga terbakar akibat api yang disemburkan lewat mulut Alentys. Para naga mulai berterbangan dan mencari tempat berlindung. Namun, telat sudah. Perjuangan mereka hanya sia-sia, kini kekuatan Alentys telah bangkit. Kemarahannya pada bangsanya sendiri tak bisa ia sembunyikan lagi.


"MATILAH KALIAN! MATI!" Alentys berteriak cukup keras, tak kuasa ia menahan amarah yang mencuat dalam hatinya.


Tak cukup dengan membunuh bangsanya sendiri, Alentys menghancurkan wilayah tempat ia singgah. "JIKA HARUS MATI, MENGAPA BUKAN AKU SAJA? MENGAPA HARUS KAU, RYN?"


Alentys berteriak keras, namun tak ada yang mendengarnya. Sepi, sunyi, sungguh suasana yang menyeramkan jika dipandang oleh mata. Banyak darah yang berceceran, serta kemarahan Alentys yang tak bisa dicegah sehingga menghabiskan banyak nyawa.


Semua naga sudah dimusnahkan olehnya. Dan kini, tak tersisa satupun naga disana. Hanya ada Alentys, dan Ryn yang sudah terluka parah dengan nyawanya yang sudah menghilang.


"Jika kau mati, apa artinya aku hidup?" Alentys tersenyum pahit. Untuk apa ia hidup? Ia sudah memusnahkan semuanya, bahkan bangsanya.


Dan sekarang, tibalah saatnya Alentys menghilang dari dunia ini. Setelah beratus-ratus tahun lamanya ia memimpin para naga, tibalah saatnya ajal menjemputnya. Lebih tepatnya, pria itu dengan nekat mencabut nyawanya sendiri, mengambil inti dari kehidupan. Ia membelah dadanya dan mengambil sebuah permata yang tersembunyi dari dalam jantungnya.


Ryn, aku mencintaimu.. selamanya..


Bagi Alentys, Ryn adalah sumber kehidupan nya. Ia tak perlu untuk tetap hidup jika sumber kehidupan nya telah tiada. Alentys hanyalah seorang naga, ia tak bisa mengendalikan hidup seseorang, bahkan menyelamatkan yang sudah tiada.


Jasadnya dan jasad Ryn terkubur bersama matinya para naga. Dan permata itu tertanam di dalam tanah bersama jasad-jasad yang lain.


Permata itu disebut 'Permata Rubby'. Warnanya sama seperti warna jantung Alentys, dan darah para naga yang saat itu membanjiri wilayah di daerah timur, wilayah yang terbangun istana naga selama beribu-ribu tahun lamanya. Rubby, adalah nama yang diberikan oleh Netsiryn, seorang wanita yang bermimpi akan hidup bahagia bersama kekasihnya, Alentys. Ia bermimpi akan seorang anak yang sangat cantik dan dinamai Rubby.


Namun hingga kini, keberadaannya tak pernah ditemukan, hingga banyak perbincangan yang mengatakan bahwa cerita mengenai Raja Alentys dan mantan kekasihnya, Ryn, hanya legenda belaka.


*****

__ADS_1


Hai readers! maaf ya kalau alurnya sedikit kecepatan, karena author juga lagi kurang enak badan. Sekali lagi, terima kasih yang sudah setia membaca novel author. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, dan gift nya ya.. love you guys🖤


__ADS_2