
kepergian David menandakan perpisahan di antara keduanya.
kini Ellise sendiri, namun ia telah menguatkan tekadnya untuk tidak melibatkan David ke dalam masalahnya.
kabut aneh mulai turun menyelimuti hulu sungai tempat Ellise duduk, ia tak menyadari begitu pekatnya kabut karena banyak hal yang sedang ia pikirkan.
tiga puluh menit berlalu, Ellise masih saja duduk termenung di pinggir sungai Bannet dan kawanannya mulai tersadar, satu persatu dari mereka bangun dari tidur.
"ktak.. ktak.. ktak"
suara kuda berlari, karena kabut yang mulai turun hingga membuat Ellise tak dapat melihat siapa yang datang ke arahnya.
ia berdiri melihat ke kanan dan ke kiri memastikan dari arah mana suara itu berasal.
suara itu berasal dari arah Utara, di mana air sungai mengalir ke arah tersebut.
"!!!!!!!!!"
mata Ellise terbelalak, ia terkejut dan sempat tak percaya dengan apa yang ia lihat.
David lah yang mengendarai kuda tersebut, David pun juga terkejut mendapati sosok Ellise yang berdiri dan terlihat dalam jarak pandangnya.
ia pun buru-buru menghentikan laju kudanya, lalu turun.
"ba.. bagaimana bisa kau ?"
ucap Ellise yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"jadi kalian berencana untuk melarikan diri ya?!"
ucap Bannet yang menyela pembicaraan Ellise dan juga David.
sontak David dan Ellise pun menoleh ke arah Bannet dengan menunjukkan raut wajah tak senang.
Bannet merentangkan ke dua tangannya sambil mengirup udara.
"asalkan kalian tau, kabut ini bukanlah kabut biasa, kabut sihir yang hanya ada di sungai namia. kabut yang menuntun siapa saja berjalan memutar kembali ke awal"
ucap Bannet seolah meremehkan ketidaktahuan Ellise dan David.
diam, tak bisa menjawab, Ellise dan David enggan merespon penjelasan Bannet, keduanya tampak kesal.
"karena kalian sudah merencanakan sesuatu yang di luar dugaan memang seharusnya teman mu ku jadikan umpan hewan buas selama menyebrang sungai namia"
"kau tak akan bisa menyeberangi sungai ini!"
seru Ellise membantah ucapan Bannet
"wooooww.. apakah Orc itu yang mengatakan padamu?"
tanya Bannet
Ellise tak menjawab dan hanya menatapnya tajam
"ahhh.. jadi benar ya, tentu saja manusia biasa tidak bisa tetapi Bannet bisa!! keluarkan sekarang!"
__ADS_1
seru Bannet memerintahkan untuk mengeluarkan sesuatu pada anak buahnya.
beberapa anak buah Bannet membawa sebuah botol dan mendekati pinggiran sungai lalu
'wuuusssshhhhh' 'duuummmmbbb'
sebuah kabal besar muncul dari dalam botol, lagi-lagi Ellise terlihat terkejut dan malah semakin sebal.
"ini adalah sebuah kapal khusus yang diciptakan dengan kekuatan sihir, selain orang terpilih dari dewa, kapal ini lah benda ke 2 yang dapat menyebrangi sungai namia, ikat temannya dan gantung tubuhnya di bagian depan, gunakan ia untuk memancing hewan buas yang tinggal di sungai Namia"
ucap Bannet yang mencoba menekan Ellise lagi.
"hentikan! biar aku yang menggantikan david" ucap Ellise mencoba memberikan penawaran
"bagai mana bisa aku membiarkan nona Ellise yang terhormat sebagai umpan?"
ucap Bannet yang semakin merendahkan harga diri Ellise.
melihat ekspresi wajah Ellise membuat Bannet begitu senang, ia lalu memerintahkan anak buahnya untuk mengikat Ellise di tiang kapal agar ia bisa menyaksikan David yang tersiksa sebagai umpan.
(di kediaman keluarga Collins)
kedua telapak tangannya bersatu di depan mata, ia duduk di meja kerja sambil terus memikirkan cara agar Ellise bisa segera di temukan.
Allen sudah tak tidur selama beberapa hari karena gelisah menunggu laporan dari Albert juga pengakuan si penyihir mengenai letak markas komplotan Bannet yang sesungguhnya.
dari luar Albert terlihat berjalan tergesa-gesa, nafasnya tersengal dan tak teratur.
tanya Allen pada Albert
Albert menganggukkan kepala yang membuat Allen sontak berdiri dari kursi nya.
Albert membuat sebuah gestur dengan berdiri menyamping sambil merentangkan tangan kiri seolah tanda bahwa ia akan menunjukkan jalan sekaligus mempersilahkan Allen untuk berjalan duluan.
besar harapan Allen bahwa Ellise akan segera ia temukan, mengingat komplotan Bannet bukanlah orang biasa.
Allen berjalan menuju kuda miliknya, ia membawa beberapa prajurit untuk ikut serta.
saat akan keluar Ron tengah menunggunya di depan gerbang bersama prajurit khusus istana.
tanpa di duga Ron mengajukan diri untuk ikut terlibat dalam pencarian Ellise.
Allen tak bisa menolak keinginan Ron, ia pun langsung mengarahkan laju kudanya dan diikuti oleh prajurit dan juga Ron.
( di sungai Namia)
sungai yang tak masuk akal bagi orang kebanyakan, sungai tak berujung yang luasnya tak di ketahui oleh siapapun.
aliran di tengah sungai begitu tenang dengan kabut yang menyelimuti sekitar, jarak pandang hanya sejauh 10 meter.
kabarnya tak ada yang pernah bisa sampai ke sebrang kecuali orang yang di tunjuk oleh dewa.
__ADS_1
jika salah arah maka mereka akan masuk di kawasan sungai yang di tinggali oleh ular sejenis anaconda, ikan piranha, buaya dan hewan buas lainnya.
Bannet dengan tenang terus menyebrangi sungai, ia bersantai dengan melihat pemandangan sekelilingnya.
sedangkan Ellise tak dapat berbuat apa-apa karena tubuhnya yang terikat di tiang kapal.
David tubuhnya tergantung di bagian depan kapal pada seutas kayu yang mentiung seperti kail pancing , jika ia bergerak maka kayu yang menyangga tubuhnya juga akan ikut bergerak.
ia merasa takut namun tetap mencoba untuk tenang menghadapi situasi yang sedang ia hadapi sekarang, ia hanya tak ingin semakin memberi beban terhadap Ellise.
'kriiieettt' 'kriiieettt'
suara kapal yang sedikit kehilangan arah, air yang tadinya tenang tiba-tiba bergelombang.
anak buah Bannet mencoba menyetabilkan posisi kapal agar tak terguncang
'kriiieettt''kriiieettt' 'daakkkkk'
gelombang air menghantam kapal dan membuat anak buah Bannet semakin panik.
'dia datang'
ucap Bannet dalam hatinya sambil melihat ke arah kiri
'craaassssshhhh' 'wuuusssshhhhh'
sebuah ikan piranha besar melompat dan hampir menggigit David, beruntung ikan tersebut tak dapat menggapai tubuh David karena posisi tubuhnya yang menggantung lebih tinggi dari permukaan kapal.
"lepaskan dia!"
seru Ellise pada Bannet
"wow. woww.. tenang lah nona Ellise ini baru permulaan, sebentar lagi ada pertunjukan yang lebih besar"
ucap Bannet yang seolah bersenang-senang atas rasa khawatir Ellise.
Ellise meronta berusaha melepaskan ikatan pada tubuhnya namun usahanya sia-sia yang ia dapat hanya rasa sakit akibat goresan tali yang semakin kencang mengikat dirinya.
'ddaaakkkkk'
suara hantaman keras pada kapal, kini anak buah Bannet semakin panik, begitu pun Bannet yang sontak berdiri dari tempat duduknya.
"periksa semuanya!"
serunya memerintah anak buahnya untuk memeriksa benda apa yang menghantam kapal miliknya.
dalam benak Bannet ia sudah susah payah membuat benda ajaib berupa kapal sihir yang ia perkirakan dapat menyeberangi sungai namia dengan aman namun dugaannya salah, kini kapal yang ia tumpangi malah terkoyak dan tak kuat menahan hantaman dari dalam air.
Bannet teralihkan fokusnya pada benda asing yang terus menghantam kapal, ia bahkan tak sadar bahwa Ellise kini hampir melepaskan semua ikatannya.
'zzzraaasssss' 'daakkkkk'
hantaman besar bertubi-tubi membuat kapal sihir Bannet semakin goyah.
'daakkkkk'
__ADS_1
hantaman besar lainnya mebuat kapal kini terjungkal, semuanya terjun ke dalam danau termasuk Ellise yang masih belum selesai mengiris tali pengikat pada tubuhnya..