
"terimakasih sudah mengantar ku kembali"
ucap ellise pada duke argyll sambil tersenyum dan menundukkan kepala
"dengan senang hati nona ellise"
membalas ucapan terimakasih ellise sekaligus memberi salam perpisahan.
hanya sebatas itu keduanya berpisah dengan singkat dan ellise pun segera masuk ke rumahnya.
ia tergesa-gesa masuk dan mempercepat langkah kakinya, sesuai perkiraan duke argyll bahwa allen belum kembali ke rumah sehingga ellise merasa lega.
'syukurlah kakak belum kembali'
ucap ellise sesaat ketika sampai di kamarnya, ia pun mengatur nafas lalu segera membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
aciel sedang duduk di ruang keluarga sambil membaca buku dengan secangkir teh berada di meja, tak berselang lama ellise datang untuk menemuinya.
betapa terkejutnya ellise mendapati sikap yang ditunjukan oleh aciel, ia seperti seorang bangsawan yang sudah tau tentang tata krama dan tak canggung sedikit pun.
hal ini tentunya mengudang rasa penasaran ellise, ia pun segera duduk berhadapan dengan aciel lalu lalu menuangkan teh yang berada dalam poci pada gelas nya.
"dari mana saja kau?"
ucap aciel bertanya pada ellise
"ehmm,,, aku tadi pergi ke istana"
"kenapa sampai larut malam begini dan kenapa kau menggunakan pakaian latihan padahal tadi pagi kau pergi menggunakan gaun "
aciel merasa sedikit curiga sehingga menanyakan secara detil apa saja yang telah dilakukan ellise
"ehhh... aku tadi pergi bermain sebentar, seseorang mengajak ku ke camp latihan pasuka khusus.. di sana begitu menakjubkan aku tak sabar untuk bisa segera bergabung dengan pasukan ituu"
ucap ellise menceritakan pengalamannya dengan mata yang berbinar penuh kegembiraan.
"jangan sembarangan bergabung ke dalam pasukan itu hanya karena kau ingin, itu hanya akan merusak usaha keras kakak mu untuk melindungi mu"
ucapan aciel terdengar seperti seseorang yang bijak dan belum pantas di ucapkan untuk anak seusianya.
ellise yang sedikit heran pun buru-buru membantah aciel,
"kenapa ucapan mu tak terasa seperti usia mu? memang kau sedang berada di usia berapa sehingga berani berbicara menggunakan bahasa tidak formal dengan ku?"
ucap ellise sedikit kesal.
"yang jelas usia pengalaman ku jauh lebih tua dibandingkan usia mu"
jawabnya singkat dan membuat ellise semakin kesal.
"ku jamin kau akan selamat jika menuruti nasehat ku"
ellise terdiam tanpa mengindahkan nasehat aciel namun tak sengaja terlintas sesuatu hal yang mengganggu pikirannya mengenai aciel, ia ingin memastikannya
"lusa kau mau kemana?"
"di rumah"
jawab aciel singkat
"emmm aku teringat sesuat, dulu saat berada dalam penjara aku tak sengaja melihat mu berubah menj..."
"kau salah lihat"
aciel menyela ucapan ellise agar ia tak meneruskannya
"aku hanya penasaran, apa aku bertanya pada kakak saja ya"
ucap ellise seolah menyindir aciel dan sontak membuat aciel menutup bacaan yang sedang ia pegang lalu mengalihkan pandangan pada ellise dengan serius,
"apa yang kau inginkan dari ku?
tanya aciel yang lantas di sambut senyuman oleh ellise, rona bahagia tampak dari ekspresi wajahnya karena aciel paham benar apa yang diinginkan oleh ellise.
ellise pun lantas mendekat pada aciel sambil membisikkan sesuatu yang membuat mata aciel terbelalak karena terkejut,
"tidak bisa!"
seru aciel menolak ellise
__ADS_1
"eheyyyy... tentu saja kau bisa"
ucap ellise sambil mengangkat alisnya berulangkali agar aciel mau menuruti keinginannya, aciel masih saja menggelengkan kepala dan membuat ellise kembali berdalih namun mengancam,
"ya kalau kau tidak mau aku bisa bertanya pada kakak untuk mencarikan orang yang memiliki kemampuan seperti mu"
"hah.. itu tidak mungkin di negara ini bahkan di neverland hanya aku yang memiliki kemampuan ini"
"berarti hanya kau yang bisa?"
sahut ellise
"tentu saja"
jawab aciel penuh percaya diri
"kalau begitu kau akan melakukannya?"
"tentu saja"
jawab aciel tak sadar bahwa ellise sedang menjebaknya dengan kata-kata
"baiklah terimakasih, aku akan menjemputmu jika waktu nya sudah tiba"
ucap ellise senang membuat aciel semakin tambah bingung, tak lama ia oun tersadar bahwa ellise telah menjebaknya menggunakan kata-kata, selain panda mengelak ellise ternyata memiliki kemampuan seperti itu membuat aciel sebagai korban hanya bisa pasrah.
setelah berhasil membujuk aciel, ellise pun segera pergi menuju balkon di paviliun dekat kamar tidurnya, sedangkan aciel telah pergi ke kamarnya untuk tidur, malam itu ia melamun menikmati udara malam.
angin mengibaskan rambut panjangnya dan membuat seluruh wajah terlihat bersinar karena sinar rembulan yang menerangi malam itu, dari kejauhan seseorang tengah mengamati ellise, tak di sangka orang itu benar-benar datang hanya karena rasa penasaran terhadap ellise.
orang tersebut adalah hyde, ia dikenal sebagai pria dingin hanya karena ucapan allen ia terpancing dan nekat mendatangi rumah allen diam-diam untuk memastikan seperti apa ellise sesungguhnya.
'bodoh sekali, bagaimana bisa aku datang kesini hanya untuk hal...'
ia bergumam dalam hati sambil menggelengkan kepala namun ucapannya terhenti ketika ia melihat ellise dari kejauhan, wajahnya tak terlalu terlihat namun bersinar begitu terang bagaikan bulan yang menyinari bumi, sejenak ia terpaku memandangi wajah gadis yang berdiri di kejauhan itu.
rasa penasaran semakin menyelimuti benak hyde hyde hingga ia ingin menggunakan mata merah nya untuk mendekatkan jarak pandang agar bisa melihat wajah ellise dengan jelas namun usahanya gagal karena ellise tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arah belakang seperti ada seseorang yang sedang memanggilnya.
hyde pun tersenyum sepat, baru kali ini ia merasa dirinya begitu bodoh datang diam-diam karena tersugesti oleh kata-kata dari allen,
"memang benar bahwa kata yang terucap dari allen bagaikan candu yang membuat ku penasaran, sama seperti dulu"
di waktu yang sama, alasan ellise menoleh ke belakang karena ada seseorang yang memanggil dan orang tersebut adalah aciel.
aciel yang juga merupakan keturunan kamuga memiliki kemampuan spesial salah satunya dapat melacak hal-hal asing di sekitarnya, ia mendapati bahwa seseorang asing sedang mengawasi ellise dari kejauhan, ia merasakan irasat buruk terhadap orang yang sedang mengawasi ellise tersebut sehingga ia pun terburu-buru menghampiri ellise dan memanggilnya untuk masuk sedangkan ellise sendiri sama sekali tak curiga dengan sekitarnya.
beruntung malam itu aciel dapat melindungi ellise dari hyde karena jika tidak mungkin saja hyde bisa menyadari bahwa ellise memiliki tanda dari dewa.
***
di sebuah kereta kuda mewah milik seorang bangsawan yang sedang dalam perjalan pulang, dia adalah Lucia, primadona yang gagal mendekati hyde dalam pesta perjamuan sebelumnya.
sedari tadi tak hentinya lucia menggigit kuku ibu jarinya, ia begitu kesal tak bisa menggunakan memamerkan kemampuan untuk menaklukan hyde karena hyde yang seolah tak menganggapnya lalu gangguan lain bertubi-tubi datang yaitu para bangsawan yang terus saja menyapa hyde tanpa henti sehingga ia kehilangan moment penting yang ia nanti-nantikan.
sempat terbersit dalam benaknya mengenai percakapan yang tak sengaja ia dengar antara hyde dan allen mengenai ellise, nama yang tak pernah ia dengar sebelumnya merupakan adik allen.
seingatnya adik allen telah mati beberapa tahun yang lalu tapi kini kembali, hal ini tentu saja sedikit mengusik pikirannya namun tak sebanyak ketika hyde menolaknya.
lucia tak lantas memikirkan terlalu lama, ia mengalihkan dengan rencana lain yaitu pada pesta dansa kerajaan lusa, salah satu acara debut bagi bangsawan berusia 20 tahunan yang berarti akan ada banyak perempuan muda di pamerkan pada pesta tersebut.
ia sedikit khawatir karena sempat mendengar bahwa banyak wanita muda dan cantik akan hadir dalam pesta tersebut, ini artinya jika muncul primadona baru yang usianya lebih muda akan menggeser kepopuleran lucia di the great aztec.
apalagi ini sudah tahun ke 3 lucia mempertahankan gelarnya sebagai primadona sejak debut pertamanya 3 tahun lalu, ia tak akan membiarkan wanita lain merebut gelar yang telah melekat padanya selama ini, bagi lucia ini merupakan harga diri yang nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan gelar kebangsawanan bagi seorang wanita karena itu ia telah membayar mata-mata untuk mencari tahu siapa saja kandidat bangsawan cantik yang akan mengikuti debut tahun ini.
ia tengah merencanakan perbuatan jahat dengan mensabotase butik dan desainer terkenal di kota ini agar tak membuatkan baju untuk bangsawan tersebut bahkan salon-salon terkenal di negeri ini telah menolak banyak bangsawan atas perintah lucia.
***
keesokan harinya dengan wajah kelelahan, ellise beranjak dari tempat tidur untuk mulai membersihkan diri dan berisap sarapan.
di ruang makan aciel telah duduk dengan rapih dan menunggu tuan rumah datang, ini merupakan salah satu bentuk sopan satun dan rasa terimakasih karena telah diperbolehkan untuk tinggal sementara di kediamannya.
tak berselang lama allen datang, ia berjalan bersama albert di belakangnya, aciel buru-buru berdiri untuk menyambut kedatangan allen, ia bahkan menunggu allen duduk terlebih dahulu lalu ia menyusul duduk kembali.
hening, tak ada percakapan diantara keduanya, aciel termasuk dalam orang yang tak pandai bergaul dan menutup diri dengan sekitar sehingga ia tak merasa perlu untuk mengucapkan salam pada allen karena ia yakin bahwa allen bukanlah tipe bangsawan yang gila hormat.
allen menyeruput teh pembuka sebelum hidangan utama, setelah dua sruputan ia meletakkan cangkir lalu menatap aciel,
"jadi bagaimana kau bisa berakhir dalam penjara?"
__ADS_1
ucap allen pada aciel, mendengar hal tersebut tak lantas membuat aciel takut namun ia malah tetap tenang dan langsung menjawab allen.
"sebenarnya seseorang menuduh ku sebagai pencuri, aku adalah korban salah tuduh"
jawabnya sambil menatap mata allen
"tapi bagaimana bisa mereka tidak mengenali mu sebagai suku kamuga, aku tak yakin kau terus menerus menggunakan kekuatan untuk menutupi jati diri mu"
"......."
aciel terdiam tak dapat menjawab allen
"yahhh aku juga pernah mengenal seseorang dari suku kamuga, mereka adalah pribadi yang tertutup, jadi selama tidak memanfaatkan kebaikan ellise kau di ijinkan untuk tinggal disini"
"seseorang sedang mengawasi ellise, semalam ia hanya berdiri di halaman, aku sarankan tuan harus memperketat keamanan"
ucap aciel yang langsung menceritakan kejadian semalam namun di tanggapi remeh oleh allen
"tidak mungkin, kediaman kami memiliki tingkat keamanan terbaik di negeri ini kecuali orang itu sekelas..."
allen tiba-tiba teringat sesuatu, ia menduga bahwa mungkin saja ada penjahat dengan ilmu setingkat hyde atau duke argyll yang menyelidiki tentang ellise.
"kenapa? anda teringat sesuatu? apakah dia salah seorang yang anda kenal?"
tanya aciel penasaran.
"apakah dia melihat wajah ellise?"
tanya allen pada aciel tentang kejadian detil tadi malam
"aku rasa tidak, orang itu hanya berdiri dari kejauhan saja tanpa melakukan apapun, selain itu semalam aku langsung memanggil ellise untuk masuk"
allen sedikit merasa lega karena aciel telah melindunginya, skrg tak ada alasan bagi allen untuk bersikap curiga terhadap aciel dan mengucapkan terimakasih padanya.
"selamat pagi"
seru ellise sambil berjalan menuju meja makan dan segera duduk di kursinya, ia sedikit heran dengan suasana ruang makan karena seperti habis membicarakan hal serius, ellise mengalihkan pandangannya ke allen sambil mengerutkan alis seolah tak senang karena ia merasa bahwa aciel sedang terintimidasi oleh allen, melihat adiknya yang curiga terhadapnya membuat allen segera membantah,
"aku tidak melakukan apa-apa"
seru allen ketus namun ellise tak bergeming dan menatapnya semakin tajam
"kau tidak percaya pada kakak mu ini? di banding itu kemana saja kau kemarin kenapa bisa pulang larut?"
kini allen berbalik menyerang ellise dengan fakta yang ia ketahui dari penjaga rumah semalam karena melaporkan hal tersebut pada allen.
ellise pun lantas melirik ke arah albert, kini malah albert yang tersudutkan oleh tuduhan tak berdasar ellise, lalu albert segera menggelengkan kepala yang menandakan bahwa bukan dia tersangka pelapor kejadian semalam pada allen.
"jawab ellise"
seru allen yang ingin mendisiplinkan ellise
"aku hanya berjalan-jalan sebentar dengan seorang teman"
jawabnya sedikit mendunduk dan menghindari kontak mata dengan allen
"dengan siapa? apakah duke argyll?"
allen bertanya dengan tegas terhadap adiknya tersebut namun ellise tak berani menjawab membuat allen sedikit kesal, sambil mengerutkan alis ia pun segera menegur ellise,
"mulai hari ini ellise mary collins tak di ijinkan pergi sendiri!"
"kakak..!"
seru ellise tak senang
"siapa yang mengajari mu membantah seperti ini terhadap seorang kepala keluarga"
ucapan allen membuat ellise terdiam seribu bahasa karena hal itu merupakan fakta bahwa sebagai anggota keluarga ia tak diperbolehkan membantah kepala keluarga terlebih allen satu-satunya keluarga nya yang masih hidup, bagi ellise hidup sebagai keluarga bangsawan tak lebih dari penyiksaan karena perempuan dikekang dengan berbagai peraturan yang sangat merugikan.
"mengenai pesta dansa besok malam, kau akan datang bersama ku bukan dengan putra mahkota maupun orang lain termasuk david. sudah cukup selama ini aku tidak menegur mu yang berprilaku bebas, kali ini aku harus menunjukkan pada secara langsung hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh keturunan keluarga collins"
allen pun menjadi tegas setelah kejadian kemarin, ia merasa terlalu lunak pada ellise dan membuatnya mungkin menjadi semakin dekat dengan duke argyll, hal yang paling allen benci.
allen pun segera berdiri tanpa menyentuh hidangan utama, ia seperti ingin pergi begitu saja meninggalkan ellise agar ia merenungi bahwa yang ia lakukan adalah salah, pergi tanpa pamit allen merasa sakit karena ellise melakukan tanpa seizinnya.
"dan satu lagi, jika kau masih terus mengulangi perbuatan mu maka bersiaplah menikah tahun depan dengan calon pilihan ku"
teguran berubah menjadi ancaman, itulah yang terlontar dari mulut allen kala itu membuat ellise semakin takut atas ketidakberdayaannya untuk menolak perintah kakaknya karena itulah ia hanya terdiam dan menunduk, tak berani sama sekali melihat ke arah allen.
__ADS_1