ELLISE

ELLISE
Rekan Masa Lalu


__ADS_3

hari itu merupakan kali pertama bagi duke argyll mengajak seseorang datang ke camp pelatihan, tak ada yang curiga dan berani mencurigai kenapa duke argyll membawa kesatria baru datang berkunjung.


duke argyll dikenal begitu disiplin dan tegas terhadap prajurit, tak banyak orang yang bisa menjadi teman dekatnya karena ia merupukan seseorang yang individualistik bahkan terhadap perintah raja ia lebih sering membantah ketimbang menurutinya.


keahlian yang begitu menonjol dari duke argyll adalah salah seorang penyusun strategi terbaik di wilayah the great walles, tak terhitung jumlah keberhasilan misi yang ia laksanakan karena itulah ia menjadi kebanggan sekaligus menjadi musuh banyak orang karena duke argyll satu-satunya orang yang kebal hukum di neverland.


duke argyll memperkenalkan ellise pada beberapa bawahan kepercayaannya, tentu saja ellise mengenalkan diri sebagai seorang kesatria junior dan bukan sebagai bangsawan.


ellise melakukannya karena ia tak ingin ada tembok yang membatasi ketika ia mulai bergabung nanti dan juga di wilayah the great walles wanita keturunan bangsawan tak diperbolehkan mengikuti pelatihan militer, beruntung bagi ellise karena ia berhasil masuk atas rekomendasi duke argyll.


setelah mengunjungi camp militer bersama duke argyll membuat mata dan hati ellise terbuka lebar atas apa yang telah ia saksikan, 'menakjubkan' adalah kata yang selalu ia gaungkan dalam hatinya ketika melihat para kesatria dilatih secara khusus.


sudah sejak lama memang ia meneguhkan hati untuk masuk ke dunia yang sama sekali bertolak belakang dengan dirinya sebagai seorang putri bangsawan, menjadi seorang prajurit khusus adalah keinginan pertamanya setelah berhasil kembali dari gung etna apalagi saat ini ada hal yang harus ia lindungi, sesuatu yang ada dalam tubuhnya dan tak sembaran orang bisa mendapat berkah semacam itu.


ellise merenunginya sambil memandangi tangan kanan dan menyentuh tanda yang terlihat jelas, tanpa sadar ia terlarut dalam lamunannya itu.


duke argyll tak sengaja memergoki ellise tengah berdiri di bawah pohon tepat di dekat kuda, ia melihat dengan jelas seorang gadis dengan tubuh mungil seperti sedang merenungkan sesuatu yang besar, ia menebak-nebak bahwa hal yang sedang dipikirkan ellise adalah pedang the glory of ten powers yang tertanam dalam tubuhnya.


'bagaimana bisa gadis kecil melaksanakan misi besar di masa depan, bahkan untuk memikirkan hal-hal yang berat saja jiwa dan raga nya seperti tidak kuat'


duke argyll berucap dalam hatinya mengenai ellise dari sudut pandangnya.


"aku akan mengantar mu pulang"


duke argyll membuat ellise sedikit terkejut yang membuatnya sepontan menutup tangannya, ia terkesan menutupi sesuatu namun duke argyll tak ingin menyinggung masalah tersebut karena mungkin ellise akan semakin terbebani.


keduanya pun segera menaiki kuda lalu bergegas pulang, apalagi duke argyll harus segera mengantar ellise kembali sebelum allen berada di rumah.


ia memperkirakan bahwa allen akan kembali pada tengah malam hari karena ia saat ini tengah mengikuti perjamuan untuk utusan kuil suci yang datang berkunjung ke the great walles.


selama perjalanan duke argyll menghirup aroma wangi yang berasal dari ellise, ketika berangkat sebelumnya duke argyll tak terlalu memperdulikan aroma tersebut namun lama kelamaan aroma khas itu telah membuat dirinya ketagihan.


aroma yang belum pernah ia cium sebelumnya dari gadis maupun wanita manapun dan hanya ellise yang memiliki aroma tersebut, bahkan duke argyll sempat memahami aroma wangi berasal dari bagian mana antara rambut atau tubuh ellise namun ia tak bisa menebak, terasa tidak sopan memang apa yang dilakukan duke argyll untuk menjawab rasa penasarannya.


ia pun memutuskan untuk bertanya pada ellise,


"maaf mungkin ini tidak sopan tapi aroma ini..?"


tanya duke argyll sedikit ragu..


"ahhh apakah yang anda maksud aroma ini?"


sambil memberikan punggung telapak tangannya ke arah hidung duke argyll agar ia menciumnya dan spontan membuat duke argyll mendekatkan hidungnya ke arah punggung tangan ellise.


"iya benar aroma ini"


imbuhnya meng iya kan ellise


"aroma yang berasal dari parfum yang saya buat, dan bila anda paham bahwa aroma rambut berbeda dengan aroma tangan ini.."


"dimana nona ellise membelinya?"


tanya duke argyll penuh rasa penasaran


"saya membuatnya sendiri duke, hal ini karena kekurangan yang saya miliki yaitu alergi terhadap bunga. tapi wanita mana yang tidak menyukai bunga begitupun hamba yang meskipun memiliki alergi namun begitu menyukai mereka. karena itulah hamba meresepkan parfum dan sabun mandi dari bunga-bunga yang ingin hamba cium wanginya"


"begitu ya,, sayang sekali nona ellise tidak menyukai bunga"

__ADS_1


menanggapi ellise sedikit menyayangkan atas alergi yang ia miliki namun di satu sisi ia puas karena rasa penasarannya terjawab sudah, aroma yang khas dan memang hanya ellise yang memilikinya membuat duke argyll akan terus teringat dengan aroma tersebut.


"lain kali berkunjunglah ke rumah, saya akan membuatkan parfum dan sabun dengan aroma yang cocok untuk duke argyll"


"suatu kehormatan bila bisa mengunjungi kediaman keluarga collins tapi ku rasa akan sedikit sulit"


duke argyll mencoba menolak tawaran ellise dengan sopan.


"kenapa? apa karena kakak? anda bisa berkunjung sebagai teman ku dan pasti dengan senang hati kakak akan menerima siapapun teman ku yang berkunjung.. oh iya aku juga memiliki seorang teman namanya aciel dia sekarang tinggal di rumah kami, dia adalah teman yang aku temui saat dalam penjara.. kikikiiii lucu sekali kan kami bisa berteman dalam waktu sekejap.. ahh maaf aku jadi terlalu banyak bercerita"


duke argyll tersenyum mendengar cara ellise bercerita padanya, begitu menggemaskan menurut duke argyll.


sedangkan ellise terlihat nyaman berbicara dengan duke argyll saat itu, meskipun pada awalnya pertemuan keduanya tidak menyenangkan namun kini sepertinya mereka sudah merasakan kenyamanan satu sama lain sebagai teman.


***


di istana sedang diadakan perjamuan spesial karena kedatangan utusan dari negara suci, banyak pejabat dan petinggi negara yang hadir hanya untuk sekedar menyapa namun ada pula yang ingin memulai koneksi datau hubungan kerja sama secara pribadi dengan mendekatkan diri pada utusan negara suci yang hadir kala itu.


bahkan tak jarang dari mereka yang membawa serta putri atau putra mereka untuk dikenalkan pada para utusan negara suci, kabarnya bila putri mereka menikah dengan utusan negara suci maka hidup mereka akan serta merta makmur dan bergelimpangan harta karena berkat yang tersalurkan dari Tuhan melalui utusan suci tersebut.


namun bila putra mereka yang berkenalan dan berhasil membangun koneksi maka dikabarkan bisnis mereka akan lancar hingga seluruh pelosok negeri, anehnya hal ini masih belum bisa dibuktikan secara nyata hanya berdasar pada keyakinan atau mitos terdahulu yang diturunkan terus menerus hingga kini.


maklum saja di wilayah neverland agama bukan merupakan hal yang penting dan mereka malah lebih mempercayai utusan negara suci lah yang membawa berkah pada mereka.


kini ke sepuluh utusan negara suci tengah berbincang dengan para pejabat, petinggi negara yang menghampiri mereka, kecuali hyde yang lebih memilih untuk menghindar dan tidak melakukan kontak baik secara langsung maupun tidak langsung.


setiap ada yang menyapa ia akan membalasnya, bila ada yang berjalan menghampiri hyde akan menghindarinya dan berpura-pura tak melihat.


hyde memanglah bukan tipe orang yang gampang bergaul (bukan berarti pilih-pilih teman), ia hanya tidak menyukai pergaulan kelas atas, bahkan untuk mengikuti agenda tahunan negara suci ini bagi hyde 'bagai hidup segan mati tak mau' ia sudah sering menolak untuk tidak ikut namun di sisi lain ia tetap harus ikut setidaknya hanya dengan mengunjungi satu negara saja sebagai bentuk balas budi pada negara suci yang telah merawatnya hingga kini.


padahal hyde ini selalu menjadi perbincangan para putri bangsawan setiap ada perkumpulan atau saat pergaulan kelas atas, ia di kenal berkepribadian dingin dan bengis dengan wajah yang tampan bak super model karena itulah hyde merupakan incaran banyak gadis kelas atas di wilayah another world.


hyde seperti tak peduli dengan urusan duniawi, harta tahta dan wanita adalah tiga hal yang tidak menarik perhatian hyde sama sekali, meskipun demikian para perempuan tak menyerah untuk mendapatkan hyde dan itulah yang sedang dilakukan oleh Lucia salah seorang primadona di the great walles yang dengan sengaja datang lebih awal hanya untuk mendekati hyde secara pribadi.


pesona Lucia gadis yang paling bersinar bak matahari di pagi hari, salah satu daya tariknya ialah rambut pirang terurai sepanjang pinggang, mata berwarna hijau dengan bulu mata lentik, kulitnya seputih susu yang membuktikan bahwa ia telah dengan baik merawat tubuh indahnya.


sebenarnya ada dua orang yang di incar oleh lucia yaitu hyde dan duke argyll, baginya menaklukan kedua hewan buas merupakan sebuah tantangan tersendiri apalagi harga dirinya akan dipertaruhkan jika ke dua pria tersebut tak tertarik padanya dan mungkin tittle sebagai primadona akan hilang dari nama depannya.


Lucia selama ini dikenal paling aktif mendekati duke argyll namun selalu di tolak baik dengan cara halus maupun cara kasar, padahal ia sama sekali tak kekurangan stok pria karena banyak sekali bangsawan yang telah datang untuk melamar tetapi selalu di tolak.


adapula yang begitu gigih melamar berulang kali tapi jawaban tetap sama, karena jika lucia sudah menentukan target maka ia harus mendapatkannya bagaimanapun caranya.


setelah berulang kali di tolak duke argyll lucia mulai membelot dan menargetkan hyde untuknya, terlihat jelas bahwa lucia begitu serakah masalah pria dan kali ini pun dia sangat yakin bahwa hyde akan takluk pada dirinya.


lucia mulai berjalan menghampiri hyde yang juga berjalan ke arah nya,


'ini momen yang tepat'


seru lucia dalam hati karena situasi seperti berpihak padanya, bahkan beberapa pemuda bangsawan sempat menyapa namun tak di pedulikan karena kini ia sedang berkonsentrasi untuk menangkap mangsanya yaitu hyde.


keduanya hampir bertemu pada jarak kurang lebih 5 meter, lucia memanfaatkan kesempatan untuk memberi salam namun hyde tiba-tiba berhenti membuat lucia urung menyapa.


sesuatu yang menghentikan hyde ada di belakang lucia, dia adalah allen seseorang yang ia kenal namun sulit bagi keduanya untuk akrab, hyde pun meneruskan langkah kakinya ke arah allen begitupun allen yang berjalan ke arah hyde.


suasana tiba-tiba menjadi dingin diantara keduanya, bahkan lucia memilih untuk mundur dan menunggu karena hal ini sudah bukan bagian dari rencananya.


allen dan hyde kini saling berhadapan dan memberi salam.

__ADS_1


"sudah lama tidak bertemu tuan allen"


ucap hyde memberi salam yang di sambut dengan uluran tangan dari allen, memang telihat seperti pertemuan pada umumnya namun dalam hati mereka sama sekali tak menginginkan pertemuan semacam ini.


untuk lebih leluasa allen dan hyde memilih meneruskan perang dingin di luar aula perjamuan, kini keduanya sedang berada di balkon, allen memegang dua gelas wine dan yang satunya akan ia berikan pada hyde.


entah akan di minum atau tidak allen hanya membawakannya saja agar hyde lebih menikmati acara perjamuan, ia pun meletakkan di atas pagar pembatas tepat di sebelah hyde berdiri.


"dari pada wine lebih baik kau membawakan ku rokok opium"


ucap hyde menyindir sikap tak biasa allen yang membawakan segelas anggur untuk dirinya.


"kau masih rutin mengkonsumsi nya?"


tanya allen yang sedikit terkejut dengan ucapan hyde.


"tentu saja, kau yang telah membuat ku ketagihan dan mungkin dia juga masih"


mendengar kata dia membuat allen sedikit tak senang lantas membuat hyde meneruskan ucapannya


"ada apa dengan ekspresi mu itu? seingat ku 5 tahun yang lalu saat di medan pertempuran kalian sangat akrab, dan sejujurnya kalau bukan karena rokok buatan mu mungkin kami akan membunuh lebih banyak lagi"


allen seolah tak ingin menghiraukan hyde, ia hanya diam dan tak menjawab, lalu hyde kembali mengajaknya berbicara.


"ku dengar adik mu sudah kembali? jadi kalian gagal menyembunyikannya ya"


sedikit sarkas dari hyde membuat allen tersulut amarahnya mengingat ia masih harus menyembunyikan ellise dari negara suci terutama dari hyde karena allen tau apa yang akan dilakukannya terhadap ellise bila mengetahui bahwa ellise lah yang memiliki the glory of ten powers.


"apakah panglima pasukan negara suci tidak memiliki pekerjaan lain dan malah membicarakan keluarga kami"


ucap allen yang mencoba menanggapi hyde dengan sedikit sarkas membuat hyde menjadi penasaran pada adik dari allen tersebut.


"tidak, aku hanya penasaran seperti apa ia tumbuh tanpa didikan keluarga bangsawan"


sambil tersenyum simpul menjawab allen seolah merendahkan ellise.


allen pun menyilangkan tangannya di depan dada lalu menjawab,


"aku berani bertaruh dengan nyawa ku, hyde yang selama ini tak peduli dengan wanita akan jatuh cinta dalam 5 detik"


ucap allen dengan penuh percaya diri membanggakan adik cantiknya tersebut.


"bbuuahahahahahahahahahaaa..."


allen yang sesumbar membuat hyde tertawa terbahak-bahak, menurutnya ini hal terlucu yang pernah ia dengar selama hidupnya.


"beraninya kau menertawakan adik manis ku"


sambil sedikit memukul kepala hyde yang membuat hyde perlahan berhenti tertawa.


"ahahaha..... aku jadi semakin penasaran seperti apa adik mu itu"


"kau mungkin akan sulit menemuinya karena aku tak akan membiarkan adik ku bertemu dengan orang seperti mu"


kini ucapan allen menjadi lebih serius


"kita tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan mungkin saja kami akan bertemu besok, atau di masa depan"

__ADS_1


ucap hyde yang seolah menyanggah allen


keduanya pun kini menjadi lebih santai dan berbincang hal-hal lain, allen sebelumnya pernah menjadi partner dalam misi bersama hyde sehingga tidak sulit bagi keduanya untuk berbaur di masa kini meskipun ada rasa tak ingin saling berdekatan (bersahabat) satu sama lain namun bila keduanya bertemu mereka akan saling bertukar pikiran satu sama lain tentang banyak hal.


__ADS_2