
Ellise di culik oleh sekelompok orang tak di kenal, ia di paksa untuk ikut ke tempat yang sama sekali tidak diketahui olehnya.
meskipun sudah berada di Neverland selama tiga bulan namun Ellise sendiri belum mengenal tempat-tempat selain di pusat kota dan di rumahnya sendiri.
mereka telah sampai membawa Ellise ke sebuah tempat yang lebih mirip dengan markas besar suatu kelompok.
di singgasana telah menunggu sesosok pemimpin dari kelompok tersebut.
Ellise di paksa untuk berlutut, ia mencoba melawan namun kakinya di tendang dengan keras hingga membuatnya terjatuh.
salah seorang yang ikut membawa Ellise melaporkan kejadian yang sesungguhnya.
ia menyebutkan sesuatu hal yang aneh,
"mantranya telah merasuk dalam tubuh gadis ini"
ucap si pria sambil menunjuk Ellise.
"kalau begitu dia adalah orang yang dipilih langsung oleh dewa, tunjukkan tandanya pada ku"
ucap si pemimpin pada anak buahnya tersebut
ia kemudian meminta prajurit wanita untuk sedikit membuka baju bagian bahu Ellise.
Ellise meronta, ia tak suka karena ini sudah seperti pelecehan baginya.
dengan kekuatannya ia bahkan berhasil merobohkan beberapa prajurit wanita lain yang berusaha untuk melepas paksa bajunya.
karena kualahan prajurit wanita meminta bantuan untuk memegangi Ellise lebih kuat, dan berhasil.
tanda yang berada di bahu Ellise terlihat jelas, berwarna hitam membentang dari bahu kanan menuju kiri, seperti membentuk sebuah gambar sayap burung.
setelah menunjukkan tanda tersebut, prajurit wanita kembali menutup baju Ellise dan meminta yang lain untuk melepas cengkramannya.
Ellise begitu marah, ia merasa sangat dilecehkan, ia mencoba menahan emosinya dan terus menatap pemimpin kelompok tersebut.
tatapan itu begitu menakutkan, seperti ingin membunuh.
si pemimpin kelompok tertarik dengan Ellise, ia memberikan kode pada anak buahnya untuk melepas ikatan Ellise.
seperti yang sudah di duga sebelumnya, Ellise langsung mengambil senjata dari orang yang melepaskan ikatannya.
ia menyerang secara membabi buta, padahal kala itu lawannya adalah laki-laki namun Ellise berhasil menghindari serangan bahkan menyerang musuhnya tanpa ampun.
melihat Ellise yang bertarung dengan cekatan, si pemimpin tau bahwa dewa memberikan mantranya pada orang yang tepat, karena itulah si pemimpin tertarik untuk merekrut Ellise ke dalam kelompoknya.
pemandangan memilukan, hampir semua yang maju melawan Ellise terkapar tak berdaya.
tatapan Ellise kembali fokus pada buruannya, yaitu si pemimpin kelompok.
ia berlari menuju singgasana dan menebaskan pedang ke arah si pemimpin, tebasan pedang Ellise bahkan tak bisa mengenai kulit si pemimpin.
ia begitu kuat hingga membuat serangan Ellise terhenti,
"ternyata tingkatan mu jauh diatas ku"
ucap Ellise pada si pemimpin kemudian menurunkan pedangnya.
"maaf karena telah membuat mu marah nona, sebenarnya aku juga tidak bermaksud membawa mu kemari tetapi karena kau telah lancang mandi di air suci jadi anak buah ku harus membawa mu"
__ADS_1
ucap si pemimpin kelompok mencoba menjelaskan situasi
"kalau begitu ini salahku, maaf atas ketidaksopanan ku tuan"
ucap Ellise sembari menunduk
"tapi aku juga tidak bisa melepaskan mu"
imbuh si pemimpin kelompok hingga membuat kepala Ellise kembali tegak dan menatap tajam
"akan ku jelaskan masalah sesungguhnya, dalam danau suci ada sebuah mantra khusus yang diberikan dewa untuk seorang calon kesatria terpilih. mantra tersebut akan merasuk dan menyatu ke dalam tubuh kesatria terpilih dan kesatria terpilih memiliki tugas khusus yang harus ia laksanakan"
lanjut si pemimpin kelompok menjelaskan pada Ellise
"jadi..."
ucapan Ellise terhenti karena ia mulai memahami situasi
"tepat sekali, alasan anak buah ku melepas sedikit bajumu adalah karena di punggung mu terdapat sebuah tanda yang berasal dari mantra danau suci. lalu sekarang nona, siapa nama mu?"
tanya si pemimpin kelompok pada Ellise
"Ellise"
jawab Ellise
"nona Ellise harus melaksanakan tugas dari dewa dan karena itulah nona Ellise harus bergabung dalam kelompok kami"
ucap si pemimpin kelompok pada Ellise
"kalau aku menolak?"
ucap Ellise ragu
mencoba mendesak Ellise agar cepat memutuskan
"aku menolak dengan keras!!!"
ucap Ellise dengan lantang
"kalau begitu aku tidak bisa berbuat banyak selain menahan mu"
ucap si pria kemudian bergerak cepat untuk melumpuhkan Ellise.
kini Ellise tak berdaya, ia tak mampu menahan serangan si pemimpin kelompok hingga membuatnya harus di ikat dan di gelandang menuju sel tahanan.
sebelum pergi, si pemimpin kelompok mencoba memberikan penawaran kembali,
"pikiranlah nona, tak ada ruginya kau bergabung dengan kelompok kami"
ucap si pemimpin kelompok pada Ellise.
Ellise tak menanggapi tawaran pemimpin kelompok dan ia di bawa pergi ke sel tahanan milik kelompok tersebut.
tak disangka, di sel tahanan banyak sekali yang terkurung.
Ellise terus berjalan dan melihat tahanan pada masing-masing sel, seolah mereka tak memiliki harapan dan meminta tolong untuk diselamatkan, bagi Ellise itu semua terlihat jelas dari tatapan mata mereka.
"krraakkkk"
__ADS_1
suara pintu sel terbuka, Ellise di dorong hingga terjatuh.
'kurang ajar!!'
keluhan Ellise dalam hati, ia begitu marah dengan perlakuan kelompok tersebut terhadapnya, bahkan tak membeda-bedakan gender.
yang lebih parah adalah tangan mereka tetap dalam posisi terikat meskipun sudah masuk sel tahanan, hal itu tentu saja menghambat pergerakan Ellise.
"jika kau berharap tidak ada diskriminasi kelamin maka hentikanlah harapan sia-sia mu itu"
ucap seorang pria yang bersandar di tembok,
Ellise mencoba mendekati si pria dan duduk bersandar di tembok.
si pria kemudian berbicara kembali,
"aku bahkan ditangkap hanya karena tersesat, bukankah mereka gila?"
ucap si pria mengeluh
keduanya kemudian saling berbicara dan menceritakan hal-hal yang mereka alami dan penyebab mereka sampai ditahan seperti ini.
Ellise hanya mengkhawatirkan Allen, ia takut kalau Allen terluka karena berusaha mencarinya.
* * *
pemimpin kelompok tetap bersikukuh untuk merekrut Ellise demi terlaksananya tujuan pribadinya.
ia bahkan meminta salah seorang penyihir yang ada dalam kelompoknya untuk menyamar sebagai Ellise palsu dan menggantikan peranan Ellise asli.
tujuannya agar keluarga atau saudara Ellise tidak mencari keberadaan Ellise, dan agar tujuan pribadinya terlaksana.
penyihir tersebut mengubah wujudnya sama seperti Ellise, suaranya, wajahnya, tubuhnya, bahkan ia memiliki ingatan yang hampir sama dengan Ellise dewasa.
namun ada hal yang si penyihir tidak miliki dari Ellise adalah kenangan masa kecil dan juga keahlian Ellise dalam menggunakan pedang dan panah.
setelah selesai melakukan perubahan wujud, si penyihir pergi ke tempat dimana Ellise di temukan yaitu di sabana.
si penyihir memohon pamit pada pemimpin kelompoknya dan bergegas pergi untuk melaksanakan tugas.
* * *
"Ellise bertahanlah"
Allen menggerakkan laju kudanya semakin cepat, ia terus menyusuri hutan hingga malam hari tiba namun ia sama sekali tak menemukan jejak keberadaan Ellise.
Allen kemudian memutuskan untuk kembali dan melewati jalur yang sama seperti yang telah ia lalui sebelumnya.
sampailah ia di sabana, Allen terus melaju dan tak sengaja melirik kearah pohon tempatnya beristirahat.
langkah Allen terhenti melihat seseorang yang sedang berdiri di bawah pohon.
Allen mencoba mendekati pohon tersebut, ia berharap bahwa sosok yang sedang berdiri adalah Ellise.
benar saja dugaan Allen, sosok tersebut merupakan Ellise yang seperti kebingungan.
Allen merasa lega karena Ellise tidak menghilang, ia turun dari kuda dan memeluk Ellise erat.
ia begitu khawatir kalau Ellise tersesat atau di culik oleh orang yang tak dikenal.
__ADS_1
ia kemudian mengajak Ellise pulang ke rumah tanpa menaruh curiga sedikitpun pada Ellise.
Allen belum sadar bahwa orang yang ia ajak kembali adalah Ellise palsu yang merupakan jelmaan dari penyihir.