ELLISE

ELLISE
Naluri Bertarung


__ADS_3

Allen merasa ada yang tidak beres dengan Ellise setelah mereka kembali dari Sabana.


saat ini Allen akan menyimpan hal yang mencurigakan dan menyelidiki secara diam-diam untuk mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya itu.


keesokan harinya Albert kembali menemui Allen untuk melaporkan mengenai rusa emas yang diinginkan Allen.


kali ini Albert yakin bahwa rusa emas adalah hewan yang tidak ada atau hanya mitos di kalangan anak-anak, biasanya penyihir menggunakan cerita mengenai rusa emas untuk menarik perhatian anak-anak agar bisa menjadikan si anak sebagai persembahan.


kemudian Albert juga menyelidiki mengenai Sabana dan daerah disekitarnya, ia menemukan bahwa daerah tersebut jarang dilewati oleh pengembara maupun pedagang karena akses jalan yang tidak memungkinkan untuk di lewati.


selain itu Albert juga menceritakan hal lain yang ia dengar dari para pedagang,


"lalu ada informasi yang sedikit mengkhawatirkan tuan, sebenarnya daerah yang anda lalui bersama putri Ellise merupakan daerah tempat bersarangnya kelompok radikal, mereka biasa dipanggil dengan kelompok Barbados"


ucap Albert dengan Sidikit gemetar.


" apa maksud mu??!!! katakan dengan jelas"


menanggapi Albert dengan rasa terkejutnya.


"se..se..be..benarnya kelompok radikal yang hamba maksud ialah sekelompok orang-orang yang ingin mengkudeta pemerintah di wilayah another world beberapa tahun terakhir. tapi hamba tidak yakin apakah ini ada kaitannya dengan nona Ellise atau tidak"


imbuh Albert mencoba menjelaskan situasi dan mengaitkannya dengan Ellise.


kini Allen benar-benar yakin sepenuhnya bahwa telah terjadi sesuatu pada Ellise, sejenak Allen mulai berfikir dan mengaitkan dengan keadaan sekarang, bahwa yang sedang berada di rumah bukanlah Ellise asli maka mungkin saja ia merupakan salah satu anggota komplotan Barbados yang sedang menyamar sebagai Ellise.


namun di sisi lain Allen juga ragu, untuk apa mereka menahan Ellise dan menyuruh anggota mereka menggantikan posisi Ellise disini, padahal tidak ada keuntungan yang akan mereka dapat dengan cara menculik Ellise.


hal yang terus saja mengganggu pikiran Allen hingga membuatnya gelisah dan tidak bisa tidur karena terus memikirkan nya.


Allen ingin segera mengetahui kebenaran apakah Ellise yang berada di rumah merupakan Ellise asli atau Ellise palsu.


sebenarnya Allen lebih berharap bahwa Ellise yang berada di rumah merupakan Ellise asli, tapi Allen tidak bisa percaya begitu saja karena menurutnya Ellise yang berada di rumah benar-benar seperti orang asing baginya.


* * *


di markas besar komplotan Barbados, segala perlengkapan telah siap, mereka memutuskan untuk berangkat besok dalam kawanan besar.


hal ini di lakukan untuk berjaga-jaga bila ada anggota yang mati dalam perjalanan dan alasan lain adalah untuk menekan Ellise agar tidak mencoba kabur jika anggota Barbados yang mengawalnya berjumlah banyak.


keesokan harinya mereka telah siap berangkat, Ellise dan David pun sudah siap untuk melakukan perjalanan ke gunung Etna.


masing-masing dari mereka menaiki kudanya sendiri-sendiri, cuaca hari itu terlihat cerah berawan, diperkirakan mereka akan tiba di black forest lusa.


mereka semua menggerakkan laju kuda supaya berlari lebih cepat, hal tersebut merupakan perintah dari Bannet karena ia begitu tak sabar ingin segera mendapatkan pedang the glory of ten powers.


hasratnya untuk menguasai Neverland begitu besar sehingga pergerakan nya terkesan terburu-buru tanpa memikirkan hambatan yang akan mereka hadapi di black forest nantinya.


setibanya di depan hutan black forest, mereka beristirahat sejenak karena hari masih malam.

__ADS_1


mereka tak ingin mengambil resiko berhadapan dengan para orc di malam hari.


karena merasa bosan, Ellise memilih untuk pergi ke aliran sungai yang tidak jauh dari tempat mereka beristirahat, David yang melihat Ellise berjalan pergi kemudian ikut menyusulnya karena khawatir akan terjadi hal buruk pada Ellise.


David melihat Ellise duduk termenung sendirian, ia memasukkan kakinya ke dalam sungai sambil tertunduk lemas.


David kemudian menyentuh pundak Ellise untuk menyadarkan dirinya dari lamunan tak berujung.


Ellise sedikit terkejut dengan sentuh tangan David, ia menoleh ke arah David dan kembali tertunduk.


melihat ekspresi lemas Ellise membuat David terdiam, ia ikut merasakan kelelahan yang di alami Ellise.


menurut David wajar saja Ellise menjadi demikian karena ia adalah seorang wanita dan baru pertama kali melakukan perjalanan jauh bahkan menuju tempat yang belum bisa dipastikan kebenarannya.


David berusaha menghibur Ellise dengan beberapa cerita mengenai masa kecilnya, mendengar cerita David Ellise sesekali tersenyum karena kelucuan tingkah David di masa lalu.


Ellise sedikit terhibur dengan cerita David dan merasa lega sekaligus bersyukur karena David bersedia ikut bersamanya.


bagi Ellise, David merupakan orang ke dua yang menjadi temannya setelah aciel.


sesekali Ellise menghela nafas panjang karena mengingat aciel dan Allen, ia begitu merindukan mereka dan ingin segera menyelesaikan tugas kemudian lekas kembali pulang.


bahkan Ellise sedikit menitihkan air mata ketika mengkhawatirkan keselamatan kakaknya yang sekarang sedang tinggal bersama anak buah Bannet.


"aku mengkhawatirkan kakak ku, entah apa yang akan di lakukan anak buah Bannet padanya"


ucap Ellise sambil memangku kan dagu menggunakan tangan kanannya sedangkan tangan kiri nya sedikit menyentuh aliran sungai.


namun David berusaha meyakinkan Ellise,


"aku yakin kakak mu bukanlah orang yang mudah tertipu, aku yakin sebentar lagi kakak mu akan sadar bahwa Ellise yang berada di rumah adalah palsu, percayalah padanya dan fokuslah pada tugas mu di sini agar kau bisa bebas dan cepat kembali ke rumah"


mencoba menghibur Ellise agar ia tak terlalu khawatir pada Allen.


mendengar ucapan David membuat Ellise merasa lebih tenang, ia merespon David dengan menganggukkan kepala seolah setuju dengan ucapan david.


setelah selesai merendam kakinya, Ellise dan David memutuskan untuk kembali ke camp dan beristirahat.


keesokan harinya setelah selesai membereskan tempat camp, mereka mulai memasuki black forest.


Bannet sebagai ketua kelompok meminta anak buahnya untuk terus waspada dan memperhatikan sekeliling.


meskipun orc memiliki badan besar namun mereka dapat berkamuflase seperti bunglon dan dapat menyerupai benda-benda di sekitarnya.


mereka semua mengindahkan perintah Bannet dan bersikap waspada, bergerak secara hati-hati agar tak tertipu dengan penyamaran Orc.


mereka terus berjalan sambil melihat sekeliling, menoleh ke kanan dan ke kiri.


meskipun sudah waspada namun mereka tak menyadari telah melewati beberapa orc yang menyamar sebagai batu besar di sekitar mereka, bahkan orc tersebut sempat membuka mata untuk melihat siapa yang telah memasuki wilayah mereka.

__ADS_1


Bannet dan anak buahnya masih saja terus berjalan, diikuti Ellise dan David yang berjalan di posisi tengah, Bannet secara khusus meminta anak buah nya untuk menjaga Ellise karena dia adalah kunci utama yang dapat menghantarkan Bannet menguasai Neverland.


salah seorang anak buah Bannet mendekati batu besar di sekitar karena sudah tak kuat untuk menahan buang air kecil sehingga ia memutuskan untuk membuang nya di salah satu batu tersebut.


belum selesai mengeluarkan semua yang ia tahan, batu tersebut berubah, batu itu terus membesar dan ternyata adalah jelmaan dari orc.


"gggrrrrrr.... kraataakk... krraataakkk"


suara-suara yang terus terdengar ketika orc menampakkan wujud mereka.


si prajurit berteriak, ia berusaha melawan orc tersebut dengan mengambil pedang yang ia bawa, namun usahanya tersebut terlambat, orc lebih dulu menangkap dan memakan si prajurit hidup-hidup.


"wwhhaaaaaa..... wwhhaaaaaa.... tolong aku"


teriaknya berusaha meminta bantuan dari kelompoknya.


mendengar teriakan tersebut Bannet meminta anak buahnya untuk waspada dan membentuk formasi lingkaran yang mengelilingi dirinya dan juga Ellise.


tak berselang lama, orc pun mulai bermunculan, seperti dari batu, pohon, semak-semak bahkan gundukan tanah.


Bannet dan anak buahnya bahkan tak menyadari bahwa batu-batu dan benda lain yang mereka lewati sedari awal merupakan jelmaan Orc.


orc mulai maju, dalam pengelihatan matanya Bannet dan anak buahnya merupakan hidangan yang lezat sehingga ia ingin cepat-cepat untuk memakan semuanya.


Bannet memberikan aba-aba, anak buahnya kemudian mengeluarkan busur panah juga anak panah dan membentangkannya di depan tubuh mereka masing-masing, dengan posisi siap melepaskan anak panah tersebut.


tanpa berlama-lama Bannet memberikan kode dengan mengangkat tangan kanannya ke atas lalu mengayunkannya ke depan seolah memberi kode untuk menyerang orc yang ada di hadapan mereka.


"ttccss... tcccss... tccss... "


anak pajak menghujami para Orc, beberapa anak pajak berhasil melesat dan menusuk para orc namun kebanyakan meleset dan para orc berhasil menghindari serangan tersebut.


penyebabnya utama kegagalan serangan adalah kulit orc yang begitu tebal sehingga tidak bisa di tembus oleh anak panah.


Bannet kemudian mengganti strategi, ia memberi tanda agar anak buahnya menyerang menggunakan pedang.


tak berlama-lama, anak buah Bannet secara bersamaan menyerang orc.


tak berdaya, serangan tersebut gagal lagi karena orc memiliki kekuatan yang besar sehingga menyebabkan sebagian anak buah Bannet terluka.


Ellise dan David tak bisa diam saja melihat anak buah Bannet yang terus berguguran, mereka akhirnya ikut terjun melawan orc.


David dengan gesit menebas orc yang mencoba menyerangnya, sedangkan Ellise menggunakan keahliannya dalam mengayunkan ke dua pedangnya.


gerakan lincah dan menyerang tanpa ragu merupakan ciri khas pertarungan Ellise, ia membabat habis semua orc.


saking lincahnya menyerang tanpa sadar darah para orc terciprat ke wajah cantik Ellise, ia membalikkan tubuhnya dan menyerang orc lain, tatapan matanya begitu tajam, seketika naluri membunuh Ellise muncul saat menghadapi orc.


Bannet yang menghalau serangan secara tak sengaja melihat kebuasan Ellise, ia sedikit takjub melihat tatapan matanya, tatapan tak biasa yang tidak di miliki oleh orang biasa.

__ADS_1


Bannet menduga mungkin ini adalah efek yang dimunculkan oleh tanda di bahu Ellise sehingga kali ini bannet berhati-hati dalam menilai kemampuan Ellise ketika menghabisi lawannya.


Ellise begitu kejam di mata Bannet hingga membuatnya ingin lebih lama untuk menahan Ellise, pikiran culas muncul dalam benaknya, ia akan menahan Ellise dengan cara mengancam keselamatan kakaknya.


__ADS_2