
ellise berjalan mendekati putra mahkota ron dan duke argyll, ia bersama allen berniat untuk memberi salam terlebih dahulu kemudian menikmati jamuan yang tersedia di pesta.
"salam hormat untuk putra mahkota ron, semoga anda senantiasa dalam lindungan dewi"
ellise dengan sopan dan lemah lembut menyapa dan ron pun segera membalas salam tersebut, lalu setelahnya giliran ellise memberi salam pada duke argyll yang juga segera di balas salam kembali olehnya.
suasana nya terasa canggung mengingat hubungan duke argyll dan allen yang tak kunjung membaik meskipun masalah diantara keduanya telah lama berlalu, tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulut untuk membuka percakapan, mereka hanya saling melirik dan sesekali membuang muka.
tak ingin berlama-lama dalam suana canggung membuat ron menawarkan diri untuk mengajak ellise berkeliling melihat ruangan tempat pesta diadakan,
"aku rasa ini baru pertama kali nona ellise datang kesini untuk itu aku bersedia mengantar nona..."
sambil mengulurkan tangan namun segera di tangkis turun oleh allen seolah tak mengijinkan ron mengajak ellise pergi.
'tak'
"awww"
ron merasa kesakitan dengan tangkisan tangan allen
"ajaklah wanita lain"
seru allen dengan sinis melirik ke arah ron
ellise merasa tak enak hati atas keoverprotektifan allen terhadap dirinya, ia hanya tersenyum canggung melihat tingkah kakaknya antara ia harus menurut pada allen namun di sisi lain ia harus menepati janjinya pada raja untuk berdansa dengan ron agar bisa memuluskan rencananya.
benar-benar situasi yang tak menguntungkan bagi ellise, ia sesekali melirik duke argyll yang terlihat cuek padanya, tak biasanya ia bersikap seperti ini lalu iapun tersadar bahwa dihadapannya sedang berdiri allen yang terus menjaga tanpa membiarkan seorang pun mendekati ellise.
menghela nafas panjang, hanya itulah yang bisa ia lakukan ketika berada di tengah-tengah situasi canggung saat itu, beruntung putri iris menghampirinya segera setelah menyadari bahwa ellise sedang dalam situasi sulit.
kali ini giliran allen yang merasa canggung atas kedatangan putri iris, ia pun segera memberi salam lantas melihat ke arah ron juga duke argyll, putri iris sedang mencerna kode macam apa yang sedang di kirimkan oleh ron dan duke argyll padanya.
"ellise bukankah kita harus bertemu dengan david"
seru duke argyll mencoba mengajak ellise pergi, dengan lantang ellise pun menjawab
"benar aku ingin segera bertemu dengan david"
"elli..."
"ada yang ingin saya bicarakan dengan tuan allen"
putri iris terang-terangan mencegah allen merusak debut ellise malam ini, ia sengaja membuat ellise pergi agar lebih mengenal pergaulan kelas atas dan ia percaya bahwa duke argyll dapat membantunya.
sedangkan allen tak dapat menolak kepentingan putri iris karena bisa di anggap tidak sopan terhadap putri raja karena itulah ia pun pergi mengikuti putri iris.
setelah berhasil melepaskan diri dari allen kini ellise merasa sedikit lega, david hanyalah alasan baginya agar bisa segera pergi dan ia begitu berterimakasih pada duke argyll atas bantuan yang ia berikan, karena ada urusan ellise pun berpamitan untuk pergi ke toilet pada duke argyll.
sesampainya di toilet ellise segera masuk dan mendapati aciel sudah berada di dalamnya, tapi aciel sudah berubah menjadi seorang wanita cantik yang tak ia kenali sebelumnya,
"waahhh cantik banget, hidung mu, mata mu, kulit mu bahkan garis rahang mu pun terlihat tidak ada tandingannya"
ucap ellise spontan sambil mengacungkan jempol terhadap kekuatan merubah wujud milik aciel.
"kau bercanda ya! sudah jelas-jelas aku berubah menjadi dirimu"
seru aciel mengolok pujian ellise
"benarkah? aku tidak menyangka kalau punya wajah cantik seperti ini, waah gila... gilaa.. gilaa"
ucapnya masih memuji wujud aciel yang sempurna,
"hentikan dan cepatlah berganti pakaian, selain itu jelaskan apa yang harus ku lakukan"
"berbaliklah aku harus berganti baju"
__ADS_1
ucap ellise menyuruh aciel agar tak melihatnya saat sedang berganti baju, ia pun segera menjelaskan apa yang harus di lakukan aciel
"sebentar lagi dansa akan dilaksanakan, yang harus kau lakukan adalah berdansa dengan putra mahkota, ingat putra mahkota, dia adalah orang yang paling menarik di pesta ini, lalu kau harus menghindari seorang rubah bernama lucia kabarnya dia adalah primadona dan primadona sudah pasti cantik.. lalu jangan terlalu banyak mecari perhatian, kau mengerti kan, aku tidak ingin terlihat mencolok"
dalam penjelasannya ellise berulangkali menegaskan poin fisik seperti orang yang menarik, cantik dan tampan tidak ada spesifikasi lain seperti warna rambut atau nama orang tersebut, lalu bodohnya aciel hanya menganggukkan kepala seolah paham dan mengerti apa yang harus ia lakukan bahkan aciel sempat membayangkan pria menarik, wanita cantik dalam benaknya sendiri yang berbeda jauh dari apa yang di maksud ellise.
"kenapa perasaan ku tidak enak ya"
gumam ellise tak yakin akan kemampuan menyerap informasi aciel
"tenanglah, aku sudah lama malang melintang di dunia penyamaran"
aciel mencoba menenagkan ellise dan sedikit membanggakan kemampuannya
"jangan lupa ubah suara mu juga, aahhh selesai juga, bagaimana aku keren kan"
seru ellise sambil menunjukkan pakaian kesatria baru yang ia dapat dari duke argyll pada aciel.
"eheemm.. ehemmm.. wahhh kau terlihat keren"
suara aciel kini berubah persis seperti suara ellise, bahkan nada biacara dan gesture nya pun sama persis dengan ellise
"ingat, hanya 30 menit aku tidak bisa lebih dari itu"
imbuh aciel memperingati ellise
"iya iya aku mengerti, aku pergi dulu sampai berjuma 30 menit lagi disini"
sambil memakai cadar tipis transparan untuk menutupi sebagian wajahnya, ia pun segera keluar diam-diam melalui fentilasi kecil.
segera setelah ellise pergi aciel pun keluar untuk menggantikan tugas sementara ellise di pesta dansa, tak lupa ia juga mengunci pintu kamar mandi dengan kekuatannya sendiri agar tak bisa di buka orang lain, mengingat pakaian ellise berada di dalam.
pesta dansa pun akan segera di mulai, kini sudah saatnya bagi para gadis yang akan memulai debutnya untuk memperkenalkan diri di hadapan putra mahkota dan pria-pria penerus gelar keluarga yang menghadiri pesta tersebut.
"tenanglah, putri iris adalah gadis yang paling bersinar malam ini"
ucapan putri iris membuat hati allen sedikit lega, ia bahkan tersenyum setelah mendengarnya.
seperti yang di ucapkan oleh putri iris, malam ini ellise terlihat begitu bersinar dibandingkan dengan gadis lain seusianya malam ini, banyak dari pria penerus gelar bangsawan memperhatikan pesona yang di pancarkan ellise apalagi sosok ellise masih tampak asing bagi mereka.
sejujurnya kebanyakn dari mereka tak pernah bertemu secara langsung dengan ellise sehingga muncul dugaan bahwa ellise lah yang akan menjadi gadis paling beruntung berdansa dengan putra mahkota, pesona ellise pun dapat di pandang sebagai sesuatu yang negatif bagi gadis lain karena mereka menganggap ellise sebagai saingan terberat mereka, bahkan tak jarang dari mereka yang melirik ellise dengan sinis.
pada dasarnya yang tengah mereka bicarakan adalah ellise pengganti alias aciel sehingga ini menjadi momentum bagi aciel untuk menunjukkan bahwa ellise lah yang layak berdansa dengan putra mahkota, aciel sangat membenci tatapan sinis gadis-gadis terhadap ellie sehingga ia pun sengaja tebar pesona kesana kemari agar mendapat perhatian lebih namun masih dalam batasan yang wajar.
kini tiba giliran ellise memperkenalkan diri di hadapan semua orang,
"perkenalkan nama hamba Ellise Marry Collins, putri bangsawan collins"
dengan anggunnya memperkenalkan diri yang membuat hadirin terutama pria sumringah setelah mengetahui nama gadis yang bersinar di mata mereka.
pada waktu yang sama ellise asli sedang melaksanakan misi pribadi yang sudah lama ia rencanakan yaitu mencuri gulungan titah raja yang berisikan tentang penempatan dirinya di pasuka khusus, bukan tanpa alsan ellise melakukannya karena takut undangan tersebut akan sampai di tangan allen terlebih dahulu di banding dirinya karena itulah malam ini ia harus berhasil mendapatkan gulungan tersebut.
ia sangat takut bila allen tak mengijinkannya bergabung dan sementara waktu ellise berencana mengikuti latihan diam-diam tanpa sepengetahuan allen dan baru akan memberitahukan bila waktunya sudah tepat.
sebelumnya ellise berada di perpustakaan pribadi keluarga collins bersama aciel dan beruntung ia menemukan denah lokasi tata letak kerajaan di sana, meskipun denah tersebut terbilang cukup tua namun ellise bisa mengira-ngira ia harus pergi kemana agar bisa mengambil gulungan yang ia cari dan seharusnya gulungan tersebut saat ini sudah siap di distribusikan oleh bagian humas kerajaan karena itulah ellise bergerak menuju kesana.
pengamanan di sekitar biro humas kerajaan terlihat lengang, mungkin di karenakan malam hari dan bersamaan dengan diadakannya pesta sehingga penjagaan di area tersebut di kurangi dan berfokus pada hall utama kerajaan.
nasib baik bagi ellise karena ini kesempatan baginya untuk menyusup, meskipun baru pertama kali namun ellise sangat berhati-hati dengan langkahnya, ia juga sangat pandai memilih titik-titik persembunyian saat ada penjaga lewat.
kini ia pun telah sampai di dalam gudang biro humas kerajaan, ruangan tersebut cukup gelap namun masih bisa melihat bila dari jarak dekat, tapi celakanya setelah mengamati sekeliling ada begitu banyak dokumen menumpuk yang belum tersortir dengan benar, ellise merasa sedikit pesimis usahanya akan berhasil namun ia tetap mencoba untuk mencari gulungan titah yang ingin ia ambil.
'bagaikan mencari jarum diantara rumpukan jerami'
begitulah pribahasa mengatakan, hal yang ellise ingat dalam benaknya dengan rasa sedikit kesal juga karena ia tak begitu pandai membaca huruf latin kuno.
__ADS_1
'membingungkan'
gumamnya dalam hati sambil terus mencari gulungan titah raja untuk dirinya, semakin lama mencari semakin membuat ellise kesal di tambah emosinya sedang dalam tahap tidak stabil, setelah lima belas menit mencari ellise pun duduk sebentar merasakan perutnya yang sakit karena datang bulan, ia sedikit mengeluarkan keringat karena kelelahan, ellise pun iseng membuka sebuah gulungan yang berada di belakangnya dan tanpa disangka-sangka ia malah menemukan gulungan yang ia cari tepat di belakangnya.
"ketemu"
serunya spontan sambil berdiri mengangkat gulungan tersebut di tangan kanannya, ia pun sedikit melompat-lompat kegirangan saking senangnya karena mendapatkan apa yang ia mau, ellise pun meletakkan gulungan pada kantong di pinggangnya dan segera setelahnya ia bergegas kembali menuju pesta dansa karena waktu yang dijanjikan aciel akan habis sebentar lagi.
perjalanan kembali menuju hall pada awalnya aman-aman saja sampai rintikan hujan turun perlahan dan mulai membasahi jalan hingga membuatnya sedikit licin,
'gawat'
gumam ellise mengeluhkan turunya hujan yang mulai membasahi sebagian rambutnya, jika terus demikian akan sulit baginya untuk kembali ke pesta dalam keadaan rambut kering tetapi bila ia berhenti maka ia bisa saja terlambat dan aciel akan tertangkap basah telah menipu allen, hal yang benar-benar tak ingin ellise alami saat ini karena itulah ia mempercepat langkahnya melalui atap satu ke atap yang lalin, lalu turun ke balkon satu dan berpindah ke balkon yang lain, hingga sampailah pada titik ia harus mencari jalur yang lebih rendah dan teduh, saat akan melompat turun pijakan kaki nya kurang kuat membuatnya terpleset dan ellise pun tak dapat menjaga keseimbangan lalu membuatnya jatuh tersungkur.
'dduukkk'
suaranya lumayan keras
"aww..."
sedikit merintih pelan menahan sakit pada bagian pinggang, karena jatuh yang mendadak membuat ellise belum bisa berdiri namun ia terus berusaha menguatkan kakinya agar bisa segera kembali ke pesta sebelum terlambat, tubuhnya kini mulai basah kuyup oleh hujan.
tak di sangka suara yang dihasilkan dari jatuhnya ellise memancing seseorang untuk mendekat, dia adalah hyde yang berdiri tepat di hadapannya,
"penyusup ya?!"
ellise yang sedang dalam posisi setengah berdiri pun mematung, ia tak berani menoleh dan sedang mengatur nafasnya pelan agar tak salah mengambil tindakan
"benar kau pasti penyusup"
hyde kembali menegaskan tentan status ellise di matanya, bukannya melawan ellise malah bersiap melakukan ancang-ancang dan berusaha untuk berlari sekuat tenaga.
tapi belum sempat melangkah hyde sudah berada di hadapannya dan menodongkan sebilah pedang tepat di hadapan mata ellise.
tak ada gunanya mengelak, ia sedang terpojok dan satu satunya pilihan hanyalah melawan meskipun ellise sendiri tak memiliki persiapan dengan senjata kecuali hanya belati kecil yang terselip di saku kaki nya, ia pun dengan lincah menghindari hunusan pedang hyde memukul pergelangan tangan, bergerak mendekat, ellise menggunakan seni bela diri campuran tanpa sadar gerakannya telah mengacaukan konsentrasi hyde dan membuat keadaannya berbalik sekarang, ellise berhasil mengunci hyde dari belakang menghunuskan belati miliknya sedangkan pedang hyde sebelumnya telah terjatuh karena pukulan tangan ellise.
hyde terpecah konsentrasinya karena tak sengaja menghirup aroma wangi yang keluar dari tubuh lawannya itu bahkan sontak membuatnya sedikit melirik berusaha melihat wajah seseorang yang berhasil membuatnya tunduk.
bola mata yang tak begitu besar dengan tatapan mata yang tajam namun mengambarkan keanggunan, meskipun sebagian wajahnya tertutup dengan cadar tipis namun hyde bisa mengenali ada hidung dan bibir kecil di baliknya.
'seorang perempuan'
gumamnya terkejut setelah sekilas melirik ke arah belakang.
"baiklah lepaskan aku, aku tidak akan menghalangi mu"
hyde berusaha memberikan penawaran, bukannya melepas ellise malah semakin kuat mengunci hyde.
"aku berjanji, janji ku sebagai seorang kesatria, jadi lepaskan aku"
kembali memberikan penawaran agar ia bisa segera lepas dari kuncian yang mencengkramnya erat
bagi ellise tak ada alasan juga untuk menahan si pria lama-lama, ia pun melepas kunciannya dengan sedikit mendorong agar si pria jatuh dan ellise pun sedikit menjauhi si pria sebelum ia berbalik menghadap ke arah ellise.
tak seperti yang di bayangkan si pria malah menarik tangan ellise dan berusaha menyingkap cadarnya namun beruntung ellise berhasil menepis dan melepaskan diri dari tangan yang mencengkram lalu menjauh.
dari ekspresi wajah sudah terlihat bahwa ellise kesal karena telah dipermainkan, namun si pria hanya tersenyum simpul atas usaha pertahanan diri yang baik dari lawannya tersebut.
ellise pun tersadar bahwa ia harus bergegas pergi karena waktu aciel sudah habis, ia segera meninggalkan si pria yang berusaha menghalangi jalannya.
hal menarik bagi hyde malam ini bisa bertemu dengan seorang tak biasa karena dengan tubuh mungilnya itu si penyusup bisa mengunci dan menahan pergerakan hyde, ia menduga bahwa si penyusup kecil bukanlah orang sembarangan.
saat akan pergi hyde tak sengaja menendang sesuatu, setelah di amati benda itu merupakan gulungan dan terdapat noda darah disekitarnya, ia pun melihat-lihat sekeliling dan menemukan ada jejak darah di tempat si penyusup kecil tadi berdiri lantas hyde pun menduga mungkin saja penyusup kecil sedang terluka.
namun ia tak berkeinginan untuk mengejar ataupun mengembalikan gulungan dan lebih memilih masuk kembali ke dalam mansion tempat ia beristirahat, benar bahwa ellise tadi berada di mansion tempat utusan negara suci tinggal namun beruntung hanya hyde yang sedang berada di sana.
__ADS_1