
bentuknya menyerupai semak berduri namun memiliki wajah di bagian depan, ia tersenyum hangat pada Ellise.
"astaga! kau mengagetkan ku saja"
ucap Ellise sambil memegangi dada dan nafasnya tersengal
"kami sudah menunggu anda begitu lamanya"
ucap si peri pohon, Ellise nafasnya masih saja tersengal, ia pun duduk dan berusaha mengatur nafas nya.
"jadi kenapa kau bisa.. maaf maksudku anda siapa?"
tanya Ellise sambil mengatur nafas nya
"perkenalkan hamba adalah peri penjaga hutan Thorn, anda sudah mencapai ujung dari hutan ini"
ucap si peri memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan posisi Ellise sekarang.
"peri? lalu apakah Orc yang sebelumnya juga..?"
Ellise kembali bertanya akan rasa penasarannya
"orc yang anda temui sebelum nya adalah pemimpin disana yang bertugas memberitahu perjalanan yang akan anda lalui sampai ke gunung Etna"
imbuh si peri menjelaskan kembali
"lalu apakah setelah ini aku akan..."
"benar nona, setelah keluar dari hutan Thorn anda akan langsung sampai di pendakian awal gunung Etna, silahkan hamba akan menunjukkan jalannya"
sambil mempersilahkan Ellise untuk berjalan, Ellise masih saja penasaran dengan rute menuju gungung Etna, ia sebenarnya ingin bertanya namun ragu untuk mengatakannya.
"jika ada yang ingin anda tanyakan silahkan bertanya nona.."
ucap si peri membuka percakapan kembali.
"ah itu, apakah benar tak ada orang yang dapat lewat di hutan orc kecuali aku?"
tanya Ellise pelan
"benar nona, lebih tepatnya orang yang tak membawa senjata dapat melewati hutan ini dengan mudah."
jelas si peri pada Ellise
"apa? jadi bila ada kesatria yang lewat dengan menggunakan senjata maka ia akan terjebak begitu? namun jika kesatria tak membawa senjata maka ia akan bisa lewat seperti aku saat ini?"
"benar nona, sebenarnya kami sangat tak suka dengan perusak. mereka yang berusaha lewat wilayah hamba akan memotong tumbuhan berduri dengan menggunakan pedang, lalu untuk pertanyaan yang kedua sebenarnya tak semua orang dapat lewat, karena ada beberapa orang memiliki niat buruk dan ingin mendapatkan the glory of ten powers untuk niat jahat. karena itulah seseorang yang memiliki hati yang suci dan mendapat tanda dari dewa akan berhasil melewati rute menuju gunung Etna, kurang lebih seperti itu"
penjelas si peri membuat Ellise terdiam, ia paham mengapa kawanan Bannet sebelumnya banyak yang gugur dan Bannet sendiri tenggelam di kejadian sebelumnya.
"kita sudah sampai"
ucap si peri pada Ellise, Ellise pun keluar dari hutan, ia melihat sebuah gunung besar nan gagah berada tepat di hadapannya, kurang lebih 5km lagi Ellise dapat mencapai titik pendakian.
__ADS_1
sebelum pergi Ellise pun menoleh, ia tak lupa untuk mengucapkan terimakasih pada sang peri namun peri telah menghilang dan jalur yang ia lewati sebelumnya telah tertutup lagi.
tak ingin berhutang kata terimakasih Ellise pun spontan berteriak
"terimakasih peri pohon!!"
serunya dengan lantang.
Ellise lalu melanjutkan perjalanan sendiri menuju titik pendakian.
(jalur permulaan black forest)
Allen, putra mahkota Ron beserta prajurit telah sampai di pintu masuk black forest.
hutan yang sunyi, terlihat gelap dan tak berpenghuni.
mereka berhenti sejenak sambil mengawasi,
"apakah benar ini hutannya?"
tanya Allen pada Albert
"benar tuan, tapi sekali masuk kita tak dapat kembali, begitulah yang diucapkan salah seorang penyihir terkuat di The Great Wales"
jelas Albert pada Allen"
"lalu bagaimana cara kita ke gunung Etna?"
"sebenarnya ada jalur mengitari rute utama namun jaraknya sangat jauh"
imbuh Albert menjelaskan kembali
"sejauh apa jalur itu?"
"3x lipat bila melalui jalur utama, namun hamba sarankan kita melalui jalur memutar"
"3x katamu? lalu bagaimana dengan Ellise?!"
seru Allen yang emosi mendengar saran dari Albert, Ron pun mendekat dan menenangkan Allen
"tenanglah, aku juga pernah mendengar bahwa manusia biasa tak dapat melewati jalur itu kecuali kesatria yang memiliki tanda dari dewa, benar yang di katakan Albert sekali masuk kita tak akan dapat keluar"
mendengar ucapan Ron Allen pun tak dapat berbicara banyak, ia terdiam dan masih saja egois memikirkan Ellise.
tak berselang lama burung pengawas yang dikirim Ron beberapa hari yang lalu datang, ia terbang menuju Ron dan Ron pun merentangkan tangannya, si burung pengawas berhenti tepat di atas tangan Ron.
burung tersebut merupakan jenis burung elang yang telah disempurnakan dengan kekuatan sihir sehingga ia dapat berbicara pada tuan pemilik.
Ron pun mendekatkan telinganya pada burung elang pengawas miliknya, matanya tiba-tiba terbelalak mendengar laporan dari peliharaan nya tersebut.
"kabar baik sekaligus buruk"
__ADS_1
ucapan Ron membuat semua orang terfokus pada dirinya.
"kabar baik Bannet dan anak buahnya tenggelam di danau namia, lalu Ellise dan seorang temannya berhasil selamat. kabar buruknya adalah kini Ellise telah berhasil melewati hutan Thorn dan bersiap menuju jalur pendakian gunung Etna yang artinya tak banyak waktu lagi bagi kita untuk mencegah Ellise masuk ke dalam"
mendengar Ron berbicara membuat Allen lega namun sekaligus khawatir, adiknya yang tak tau apa-apa mengenai The glory of ten powers kini harus berhadapan dengan benda asing yang kekuatannya maha dahsyat.
"tapi.. sepertinya Ellise tak akan langsung mendaki gunung Etna karena ia sedang menunggu temannya datang. sepertinya mereka sengaja berpisah karena teman nya tak dapat lewat sehingga ia mengambil jalan memutar sedangkan Ellise melalui hutan Thorn sendirian dan lebih cepat sampai"
imbuh Ron yang membuat Allen bisa sedikit bernafas lega.
"kalau begitu kita harus segera berangkat"
ucap Allen yang di sambut anggukan oleh Ron dan juga Albert.
rombongan pun segera berangkat melewati jalur memutar dengan kecepatan penuh agar dapat mencegah Ellise untuk masuk.
diam-diam kedua prajurit khusus yang dibayar oleh Duke mengirimkan pesan mengenai keadaan David dan situasi pergerakan Allen.
Duke yang tak lama menerima surat yang dikirim melalui burung pos pun bergegas menuju gunung Etna setelah mengetahui bahwa David dalam keadaan selamat.
Duke menggunakan cara yang licik, ia berniat berangkat menggunakan gate (sebuah pintu sihir yang dengan cepat menghantarkan seseorang dmke tempat yang ia tuju).
untuk menggunakan gate seseorang haruslah memiliki kekuatan sihir tingkat tinggi, keluarga Duke terkenal memiliki koneksi dengan beberapa penyihir sakti sehingga mudah baginya untuk menggunakan gate tersebut.
hari itu juga Duke memutuskan untuk berangkat bersama beberapa prajurit agar bisa segera membawa David pulang.
hari menjelang malam, seperti yang telah di janjikan Ellise akan menunggu David sebelum ia mendaki gunung Etna.
karena tak memiliki senjata dan juga pencahayaan yang memadai, Ellise pun mencoba mengumpulkan kayu kering di sekitarnya dan mencoba untuk membuat api unggun.
pertama kali bagi Ellise untuk membuat api unggun tanpa korek api, awalnya ia mencoba membuat menggunakan percikan batu namun gagal, yang kedua ia mencoba menggosokkan kayu kering dengan kayu kering lainnya namun juga gagal.
Ellise hanya mengingat pelajaran dasar Pramuka namun tak dapat benar-benar mempraktikkan nya.
kini hari benar-benar telah gelap, tak ada pencahayaan sama sekali kecuali kunang-kunang yang mulai bermunculan juga bintang malam yang terlihat begitu jelasnya menghiasi langit.
disana di bawah pohon besar Ellise duduk sendiri, ia termenung menatap sekitar menikmati keindahan malam yang sebelumnya tak pernah ia temui ketika berada di kotanya dulu.
sejenak ia terbawa emosi, mengingat kejadian masa lalunya sebelum ia datang ke Neverland tanpa tahu jati diri yang sesungguhnya.
'ccllliinngg... zzraaaaaaaasshhhhhh'
sebuah cahaya menyilaukan mata muncul tak jauh dari tempat Ellise duduk.
ia berusaha menjaga mata agar tetap terbuka, meskipun silau Ellise menatap ke arah cahaya tersebut dan melihat samar-samar seperti ada sebuah pintu besar yang berada di hadapannya.
pelan-pelan cahaya itu mulai meredup dan beberapa orang keluar dari dalam pintu tersebut, berjalan mendekat pada Ellise.
sadar akan kehadiran orang asing sontak membuat Ellise pun berdiri menatap ke arah pintu tersebut.
seseorang yang terlihat seperti pemimpin kelompok berjalan paling depan begitu gagahnya, namun wajahnya tak terlihat karena begitu gelap.
__ADS_1
"siapa kau?!"
tanya Ellise mencoba memastikan identitas si pria