ELLISE

ELLISE
Pencarian


__ADS_3

(di black forest)


sekumpulan orang asing datang secara bergerombol memasuki hutan tersebut seperti sedang mencari sesuatu.


"hamba menemukan penjaga hutan tuan, dia ada di sebelah sana tuan Hyde"


ucap seorang prajurit pada pemimpin kelompok pada saat itu.


dia adalah Hyde Carrington seorang panglima besar perwakilan dari negara Suci, Hyde menjadi satu-satunya keturunan dari suku kamoga yang masih hidup hingga sekarang.


suku kamoga mempunyai ciri fisik yang berbeda dari kebanyakan orang dimana keturunan asli memiliki warna rambut putih ke abu-abuan dengan berkat spesial yaitu umur panjang.


dalam hal fisik suku kamoga dapat diibaratkan sebagai seekor serigala, hal ini terbukti bahwa suku kamoga memiliki insting yang tajam dan dapat melacak cepat musuh yang sedang ia incar.


dahulu suku kamoga mendiami wilayah Ives, namun wilayah tersebut telah tenggelam dan hilang akibat benda suci atau pasak bumi milik suku kamoga yang di curi dan dijadikan sebagai salah satu bahan pembuatan pedang The Glory of ten powers.


saat bencana terjadi usia Hyde masih 8 tahun, entah kenapa ia satu satunya yang berhasil selamat dari bencana tersebut dan berhasil diselamatkan oleh seseorang dari negara Suci dan kini ia telah menjadi bagian penting dari negara Suci yang selalu mengemban tugas penting termasuk menjaga pedang The Glory of ten powers.


usianya memang tak lagi muda, namun fisiknya masih terlihat layaknya pria 25 tahun, hal tersebut merupakan bagian dari berkat sejak lahir yang hanya dimiliki oleh suku kamoga.


* * *


Hyde pun mendengarkan dengan seksama penjelasan dari salah satu penjaga black forest mengenai seseorang utusan dewa yang telah muncul.


penjaga hutan menyarankan Hyde untuk tidak pergi menuju gunung Etna karena jalur kesana telah tertutup akibat ketidakhadiran pedang The Glory of ten powers yang artinya pedang tersebut telah tercabut dari tempatnya.


mendengar penjelasan dari sang penjaga hutan tentu saja Hyde percaya dan menuruti nasehatnya, apalagi ia tahu benar bahwa jalur menuju gunung Etna hanya bisa di lalui bila ia bersama dengan orang pilihan dewa.


untuk memastikan bahwa orang yang dimaksud penjaga hutan benar merupakan orang pilihan dewa, Hyde pun memutuskan untuk pergi menuju danau suci dan memeriksa mantra yang tertinggal disana, ia lantas segera berpamitan dengan menundukkan kepala dan di sambut dengan anggukan oleh penjaga hutan.


Hyde pun berjalan kembali menuju kuda lalu memimpin perjalanan bersama anak buahnya menuju danau suci.


* * *


empat hari berlalu, Ellise belum juga sadarkan diri padahal tanda telah menyatu sebelum Allen membawa Ellise kembali ke rumah.


Allen yang khawatir terhadap kondisi Ellise pun berulang kali memanggil dokter untuk memeriksa namun jawaban dokter masih sama,


"nona Ellise sedang mengalami tidur panjang seperti seekor beruang pada musim tertentu, tak lama lagi nona Ellise akan sadar, tuan Allen tidak perlu khawatir"


ucap dokter menenangkan Allen.


keesokan harinya seperti biasa qsetelah melihat keadaan Ellise ia segera kembali ke ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaan nya sebagai kepala keluarga Collins, ia begitu serius dan juga fokus terhadap apa yang ada dihadapannya hingga ia tak mendengar Albert berbicara.


"tuan, tuan Allen"


ucap Albert mencoba menyadarkan Allen dari keseriusan nya.


"tuan Allen!"


seru Albert yang membuat Allen spontan menoleh


"tak perlu berteriak aku mendengar nya"

__ADS_1


jawab Allen yang seolah tak senang dengan cara Albert memanggil dirinya.


dengan rasa sedikit tak enak sekaligus sebal dengan respon Allen, Albert pun kembali berbicara,


"nona Ellise sudah siuman sekarang dokter..."


tanpa mendengar penjelasan Albert hingga selesai Allen pun sontak berdiri dan berjalan menuju kamar Ellise, yang jelas perasaan haru sekaligus senang karena Ellise telah sadarkan diri.


melihat prilaku spontan Allen tentu saja membuat Albert menghela nafas sekaligus menggelengkan kepala,


"dunia tuan sudah berubah semenjak nona Ellise kembali"


gumamnya yang turut serta berjalan mengikuti Allen menuju kamar Ellise.


di dalam kamar Ellise tampak seorang dokter tengah mulai untuk memeriksa Ellise, dari luar kamar tampak Allen yang masuk tergesa-gesa dan langsung mendekati Ellise.


Ellise pun menatap kakaknya, ia mengerti akan rasa khawatir yang di rasakan Allen dan mencoba membuatnya untuk berhenti mendekat karena Ellise tahu benar apa yang akan dilakukan oleh kakaknya,


"berhenti kak"


ucap Ellise sambil merentangkan kedua telapak tangannya ke depan seolah tak ingin kakaknya tersebut mendekat.


Allen pun segera berhenti dan meminta semua yang ada di dalam ruangan untuk keluar.


ia segera mendekat pada Ellise duduk di pinggiran ranjang menghadap ke arah nya lalu pelan membelai rambut Ellise sambil memeluknya erat,


"aku senang kau selamat"


ucap Allen berbisik yang terdengar begitu tulus terhadap Ellise.


"Ellise dengarkan lah"


ucap Allen kemudian perlahan menyingkap lengan baju Ellise dan melanjutkan ucapannya,


"tanda ini adalah sebuah malapetaka karena itu berjanjilah pada ku untuk menutupnya sampai aku menemukan solusi agar tanda ini bisa hilang"


Ellise sepontan mengangguk dan tak begitu penasaran dengan alasan dibaliknya, karena ia mempercayai bahwa saran dari kakaknya adalah hal yang baik untuk dirinya, ia teringat kejadian saat terpisah dengan Allen adalah dikarenakan Ellise tak meminta izin pada Allen sebelumnya hingga ia harus terseret pada sebuah perjalanan panjang dan mungkin akan ada masalah rumit dimasa depan.


Ellise spontan memeluk erat kakaknya, tubuhnya gemetar hebat mengingat kejadian yang telah ia alami, ia ingin menangis namun tak bisa dan Allen pun segera membalas pelukan Ellise lalu mengelus pelan rambut panjangnya agar Ellise merasa tenang.


beberapa hari pasca Ellise sadar ia tak banyak berbicara dan lebih cenderung menjadi pendiam, Allen pernah tak sengaja melihat ketika Ellise duduk di taman sedang memandangi tangannya melihat tanda yang begitu jelas lalu ketika pelayan lewat ia segera menutupnya.


hal itu tentu saja membuat Allen merasa sedih, Ellise menjadi berubah setelah kembali dari gunung Etna.


kekhawatiran Allen tentu saja membuat Albert mencetuskan sebuah ide, ia segera mendekat pada Allen dan berbisik, bisikan Albert membuatnya sontak menoleh dengan mata terbelalak yang di respon dengan senyuman oleh Albert,


"bagaimana bisa kau mengatakan hal tersebut"


ucap Allen yang sedikit terkejut dan merasa tak senang.


"hamba rasa ini adalah satu satunya hal yang akan membuat nona Ellise senang"


jawab Albert yang yakin akan idenya tersebut, Allen pun memegangi dahinya, ia berpikir sejenak lalu memutuskan,

__ADS_1


"ya baiklah aku percaya pada mu"


gumam Allen yang setuju dengan ide Albert yang disambut senyuman oleh Albert, ia pun bergegas pergi.


* * *


di taman Ellise masih saja melamun, ia menikmati secangkir teh hangat sembari melihat taman di halaman belakang rumah.


taman favorit Ellise ketika ia pertama kali datang ke rumah keluarga Collins, suasana yang nyaman membuat Ellise merasa tenang meskipun ia hanya sendirian saja.


"Ellise!"


suara keras yang memecah keheningan


"Ellise"


suara itu kembali terdengar, ia lantas menoleh dan mendapati David sedang melambaikan tangan ke arahnya.


"David"


gumam Ellise yang sontak berdiri kemudian dari arah yang berlawanan David mendekati Ellise lalu memeluknya.


"aku senang kau sudah siuman"


ucap David yang tentu saja merespon pelukan David dengan nyaman, setelah di rasa cukup keduanya pun segera duduk dan saling bertatapan kemudian mulailah perbincangan diantara keduanya yang tentu saja disambut gelak tawa oleh Ellise, entah kenapa Ellise seketika berubah menjadi lebih ceria ketika bertemu David.


* * *


(di dana suci)


segera setelah sampai Hyde carrington membuka tabir penutup danau suci dengan cekatan hanya dengan mengayunkan tangannya seperti membentuk bulatan besar, beberapa huruf kuno pun terlihat melingkar di hadapannya dengan sorot cahaya biru yang begitu menyilaukan mata, ia menyentuh bagian tengah lalu tabir yang menutupi danau suci pun terbuka.


ia pun mendekat pada tepi danau, air yang awalnya bening kini berubah menjadi keruh menandakan bahwa mantra yang tertanam selama ratusan tahun dalam danau telah berpindah tempat pada tubuh seseorang.


ia kemudian menyentuh air tersebut untuk mendapatkan gambaran siapa yang telah menerima tugas besar dari dewa, namun ia gagal menembus untuk melihat gambaran orang yang mendapat tanda dari dewa karena seperti ada penghalang lain yang melindunginya.


ia tak lantas menyerah dan mencoba lebih berkonsentrasi agar mendapat gambaran yang sesungguhnya namun ia gagal dan tak berhasil menembus penghalang tersebut.


"Keith, "


ucap Hyde memanggil asistennya yang segera mendekat pada Hyde


"sepertinya aku tak dapat melihat siapa orangnya, ini sangat aneh seolah ada tabir penghalang yang mencegah ku untuk mengetahui lebih jauh"


jelas Hyde pada Keith


"haruskah hamba membantu anda?"


Keith mencoba menawarkan bantuan


"tidak perlu, kita kembali saja ke negara suci lalu melaporkan hal ini pada kepala pastor"


ucap Hyde memberi perintah yang langsung dilaksanakan Keith dengan meminta pasukan untuk kembali ke negara suci.

__ADS_1


'bukan si pemilik tanda dari dewa melainkan orang lain yang mencoba melindunginya, anehnya hanya orang dari negara suci yang mengerti dan bisa membuat tabir pelindung pada diri seseorang, apakah ada orang yang memiliki niat terselubung diantara kami di negara suci?'


ucap Hyde dalam hati yang mencoba menganalisis situasi hari itu dengan berjalan menuju kuda miliknya lalu menaiki dan memimpin pasukan kembali menuju negara suci.


__ADS_2