ELLISE

ELLISE
Lolos Dari Bahaya


__ADS_3

'sial!'


dalam hati Ellise bergumam, situasi yang tak menguntungkan bagi dirinya maupun bagi David.


ia dan masih bertahan berdiri di tengah-tengah saling membelakangi, Ellise menghadap ke arah hutan sedangkan David menghadap ke arah para buaya.


'tunggu'


gumam Ellise, matanya terbelalak mengerti situasi sekitar.


"mereka tak melihat ke arah kita"


ucapnya pada David


"apa maksud mu?"


tanya David yang was was merasa ketakutan dengan buaya yang semakin mendekat.


Ellise pun menoleh ke arah buaya lalu kembali melihat ke dalam hutan, hewan-hewan itu semakin mendekat dan kumpulan singa keluar dari dalam hutan.


"David mereka tidak sedang mengincar kita, ini pertarungan kelompok"


ucapan Ellise membuat David terkejut sekaligus paham, Ellise pun melanjutkan ucapnya


"dalam hitungan ke tiga kita harus lari merunduk ke arah kanan, kau mengerti?"


tanya Ellise pada David untuk memastikan bahwa David mengerti akan arahannya


"ke arah kanan mu atau kanan ku?"


tanya David menegaskan


"pokoknya ke arah kanan"


seru Ellise, David pun mengerti.


"baiklah satu.. dua.. tiga..."


keduanya pun berlari ke arah kanan masing-masing lalu meringkuk ke tanah,


"ggruuuugggg.... zzraaaaaaaasshhhhhh"


tepat setelah berlari kedua kelompok saling maju menyerang.


kini masalah arah yang di pilih oleh Ellise dan David adalah arah yang berlawanan, membuat keduanya kini terpisah dari pertarungan.


keduanya masih berjalan merangkak menjauh dari kedua kelompok yang bertarung, sadar bahwa masing-masing terpisah baik Ellise dan David kini berjalan perlahan menuju ke dalam hutan untuk mencari titik temu agar dapat pergi bersama lagi.


tak seperti David yang bisa langsung masuk ke hutan, Ellise yang mencoba berdiri tiba-tiba dihadang seekor singa besar.


singa tersebut seolah mengenali Ellise namun tak memiliki niatan Jahat untuk menerkam.


Ellise sendiri berada pada posisi mematung, ia ketakutan setengah mati pada singa yang berada di hadapannya itu.


singa itu kemudian mendekati Ellise dan menjilatinya seperti seekor anjing kecil yang sedang bermain dengan majikan.

__ADS_1


sontak hal tersebut membuat Ellise merespon perlakukan singa terhadap dirinya dengan mengelus-elus bulu pada wajah singa.


singa itu kemudian duduk lalu meringkuk seolah meminta Ellise untuk naik ke punggungnya, sadar akan prilaku baik tersebut Ellise pun langsung naik ke punggungnya.


"bawa aku pada teman ku"


ucap Ellise memberi perintah pada singa, dan singa itupun menuruti Ellise lalu berlari masuk ke dalam hutan untuk mencari keberadaan David.



(di the Great Wales)


terjadi sebuah rapat tertutup yang diadakan di istana bersama dengan sang Raja.


ia sedang mendengarkan dengan seksama penjelasan Allen mengenai situasi yang sedang dihadapi oleh adiknya.


mendengar penjelasan yang begitu rinci, raja pun setuju untuk memberikan bantuan pasukan tambahan dalam ekspedisi pencarian Ellise.


namun pencarian ini haruslah tertutup dan tak boleh tersebar keluar karena berkaitan dengan benda keramat di Neverland yaitu the glory of ten powers, raja khawatir jika berita tersebar maka akan banyak orang-orang serakah mencoba mengincar pedang tersebut setelah Ellise berhasil mengambil nya, tentusaja hal itu akan berakibat pada keselamatan Ellise sendiri.


Allen setuju dengan keinginan raja, Ron sebagai putra mahkota pun ikut andil dalam ekspedisi ini, pada awalnya raja tak setuju karena masih banyak hal yang harus Ron kerjakan sebagai putra mahkota, namun Ron bersikeras ingin membantu karena Allen adalah sahabat dekatnya.


raja pun luluh hati nya, ia merestui Ron bergabung dalam ekspedisi tersebut yang akan dilaksanakan esok hari.


"beristirahat lah kau pasti lelah"


ucap Ron pada Allen yang mengkhawatirkan kondisi kesehatan nya


Allen hanya menganggukkan kepala seolah setuju dan akan beristirahat seperti ucapan Ron.


keduanya berjalan, Ron memang berniat mengantar Allen sampai ke halaman depan dimana kudanya berada.


di tengah perjalanan keduanya tak sengaja berpapasan dengan putri ke 10 yaitu putri Iris, ia adalah anak dari selir ke 10 yang merupakan adik tiri Ron.


"tuan Allen"


ucap si putri yang membuat langkah Allen berhenti sejenak lalu menoleh ke arahnya.


"ini"


mengulurkan sesuatu kepada Allen, satu kotak berisikan coklat diberikan sang putri padanya yang tentunya membuat Allen bingung.


"hamba belum sempat mengucapkan terimakasih, tempo hari tuan Allen pernah menolong hamba dari gunjingan putri dan juga bangsawan lain di sebuah acara"


ucap si putri sedikit malu-malu dan menunduk, namun Allen masih bingung, ia tak bisa mengingat apapun karena pikirannya terfokus pada Ellise.


melihat sahabatnya yang semakin kebingungan membuat Ron pun berinisiatif mengakhiri suasana canggung kala itu,


"adik, tuan Allen sedang lelah, mungkin kau bisa berbicara padanya lain kali"


ucap Ron sambil memegangi pundak Allen dan mencoba membuatnya pergi dari sana.


Allen pun mengerti maksud Ron, ia buru-buru berpamitan


"senang bertemu dengan anda putri Iris, lain kali semoga kita dapat berbincang lebih lama lagi"

__ADS_1


ucapan penuh kharisma dari Allen membuat putri Iris tersipu malu lalu segera menundukkan kepala memberi hormat lalu berpamitan pergi.


lain hal dengan Ron yang merasa sedikit jijik dengan ucapan penuh kharisma Allen, ia sepontan menjulurkan lidahnya keluar tanpa sepengetahuan Allen lalu berekspresi seperti biasa.


keduanya pun melanjutkan perjalanan hingga ke halaman depan istana.



(di suatu tempat di kediaman seorang Duke)


"hamba sudah menemukannya yang mulia"


seseorang memberi laporan


"dimana dia berada?"


tanya Duke pada prajurit yang melapor


"tuan David sebelumnya telah di culik oleh kawanan Bannet lalu saat ini beliau dibawa menuju ke gunung Etna"


ucap si prajurit sedikit terbata-bata,


tak mengerti dengan penjelasan tersebut Duke pun bertanya kembali


"apa maksud mu?"


sedikit mengerutkan keningnya


"dari yang hamba dengar tuan David pergi bersama seorang wanita yang merupakan orang pilihan dewa, Bannet membawanya pergi ke gunung Etna untuk mengambil the.. the glory of ten powers, itulah yang hamba dengar yang mulia"


ucap si prajurit mengakhiri ceritanya


"braakkkkk"


Duke menggebrak meja seolah tak percaya dengan laporan tersebut, ia pun tersenyum sinis


"heh.. the glory of ten powers, Bannet bandit kurang ajar!! siapkan pasukan dan juga penyihir, kita akan pergi menyusul David"


perintah Duke pada si prajurit


"tapi yang mulia.."


ucap seorang prajurit membuat Duke merasa tak senang


"hamba mendengar bahwa tuan Allen dan juga putra mahkota akan mengadakan ekspedisi menuju gunung Etna, apakah tidak apa jika kita juga pergi?"


imbuh si prajurit yang membuat Duke kembali mengerutkan alisnya


"kau benar, kita tak bisa dengan gegabah pergi apalagi harus bertemu kedua manusia itu, kirimkan dua orang pasukan terbaik untuk menyusup kedalam ekspedisi mereka, jika David sudah di temukan lalu bawa dia pulang"


"baik yang mulia akan hamba laksanakan"


prajurit tersebut pergi melaksanakan perintah yang diberikan, Duke masih saja terdiam berpikir dengan situasi aneh barusan, ia tertarik dengan Allen dan juga putra mahkota yang akan melakukan ekspedisi.


bagaimana tidak, meskipun sama-sama tinggal di The Great Wales namun Duke sendiri sudah melakukan perang dingin dengan kubu putra mahkota dan juga Allen, bahkan ketiganya tak pernah bertegur sapa selama beberapa tahun karena sebuah masalah di masa lalu.

__ADS_1


menariknya Duke penasaran dengan hal yang sedang mereka cari, mereka tak mungkin jauh-jauh pergi ke gunung Etna sebuah gunung mitologi yang tak bisa di lalui sembarang orang, karena baik Allen maupun putra mahkota bukanlah orang yang tertarik dengan benda semacam the glory of ten powers.



__ADS_2