
Ellise kembali untuk tenang, ia mengatur nafas dan kembali menatap Bannet.
Ellise setuju dengan permintaan Bannet dengan syarat ia ingin membawa serta David, teman yang tinggal satu sel bersama Ellise.
Bannet menyanggupi keinginan Ellise karena itu bukanlah hal yang perlu di khawatirkan bahkan Bannet mengancam akan menjadikan David sebagai tawanan jika Ellise mengingkari janjinya.
setelah perundingan selesai, Bannet meminta pengawal membawa David keluar dan tali yang mengikat Ellise di lepaskan.
Ellise kembali meminta hal lain yaitu senjata untuknya melindungi diri selama perjalanan menuju ke gunung Etna.
Bannet kemudian mengajak Ellise menuju gudang persenjataan, ia mengizinkan Ellise untuk memilih senjata yang ia inginkan.
bagi Ellise kini pedang the glory of ten powers tidak lah terlalu penting, ia hanya memikirkan keselamatan kakaknya.
karena dari yang ia dengar bahwa penyihir di wilayah Neverland merupakan makhluk yang memiliki kekuatan mengerikan, Ellise takut jika si penyihir melukai Allen.
setelah selesai memilih senjata yang ia inginkan, Bannet meminta pengawal untuk mengantar Ellise ke tempat peristirahatan.
Bannet memperlakukan Ellise dengan baik dan penuh sopan santun karena Ellise merupakan kunci menuju impian terbesarnya yaitu menjadi penguasa Neverland.
* * *
sesampainya di tempat istirahat, David sudah menunggu Ellise.
ia masih kebingungan dengan apa yang telah dilakukan Ellise sehingga mereka berdua dapat terbebas, Ellise kemudian menceritakan mengenai perundingan yang ia lakukan dengan Bannet.
sebelumnya Ellise tak mengatakan apapun pada David mengenai dirinya yang telah mendapat sebuah tanda setelah ia mandi di sebuah danau karena ia masih ragu dengan tanda tersebut.
untuk itu Ellise menjelaskan secara rinci kejadian yang ia alami sebelum Bannet menangkapnya dan saat perundingan terjadi.
David ragu dan masih belum percaya dengan apa yang diceritakan oleh Ellise mengenai pedang the glory of ten powers, ketidak percayaan David atas dasar bahwa pedang tersebut merupakan sebuah legenda dan tak ada yang dapat membuktikannya.
Ellise pun pada awalnya tak percaya namun karena tanda yang tiba-tiba ia dapatkan maka mau tidak mau Ellise harus mempercayai hal tersebut.
yang membuat David semakin bingung adalah mengenai danau karena dalam legenda tak ada yang menyinggung masalah tersebut.
Ellise kembali meyakinkan David bahwa mereka harus mempercayai cerita Bannet meskipun itu hanya omong kosong karena itu adalah satu-satunya cara bagi Ellise dan David agar bisa selamat.
untuk sementara Ellise meminta David mengikuti dirinya, dan selama perjalanan nanti Ellise akan memikirkan cara bagi mereka untuk kabur dan menyelamatkan diri.
David pun setuju dengan rencana Ellise, keduanya memutuskan untuk beristirahat di ranjang masing-masing.
* * *
(3 hari kemudian, di rumah keluarga Collins)
Albert masuk ke dalam ruang kerja Allen untuk melaporkan pekerjaannya.
setelah selesai memberikan laporan, Albert membahas mengenai rusa emas yang di minta oleh Allen.
__ADS_1
setelah 3 hari mencari informasi kepada para pedagang Albert menyimpulkan bahwa rusa emas tidak dapat di temukan.
anehnya dari semua pedagang yang ia temui rata-rata mengatakan bahwa rusa emas merupakan hewan mitologi dan belum bisa dibuktikan kebenarannya hingga saat ini.
mendengar hal tersebut Allen merasa terkejut dan mengerutkan keningnya.
Albert kembali menambah bahwa ada cerita lain mengenai rusa emas, pedagang lain mendengar dari para pemburu bahwa rusa emas yang muncul di hutan merupakan jelmaan dari penyihir, dari kedua cerita tersebut menurut Albert tak ada yang bisa di terima oleh akal sehat.
mendengar ke dua versi cerita itu Allen menemukan hal aneh, namun ia tetap berusaha untuk tenang.
ia menduga bahwa mungkin saja ada orang jahat yang mengirim penyihir untuk mengincar keselamatan Ellise.
Allen masih belum bisa memastikan dugaannya tersebut karena Ellise baru 3 bulan tinggal bersamanya di Neverland dan tidak banyak orang yang tau mengenai kembalinya Ellise kecuali raja dan beberapa teman Allen.
dan selama berbulan-bulan bersama, Allen tak pernah menceritakan apapun pada Ellise mengenai penyihir.
untuk itu Allen memerintahkan Albert agar kembali mencari informasi mengenai rusa emas dan merahasiakan hal tersebut dari Ellise.
'tok.. tok.. tok..'
seseorang mengetuk pintu ruang kerja Allen, Allen meminta Albert pergi dan mempersilahkan tamu yang di luar untuk masuk.
tak disangka Rooney atau Ron datang menemui Allen dengan membawa sebuah amplop.
Ron menyerahkan amplop tersebut pada Allen dan Allen mempersilahkan Ron untuk duduk di kursi tamu.
Allen berdiri sambil membuka amplop dan berjalan duduk menuju kursi tamu, ia membaca dengan seksama.
Allen menduga bahwa raja mengundangnya bersama Ellise untuk membicarakan masalah pertunangan, Allen sedikit mengerutkan dahi dan mengusap-usap dagunya.
ekspresi wajah Allen bisa di baca oleh Ron,
"dari ekspresi wajah mu aku bisa menduga bahwa raja mengundang mu untuk membicarakan masalah pertunangan kan?"
ucap Ron mencoba mencairkan suasana.
Allen menghela nafas kemudian memasukkan kembali surat yang telah ia baca ke dalam amplop.
"apakah aku begitu tidak pantas untuk adik mu?"
imbuh Ron sedikit tersinggung dengan respon Allen yang seolah tak tertarik dengan perjodohan.
"bukan begitu, aku hanya tidak ingin membuat Ellise merasakan kejamnya pergaulan kelas atas, apalagi ia harus berdampingan dengan mu, tentu saja aku sangat khawatir. pasti banyak wanita yang akan mencoba menjatuhkan adik ku dan aku.. ahh sudahlah"
ucapan Allen terhenti dan tak ingin membahas masalah tersebut.
"kau pasti khawatir kan?"
imbuh Ron mencoba menenangkan Allen.
__ADS_1
Allen kembali menghela nafas,
"masalahnya selain khawatir aku juga tidak ingin memiliki adik ipar yang playboy seperti mu"
ucap Allen meledek Ron yang membuat suasana menjadi mencair.
suara ketukan pintu mengalihkan keduanya, Allen mempersilahkan seseorang diluar untuk masuk dan dia adalah Ellise yang membawakan teh untuk tamu yang datang.
"hamba membawakan teh untuk yang mulia putra mahkota"
ucap Ellise memohon izin untuk masuk.
hal tersebut di sambut gembira oleh putra mahkota karena ia senang Ellise mengenali dirinya meskipun sedang tidak mengenakan pakaian kebesarannya.
Ellise kemudian meletakkan poci teh dan menata gelas di atas meja, Ellise menuangkan teh ke dalam gelas putra mahkota dan Allen.
sambil menuangkan teh, putra mahkota mengajak Ellise berbicara,
"kenapa warna mata mu jauh lebih terang? apakah kau menggunakan sesuatu semacam sihir?"
semuanya terdiam mendengar ucapan putra mahkota.
"ahahaha aku hanya bercanda kenapa kalian ini tidak peka dan Ellise kenapa ekspresi mu seperti itu, kau seperti habis melihat hantu saja"
ucap putra mahkota Ron
"ahahahahaa.. maaf hamba belum terbiasa dengan cara bercanda orang-orang di Wales"
ucap Ellise menjawab putra mahkota, ia kemudian memohon untuk mengundurkan diri.
karena penasaran, Allen bertanya pada Ron,
"Ron, apakah kau pernah melihat rusa emas?"
tanya Allen dengan wajah yang serius
"rusa emas? apa maksud mu? memangnya kau ini anak kecil? rusa emas hanya ada dalam dongeng, hewan itu hanya mitos"
ucap Ron sembari menyeruput teh yang di tuangkan Ellise di gelasnya.
Ron kemudian meletakkan teh tersebut dan kembali bertanya.
"ada apa? kenapa tiba-tiba kau bertanya tentang rusa emas?"
Allen terbangun dari lamunannya nya, ia segera menjawab Ron,
"tidak apa-apa, oiya sampaikan pada yang mulia aku dan Ellise dengan senang hati akan datang dalam perjamuan khusus nanti"
ucap Allen pada Ron.
__ADS_1
Ron merespon Allen dengan menganggukkan kepalanya dan terus menikmati teh buatan Ellise.
Allen mulai menyadari ada hal yang tak beres dengan Ellise..