
orang-orang tersebut terus melangkah dan mendekati Ellise.
sedangkan Ellise terus mundur perlahan dengan badan sedikit gemetar.
"Ellise Mary Collins, kau harus ikut dengan kami"
ucap salah seorang pria pada Ellise
'tunggu, bagaimana dia bisa tau nama asli ku'
dalam batin Ellise terkejut karena pria asing yang di hadapannya mengetahui identitas Ellise.
dua orang prajurit mulai bergerak untuk membawa Ellise, mereka memegangi tangan Ellise dan membuatnya berdiri.
"tunggu dulu, apa-apaan kalian, lepaskan!!" Ellise meronta sekuat tenaga namun cengkraman dari dua prajurit sangat erat hingga membuatnya tak sanggup untuk melawan.
"bawa dia"
perintah seorang pria, kemudian berbalik dan masuk ke kapal.
Ellise di paksa untuk ikut, ia hanya bisa pasrah dan menurut untuk dibawa pergi.
prajurit memborgol tangan Ellise dan memasukkannya ke dalam sebuah ruangan.
Ellise terduduk lemas, ia ingin sekali menangis namun air matanya sudah habis sebelumnya.
kini yang tersisa hanyalah harapan bahwa ia tidak akan di bunuh oleh orang-orang yang membawanya pergi.
6 jam berlalu, kapal yang membawa Ellise telah berlabuh.
prajurit mengeluarkan Ellise dari dalam ruangan tempat ia di tahan.
Ellise terus berjalan mengikuti arahan prajurit hingga turun dari kapal.
suasana yang tampak asing bagi Ellise, ia sempat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
orang-orang masih menggunakan kuda, pakaian yang tradisional bahkan gedung-gedung pun terlihat begitu klasik.
Ellise mengusap-usap matanya seolah tak percaya, ia menoleh ke kanan dan ke kiri saking herannya dengan apa yang ia lihat.
prajurit sedikit mendorong Ellise karena ia terlalu lama berjalan.
Ellise menaiki sebuah kereta bersama ke dua penjaga, ia terus melihat ke luar jendela untuk memastikan apa yang ia lihat adalah nyata.
karena terlalu lelah, Ellise tertidur, kepala nya terus miring ke arah kanan, sesekali ia tersadar dan duduk tegap kembali.
namun lagi-lagi Ellise tertidur dan tidak bisa mengontrol posisi duduknya, kepala dan tubuhnya hampir jatuh ke arah kanan namun dengan sigap salah seorang penjaga menahan tubuh Ellise dengan tubuhnya.
sedikit canggung, tubuh Ellise kini bersandar pada prajurit tersebut.
laju kereta berhenti, mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Ellise di paksa bangun dari tidur lelapnya dan harus berjalan mengikuti arahan prajurit.
karena masih mengantuk, Ellise tak memperhatikan sekeliling dan terus berjalan mengikuti prajurit.
sampailah ia di sebuah ruangan besar, langkahnya terhenti karena salah seorang prajurit melapor terlebih dahulu.
tak berselang lama, Ellise diminta untuk masuk dan menemui seseorang.
matanya berbinar, pandangannya teralihkan pada seseorang yang duduk di singgasana.
"Ellise Mary Collins, jadi kau adalah anak yang di sembunyikan. senang bertemu dengan mu lady Ellise"
ucap seorang pria
__ADS_1
"anda si.. siapa?"
tanya Ellise terbata-bata
"lancang sekali kau!! tunjukkan rasa hormat mu pada raja"
ucap seorang pria memprotes ketidak sopanan Ellise pada raja
Ellise kemudian memberi hormat, ia ingat pernah membaca novel tentang cerita cinta klasik, Ellise mencoba menirukan cara hormat pada raja seperti di novel.
"hormat hamba yang mulia, semoga yang mulia selalu dalam lindungan Dewi"
sambil sedikit membungkukkan badan dan menundukkan kepala
"hahahaha.. hahahaha..."
tawa raja merespon Ellise yang membuat seisi ruangan kebingungan.
"kau gadis yang polos, tapi maafkan aku nona Ellise, aku harus menahan mu sedikit lebih lama disini"
ucap raja sambil melirik ke arah prajurit.
prajurit merespon dengan menganggukkan kepala,
"bawa dia"
Ellise kembali dibawa paksa keluar, entah kemana mereka akan membawa Ellise pergi.
Ellise merespon dengan apa yang sedang dihadapinya dengan tenang, sembari memikirkan cara untuknya bebas.
"Ellise memang seperti yang ku harapkan, ia tampak tenang menghadapi situasi seperti ini" gumam raja
* * *
ia terlihat begitu serius dalam pekerjaannya hingga konsentrasinya terpecah karena suara gaduh yang di buat oleh salah seorang penjaga.
"tuan.. tuan.. gawat tuan"
ucap seorang penjaga sambil terengah-engah
"ada apa katakan dengan jelas"
ucap si pria ketus merespon perilaku si penjaga
"putri.. putri.. maksud hamba nona Ellise telah di tangkap oleh raja"
"!!!!!!!???!!!!!!!!!!!"
si pria terkejut dan berdiri merespon laporan si penjaga
ia kemudian berjalan keluar ruangan di ikuti si penjaga.
penjaga menjelaskan kronologi kejadian yang di alami Ellise hingga membuat si pria marah besar dengan tindakan raja.
'Ellise yang selama ini kami lindungi dan sengaja kami sembunyikan bagaimana bisa tertangkap'
ucap si pria dalam batinnya dengan ekspresi khawatir.
* * *
(di kerajaan)
"hamba datang untuk menghadap yang mulia"
ucap seorang pria
__ADS_1
"aha.. coba lihat siapa yang datang, cepat sekali anda merespon berita itu Allen Murray Collins"
sambut raja dengan penuh rasa senang menerima kehadiran Allen
"hamba mohon lepaskan dia"
ucap Allen sembari berlutut dihadapan raja.
raja yang melihat Allen berlutut sedikit terkejut dan mulai berbicara kembali,
"keluarga Collins memiliki harga diri yang tinggi, bagaimana bisa anda berlutut karena seorang gadis"
ucap raja seolah memulai perundingan dengan Allen
"hamba mohon pada yang mulia, bebaskan adik hamba. hamba akan melakukan apapun yang anda perintahkan"
ucap Allen bersikukuh memohon agar Ellise dibebaskan
"kau tahu benar dosa besar apa yang telah dilakukan keluarga Collins pada kerajaan!! dan kau masih memintanya untuk di bebaskan!!"
jawab raja dengan penuh emosi.
"keluarlah!!"
mengusir Allen keluar.
Allen tak punya pilihan selain menuruti perintah raja.
di luar sudah menunggu teman dekat Allen yang bernama Rooney.
Ron panggilannya, ia kemudian menepuk pundak Allen sembari berkata,
"tenanglah adikmu akan baik-baik saja.. ayah ku, maksud ku yang mulia raja hanya ingin menggertak mu dan sedikit memberi pelajaran pada keluarga Collins. kau tau kan ayahku bukan tirani yang kejam"
ucap Ron menenangkan Allen.
Ron kemudian mengajak Allen untuk melihat keadaan Ellise, dengan menyamar sebagai penjaga penjara keduanya mulai melakukan aksinya.
* * *
"haaaahhhh" helaan nafas panjang keluar dari mulut Ellise, ia terkadang menggelengkan kepalanya seolah masih tak percaya dengan apa yang ia alami saat ini.
kerajaan, klasik, novel, Ellise sempat berpikir bahwa ia mengalami halusinasi atau semacamnya tetapi hal yang dialaminya murni 100% kenyataan.
ia bahkan tak bisa berkata apapun, tubuhnya terduduk lemas di ujung tembok.
mereka sedikit kejam pada Ellise karena memasukkannya ke dalam penjara.
begitu gelap dan sangat menakutkan, tapi bagi Ellise penjara jauh lebih baik ketimbang mati di tengah laut.
Ellise tersadar, seperti ada yang sedang memperhatikannya.
ia kemudian melirik pelan dengan penuh kewaspadaan dan tetap menjaga ekspresi wajahnya agar tidak ketahuan.
Ellise menemukannya, seorang penjaga sedang memperhatikan Ellise.
Ellise merasa tak nyaman, lalu si penjaga mulai membuka pintu, ia datang untuk mengantar makanan.
Ellise tertunduk, ia tak ingin menunjukkan wajahnya, antara takut dan ingin melindungi diri kalau-kalau penjaga itu berusaha untuk melecehkannya.
penjaga itu pun mendekati Ellise dan meletakkan makanan di hadapannya sambil berkata,
"Ellise bertahanlah aku pasti akan segera menyelamatkan mu"
Ellise menoleh, mereka saling bertatapan, wajah pria tersebut seolah tak asing bagi Ellise.
__ADS_1