ELLISE

ELLISE
sembunyikan tanda


__ADS_3

Kent Luctecrus Argyll atau yang dikenal Duke Argyll merupakan keturunan dari calon raja the Great Wales yang bernama William Caesar, ayahnya meninggal dalam peperangan tepat sebelum ia naik tahta.


Duke Argyll yang kala itu baru berusia 8 tahun dan sang ibu Diana yang masih mengandung David sangat terpukul atas kematian William Caesar.


hal ini juga sempat menimbulkan perdebatan sengit di kalangan menteri dan juga cendekiawan dimana telah membuat para menteri terbagi menjadi dua kubu yang setuju dan menentang masalah pewaris tahta selanjutnya.


kubu pertama menginginkan posisi putra mahkota agar diserahkan pada Argyll karena ia merupakan keturunan langsung dari William Caesar yang seharusnya naik tahta, sedangkan kubu lain menginginkan agar William Edward yang merupakan adik dari William Caesar (ayah dari Rooney/putra mahkota yang sekarang) agar naik tahta.


pada awalnya banyak pejabat mendekati permaisuri Diana istri mendiang William Caesar agar menyetujui Argyll untuk mengikuti bursa pencalonan raja dan segera naik tahta, Diana berpikir keras tentang hal itu lalu ia pun setuju karena dukungan yang mengalir deras terhadap dirinya dan putranya, namun di tengah perjuangan Diana untuk mendapatkan hak-hak calon raja terdahulu, berbagai macam sindiran dan tuduhan di tujukan pada dirinya dan juga Argyll.


tuduhan sepele tapi lama kelamaan berkembang menjadi isu yang kerap dibicarakan oleh seluruh penghuni istana bahkan para dayang pun menggunjingkan dirinya, 'perempuan yang terobsesi dengan tahta dan memanfaatkan anaknya yang masih kecil sebagai boneka kekuasaan' melekat pada sosok Diana.


sekeras apapun Diana menyembunyikan gunjingan tersebut lama kelamaan tuduhan tak benar itu pada akhirnya terdengar oleh Argyll dan menjadi kenangan buruk baginya semasa kecil.


tak sampai disitu, pernah suatu ketika Duke Argyll tengah bermain bersama Allen sahabat masa kecil yang selalu setia menemaninya pada akhirnya pun pergi meninggalkan dirinya karena kala itu ayah dari Allen mendukung agar raja yang sekarang naik tahta, persahabatan mereka pun berakhir begitu saja.


permaisuri Diana pun sadar bahwa anak-anaknya adalah hal yang paling berharga untuk itu ia pun menghadap raja terdahulu dan mengajukan pengunduran diri dari bursa pencalonan raja bagi Argyll, keputusan terbaik yang dapat ia lakukan dan tentunya di setujui oleh raja terdahulu.


Diana diminta untuk tetap tinggal di istana namun ia menolak dan memilih untuk tinggal di luar istana, raja terdahulu tak punya hak untuk memaksa dimana Diana dan anak nya akan tinggal karena itulah ia memberikan sebidang tanah dan juga rumah di pusat kota agar Duke Argyll dan David yang masih dalam kandungan dapat mengunjunginya kelak, tak sampai disitu raja juga memberikan gelar Duchess pada Diana dan juga Duke pada putra pertamanya Argyll.


setelah pindah ke rumah baru kehidupan Duke Argyll dan ibu nya sangat tenang namun kemalangan terjadi lagi, Duchess Diana harus meregang nyawa setelah melahirkan karena pendarahan hebat.


kala itu Duke Argyll yang masih berusia 8 tahun harus menjadi kepala keluarga dan bertanggung jawab atas nama baik keluarga juga harus melaksanan perannya di the great Wales.


masa-masa kelam telah berhasil ia lalui kini ia telah tumbuh dewasa menjadi seseorang yang paling berpengaruh di The Great Wales. selama menjalankan perannya Duke Argyll seringkali berselisih paham dengan Allen sahabat masa kecilnya dalam setiap pertemuan tentunya Duke Argyll lah yang selalu memenangkan perselisihan tersebut.


sebenarnya Allen tak pernah membenci Duke Argyll secara pribadi hingga suatu ketika ia begitu membenci ketamakan Duke Argyll yang semakin menjadi-jadi.


hal tersebut ialah ketika Duke Argyll mencoba untuk memonopoli pelabuhan dan juga beberapa bisnis milik keluarga Collins, sejujurnya tak ada yang bisa mengalahkannya kepiawaian nya dalam mengelola aset karena itulah hingga saat ini Duke Argyll masih di percaya oleh kerajaan untuk memegang aset penting terutama bagian ekspor barang ke negara lain.


* * *


Allen telah sampai di kediaman Duke Argyll, ia pun bergegas melangkah masuk ke dalam rumah bahkan sebelum sang pemilik mempersilahkannya masuk


langkah nya begitu terburu-buru, ia tak memperhatikan sekeliling hingga membuat suasana begitu riuh, bagaimana tidak hal itu dikarenakan Allen terlihat seperti seseorang yang sangat marah dan siap menebas siapapun yang menghalangi jalannya.


"selamat datang tuan Allen hamba..."


ucapan Hugo terpotong, Allen melewati dirinya begitu saja tanpa memperdulikannya.


Allen yang sedari tadi berjalan tanpa tau arah pun tiba-tiba berhenti lalu menoleh ke kanan dan ke kiri kebingungan, mengerti akan hal itu Hugo pun mendekat sembari berkata,


"mari hamba tunjukkan jalannya"


ucap Hugo mempersilahkan Allen untuk berjalan ke arah kiri.


"braakkkkk"


suara dobrakan pintu terdengar, Allen lah yang melakukan hal tersebut, ia tersulut amarahnya karena mendengar bahwa Duke Argyll membawa Ellise ke kamar pribadinya dan bukan ke kamar khusus tamu.


mendengar suara gaduh diluar membuat Duke Argyll sepontan menoleh,


"masuklah, kau tidak perlu membuat kegaduhan seperti itu"


ucapnya kemudian kembali berpaling melihat ke arah Ellise dan perlahan melepas genggaman tangan Ellise yang kuat menahan tangannya.


ia segera berdiri untuk menyambut kedatangan Allen di luar, Allen segera masuk ke dalam kamar pribadi Duke Argyll kemudian berjalan mendekat seperti ingin menyerang Duke Argyll, ia pun berlari sambil mengambil pedang lalu menghunuskan ke arah Duke Argyll.

__ADS_1


suasana menjadi menegangkan, bahkan beberapa pelayan yang menyaksikan pun tak berani melerai sedangkan penjaga dari pihak Duke Argyll dan beberapa prajurit dari kubu Allen bersiap untuk saling menyerang.


seperti biasa Duke Argyll tak menanggapi dengan serius ancaman dari Allen, ia malah tersenyum dan berkata,


"keluarlah, biarkan Allen saja yang berada di sini karena ada yang.."


"beraninya kau menyuruh anak buah ku pergi!"


ucap Allen tak senang dengan pinta Duke Argyll


Ron pun mendekat, ia memegang pundak Allen dan mencoba menenangkannya.


"baiklah terserah kau saja jika ingin mereka semua mendengar rahasia adik mu"


respon Duke Argyll terhadap Allen tak ubahnya menghadapi singa yang sedang terjebak, dengan santainya ia malah menantang Allen.


tanggapan serius malah ditunjukkan oleh Ron, ia segera memberi kode pada beberapa prajurit untuk keluar, begitupun Hugo yang meminta beberapa penjaga untuk keluar juga lalu terakhir ia sendiri yang menutup pintu.


kali ini Ron memegang lengan Allen dan perlahan menurunkan pedang yang terhunus ke leher Duke Argyll.


"baiklah katakan.."


seru Allen tak bertele-tele mengenai ucapan Duke Argyll.


Duke Argyll pun kemudian menoleh ke arah Ellise, ia mendekat dan memegang tangan Ellise lalu menunjukkan pergelangan tangan Ellise pada Allen.


"lihatlah, kau pasti tau tentang tanda ini"


ucap Duke Argyll dengan serius


Allen dan Ron pun spontan mendekat, kedua nya sama-sama terkejut karena tanda pada pergelangan tangan Ellise.


jelas Duke Argyll tentang kondisi Ellise, sedangkan Allen tak bersuara menanggapi penjelasan Duke Argyll, ia malah mendekati Ellise kemudian memegang tangannya.


"sejujurnya ku katakan padamu, awalnya aku hanya berniat mencari David dan membawanya pulang tetapi aku bertemu dengan adik mu terlebih dahulu, singkat cerita ia pergi ke gunung Etna sendiri, lalu jika kau menyadari sebuah kilatan sebelumya aku rasa ada kaitannya dengan adik mu, karena merasa tak beres aku menyusul dan tanda ini sudah ada di tangannya"


Duke Argyll kembali menjelaskan secara rinci mengenai Ellise dan kali ini Allen merespon.


"kau melihat proses nya?"


tanya Allen


"tidak, saat aku sampai dia sudah lemah terkulai tak berdaya lalu aku segera membawa kemari"


jawab Duke Argyll.


"jika tanda itu muncul bukankah mereka akan segera menjemput Ellise?"


ucap Ron yang di sambut ekspresi tegang Allen, ia tahu benar bahwa masa depan Ellise akan ia habiskan di suatu wilayah karena sebuah benda yang di suci kan.


"aku tidak akan membiarkan itu terjadi"


ucap Allen yang merasa tak senang dengan ucapan Ron.


"masalahnya adalah pada tanda, Ellise setidaknya ia harus menutupinya dengan menggunakan sesuatu, dan itu tugas mu untuk memberikan pengertian pada Ellise"


"apa maksudmu menutupi?"

__ADS_1


seru Ron yang tak senang akan solusi Duke Argyll


"tanda ini akan mudah di kenali, di sini tak ada wanita yang memiliki sebuah tanda pada tubuh"


"kau benar, aku harus menutupi tanda itu sementara hingga aku menemukan jalan yang lebih baik"


ucap Allen yang setuju dengan saran dari Duke Argyll.


"aku yakin kau akan menolaknya tapi beristirahatlah, tunggu hingga tanda itu berubah warna dengan sempurna, aku takut jika kau memindahkan Ellise sekarang akan memperlambat prosesnya"


ucap Duke Argyll kemudian pergi meninggalkan Allen dan Ron di dalam kamar pribadinya.


Allen pun dengan setia menemani Ellise malam itu, begitupun Ron yang ikut berjaga mengawasi kondisi Ellise.


keesokan harinya Allen memeriksa tanda pada tangan Ellise dan sudah berubah sempurna, ia memutuskan untuk memindahkan Ellise segera ke kediaman keluarga Collins karena merasa tak nyaman tinggal lama di kediaman Duke Argyll, ia memaksa pergi meskipun Ellise belum sadarkan diri.


Duke Argyll dan David menyempatkan diri untuk mengantarkan Allen hingga di depan gerbang, Duke Argyll bahkan meminjamkan kereta kuda yang tentunya sangat dibutuhkan saat membawa Ellise pulang.


Allen pun segera berpamitan, begitupun Ron yang mengikuti Allen pulang.


Duke Argyll tak tahan berdiri lama di luar, mengantar tamu hingga di luar gerbang bukanlah kebiasaannya, ia pun segera masuk di susul dengan David,


"kakak.. bagaimana bisa kau pergi begitu cepat, itu tidak sopan!"


ucap David memperotes sikap dingin kakaknya terhadap Allen dan juga Ron, namun tak di tanggapi oleh Duke Argyll.


David terus membuntuti jalan kakaknya tanpa berbicara lagi,


"katakanlah apa itu?"


ucap Duke Argyll yang seolah bisa membaca pikiran David.


"izinkan aku mengunjungi Ellise"


sontak saja ucapan David membuat Duke Argyll berhenti dan menoleh kepada david, raut wajah tak senang tergambar jelas dari Duke Argyll,


"bagaimana bisa kau ingin bermain sedangkan hukuman mu belum kau laksanakan"


ucap Duke Argyll seolah mengecam prilaku kekanakan David.


"meskipun kakak berbicara dengan menunjukkan raut wajah seram bagiku kakak hanyalah bayi beruang"


ucap David mencoba melukai harga diri Duke Argyll, merasa kesal dengan ucapan David Duke Argyll pun tak dapat berkata apapun selain menggerakkan gigi dan mengepalkan tangannya seolah ia sedang menahan amarahnya.


"baiklah.. aku akan melaksanakan hukuman tapi setelah itu dengan atau tanpa persetujuan kakak aku akan tetap pergi titik!"


seru David mengakhiri pembicaraan dengan meninggalkan Duke Argyll tanpa ingin tau responnya.


begitupun Duke Argyll yang menghela nafas dan menggelengkan kepala seolah sudah menyerah dengan sifat keras kepala David.


* * *


(di black forest)


sekumpulan orang asing datang secara bergerombol memasuki hutan tersebut, seperti sedang mencari sesuatu.


"hamba menemukan penjaga hutan tuan, dia ada di sebelah sana"

__ADS_1


ucap seorang prajurit pada pria misterius yang ia panggi tuan.


__ADS_2