
"jadi kita akan pergi kemana?"
tanya ellise membuka percakapan karena sedari awal kuda berlari keduanya sama sekali tak berucap sepatah katapun.
"aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu jadi bersabarlah"
sahut duke argyll yang membuat keduanya kembali dalam keheningan.
"oh iya ku harap kau tidak salah paham atas tindakan ku tadi di istana, semua ini ku lakukan demi putri iris dan allen"
imbuh duke argyll mencoba memberitahu kebenaran dibalik tindakannya mengajak ellise pergi.
"apa maksud mu?"
tanya ellise kebingungan yang lantas membuat duke argyll memelankan kudanya, ia pun melanjutkan ceitanya mengenai hubungan putri iris dan allen yang sesungguhnya.
"dahulu kala aku dan allen merupakan teman yang sangat dekat, saat itu usia kami adalah 8 tahun dan allen masih sering mengunjungi istana untuk bermain dengan ku. suatu ketika kami bermain sedikit jauh dari istana utama yang membawa kami ke suah kastil di pinggiran kerajaan, kastil itu begitu tak terawat"
(flashback)
"hei argyll kita tak bisa pergi lebih jauh lagi, bisa-bisa kita akan tersesat"
seru allen kecil berusaha menghentikan argyll yang terus berjalan tanpa tau arah tujuan.
sampailah keduanya di ujung jalan, semak-semak besar menghalangi jalan keduanya hingga membuat langkah terhenti.
"tuh kan sudah ku bilang, sebaiknya kita kembali saja"
ucap allen sedikit ketus terhadap perilaku seenaknya argyll yang tak mau mendengarkan pendapatnya.
namun pada dasarnya argyll memiliki jiwa yang bebas dan suka berpetualang ia malah tak sengaja menemukan sebuah jalan kecil di bawah semak-semak ketika ia melihat-lihat sekitar.
"hei lihat, aku menemukan jalan"
ucap argyll sambil menunjuk ke semak-semak bagian bawah, dengan sigap allen menghadang argyll tepat dihadapannya, ia berusaha mencegah argyll agar tak melangkah lebih jauh lagi.
"berhenti, kita harus segera kembali, kau tidak tahu bahaya apa yang akan kita temui jika kita melangkah lebih jauh lagi"
seru allen dengan gagahnya menasihati argyll
"eeyyyyy... ayolah, tidak akan terjadi apa-apa, kalau kau tidak mau ikut aku akan pergi sendiri"
ucap argyll sambil mendorong allen ke samping karena menghalangi jalannya.
tanpa rasa takut argyll kecil pun masuk melalui lorong kecil semak belukar dihadapannya, sedangkan allen tak punya pilihan selain mengikuti argyll masuk.
"hei awas ya kalau sampai terjadi apa-apa aku tidak akan bertanggung jawab"
ucap allen ketus yang perlahan masuk melewati semak-semak melalui lorong kecil, ia pun berhasil melewatinya dan segera berdiri.
"lihatlah, aku tak tahu kalau di sini ada mansion"
seru argyll sambil menunjuk mansion di hadapannya.
"hei perasaan ku tidak enak sepertinya kita harus segera kembali"
ucap allen sedikit gemetar merasakan kengerian mansion yang ada dihadapannya.
mansion yang dilihat oleh mereka berdua tampak tak terawat dengan daun-daun berserakan dimana-mana, juga batang pohon kering yang patah tak disingkirkan sedangkan mansion sendiri memiliki warna cat yang lusuh seperti sudah ditinggalkan begitu lama.
argyll sama sekali tak mengindahkan ucapan allen malah berjalan maju untuk memeriksa keadaan sekitar, dari kejauhan tepat nya di sebuah jendela seperti ada yang sedang mengawasi dan melihat ke arah mereka tak sengaja allen memergokinya dan dengan sigap memperingatkan argyll.
"aku meilhat sesuatu!"
seru allen sambil memegangi tangan allen agar ia tak melangkah lebih jauh
"apa maksudmu"
__ADS_1
ucap argyll yang masih belum memahami maksud dari allen,
"lihatlah, disana ada sesuatu"
sambil menunjuk ke arah jendela dan terlihat sesosok sedang berdiri melihat ke arah mereka yang membuat sekujur tubuh merinding hanya dengan menatap saja, dalam pikiran allen sosok tersebut merupakan hantu mansion sedangkan argyll berpikir bahwa penghununya merupakan penyihir jahat yang siap memberi kutukan pada keduanya.
saking takutnya tak terasa tubuh gemetaran, untuk berbalik arah saja rasanya begitu berat, memejamkan mata hanya itulah yang dapat mereka lakukan dan berharap akan ada seseorang yang menolong keduanya.
"cekleekk"
suara membuka pintu, keduanya semakin takut dan menunduk tak kuat melihat sosok yang akan mereka hadapi.
"hei.. kalian sedang apa disini"
suara seorang anak kecil membuat keduanya membuka mata lebar-lebar dan menoleh ke arah si anak kecil.
benar saja allen dan argyll mendapati seorang anak perempuan berusia sekitar 6 tahun sedang berdiri tersenyum melihat ke arah mereka, pakaiannya tak bagus namun mencerminkan bahwa ia adalah kerabat kerajaan, gadis itu bernama iris dengan rambut blonde dan bola mata berwarna biru langit, ya hari itu pertemuan pertama allen, argyll dengan putri iris.
setelah kejadian hari itu istana menjadi gempar dengan penemuan putri iris yang seolah diasingkan dari kerajaan padahal jelas-jelas ia merupakan seorang putri yang masih berkerabat dengan argyll, iris merupakan anak dari putri ke 5 bernama magdalena atau adik dari william caesar dan william edward.
putri magdalena adalah satu-satunya putri yang masih tinggal di istana setelah menikah (biasanya tradisi kerajaan mengharuskan putri yang sudah menikah untuk keluar istana dan hidup bersama suaminya) hal ini dikarenakan putri magdalena memiliki peran penting dalam rumah tangga kerajaan, ia lah yang mengawasi secara langsung pendidikan bagi rakyat the great walles, karena peran penting tersebut seluruh rakyat dan generasi muda di wilayah ini dapat mengenyam pendidikan dengan baik hingga sekarang.
putri magdalena menikah di usianya yang masih muda yaitu 19 tahun dengan count Martin seorang panglima angkatan perang kerajaan yang tentunya sangat ia cintai, atas jasanya ia diberikan hak istimewa untuk tetap tinggal di istana bersama sang suami, lalu kebahagian keduanya kian lengkap dengan kelahiran iris.
ketika iris berusia tiga tahun putri diana harus menghadapi kenyataan bahwa sang suami meninggal dalam tugas, namun ia berusaha berbesar hati menghadapi kenyataan tersebut hingga suatu ketika putri iris terserang penyakit langka yang membuatnya harus meregang nyawa.
iris yang kala itu berusia 4 tahun tak mengerti situasi yang sedang ia hadapi, untuk sedih pun ia tak bisa, sejak saat itulah iris di rawat seorang diri oleh pelayan setia putri magdalena bernama martha hingga sekarang dan mereka hanya tinggal berdua di mansion tak terurus tersebut atas perintah kepala pelayan.
sering kali martha menghadap kepala pelayan agar pasokan makanan dan juga pakaian bagi putri iris terpenuhi namun tak di hiraukan, terakhir kali kepala pelayan malah menarik seluruh pelayan yang harusnya mengurus putri iris hanya tinggal martha seorang diri yang mengurusnya.
beruntung argyll segera menceritakan hal yang ia temukan pada ayahnya wiliam caesar sehingga masalah puti iris bisa ditangani segera, ia pun kini kembali pindah ke istana utama.
iris sudah terbiasa tinggal di dalam mansion barunya, allen dan argyll sering mengunjungi iris dan bermain dengannya tanpa terasa ketiganya menjadi akrab.
karena sudah beberapa lama mereka bermain di dalam ruangan membuat allen dan argyll ingin mengajak iris keluar terutama allen yang bertekad ingin membawa iris melihat taman bunga indah di danau dekat istana.
argyll menyambut kedatangan keduanya di taman dekat danau dengan gembira lalu ketiga nya pun bermain dan bersenang-senang, iris pun begitu gembira karena ia sendiri baru pertama kali bermain di luar ditambah saat ini ia memiliki teman dekat yaitu allen dan argyll baginya itu sudah cukup.
tak terasa hari sudah menjelang siang terik matahari yang panas memaksa ketiganya untuk berhenti dan berteduh di sebuah pohon besar dekat danau, ketika berteduh awalnya tak terjadi hal yang aneh namun lama kelamaan kulit iris seperti melepuh berwarna kemerahan dan ia mengeluhkan gatal pada kulitnya, karena tak tahan iris malah menggaruk kulitnya hingga luka dan mengeluarkan darah, melihat hal tersebut lantas membuat allen dan argyll segera menghentikan iris agar ia tak memembuat luka di kulitnya semakin bertambah parah.
"hentikan! kau bisa melukai sekujur tubuh mu!"
seru allen berusaha menghentikan iris
"tapi ini sangat gatal.. kakak... aku harus bagaimana untuk menghentikan gatalnya"
jawab iris sambil merengek karena tidak bisa menghentikan rasa gatal yang begitu menganggu, karena tak tega melihat penderitaan iris membuat allen meyodorkan punggungnya dan meminta iris naik karena allen akan membawa iris secepat mungkin menuju mansion sedangkan argyll mendapat tugas memanggil dokter kerajaan.
"naiklah aku akan menggendong mu"
ucap allen yang membuat iris segera berdiri di bantu oleh argyll.
"bertahanlah aku akan segera membawa mu kembali menuju mansion"
ucap allen
"aku akan segera memanggil dokter, bertahanlah adik"
ucap argyl yang bergegas pergi meninggalkan keduanya,
selama perjalanan iris terus merengek karena kulitnya semakin gatal namun allen terus berusaha sekuat tenaga berlari agar ia bisa cepat sampai ke mansion.
sesampainya di mansion allen begitu terkejut karena iris sudah bersimbah darah, ia tak sadar bahwa dalam perjalanan iris menggaruk tangan dan wajahnya tentu saja melihat hal itu membuat allen merasa begitu bersalah atas hal yang menimpa iris, ditambah lagi setelah pemeriksaan dokter menyatakan bahwa iris menderita penyakit kulit langka dan tidak boleh bermain di bawah sinar matahari secara langsung, bersyukur kulit iris dapat kembali seperti sediakala setelah tiga bulan menjalani pengobatan intensif, sejak kejadian itu tak pernah sekalipun allen menemui iris, terlihat jelas bahwa allen menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang menimpa iris.
"dan mungkin hingga sekarang masih seperti itu"
duke argyll menutup ceritanya
__ADS_1
"aku tidak tau jika kakak dan putri iris memiliki hubungan seperti itu"
gumam iris menanggapi cerita duke argyll
"iris dia berencana akan dijodohkan dengan keluarga marquees namun ia tak ingin sehingga meminta bantuan untuk berpura-pura melakukan perjodohan dengan ku, aku rasa iris masih ingin berjuang kembali bersama dengan allen atau setidaknya dia ingin hubungan mereka membaik, dan juga.... "
duke argyll berhenti berbicara dan menjadi hening sesaat
"dan juga maafkan aku telah membuat mu masuk dalam skenario ini, sebenarnya penyakit putri iris sudah lama sembuh, aku hanya mencari alasan agar allen bisa bertemu dengan iris melalui diri mu"
"hey... tidak perlu minta maaf, jika ini demi kebaikan mereka berdua aku rela melakukannya, dan aku harap masalah mereka bisa segera selesai"
jawab ellise sambil tersenyum..
"terimakasih.."
ucap duke argyll yang merasa lega dengan respon ellise.
***
(di istana the great walles)
pangeran Ron sedang mempersiapkan diri untuk menyambut utusan dari negara suci, kunjungan negara suci ke seluruh wilayah the great walles memang selalu dilakukan sebagai bentuk diplomasi agar hubungan seluruh wilayah terjalin dengan baik apalagi negara suci memiliki peran penting baik melalui bidang agama maupun militer karena negara suci terkenal akan pasukan pelindung khusus yang memiliki pertahanan di atas rata-rata.
"selamat datang tuan hyde"
sambut pangeran ron pada hyde yang tepat berdiri dihadapannya.
"merupakan sebuah kehormatan bagi hamba di sambut secara langsung oleh putra mahkota negeri ini"
membalas salam dari pangeran ron, keduanya pun saling berjabat tangan dan berjalan menuju aula utama untuk bertemu dengan raja william edward.
sepanjang perjalanan banyak pelayan yang terkesima melihat hyde karena ini pertama kalinya hyde mendapat tugas mengunjungi the great walles setelah sebelumnya ia bertugas mengunjungi negara lain.
seperti yang dibicarakan banyak orang bahwa hyde adalah satu-satunya keturunan suku kamoga yang berhasil selamat dari bencana beberapa tahun silam, selain kemampuan nya dalam bertarung wajah tampan berkarisma perlu diperhitungkan juga, entah kenapa pria-pria bad boy seperti duke argyll atau pria-pria dengan wajah tampan dengan tatapan tajam seperti hyde menjadi primadona yang dikagumi banyak kaum hawa di negeri ini.
"sepertinya banyak perempuan menyukai anda, apakah ini hanya perasaan ku saja?"
gumam pangeran ron yang terheran melihat perempuan yang berpapasan dengan mereka hanya menatap hyde seorang.
namun hyde tak menanggapi serius ucapan pangeran ron, ia hanya tersenyum sinis membuat hati setiap wanita yang melihat semakin berdebar dan ingin berteriak memanggil namanya.
* * *
"kita sudah sampai"
ucap duke argyll kemudian turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangan untuk membantu ellise turun, karena belum siap menerima beban tubuh ellise membuat duke argyll sedikit oleng dan membuat keduanya terjatuh ke tanah.
posisi keduanya terjatuh bisa membuat salah paham siapapun yang melihat karena duke argyll berbaring di bawah sedangkan ellise berada di atasnya.
sempat saling bertatapan membuat keduanya malu dan langsung duduk seolah terlihat sibuk membersihkan baju masing-masing.
"kita harus berjalan kemana?"
tanya ellise pada duke argyll mengalihkan perhatian
"kita akan ke arah sana, dan sebentar lagi sampai."
jawab duke argyll yang memimpin berjalan di depan ellise, jalan menuju tempat yang ingin ditunjukkan duke argyll begitu curam karena harus menaiki gunung dengan jalur setapak yang terjal.
ellise sempat sedikit terpeleset saat akan melewati sebuah batu beruntung dengan sigap duke argyll membantunya melalui bebatuan itu dan sampailaj di tempat yang ingin duke argyll tunjukan pada ellise.
"kita sudah sampai, camp pelatihan prajurit khusus"
semuanya terlihat jelas dari atas, sebuah camp pelatihan sungguhan banyak prajurit terlihat tengah sibuk berlatih baik menggunakan senjata maupun berlatih fisik, ellise terdiam karena kagum melihat ada tempat pelatihan di tempat tak terduga seperti ini dan sebentar lagi ellise akan menjadi bagian dari prajurit khusus ini, bagaikan mimpi di siang bolong itulah yang ellise pikirkan saat itu.
"ayo turun"
__ADS_1
ucap duke argyll sambil mengulurkan tangannya dam di sambut penuh semangat oleh ellise keduanya saling berpegangan tangan dan menuruni bebatuan agar segera sampai ke camp pelatihan tersebut.