
tepat setelah Ellise pergi raja mengundang pangeran Rooney untuk menghadap, ia segera memberi salam yang di sambut hangat oleh raja dan mempersilahkan Ron untuk duduk.
"ada keperluan apakah ayahanda memanggil hamba kemari?"
ucap ron dengan sopan pada raja
"ini mengenai Ellise"
ucap raja yang membuat Ron sedikit gugup.
"kau tahu bahwa Ellise memiliki sebuah benda hebat yang dapat mendukung kejayaan the great walles, jadi aku ingin agar kau berusaha lebih keras untuk mendapatkan hati Ellise, kau mengerti maksud ku kan?"
"baik hamba mengerti yang mulia"
jawab ron sedikit menunduk
"hal ini bukan hanya tentang sebagai sepasang kekasih saja tetapi aku menginginkan Ellise mendampingi mu kelak sebagai ratu"
imbuh raja yang tentu saja membuat ron tak bisa berkata apa-apa
"lusa kau akan berangkat ke pesta bersama ellise, aku sudah mengaturnya dan ia setuju"
mendengar hal barusan membuat ron sedikit terkejut dan sepontan mengarahkan pandangannya pada raja
"sebenarnya ada yang ingin hamba tanyakan ayahanda"
"katakanlah"
"kenapa harus Ellise?"
tanya ron yang disambut senyum simpul oleh raja
"pada awalnya aku ingin memberikan posisi selir utama namun mendengar bahwa ia berhasil menaklukan the glory of ten powers tentu saja ia harus menjadi ratu negara ini"
(note: selir utama adalah posisi terhormat yang berada di bawah ratu, bertugas mengurus rumah tangga istana selir dan memiliki hak istimewa dapat mengajukan putranya dalam bursa pencalonan raja)
"tidakkah ini terlalu berlebihan setelah apa yang ia alami selama di luar sana?"
ucap ron yang seolah tak senang dengan keinginan asli ayahnya terhadap masa depan Ellise
"kau tidak tahu masa depan negara ini, jadi turuti saja apa kata ayah mu ini"
jawab raja yang mengisyaratkan baha ia belum sepenuhnya mempercayakan posisi putra mahkota pada ron yang tentu saja membuat ron merasa tersinggung atas sikap raja terhadap dirinya, ia pun segera berdiri dan pamit undur diri.
* * *
'syukurlah raja langsung setuju dengan keinginan ku, sekarang tinggal menemui Allen saja'
gumam ellise selama perjalanan menuju penjara, dua keinginan yang selama ini ia harapkan terwujud juga, aciel teman pertamanya ketika ia baru tiba di the great walles.
kala itu ellise hanya menganggapnya sebagai seorang teman biasa namun setelah dipahami ellise menyadari sesuatu yang tak di sadari oleh orang lain, ganhwa aciel memiliki kemampuan spesial, belum dapat dipastikan kemampuan yang dimiliki aciel namun ellise yakin bahwa kedepannya aciel dapat menjadi rekan yang dapat ia percayai selain david.
"aciel"
seru ellise memanggil nama temannya itu,
aciel pun berdiri dan segera mendekati pintu keluar sel tahanan, disana telah menunggu ellise yang tersenyum lebar padanya seraya merentangkan tangan seolah ingin memeluk aciel.
merasa akan ketulusan hati ellise yang begitu dalam membuat aciel bahagia, ia pun terus berjalan mencoba menggapai pelukan ellise.
aciel nampak seperti seorang anak berusia 14 tahu, tubuhnya kecil dan kurus, rambutnya berwarna putih keabu-abuan dengan mata berwarna merah, benar bahwa aciel adalah keturunan suku kamuga seperti hyde namun tak banyak yang menyadari bahwa ada anak lain yang selamat dari bencana besar yang menewaskan hampir semua populasi suku kamuga tersebut.
keduanya saling berpelukan lalu segera setelah itu ellise mengajak aciel untuk pulang ke rumahnya.
***
"kakak, apa yang telah kau perbuat pada ellise!!"
david yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang kerja kakaknya sambil merajuk.
"kakak kenapa tidak menjawab?!"
kembali bertanya pada duke argyll yang sama sekali tak memperdulikan kedatnag david dan malah lebih fokus mempelajari dokumen yang ada di hadapannya.
"baiklah jika kakak tidak menjawab maka aku yang akan mencaritahu sendiri"
__ADS_1
keluh david akan sikap kakaknya tersebut
"hentikan!"
ucap duke argyll sembari menutup dokumen dan meletakkan di atas meja kerjanya.
"jangan bersikap seperti anak kecil, ellise juga memiliki urusannya sendiri dan bukankah kau harus berlatih agar bisa masuk menjadi anggota pasukan khusus, ingatlah akan janji mu sebelumnya"
sambung duke argyll yang seolah bijaksana dalam menenangkan david, meskipun terkesan cuek pada perkembangan kehidupan david namun sebenarnya duke argyll sudah menyipkan rencana masa depan david dengan rapih.
david terdiam tak berucap, meskipun ia terlihat kekanak-kanakan namun david sangat menghormati kakaknya bahkan keputusan apapun meskipun sulit untuk david ia akan tetap melaksanakannya karena duke argyll merupakan sosok sekaligus lambang bagi keluarga argyll.
"lusa akan ada pesta dansa kerajaan, kau mungkin akan bertemu dengannya jadi bersabarlah"
duke argyll kembali berbicara lalu berdiri dan berjalan keluar ruangan meninggalkan david sendiri.
tak ada sesuatu yang aneh dengan ucapan duke argyll, namun dalam benaknya ia memikirkan pesta dansa dan juga ellise yang akan menjadi pasangan putra mahkota, ia secara tak sengaja mendengarnya sendiri saat berada di istana karena berita tersebut sudah tersebar diantara para pelayan.
sebenarnya hari ini duke argyll memiliki janji dengan ellise untuk membahas mengenai obat bagi putri iris, duke argyll berjanji akan membantu ellise untuk mencari obat tersebut bersama, selama berjalan menuju kereta kuda hugo sempat mengajak duke argyll berbicara namun tak ada respon yang membuat hugo sedikit merasa curiga terhadap duke argyll tapi hugo tetap menyembunyikan rasa penasarannya tanpa berani bertanya karena bisa saja hal yang ia khawatirkan hanyalah sesuatu yang sia-sia untuk itu hugo memilih untuk diam.
"berhenti"
"apa? ah maksud hamba ada apa tuan?"
tanya hugo
"hentikan keretanya"
"baik hamba akan meminta pak kusir untuk berhenti"
kereta pun segera berhenti, duke argyll mengeluarkan sesuatu dari dalam mantel nya lalu melemparkan pada hugo,
"ini..?"
"bungkuslah dan kau saja yang pergi menemui ellise"
"apa?!"
seru hugo kebingungan
"kau sudah berani membantah ku sekarang?"
"bukan begitu tuan, tapi nona ellise pasti sudah menunggu bagaimana anda bisa begini.."
ucap hugo yang menyayangkan sikap duke argyll pada ellise
"kalau aku bilang kau yang pergi maka kau harus pergi"
imbuh duke argyll yang seolah tak mau tau dengan pendapat hugo.
segera setelah membungkus dan menuliskan pesan untuk ellise, hugo pun berangkat sesuai keinginan duke argyll, hugo menduga bahwa duke argyll sedang kehilangan semangatnya namun ia tak berani menduga lebih jauh apalagi mengaitkan hal tersebut dengan ellise.
(di toko kue)
hari ini di tempat yang sama yaitu di sebuah caffe kue ellise dan duke argyll akan bertemu.
ellise sudah menunggu duke argyll di lantai dua dan sama persis seperti sebelumnya duke argyll telah memesan satu ruangan di lantai dua.
"duduklah"
ucap ellise mempersilahkan aciel duduk di sebelahnya.
"ada suatu hal yang belum aku ceritakan pada mu jadi dengarkan baik-baik"
ucap ellise dengan serius pada aciel yang tentunya di sambut anggukan oleh aciel.
"pertama, aku akan mengajak mu bertemu dengan kaka dan nantinya kau akan tinggal bersama kami, ingat nama mu adalah aciel"
tegas ellise, aciel merespon dengan mengangguk
"kedua, alasan kau bebas karena ada hal yang aku jadikan sebagai jaminan yaitu obat bagi putri iris jadi besok kita akan mencarinya bersama"
aciel kembali menganggukan kepala
"ketiga, disini kita akan bertemu dengan seorang teman ku, dialah yang akan membantu kita menemukan obat tersebut, orang ini memang agak tempramental dan ku harap kau mengerti"
__ADS_1
ucap ellise mengakhiri penjelasannya mengenai situasi saat ini.
tak berselang lama seseorang datang menghampiri Ellise, dia adalah utusan dari duke argyll yang datang ingin menyampaikan sebuah pesan.
"izinkan hamba memperkenalkan diri, hamba adalah salah seorang utusan duke argyll, nama hamba hugo.. maksud dan tujuan hamba kemari adalah untuk memberikan ini"
sambil menyodorkan sebuah bungkusan pada ellise, ia pun segera meraihnya
"iya aku mengenalmu,, lalu apa isinya?"
tanya ellise
"hamba juga tidak tahu nona, hamba hanya diminta untuk mengirimkan saja dan duke argyll meminta hamba menyampaikan pesan bahwa beliau tidak dapat hadir karena itu nona bisa segera pulang ke rumah"
"ahhh jadi begitu, baiklah terimakasih hugo"
"baik nona, hamba pamit undur diri"
karena penasaran, ellise pun segera membuka bungkusan pemberian duke argyll, sebuah botol berisi cairan berwarna ungu dan juga sepucuk surat dari duke Argyll,
"ini adalah obat untuk putri iris, aku sudah mendapatkannya melalui seorang teman dari negara suci"
tulisan yang singkat dan tentu saja membuat ellise bingung tetapi juga senang karena tak perlu pergi jauh untu mencari apa yang ia janjikan pada raja.
dengan senang hati, ellise menerima bantuan dari duke Argyll, setelah itu ia pun bergegas pulang bersama Aciel.
sesampainya di rumah ellise dan aciel berjalan mengendap-endap menghindari kemurkaan Allen, suasana tampak lengang dan sepi seperti Allen tidak sedang berada di rumah.
'duk..'
"awwww"
seru ellise kesakitan menabrak sesuatu namun saat ia melihat ternyata ia menabrak seseorang yaitu Allen, dengan wajah sinis yang dipenuhi aura kemarahan Allen menatap ellise tajam, ellise tak dapat berkata melihat kemurkaan kakaknya tersebut.
belum sempat beralasan Allen justru menghela nafas panjang dan menyuruh ellise untuk segera beristirahat.
" bersihkan dirimu dan segera beristirahatlah"
lalu berbalik dan berjalan pergi
"kakak!"
seru ellise memanggil allen dan membuatnya berhenti lalu menoleh ke arah ellise.
aciel yang sebelumnya bersembunyi di belakang ellise pun perlahan keluar menunjukkan dirinya pada Allen, sedikit terkejut ia pun kembali menatap ellise tajam.
"kakak dengarkan dulu penjelasan ku, dia adalah teman ku saat di dalam sel tahanan dulu namanya aciel"
sambil mendengarkan penjelasan ellise, allen mencuri pandang melihat ke arah aciel sambil mengidentifikasi melalui ciri fisik aciel,
'rambut keabuan, mata merah'
gumam allen yang tiba-tiba membuat matanya sedikit terbelalak seolah terkejut.
"jadi maksudku..."
"dia boleh tinggal disini"
ucap Allen yang membuat ellise terkejut
"apa?"
"kau tidak dengar, dia boleh tinggal disini, albert tunjukkan kamarnya"
allen langsung memerintah asistennya untuk mengantarkan aciel sedangkan ellise masih tetap bersama Allen.
sesuai dengan perintah, albert pun mengantar aciel ke kamarnya.
"aku ingin tau alsannya"
tanya allen dengan serius
"karena dia teman pertama ku kakak.."
allen tak berbicara, ia terus menatap ke arah ellise dan membuat ellise merasa tak nyaman dengan sikap kakaknya saat itu, ia pun menyerah dan mengatakan alasan sesungguhnya.
__ADS_1
"karena dia spesial"
ucap ellise singkat yang membuat allen terkejut dengan kemampuan ellise, kini allen mulai sadar bahwa ellise memang berbeda dari orang biasa karena itulah kedua orang tuanya mati-matian menyembunyikan ellise di luar sana dulu.