ELLISE

ELLISE
Tanda yang Menyatu


__ADS_3

kilatan cahaya tak biasa yang terlihat dari gunung Etna terlihat jelas ketika Allen sedang beristirahat, sontak hal tersebut membuatnya khawatir dan buru-buru meminta yang lain untuk bersiap berangkat, merasa akan terjadi hal yang buruk Ron pun setuju dan mereka pun segera berangkat tepat setelah membereskan barang-barang mereka.


tak disangka, di tengah perjalanan rombongan di cegat oleh dua orang tak di kenal, karena tersulut emosi Allen pun segera mengeluarkan pedang dan meminta kedua orang asing tersebut untuk menyingkir.


melihat Allen yang marah membuat ke dua orang tersebut pun segera turun dari kuda dan mengangkat kedua tangannya sembari mendekat pada Allen.


merasa tak asing dengan logo di baju yang di kenakan oleh kedua prajurit Allen pun segera menurunkan pedangnya.


"katakan apa mau kalian"


seru Allen pada kedua orang yang berdiri di depannya.


dengan sedikit menunduk keduanya pun berbicara,


"maafkan hamba tuan Allen, hamba membawa pesan dari Duke Argyll mengenai nona Ellise"


sonta ucapan dari prajurit utusan Duke Argyll membuat Allen terbeblalak karena terkejut.


"katakan dengan jelas"


sahut Ron yang tak mengerti dengan ucapan kedua prajurit utusan Duke Argyll.


"ceritanya panjang, nona Ellise sekarat namun saat ini Duke Argyll telah membawa nona Ellise menuju kediaman keluarga Argyll dan tuan Allen diminta untuk datang kesana"


Allen sedikit kesal dan tak percaya begitu saja dengan ucapan kedua prajurit itu lalu kembali menghunuskan pedang,


"apa jaminannya bahwa berita itu benar!"


"nyawa kami jaminannya tuan"


ucap si prajurit sedikit gugup dan tak berani menatap Allen.


"heh.. nyawa kalian?! bahkan nyawa Duke Argyll pun tak lebih berharga dari nyawa Ellise, baiklah aku akan kesana, tunjukkan jalannya"


jawab Allen yang ingin mencoba mempercayai Duke Argyll, tak berlama-lama kedua prajurit pun segera memimpin perjalanan kembali ke The Great Wales dan menuju kediaman Duke Argyll.


* * *


sesampainya di kediamannya, Duke Argyll meminta beberapa pelayan perempuan untuk membawakan air hangat lalu beberapa pelayan lainnya ia suruh untuk keluar dan membelikan baju yang nantinya akan dikenakan oleh Ellise sementara.


setelah memberi perintah Duke Argyll pun pergi menuju kamar pribadinya untuk membaringkan Ellise, sejujurnya selama menggendong Ellise Duke Argyll merasakan hawa panas yang keluar dari tubuh Ellise yang meninggalkan sedikit bekas terbakar pada lengan bagian dalam Duke Argyll.


tak berselang lama dua pelayan masuk membawa air hangat untuk membasuh Ellise,


"permisi tuan, kami akan membasuh tubuh nona tersebut"


ucap lirih seorang pelayan meminta izin pada Duke Argyll.


"aku yang akan melakukan nya"


sahut Duke Argyll yang membuat kedua pelayan langsung meletakkan wadah berisi air hangat beserta handuk kecil.


"keluar lah, dan jangan biarkan siapapun masuk tanpa seizin ku"


perintah Duke Argyll yang membuat kedua pelayan sebenarnya bingung juga terheran namun tak berani bertanya dan langsung keluar dari kamar Duke Argyll.

__ADS_1


"ini aneh bukan?"


ucap seorang pelayan


"apa yang kau bicarakan tidak ada yang aneh"


sahut pelayan satunya mencoba menghentikan pelayan lain agar tidak menggunjingkan Duke Argyll.


"tentu saja ini aneh, tuan tak pernah sekalipun membawa masuk seorang perempuan ke kamarnya, tuan selalu bersenang-senang dengan perempuan di kamar lain dan juga.."


"sshhhh... jaga bicara mu, jika tuan dengar tangan mu bisa di potong"


ucap pelayan lain mencoba menghentikan pembicaraan mengenai Duke Argyll.


"ah tuan muda"


keduanya langsung memberi hormat melihat kedatangan David, ia pun bertanya pada kedua pelayan tersebut,


"dimana kakak?"


"tuan ada di kamarnya bersama seseorang tapi tuan tak mengizinkan siapapun masuk sampai beliau sendiri yang memberikan perintah"


jelas salah seorang pelayan yang membuat David marah,


"selain kakak apakah ada orang di dalam sana?"


pertanyaan David di sambut gelengan kepala dari kedua pelayan yang semakin membuat nya kesal karena kakaknya malah membawa Ellise ke kamar pribadinya tanpa seorangpun di dalam, David bahkan berpikir bahwa kakaknya benar-benar seorang bajingan.


pelayan pun memberikan saran pada David untuk kembali ke kamar membersihkan diri dan beristirahat, begitupun sang asisten yang meminta David melakukan hal serupa agar nantinya ketika Allen datang mereka sudah siap untuk menyambut nya, saran dari sang asisten pun di terima oleh David, ia bergegas menuju kamar untuk membersihkan diri dan bersiap.


Duke Argyll kini sedang membasuh Ellise perlahan, bukan tanpa alasan hal ini disebabkan oleh suhu badan Ellise yang panas namun bukan karena sedang demam, Duke Argyll menduga bahwa panas dari tubuh Ellise berasal dari pedang The Glory of ten powers yang sedang berusaha menyatu dengan Ellise dan karena hal itu pula yang membuat Duke Argyll memilih untuk mengompres dengan air hangat agar suhu badan Ellise tetap terjaga.


"tok.. tok.. tok.. tuan kami pelayan mengantarkan baju yang tuan inginkan"


seru seorang pelayan dari luar kamar


"masuklah"


jawab Duke Argyll mempersilahkan pelayan untuk masuk, tentu saja kedua pelayan pun segera masuk dan mendekati Duke Argyll.


mereka melihat pemandangan tak biasa dimana Duke Argyll sedang membasuh secara lembut seorang wanita asing yang tak pernah mereka lihat sebelumnya, Dimata mereka wanita itu memang tampak cantik.


"letakkan di sana, lalu keluarlah"


perintah dari Duke Argyll sontak membuat mereka tertunduk, antara malu, bingung dan juga takut karena hal ini baru pertama kali terjadi, Duke Argyll akan memakaikan pakaian pada seorang wanita, salah seorang pelayan sempat ingin menawarkan bantuan karena takut Duke Argyll tak mengerti urutan berpakaian bagi perempuan namun pikiran si pelayan terlihat jelas oleh Duke Argyll dan langsung di bantah,


"tenanglah, aku tau cara memakaikannya, kalian meragukan pengalaman ku?"


Duke Argyll menjawab seolah meledek, ucapan itupun membuat keduanya malu karena seperti mendengar kata-kata yang tak senonoh, tanpa berlama-lama mereka pun segera keluar dan menutup pintu.


"astaga Duke Argyll memang orang yang seperti itu"


gumam salah seorang pelayan yang di sambut dengan gelengan kepala oleh pelayan yang lain seolah tak menyangka dengan prilaku cabul duke Argyll.


kedua pelayan tersebut pun sampai di rumah belakang tempat para pelayan lain berkumpul untuk mempersiapkan segala kebutuhan di kediaman keluarga Argyll.

__ADS_1


pemandangan tak biasa terlihat dalam sebuah ruangan dimana para pelayan sedang berkumpul dan membicarakan hal serius, kedua pelayan yang baru saja datang pun mendekati kerumunan tersebut.


"aku dengar dari salah seorang prajurit nona yang ada di kamar tuan adalah adik dari tuan Allen"


"apaa?!"


jawab semua pelayan seolah tak percaya dengan yang mereka dengar.


"itu artinya nona muda dari keluarga Collins telah kembali?"


tanya yang lain


"bukankah tuan dan tuan Allen terkenal memiliki hubungan yang tidak baik? jangan-jangan tuan menculik nona itu"


sahut yang lain membuat semuanya menutup mulut seolah tak percaya dengan prilaku jahat Duke Argyll.


"sstt.. diamlah, aku akan memberitahukan kebenaran, aku mendengar nya langsung dari prajurit tadi, mereka berkata bahwa nona tadi bukan orang sembarangan dan aku menduga bahwa mungkin saja tuan Argyll akan mempersunting nona yang ia bawa dan sebentar lagi tuan Allen akan datang kemari karena itulah kita diminta untuk mempersiapkan segalanya.. jadi dengan kata lain"


"apa yang kalian lakukan!"


seru seseorang dengan lantang yang membuat kerumunan pecah kalang kabut, suara tersebut berasal dari Lucy kepala pelayan keluarga Duke Argyll.


"segera siapkan keperluan yang diminta sebelum tuan memotong tangan kalian!"


ucap Lucy yang membuat semua pelayan kembali pada pekerjaan masing-masing, tak ada yang berani membantah perintah Lucy karena ia merupakan kepala pelayan yang telah bekerja selama 30 tahun di keluarga Duke Argyll.


'benar, tidak biasanya tuan membawa masuk perempuan ke kamar pribadinya. apalagi perempuan tersebut adalah adik kandung dari tuan Allen, situasi yang sangat membingungkan'


gumam Lucy dalam hati yang ikut memikirkan prilaku tak biasa Duke Argyll.


suasana di rumah belakang saat ini tengah sibuk mempersiapkan perjamuan kecil yang diminta oleh Alex asisten Duke Argyll, perjamuan ini diadakan ketika Allen datang di rumah Duke Argyll.


sebagai seorang asisten Alex pun tak mengerti apa yang direncanakan Duke Argyll sampai haru membuat perjamuan semacam itu.


* * *


Duke Argyll telah selesai melakukan perawatan terhadap Ellise, ia pun juga telah memakaikan baju pada Ellise.


sejenak ia sempat terpaku melihat Ellise, Ellise seperti sedang tertidur lelap karena lelah atau entah karena sebab lain yang jelas saat ini Duke Argyll hanya menduga bahwa Ellise membutuhkan waktu agar pedang The Glory of ten powers menyatu sempurna dalam tubuhnya.


tanpa sengaja ia menyentuh tangan Ellise, memeganginya sembari melihat tanda yang terbentuk pada tangan tepatnya di atas nadi ukurannya sekitar 15-20 cm.


tato yang awalnya berwarna hitam kini perlahan berganti warna menjadi biru mengikuti alur garis melingkar-lingkar yang terbentuk, Duke Argyll mulai sadar bahwa perubahan warna tersebut merupakan proses penyatuan pedang dengan tubuh Ellise dan garis biru kini hampir selesai menutup garis hitam.


Duke Argyll pun berdiri, ia berniat memberikan waktu Ellise untuk beristirahat namun terhenti karena Ellise memegang tangannya, sontak hal tersebut membuatnya duduk kembali dan menemani Ellise.


* * *


"braakkkkk"


suara dobrakan pintu terdengar, Allen lah yang melakukan hal tersebut, ia tersulut amarahnya karena mendengar bahwa Duke Argyll membawa Ellise ke kamar pribadinya dan bukan ke kamar khusus tamu.


mendengar suara gaduh diluar membuat Duke Argyll sepontan menoleh,


"biarkan dia masuk"

__ADS_1


ucapnya kemudian kembali berpaling melihat ke arah Ellise dan perlahan melepas genggaman tangan Ellise yang kuat menahan tangannya.


ia segera berdiri untuk menyambut kedatangan Allen di luar, Allen yang masuk ke dalam kamar pribadi Duke Argyll kemudian berjalan mendekat seperti ingin menyerang Duke Argyll, ia pun berlari sambil mengambil pedang lalu menghunuskan ke arah Duke Argyll.


__ADS_2