ELLISE

ELLISE
Kehidupan Baru


__ADS_3

mata nya dan warna rambutnya persis dengan milik Ellise.


namun Ellise memilih untuk kembali menunduk dan seloah tak peduli terhadap orang tersebut.


setelah selesai berbicara pada Ellise, Allen keluar bersama Ron.


ia senang sekaligus gelisah, senang karena adiknya tumbuh dengan sehat dan menjadi gadis yang cantik, rasa gelisah karena ia tak tahu nasib apa yang akan menanti adiknya di Neverland.


Allen dan Ron memilih untuk berpisah, keduanya memiliki urusan masing-masing yang harus dikerjakan.


Allen bergegas kembali ke rumah untuk menyusun rencana agar Ellise bisa segera dibebaskan.


* * *


Ellise masih duduk termenung sembari menggerakkan jari-jarinya di lantai penjara seolah sedang menyusun rencana.


"kikikikiiii"


suara seseorang tertawa cekikikan.


Ellise melihat sekeliling namun tawanan dari penjara lain tak terlihat karena begitu gelap.


Ellise mulai berpikir yang tidak-tidak,


'hantu?'


bulu kuduknya mulai merinding, Ellise menggeleng-gelengkan kepalanya mencoba untuk fokus pada rencana yang telah disusun.


"hahahaha"


kali ini suara tawa yang seolah meledek seseorang.


Ellise yang kesal seolah sedang dipermainkan pun mencoba mengajak berbicara,


"siapa disana? jawab aku?!"


sunyi senyap tak ada suara yang menjawab Ellise.


Ellise kembali fokus pada pekerjaannya, tiba-tiba dari sel tahanan sebelah kanan Ellise seseorang berbicara kembali,


"kau merencanakan untuk bebas?"


"ahh!!!? kau mengejutkan ku"


Ellise terkejut dan sedikit melopat lalu menjawab dengan nafas terengah-engah.


seorang remaja laki-laki, ia melihat ke arah Ellise kemudian tersenyum.


mereka berdua saling berbicara, dan mulai akrab.


pada akhir percakapan Ellise memperkenalkan namanya,


"nama ku Ellise, panggil saja aku Ellise, siapa nama mu?"


tanya Ellise


"a a aku tidak memiliki nama"


menjawab Ellise dengan wajah murung


"hei hei.. sebenarnya nama itu tidak terlalu penting"


ucap Ellise mencoba menghibur temannya tersebut namun tidak berhasil, ia masih tampak murung.


"Aciel bagaimana jika aku memanggil mu aciel?"


ucap Ellise berusaha mencairkan suasana


"aciel? aku suka nama itu, terimakasih" tersenyum pada Ellise.

__ADS_1


keduanya kembali saling berbicara, bertukar cerita terutama mengenai kehidupan Ellise di luar sana, Aciel begitu tertarik untuk mendengarnya.


keduanya kini benar-benar telah menjadi teman dekat.


* * *


3 hari berlalu, permohonan Allen untuk pembebasan Ellise masih belum dikabulkan raja.


ia khawatir mental Ellise akan semakin buruk karena terlalu lama di dalam penjara.


di tambah lagi suasana di sini begitu asing bagi Ellise yang telah terbiasa hidup modern di dunia luar.


Allen akhirnya menyerah, ia melepaskan semua egonya dan menemui raja untuk membuat kesepakatan.


setibanya di ruang raja, Allen mengutarakan keinginannya.


"hamba menghadap yang mulia, izinkan hamba untuk berbicara"


ucap Allen sembari menundukkan kepala menunjukkan rasa hormat


"Allen.. kau masih saja tak menyerah ya? katakan apa yang ingin kau sampaikan"


ucap raja penasaran akan penawaran yang akan di ucapkan Allen


"hamba akan melatihnya, Ellise, hamba akan mengirimnya ke laut merah secepatnya.. tapi sebelum itu izinkan hamba untuk melatih Ellise demi keselamatannya"


ucap Allen dengan sangat yakin atas keinginannya tersebut


"haha... kau ini pandai sekali memberikan penawaran. baiklah. aku setuju"


ucap raja dengan wajah yang puas atas penawaran yang diajukan Allen


'apa.. sial.. ternyata memang ini yang diinginkan raja'


gumam Allen dalam hati sembari sedikit menyesali keputusan nya.


"tapi Allen, yang ku inginkan sebenarnya adalah menjodohkan Ellise dengan Ron, apakah..."


memotong perkataan raja..


"baiklah kita akan bahas ini nanti"


setelah selesai menemui raja, Allen pamit undur diri dan segera menuju sel tahanan tempat Ellise berada.


perasaan khawatir muncul mengiringi perjalanannya menuju sel tahanan karena ia ragu akan kemampuan Ellise dalam mengemban tugas penting.


namun Allen juga lega karena Ellise bisa segera dibebaskan.


sesampainya di sel tahanan, Allen tak buru-buru masuk ke sel tahanan Ellise karena ia tak sengaja mendengar percakapan Ellise dengan tahanan lain.


mereka terdengar begitu akrab seolah saling mengenal cukup lama, Allen memilih untuk menunggu percakapan mereka selesai.


Allen juga menikmati suara Ellise, ia tertawa begitu ceria dan suaranya hampir mirip dengan suara ibu mereka.


tak berselang lama Allen memutuskan untuk menyela percakapan keduanya, ia meminta penjaga untuk membuka pintu sel milik Ellise.


penjaga menurutinya dan mempersilahkan Allen untuk masuk menemui Ellise.


Ellise meskipun mereka pernah bertatapan beberapa waktu lalu namun ia merasa canggung karena bertemu dengan pria itu kembali.


untuk menghilangkan rasa canggung diantara keduanya, Allen memperkenalkan diri.


"mungkin ini sedikit terlambat untuk memperkenalkan diri tapi nama ku Allen, Allen Murray Collins. aku adalah kakak mu"


sembari berjalan mendekati Ellise dan berlutut dihadapan Ellise.


"ka..kakak katamu? hehe aku tidak mengerti tapi.."


menjawab salam perkenalan Allen dengan canggung dan mencoba mengalihkan pandangannya

__ADS_1


"kau mungkin kebingungan tapi kau bebas sekarang, ayo kita pulang ke rumah.."


ucap Allen sambil mengulurkan tangan seolah mengajak Ellise untuk pergi.


melihat wajah Allen, mata Ellise menjadi berbinar.


ia merasa bahwa Allen adalah orang baik dan entah kenapa ada perasaan haru yang bergejolak dalam hati Ellise hingga membuatnya menerima uluran tangan Allen.


keduanya berdiri, Allen terus memegang tangan Ellise sembari berjalan keluar sel tahanan.


"ahh tunggu dulu"


menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, Ellise berjalan menuju sel tahanan Aciel.


"Aciel, bertahanlah, aku berjanji akan segera menyelamatkan mu"


ucap Ellise pada Aciel sembari memberikan sebuah kalung pada Aciel.


Aciel begitu senang karena Ellise memperdulikan dirinya hingga membuatnya tak kuasa menitihkan air mata.


Aciel tertunduk, ia tak ingin menunjukkan wajah sedihnya karena perlakuan baik Ellise padanya.


"pergilah, dan aku akan menunggu mu disini"


ucap Aciel berusaha untuk membuat Ellise segera pergi.


Ellise tersenyum kemudian kembali menghampiri Allen, keduanya berjalan keluar bersama sembari bergandengan tangan.


Allen tak segan membantu Ellise untuk naik ke atas kereta.


suasana masih terasa canggung untuk Ellise, antara percaya atau tidak karena di mata Ellise, sosok Allen seperti paket komplit boyfriend material.


tinggi, tampan, tubuhnya begitu berisi, hingga membuat Ellise berpikir yang tidak-tidak.


Ellise menggeleng-gelengkan kepalanya, dia berusaha agar tersadar dari pikiran yang tidak jelas.


melihat tingkah Ellise yang aneh membuat Allen merasa gemas, ia mengusap-usap kepala Ellise sambil tersenyum.


Ellise tak kuat dengan ketampanan Allen hingga membuatnya buang muka untuk menahan rasa malunya karena wajahnya yang semakin memerah merespon perlakuan Allen terhadap dirinya.


dari dalam kereta Ellise memandang keluar jendela, mulutnya tak sengaja menganga kagum atas apa yang ia lihat.


Allen kemudian menjelaskan sedikit mengenai apa yang di lihat Ellise bahwa ia sebenarnya adalah penduduk asli Neverland.


orang tua mereka sengaja menyembunyikan Ellise karena tugas berat yang akan di embannya nanti.


Allen juga menjelaskan secara rinci tugas apa yang sebenarnya akan dihadapi oleh Ellise.


Ellise begitu serius mendengarkan Allen, awalnya ia tak percaya dengan tugas yang diceritakan Allen, namun Allen berusaha meyakinkan Ellise untuk mencobanya, mengingat keluarga Collins telah membohongi kerajaan sebelumnya.


kebohongan yang menyebabkan raja begitu marah adalah ketika keluarga Collins mengirim Ellise palsu untuk melaksanakan tugas.


karena Ellise palsu tewas saat menjalankan tugas membuat semua orang begitu kaget dan sempat menimbulkan kekacauan selama beberapa hari.


raja yang putus asa kemudian menemui pendeta suci untuk menanyakan harapan lain mengenai tugas yang belum terselesaikan.


betapa terkejutnya raja mendengar bahwa Ellise masih hidup dan berada di luar Naverland.


raja sadar bahwa Ellise yang dikirim oleh keluarga Collins adalah Ellise palsu hingga raja memutuskan untuk menjatuhi hukuma pada ke dua orang tua mereka.


kurang lebih 3 tahun pasca kegagalan tugas pertama, raja telah melakukan ekspedisi untuk menemukan Ellise, dan sampailah mereka pada portal segi tiga Bermuda dimana Ellise ditemukan sebelumnya.


karena cerita Allen tak terasa perjalanan mereka sampai di tempat tujuan yaitu rumah keluarga Collins.


para pelayan berjajar menyambut kedatangan putri bungsu keluarga Collins, mereka mengucapkan salam


"selamat datang putri Ellise"


Ellise dengan senang hati melangkah di temani oleh Allen, ekspresi wajahnya menunjukkan seolah masih tak percaya dengan apa yang ia alami sekarang.

__ADS_1


sesekali Ellise mencubit pipi bahkan sesekali menampar kecil pipinya untuk membuktikan apakah ini nyata atau tidak.


hanya dalam satu malam hidupnya kini telah berubah seketika.


__ADS_2