ELLISE

ELLISE
Menghindar


__ADS_3

"Ellise"


seru seseorang memanggil ellise yang memecah situasi canggu kala itu, allen lah yang memanggil ellise dari kejauhan.


rapat istana sepertinya telah usai sehingga allen sedang dalam perjalanan kembali lalu tak sengaja melihat ellise sehingga ia memanggil namanya.


"kakak"


sahut ellise sambil berlari menghampiri allen


"sedang apa kau disini?"


tanya allen memastikan alasan ellise ada di istana


"ahh it.. itu.."


'mati lah aku'


gumam ellise dalam hati yang tak bisa berbohong bahwa ia memiliki hal yang ia rahasiakan yaitu bertemu dengan raja.


"kami janji bertemu"


seru putri iris yang datang menghampiri untuk membantu ellise menjawab allen agar ia tak curiga.


mendengar hal tersebut sontak membuat allen terkejut, pasalnya ellise tak bernah bercerita bila ia dan putri iris berteman satu sama lain.


"benarkah itu?"


tanya allen pada ellise


"tentu saja. aku dan kak.. maksud ku putri iris memiliki janji bertemu dan ini rahasia"


jawab ellise terbata-bata


"baiklah kalau begitu aku percaya pada adik kecil ku"


sambil sedikit mengacak-acak rambut ellise..


"kakak!"


seru ellise tak suka dengan cara allen memperlakukannya, sambil merapihkan rambut ellise terlihat begitu kesal.


"apakah tuan allen ada waktu? ada yang ingin aku bicarakan"


ucap putri iris memotong interaksi allen dan ellise, belum sempat menolak duke argyll menengahi.


"ellise bukankah kau ingin bertemu dengan david? dia menunggu di gerbang utama"


"david? benarkah? kakak aku pergi dulu, putri iris hamba pamit semoga hari anda menyenangkan"


ellise pergi dengan penuh suka cita tanpa memikirkan kakaknya, begitupun duke argyll dan hugo yang segera berpamitan lalu berjalan menemani ellise menuju gerbang utama.


"ada keperluan apa putri iris sehingga menahan hamba disini?"


tanya allen yang sedikit dingin pada putri iris


"tidak bisakah kita berbicara santai seperti dulu allen?"


keheningan pun menyelimuti keduanya, tak ada respon dari allen yang ada hanyalah tatapan sendu dari putri iris yang seolah merindukan seseorang, entah kejadian apa yang pernah terjadi dimasa lalu antara keduanya sehingga mereka tak pernah saling sapa dan seolah tak saling mengenal padahal sering bertemu.


(di gerbang utama)


"david"


seru ellise memanggil nama david namun tak ada yang menjawab, ia pun lantas membuka kereta milik duke argyll dan tak ada siapapun disana.


dari arah belakang duke argyll lantas memegang pinggang ellise dan menaikkannya ke dalam kereta lalu disusul oleh nya yang juga menaiki kereta tersebut.


duke argyll lantas menutup pintu dan duduk tepat di hadapan ellise, heran melihat tingkah duke argyll membuat hugo tak berani menegur dan malah meminta pak kusir menjalankan kudanya sedangkan hugo mengikuti kereta yang ditumpangi duke argyll dengan menunggangi seekor kuda,


ia menjaga jarak dari kereta agar memberikan ruang yang cukup bagi duke argyll untuk berbicara dengan ellise.


sadar bahwa dirinya sedang di tipu membuat ellise kesal, ia diam dan tak menegur duke argyll.

__ADS_1


"katakan, mengenakan dress berwarna kuning dengan tatanan rambut rapih, sepertinya kau tidak berniat untuk menemui putri iris"


ellise diam dan mengacuhkan duke argyll


"pangeran ron, apakah dia yang akan kau temui?"


ellise pun menoleh lantas menjawab,


"bukan urusan mu"


jawabnya ketus pada duke argyll.


"jika tak ingin menjawab seharus nya kau bersikap baik karena ramuan itu telah menyelamatkan teman mu"


keluh duke argyll yang lantas membuat ellise tak enak hati namun tetap memilih untuk diam.


"tuan kita sudah sampai"


ucap kusir yang mengendarai kereta duke argyll.


"anda ingin membawa ku kemana?"


tanya ellise yang sedikit kebingungan


"turunlah, kau akan tahu sendiri"


jawab duke argyll yang turun mendahului ellise lalu mengulungkan tangannya untuk membantu ellise turun dari kereta kuda, ellise pun memegangi tangan duke argyll dan turun perlahan.


"butik"?


seru ellise yang terkejut bahwa duke argyll membawanya kesebuah toko pakaian bukan tempat lain.


"masuk lah, kau harus mengganti pakaian mu"


"hei tunggu dulu! aku tidak mau mengganti pakaian ku"


"jika kau ingin berkuda menggunakan gaun ya terserah saja"


ucap duke argyll yang terus berjalan masuk kedalam butik


gumam ellise dalam hati sambil berjalan masuk ke dalam butik, duke argyll sedang berbicara dengan sang pemilik, entah apa yang mereka bicarakan ellise tak dapat mendengar karena jarak mereka cukup jauh.


duke argyll lantas menoleh melihat ke arah ellise,


"kemarilah, dia akan membantu mu mengganti pakaian"


ellise tak punya pilihan selain mendekat dan menuruti keinginan duke argyll, dua pelayan toko pun bergegas mengajak ellise masuk ke ruang ganti sedangkan duke argyll menunggu sambil duduk dan membaca koran.


sepuluh menit berlalu ellise pun keluar mengenakan sebuah pakaian seorang kesatria berwarna serba hitam dengan pelindung bahu berwarna perak dikedua sisi, juga sabuk pengikat untuk meletakkan pedang di pinggang bagian kanan, dan sabuk kecil melingkar pada bagian paha kiri untuk menyimpan belati, selain itu pakaian ini juga dilengkapi dengan jubah pelindung dan juga sepatu bots tinggi hingga bagian lutut yang juga memiliki pelindung berwarna perak.


pakaian yang dikenakan ellise sangat pas pada tubuhnya sehingga terlihat begitu cocok dan membuat duke argyll puas tentunya.


ia sempat terpatung melihat karisma ellise yang terpancar setelah keluar dai ruang ganti namun ia segera sadar dan melemparkan sesuatu pada ellise,


"ikatlah rambutmu"


ucap duke argyll singkat lalu berdiri dan berjalan keluar diikuti oleh ellise yang teoat berada di belakangnya


"hei duke tunggu aku, bagaimana bisa anda berbicara sangat singkat dan tak menjelaskan apapun"


ucap ellise sembari mengikat rambut panjang yang sebelumnya terurai.


belum sampai keluar duke argyll berhenti yang membuat ellise tak sengaja menabrak punggungnya dan spontan berteriak kesakitan


"awww... kenapa anda berhenti, aku jadi menabrak punggung anda,, aduh sakit sekali"


ucap ellise sambil mengelus-elus dahinya.


tak merespon ucapan ellise, duke argyll hanya terdiam dan membuat ellise penasaran, ia pun melangkah ke samping kiri mencoba melihat hal apa yang membuat duke argyll terhenti.


ellise pun mengintip, ia melihat sekumpulan kesatria yang sedang melintas, kesatria tersebut mengenakan pakaian serba putih, penasaran ellise pun lantas bertanya pada duke argyll,


"siapa mereka?"

__ADS_1


tanya ellise sedikit ragu


"mereka kesatria yang berasal dari negara suci"


"negara suci? bukankah anda juga bagian dari mereka? lalu untuk apa bersembunyi, ayo keluar"


ucap ellise sambil berjalan melewati duke argyll namun dicegah, ia menahan ellise dangan menggenggam tangannya lalu mengarahkan ellise berdiri dihadapnnya.


bukan tanpa alasan karena hyde sang pemimpin tiba-tiba berhenti di depan toko sambil melihat-lihat seolah mengenali sesuatu.


dan benar saja sang pemimpin sedang melihat seekor kuda yang berada di samping toko, ia seolah tak asing dan mengenali kuda itu sebagai milik duke argyll salah satu rekannya.


"ada apa tuan? kita harus segera menuju istana"


tanya salah seorang pasukan bernama Justin yang mendekat pada hyde


"ahh tidak apa-apa aku mengenali kuda itu, seperti milik duke argyll"


jawab hyde


"kuda di the great walles memiliki banyak jenis dan warna tuan jadi mana mungkin kuda seperti itu hanya milik duke argyll saja"


ucap justin mencoba menyanggah hyde, setuju dengan pendapat justin lalu hyde pun bergegas pergi.


helaan nafas panjang keluar dari mulut duke argyll,


"ada apa?"


tanya ellise bingung dengan duke argyll sekaligus posisi mereka saat ini yaitu sedang berpelukan.


sadar akan perbuatan yang ia lakukan salah duke argyll oun bergegas melepas dekapannya terhadap ellise, ia lantas pergi mendahului ellise keluar toko tanpa meminta maaf atau berbicara sepatah katapun pada ellise, wajahnya tampak memerah.


sedangkan ellise yang bingung hanya bisa terdiam dan melihat seisi toko dan beberapa karyawan melihat kejadian barusan saling berbisik membuat ellise sedikit tak nyaman dan langsung menyusul duke argyll keluar toko.


duke argyll datang menghampiri ellise dengan menunggangi kuda, ia lantas mengulurkan tangan untuk membantu ellise naik bersama dengan dirinya.


"a..apa tidak ada kuda lagi?"


tanya ellise


"naik lah, jika kita pergi masing-masing aku takut kita akan terpisah"


ucap duke argyll yang tak dapat di bantah ellise, ia pun lantas meraih tangan duke argyll dan duduk di dedepan duke argyll, keduanya lantas pergi menuju sebuah tempat.


dari arah sebaliknya hyde tak sengaja menoleh dan mendapati duke argyll bersama seorang wanita, ia lantas tersenyum simpul lalu melanjutkan perjalananya menuju istana.


* * *


(di taman istana tempat putri iris tinggal)


allen dan putri iris tengah duduk berhadapan sambil menikmati teh yang tersaji di atas meja.


belum ada percakapan yang terjadi antara keduanya selain hanya diam dan tak ada yang berani membuka percakapan.


karena merasa sedikit membuang-buang waktu lantas membuat allen memberanikan diri untuk berbicara.


"sepertinya tak ada hal penting yang ingin putri sampaikan, hamba permi..."


"anda tak pernah berubah"


ucap putri iris membuat allen menghentikan ucapannya,


"meskipun sikap anda sangat dingin namun dari dulu hingga sekarang tatapan mata anda tak pernah berubah terhadap ku"


imbuh putri iris sambil tersenyum


"hamba tak mengerti maksud anda putri, mohon jangan berbicara hal yang tidak masuk akal"


putri iris menanggapi allen dengan tersenyum lalu kembali menjawab,


"mulai dari sekarang aku tidak akan berpura-pura tidak mengenali anda tuan ahh maksud ku allen, jadi anda juga harus berhenti berpura-pura"


"kalau tidak ada hal lain hamba permisi"

__ADS_1


ucap allen yang tergesa-gesa seolah tak ingin berada lebih lama di hadapan putri iris, terlihat begitu jelas bahwa allen menghindari berhadapan langsung dengan putri iris, seperti ada hal yang di sembunyikan allen.


__ADS_2