
sesampainya di kediaman keluarga Collins, Allen meminta Ellise untuk segera beristirahat karena Ellise terlihat begitu lelah.
karena kejadian hari ini Allen merasa sangat bersalah karena telah mengajak Ellise ke tempat yang belum ia kenali, untuk itu Allen berencana hanya akan mengajak Ellise ke tempat-tempat terdekat yang berada di pusat kota The Great Wales.
keesokan harinya Ellise Bagun lebih pagi dari biasanya, ia bahkan berjalan-jalan di taman bersama beberapa pelayan sembari menunggu sarapan siap.
Allen yang tak sengaja melihat Ellise tengah asyik melihat bunga membuat Allen begitu senang karena adiknya sudah terlihat lebih membaik, Allen meminta beberapa pelayan untuk membawakan teh ke sebuah tempat duduk di taman.
Allen berencana mengajak Ellise untuk minum teh bersama.
"cuuurrr"
suara teh tengah dihidangkan oleh pelayan bersama dengan kue kering rasa coklat.
"bagaimana keadaan mu?"
tanya Allen pada Ellise sembari menyeruput teh.
"aku baik-baik saja kak, badan ku juga terasa lebih ringan setelah istirahat semalam"
ucap Ellise sembari memakan beberapa kue kering dihadapannya.
"ohh iya, aku penasaran kemarin kau pergi kemana sampai aku tak bisa menemukan mu?"
tanya Allen sembari meletakkan gelas teh di atas meja.
"ahh kemarin? saat kakak tertidur aku berjalan-jalan sebentar dan tak sengaja melihat seekor rusa emas yang lari ke arah hutan, karena penasaran aku mengejar dan mencoba menangkapnya.. ia begitu lucu sehingga aku ingin memelihara nya"
ucap Ellise menjelaskan kejadian kemarin.
Allen tersenyum mendengar cerita Ellise dan memberitahu bahwa lain kali dia tidak boleh bertindak gegabah, Allen menceritakan kekhawatirannya kemarin karena ia tak dapat menemukan Ellise.
Ellise pun berjanji tidak akan mengulangi kejadian yang membuat kakaknya khawatir seperti kemarin.
setelah selesai minum teh, Allen pergi menuju ruang kerjanya.
dalam perjalanannya ia terus memikirkan mengenai rusa emas dan bertanya pada salah satu asistennya yang bernama Albert.
Allen meminta Albert untuk mencari informasi mengenai rusa emas karena ia ingin membelinya berapapun harga rusa tersebut, Allen berniat memberikan rusa emas sebagai hadiah untuk Ellise dan Albert menyanggupi permintaan Allen.
* * *
3 hari berlalu, Ellise asli masih terkurung dalam sel tahanan tanpa ada kepastian.
__ADS_1
selama 3 hari dalam sel tahanan Ellise banyak berbicara dengan teman satu sel nya yang bernama David.
tak berselang lama salah seorang penjaga membuka pintu dan membawa Ellise keluar, ia memaksa Ellise untuk berjalan dan menemui pemimpin mereka.
Ellise sedikit di dorong oleh penjaga yang membawanya, ia kemudian berjalan sendiri menuju ketua kelompok yang bernama Bannet, Ellise mengetahui nama panggilan ketua kelompok tersebut dari teman satu sel nya.
"rupanya kau masih belum menyerah juga nona"
ucap Bannet pada Ellise seolah meremehkan.
Ellise terdiam, ia tak berniat menjawab Bannet bahkan ia sama sekali tak mengarahkan pandangannya pada Bannet dan hanya membuang muka.
"ada yang ingin ku ceritakan pada mu, kemarin aku melihat seorang pria berambut coklat menaiki sebuah kuda, ia terlihat begitu kebingungan seperti sedang mencari seseorang"
ucapan banner membuat mata Ellise terbelalak, ia menjadi gugup dan menduga bahwa pria tersebut adalah kakaknya.
Bannet meneruskan ceritanya,
"lalu aku penasaran dan mengutus salah seorang anak buah ku untuk menyamar sebagai orang yang dia cari, dan kau tau apa yang membuat ku senang? karena anak buah ku berhasil menipu pria itu dengan merubah wujudnya sebagai dirimu nona Ellise"
Ellise sepontan menoleh ke arah bannet dengan ekspresi terkejut.
"ahh jadi benar ya dia kakak mu?"
ucap Bannet yang ingin menekan mental Ellise
gumam Ellise dalam hati
"katakan, apa mau mu?!"
ucap Ellise dengan suara yang lantang
"hahaha.. hahahaha... hahahaha"
Bannet tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Ellise yang begitu gelisah.
"kau cepat tanggap juga ya nona Ellise, kalau begitu bergabunglah dengan kelompok kami"
imbuh Bannet
"apa yang kau incar, katakan dengan jelas aku akan mengambilnya untuk mu"
ucap Ellise bersikeras agar Bannet tidak bertele-tele dalam perundingan tersebut.
__ADS_1
Bannet sangat suka dengan pemahaman situasi Ellise, meskipun Ellise tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajah nya namun Ellise memiliki pemikiran yang tetap tenang dan berhati-hati dalam memberikan penawaran terhadap dirinya.
Bannet pun mengutarakan keinginannya bahwa ia ingin agar Ellise membawakan pedang legendaris yang tersembunyi di gunung Etna, senjata tersebut bernama The Glory of Ten powers.
Ellise masih belum paham akan permintaan Bannet dan meminta penjelasan secara rinci, karena itulah bannet menjelaskan cerita asli mengenai pedang the Glory of ten powers.
dahulu kala ada sepasang pembuat pedang terkenal di wilayah Neverland, mereka ingin menciptakan sebuah pedang sakti yang tergabung dari benda-benda keramat di wilayah Neverland.
wilayah Neverland terdiri dari 10 negara yaitu the Great Wales, Helika, Urkesh, Blancia, Caralion, Avalon, Troy, Lemuria, Agdam, Varosha.
mereka kemudian mencari benda-benda keramat tersebut selama kurang lebih 2 tahun, setelah berhasil mengumpulkan ke 10 benda keramat tersebut mulailah mereka untuk membuat sebuah senjata yang terkuat di wilayah Neverland.
ke 10 benda tersebut dipanaskan hingga menjadi cair kemudian di bentuk menjadi sebuah pedang, proses pembuatan pedang tersebut memakan waktu yang cukup lama karena bahan-bahan berasal dari benda keramat sehingga harus disatukan menggunakan kekuatan sihir.
setelah 6 bulan berlalu, pedang telah berhasil di buat dengan bentuk yang sempurna.
kekuatan yang tercipta dari pedang tersebut tidaklah main-main sehingga banyak menyedot perhatian dari ke sepuluh pemimpin di wilayah Neverland.
mereka semua berperang untuk memperebutkan pedang tersebut namun tak ada satupun yang berhasil menyentuhnya.
hingga akhirnya ada seorang kesatria yang berhasil menyentuh pedang the glory of ten powers, ia mencoba kekuatan pedang tersebut dan karena tak dapat mengontrol kekuatan yang dihasilkan hingga menyebabkan terjadi bencana di beberapa negara.
untuk melindungi pedang agar tidak terjatuh ke tangan yang salah maka si kesatria memutuskan untuk menjaganya di gunung Etna selama sisa hidupnya.
ia menusukkan pedang ke dalam batu dan hanya orang yang terpilih yang mampu mencabut pedang tersebut dari tempatnya.
kala itu kuil suci juga mengirimkan bantuan pada kesatria, para pendeta suci berkumpul di sebuah danau kecil, mereka membacakan ayat suci dan mantra meminta agar dewa menurunkan orang terpilih yang pantas untuk memiliki the glory of ten powers.
semua mantra masuk ke dalam air, mereka menutup danau tersebut dengan penghalang khusus dan hanya orang yang terpilih yang bisa melihat danau tersebut.
Bannet menceritakan bahwa ia telah menghabiskan waktu selama puluhan tahun untuk menemukan letak danau suci namun ia terkejut karena Ellise yang baru pertama kali datang malah langsung menemukannya.
untuk itu Bannet beranggapan bahwa Ellise lah orang terpilih yang dapat mencabut pedang The Glory of Ten powers.
karena penasaran Ellise menanyakan sesuatu,
"jika kau sudah mendapatkannya akan kau gunakan untuk apa pedang itu?"
tanya Ellise
"untuk apalagi? tentu saja untuk menaklukkan ke sepuluh negara dan membentuk sebuah negara terkuat, kemudian aku akan menjadi pemimpin nya"
"!!?????!!!!!!!!!!"
__ADS_1
ucap Bannet penuh percaya diri hingga membuat Ellise tak bisa berkata apa-apa..
ia begitu ketakutan akan bahaya yang ditimbulkan sebuah pedang di masa depan..