
'zzzraaasssss' 'daakkkkk'
hantaman besar bertubi-tubi membuat kapal sihir Bannet semakin goyah.
'daakkkkk' 'byyuuuuurrrrrrr'
hantaman besar lainnya mebuat kapal kini terjungkal, semuanya terjun ke dalam danau termasuk Ellise yang masih belum selesai mengiris tali pengikat pada tubuhnya.
'glurp.. glurp.. glurp'
suara buih air terngiang di telinga Ellise, ia masih mencoba melepaskan tali yang mengikat dirinya dan berhasil.
Ellise bergegas berenang ke permukaan, nafasnya hampir habis.
'huuaahhh.. haaahh.. haahh.. uhhuukk.. uhhuukk'
Ellise berhasil meraih permukaan, ia melihat sekeliling sambil berteriak memanggil nama David,
"Daviidd! David! David!"
serunya sambil memastikan keberadaan David, Ellise lalu mengambil nafas panjang dan menundukkan kepala ke dalam air untuk kembali melihat kondisi di dalamnya.
karena terlalu dalam pandangan Ellise terbatas, hanya terlihat air berwarna biru gelap, ia lantas menaikkan kepalanya lagi ke permukaan, Ellise mengulanginya hingga tiga kali namun ia tak menemukan David.
terakhir ia pun mulai menangis karena David tak juga tampak, ia begitu takut terjadi hal buruk terhadap David.
Ellise pun terdiam, sebenarnya ia tak tahu harus kemana lagi.
tiba-tiba cahaya berwarna putih kebiruan keluar dari tubuh Ellise, cahaya itu berasal dari punggungnya yang perlahan merambat ke seluruh tubuh Ellise seperti sebuah sulur yang merambat.
cahaya itu menerangi sekeliling yang mempermudah Ellise untuk melihat ke dalam air.
Ellise kembali menarik nafas panjang, ia melihat ke dalam air, ke kanan ke kiri tubuhnya berputar sambil berjalan untuk mencari keberadaan David.
'disana'
gumam Ellise, ia pun kembali ke permukaan menarik nafas panjang dan mulai menyelam.
david melayang di dalam air, karena tubuh yang terikat ia tak bisa berenang, nafasnya hampir habis dan tak berselang lama Ellise datang dari permukaan menarik David ke atas agar ia bisa bernafas.
"haahhh... hhaahh.. haahhh"
David dan Ellise keduanya berhasil meraih permukaan, David hanya bisa bertahan menggunakan kakinya untuk mendorong air agar ia bisa tetap terapung.
dengan sigap Ellise melepas tali pengikat pada tubuh David.
sekilas David tampar takjub dengan cahaya yang keluar dari tubuh Ellise,
"selesai, kita harus mencari serpihan kayu dan berenang ke tepian"
ucap Ellise yang membangunkan lamunan David.
saat akan berenang, tiba-tiba air menjadi bergelombang, seperti ada yang mendorong atau sesuatu yang besar sedang menuju arah mereka.
Ellise dan David langsung waspada, keduanya saling memunggungi dan menunggu benda apa yang sedang mengawasi keduanya.
pikiran keduanya sudah di penuhi dengan prasangka buruk mengenai hewan buas penghuni sungai Namia, hal itu di perburuk dengan tak adanya senjata pelindung yang telah hanyut masuk ke dalam air.
anehnya cahaya dari sulur pada tubuh Ellise tetap bercahaya dan tak redup, Ellise masih belum menyadari fungsi cahaya tersebut.
"zzraaaaaaaasshhhhhh"
sebuah benda mendorong keduanya dari bawah air.
Ellise dan David saling berpegang erat dan sekarang mereka sedang duduk di atas punggung seekor hewan.
"Thalassomedon?"
ucap Ellise sedikit heran dan bingung dengan apa yang ia lihat
"ap.. apa kata mu?"
tanya David yang asing dengan nama yang di ucapkan oleh Ellise
"ii itu adalah hewan purba yang telah punah"
ucap Ellise sambil menunjuk kepala hewan yang mengangkut mereka.
__ADS_1
"sejujurnya akupun baru pertama kali melihat hewan seperti ini, apakah ini akan baik-baik saja?"
tanya David mencoba memastikan situasi mereka
"Thalassomedon hewan yang mirip penyu, aku rasa ia berniat menolong kita"
"lihatlah, cahaya di tubuhmu meredup"
ucap David sambil menunjuk ke arah Ellise
Ellise pun melihat ke arah tubuh nya ia pun terheran dengan cahaya aneh itu, Ellise mengikuti sulur-sulur yang seolah tertarik mudur, bola matanya terus bergerak dan berakhir ke samping kanan.
sulur tersebut kembali ke tempat asalnya dimana tanda dewa berasal.
"jadi benar itu tanda dewa yang selalu di bicarakan Bannet?"
tanya David pada Ellise
"entahlah, akupun masih tak tau fungsinya. lebih baik kita beristirahat dan memulihkan tenaga"
ucap Ellise sambil berbaring merebahkan tubuhnya
"lalu bagaimana dengan Bannet dan anak buahnya?"
tanya David
"entahlah, aku tak peduli, anggap saja itu hukuman karena telah mempermainkan kita"
ucap Ellise ketus sambil memiringkan tubuhnya.
Thalass terus berenang mengarungi air sedangkan Ellise dan david memilih untuk beristirahat sejenak.
(di markas besar Bannet)
Allen, Ron, juga prajurit yang mereka bawa berhasil menyergap dan melumpuhkan seluruh anak buah Bannet yang tersisa.
mereka semua di paksa untuk berlutut, pedang terhunus pada mereka namun tak ada satupun yang mau berbicara hingga membuat Allen kesal kemudian menebas salah satunya.
Ron pergi menenangkan Allen,
sambil menepuk pundak Allen.
"hamba tau tuan!"
seru salah seorang tawanan komplotan Bannet
"pergi dan bawa dia kemari"
ucap Allen memberi perintah pada Albert
tawanan itu di bawa dan di paksa berlutut.
"katakan"
ucap Allen
" hamba mendengar percakapan bahwa mereka akan pergi menuju gunung Etna"
ucap si tawanan
"akan ku bunuh kau!"
seru salah seorang anak buah Bannet yang tentu saja menyulut amarah Allen lalu membuatnya mengayunkan pedang dan menebasnya,
"srrraakkkkk"
"lanjutkan"
ucap Allen
tawanan tersebut mulai gugup,
"hamba tidak terlalu tahu banyak tapi mereka sempat membicarakan mengenai sebuah benda pusaka yang bernama the.. the glory of Ten powers"
"!!!!!!?!!!!!"
__ADS_1
ucapan si tawanan membuat Allen juga Ron terkejut keduanya saling bertatapan lalu kembali melihat tawan tersebut.
"kau yakin dengan apa yang kau dengar?"
tanya Ron memastikan kebenarannya
"hamba yakin tuan"
ucap si tawanan sambil menunduk
"dari yang kulihat ekspresi anak buah Bannet mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh tawanan ini adalah benar, mereka terlihat seperti ketakutan"
ucap Allen yang langsung bisa membaca situasi.
Ron pun meminta prajurit nya untuk membawa anak buah Bannet ke penjara, sedangkan para tawanan yang ada di markas Bannet semuanya di bebaskan termasuk tawanan yang telah memberikan informasi pada dirinya.
mereka pun keluar dari markas besar Bannet, ingin memberikan sebuah peringatan Allen pun membakar habis markas tersebut.
kobaran api membara begitu besarnya mengiringi kepergian Allen, Ron dan juga prajurit untuk membawa anak buah Bannet kembali ke the Great Wales.
"Ellise bangun"
ucap David sambil menggoyangkan tubuh Ellise.
Ellise pun terbangun sambil mengusap-usap matanya, ia sedikit menguap,
"jadi di mana kita?"
ucap Ellise yang di respon dengan gelengan kepala oleh David, ia juga tak tahu dimana mereka sekarang.
Ellise dan David turun dari Thalass, tak lupa Ellise memeluk Thallass sebagai ucapan terimakasih meskipun tangannya tak sampai untuk merangkul penuh hewan tersebut.
setelah itu keduanya berjalan ke tepian, pemandangan aneh tampak pada mata mereka.
sebelumnya Bannet menceritakan bahwa setelah sungai namia seharusnya mereka sampai di hutan Thorn yang berisi dengan semak-semak berduri namun yang ada di hadapan mereka hanyalah hutan biasa.
keduanya pun memiliki perasaan tak enak terhadap hutan tersebut tapi keduanya tak memiliki pilihan selain harus memasuki hutan dan memastikan apa yang ada di dalam.
keduanya pun memutuskan untuk berjalan masuk, tak berselang lama semak-semak bergerak seolah ada sesuatu yang akan datang ke arah mereka.
"sraakkkkk.. sraakkkkk"
suara tersebut membuat keduanya kembali waspada.
"gggrrrrrr.. gggrrr"
suara geraman yang begitu jelas terdengar.
'satu.. dua.. tiga.. empat..'
gumam Eden dalam hati sambil mendengar suara geraman yang seolah bersautan dari dalam hutan.
'tidak hanya satu tetapi berkelompok, sial!'
ucap Ellise yang mengerti bahwa mereka sedang dalam keadaan yang terdesak.
sepasang mata merah menyala mulai muncul dari dalam semak-semak menandai pasang mata lain yang juga bermunculan secara acak.
mata merah itu tak terhitung jumlahnya hingga membuat Ellise menggeratkan giginya karena takut dan terdesak.
"David, kau tau kan mereka ada banyak"
ucap Ellise dengan waspada
"lalu?"
"kita tak mungkin akan selamat, apakah seharusnya kita masuk ke dalam air?"
ucap Ellise menawarkan pilihan
"ide bagus, mari mundur perlahan"
keduanya mundur perlahan namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada suara gemercik air, keduanya pun menoleh pelan dan melihat ada hewan air yang mendekat yaitu buaya.
sontak keduanya kembali melangkah maju, kini situasi nya berbalik menyudutkan Ellise dan David.
__ADS_1
keduanya tak berpikir akan selamat dari kedua hewan buas yang seolah sedang menyergap mereka.