ELLISE

ELLISE
Kesepakatan


__ADS_3

"Allen saja tidak bisa bagaimana dengan raja!"


seru Ellise yang tak habis pikir dengan saran yang diberikan oleh Duke Argyll.


"cobalah, kau memiliki kemampuan yang di butuhkan raja, sebenarnya dia sedang mencari sesuatu"


"apa maksud anda?"


tanya Ellise


Duke Argyill kemudian mendekat dan memberi isyarat agar Ellise juga ikut mendekat, ia pun lantas membisikkan sesuatu yang membuat Ellise mengangguk paham.


sebuah solusi yang menurut Ellise masih masuk akal dan dapat ia selesaikan karena dengan begitu ia bisa bergabung dengan pasukan pelindung.


setelah selesai berbincang keduanya pun menyantap habis kue-kue yang sebelumnya dipesan Ellise lalu Duke argyllpun mengantar Ellise pulang hingga ke rumah.


sesampainya di kediaman keluarga Collins tepat di depan gerbang Allen tengah berdiri menunggu kepulangan Ellise.


sebuah tindakan yang tak disangka dapat dilakuan oleh Allen, ia bahkan terlihat seperti seorang ayah yang cemas menanti sang putri yang tak jua kembali karena saking over protektifnya.


ellise pun turun dari kuda, ia tampak terkejut melihat raut wajah Allen yang seolah marah pada dirinya namun Ellise yang canggung pun berusaha untuk tetap tenang dengan memasang senyum ceria dari raut wajahnya.


senyuman Ellise tak lantas membuat Allen tenang begitu saja, ia malahan semakin marah karena Ellise pulang larut malam.


"masuklah!"


ucap Allen singkat yang terdengar penuh emosi, tak berlama-lama Ellise pun berpamitan pada Duke Argyll lalu masuk ke rumah.


menyaksikan hal tersebut membuat Duke Argyll menghampiri Allen dan meminta maaf atas kejadian barusan, ia berdalih bahwa ada hal penting yang harus ia sampaikan pada Ellise mengenai tanda di tangannya.


mendengar hal tersebut membuat Allen tersenyum sinis, terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa ia tak senang dengan perhatian Duke Argyll terhadap Ellise yang terlalu berlebihan karena baik Allen maupun Duke Argyll tidak sedang dalam hubungan yang baik.


mengerti dengan respon Allen yang sedang berusaha melindungi Ellise, Duke Argyll pun tak berusaha untuk berbicara lebih banyak, ia segera berpamitan.


'apa yang sedang ia rencanakan'


gumam Allen dalam hati yang masih memikirkan perhatian Duke Argyll terhadap Ellise.


di ruang makan Ellise kini tengah bersiap menikmati makan malam yang telah terjadi di meja, sambil mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk ia pun duduk dan menunggu Allen datang.


"kau harus meminta pelayan untuk mengeringkan rambut mu dengan benar"


ucap Allen dari arah pintu masuk ruang makan, ia pun mendekati Ellise lalu merebut handuk yang dipegang Ellise dan mengusap rambutnya agar cepat kering.


"kakak apa yang kau lakukan, cepat duduk dan makan"


ucap Ellise berusaha menolak perlakukan kakaknya tersebut.


"diamlah dan cepat makan"


"kakak! aku merasa tidak nyaman!"


seru Ellise yang disambut gelak tawa oleh Allen


"ini tidak lucu cepat duduk"


gumam Ellise malu


"kenapa? apa kau takut akan jatuh cinta pada ku?"


"kakak!"


ucap Ellise ketus, Allen pun segera berhenti mengusap rambut Ellise lalu berjalan menuju tempat duduknya, dari sudut padangnya tampak Ellise sedang menyembunyikan sesuatu hal ini tent saja mengusik pikiran Allen.


sadar bahwa kakaknya tengah memperhatikan, Ellise pun terburu-buru menghabiskan makan malam dengan lahapnya hingga membuatnya tersedak..


'uhhukkk... uhhuukkkk'


"hei pelan-pelan"


seru Allen yang segera mengambilkan air putih untuk Ellise.


masih dengan perasaan canggung Ellise pun meminum air dari gelas yang diberikan oleh Allen.


"pergilah, aku mengizinkan mu ke rumah david lagi"


ucap Allen yang sontak membuat Ellise terkejut dan spontan berkata


"apa?"

__ADS_1


"aku tidak akan mengulangnya dua kali"


imbuh Allen singkat tanpa toleransi


"te..terimakasih kakak"


spontan memeluk Allen yang berada di sebelah Ellise, padahal dalam hati Ellise merasa lega bahwa Allen tak curiga terhadap dirinya.


keesokan harinya tanpa disangka seseorang pergi menemui Ellise dan mengantarkan surat dari Raja, sedikit heran namun Ellise menganggap hal ini sebagai peluang baik yang dapat mengantarnya pada Raja dengan mudah.


Ellise pun segera bersiap, ia memenuhi undangan Raja dan segera setehnya ellise pun berangkat bersama sang utusan.


* * *


(kediaman duke Argyll)


hugo berjalan menuju ruang kerja duke Argyll dengan beberapa surat penting yang ada di tangannya.


sedampainya di ruang kerja duke Argyll, hugo tak lantas memberikan surat begitu saja, melainkan ia mencoba berbicara melalui ekspresi wajahnya.


pada awalnya duke Argyll tak menghiraukan kedatangan hugo karena banyak berkas yang tertumpuk diatas meja dan harus segera ia periksa, namun lama kelamaan fokus duke argyll terpecah, ia menjadi curiga dengan ketenangan hugo pagi itu.


duke Argyll pun menatap Hugo tajam, mencoba memastikan situasi apa yang ingin di jelaskan Hugo, lalu ia pun menjadi sadar lantas meminta hugo memberikan padanya,


"berikan surat itu pada ku"


perintah duke Argyll yang membuat hugo bergegas mendekat dan memberikan spucuk surat dengan segel berwarna putih keabu-abuan.


duke argyll segera membuka dan membaca surat tersebut lalu spontan meremasnya, tak ada sepatah kata yang terucap dari mulut duke Argyll melainkan segera memintanya untuk mengirim balasan pada si pengirim surat bersegel abu-abu tersebut.


hugo tak banyak berbicara apalagi bertanya tentang isi surat tersebut seolah ia sadar bahwa surat tersebut berisi hal yang tak menyenangkan khususnya bagi duke Argyll, segera setelah selesai menulis surat balasan hugo pun pergi untuk mengantar surat balasan dari duke Argyll.


'apa yang dia inginkan'


gumam duke Argyll dalam hati mengeluhkan si pengirim surat yang tak jelas keinginannya hingga membuat duke Argyll kesal.


* * *


(istana)


Ellise dangan anggunnya datang memenuhi undangan raja yang khusus ditujukan untuk dirinya, lokasinya pun spesial yaitu berada di taman pribadi raja, tentu saja tak sembarang orang bisa masuk ke taman pribadi raja tanpa undangan khusus bahkan putra mahkota pun belum tentu bisa masuk tanpa seizin raja.


kedatangan Ellise tentu saja mengundang banyak pertanyaan bagi siapapun yang mengetahuinya tak terkecuali para pelayan yang berpapasan dengan Ellise, selain karena undangan spesial juga karena Ellise terlihat seperti orang baru yang tak pernah terlihat memasuki istana namun pandangan aneh terhadap dirinya tak ia perdulikan karena Ellise sendiri sudah kebal dengan hal-hal berbau miring tentang dirinya.


dengan sikap sopan dan anggun ellise pun segera duduk menerima jamuan raja segera setelah ia memberi salam.


suasana hening tak dapat terhindarkan, ellise tak bisa bertanya terlebih dahulu karena dalam peraturan bangsawan berbicara sebelum raja dianggap tak sopan dan bisa mendapat hukuman.


"nona Ellise pasti bertanya-tanya tujuan ku mengundang secara pribadi ke istana"


"iya?"


jawab Ellise spontan menanggapi ucapan Raja,


merasa lucu raja pun tersenyum dengan sikap yang ditunjukan oleh Ellise.


"nona Ellise pasti sudah mengenal putra mahkota sebelumnya"


imbuh raja yang membuat ellise sedikit bingung harus meerespon bagaimana dan malah tersenyum pada raja.


"sebenarnya ada banyak hal yang nona Ellise belum tahu terutama mengenai perjodohan"


"perjodohan"


ucap ellise spontan, sadar bahwa suaranya terlalu keras ellise lalu buru-buru meminta maaf dan menunduk.


"sejak kedatangan nona Ellise ke the great walles tentu saja banyak hal yang terlewat untuk di jelaskan oleh Allen, selain tugas penting ada satu hal lagi yaitu masalah perjodohan anda dengan putra mahkota, meskipun hanya sekedar pembicaraan secara pribadi saja antara aku dan mendiang orang tua kalian namun aku tetap ingin melaksanakannya, tentu saja hal itu harus dengan persetujuan nona Ellise"


mendengar penjelasan raja yang seolah begitu tulus membuat hati ellise menjadi luluh, sejenak ia berpikir dan sadar bahwa memang masih banyak hal yang belum ia ketahui tentang the great walles bahkan tentang allen sendiri.


rajapun meneruskan ceritanya,


"sejujurnya aku secara pribadi telah berulangkali berbicara pada allen namun jawabannya begitu teguh yaitu tidak, karena itu...."


raja tiba-tiba berhenti berbicara dan membuat ellise merasa tak enak hati,


"yang mulai mohon teruskan cerita yang mulia"


ucap ellise yang membuat raja merasa lega

__ADS_1


"karena itulah aku mohon walau hanya sekali agar nona ellise mau datang mendampingi putra mahkota Ron dalam pesta dansa selanjutnya"


ucapan raja memang seolah sepele namun bagi ellise hal tersebut adalah sesuatu yang sulit karena berkaitan dengan kehormatannya sebagai seorang putri bangsawan dari keluarga collins yang sebelumnya di kabarkan meninggal dalam sebuah misi namun kini muncul kembali, dalam benak ellise ia tak dapat begitu saja menerima namun ia juga tak dapat menolak karena hal tersebut bisa dianggap sebagai penghinaan pada raja.


"aku secara pribadi tidak meminta nona ellise untuk menikah dengan ron namun setidaknya datanglah bersamanya walau hanya sekali"


imbuh raja yang membuat ellise sedikit lega, ia sebenarnya belum berani memutuskan namun kesempatan ini bisa ia gunakan untuk meninta sesuatu.


"baiklah hamba bersedia yang mulia tetapi hamba juga ingin meminta sesuatu"


jawab ellise yang membuat raja sumringah dengan jawaban ellise.


"katakan apa yang nona ellise inginkan pasti akan aku berikan"


"sebenarnya hamba memiliki seorang teman yang saat ini berada di penjara, singkatnya hamba ingin dia bebas"


ucap ellise pelan karena ia sendiri ragu dengan permintaannya, ia bahkan bergumam dalam hatinya dan seolah menyerah dengan permintaannya itu.


'bodoh, bagaimana aku bisa menyebutkan permintaan berlebihan seperti itu'


seraya tersenyum kaku menyesali apa yang telah keluar dari mulutnya.


"tentu saja"


sahut raja


"ap.. apa?"


ucap ellise heran dengan respon raja terhadap permintaannya.


"tentu saja aku akan mengabulkan, katakan siapa namanya aku akan memerintahkan penjaga untuk membebaskannya saat ini juga"


imbuh raja di sambut senyum lebar ellise


"benarkah yang mulia? terimakasih banyak atas kemurahan hati yang mulia terhadap hamba, tetapi biarkan hamba saja yang menjemput teman hamba tersebut saat akan pulang nanti"


ucap ellise menunjukkan rasa terimakasih yang tentu saja di sambut senyum senang oleh raja, kini tampak jelas terlihat bahwa satu beban raja telah terlepas, beliau begitu santai dan lanjut menyeruput teh yang disajikan di atas meja.


"lalu ada satu hal lagi yang sebenarnya ingin hamba bicarakan dengan yang mulai"


ucap ellise memberitahukan maksud yang sebenarnya.


"katakanlah"


"mengenai obat untuk puteri ke 16"


raja pun sedikit terkejut dengan ellise karena ia tak menyangka bahwa masalah tersebut bisa keluar dari mulut seorang gadi lugu seperti ellise, raja pun segera meletakkan cangkir teh miliknya dan dengan serius menatap ellise seolah penasaran akan sesuatu yang akan keluar dari mulut ellise.


"hamba bisa mendapatkannya jika yang mulia masih menginginkannya"


"lalu apa yang harus ku berikan pada nona ellise?"


tanya raja yang seolah mengerti akan maksud ellise yang sesungguhnya, tampak jelas bahwa raja sedikit tidak senang akan topik pembicaraan tersebut.


"berikan hamba surat rekomendasi untuk bergabung dalam pasukan yang di pimpin oleh duke Argyll"


"kenapa harus Argyll?"


tanya raja yang curiga dengan permintaan ellise tersebut.


ellise pun terdiam ia sedang memikirkan alasan terbaik agar raja tidak semakin mencuriagi dirinya ditambah dengan fakta bahwa duke argyll dan kakanya Allen tidak sedang dalam hubungan baik.


"hamba yakin sebelumnya yang mulia mendengar bahwa hamba di culik oleh komplotan bannet, ketika hamba dalam keadaan sulit seorang teman membantu hamba, dia adalah david yang tak lain adik dari duke argyll yang sebentar lagi akan masuk kedalam pasukan khusus pimpinan duke argyll, jadi hamba ingin tetap bersama david dan sejujurnya hamba tidak tertari dengan bidang apapun selain militer"


kini raja menjadi terdiam, terlintas dalam benaknya sebuah cerita dari ron mengenai the glory of ten powers yang berhasil menyatu dalam tubuh ellise.


bila raja setuju dampak baik tentu akan di dapatkan oleh the great walles terutama masalah portal yang selama puluhan tahun tidak terselesaikan karena dengan kekuatan the glory of ten powers mungkin saja portal perbatasan akan pulih dan kembali seperti semula, namun disisi lain raja mempertimbangkan ellise sendiri sebagai seorang perempuan yang akan masuk kedalam sebuah pasukan khusus yang belum pernah terjadi sebelumnya.


hal ini akan menimbulkan pro dan kontra dalam hukum tradisional sebuah kerajaan dan akan mematahkan anggapan bahwa perempuan tak mampu bertarung tapi sejujurnya bila perempuan pertama itu adalah ellise raja sangat setuju karena tak ada yang bisa menentang utusan dewa dengan tanda khusus dalam dirinya.


pertimbangan lain adalah allen, raja tak bisa mendikte allen karena ia memiliki kekuatan oposisi dalam pemerintahan the great walles sama seperti duke argyll, selama ini raja tak bisa melawan keduanya karena mereka masing-masing memiliki kekuatan suaranya dalam pemerintahan yaitu sebesar 25 %.


bila keduanya tak hadir dalam pengambilan keputusan sama dengan keputusan yang ditetapkan tidak sah untuk itu raja pun menjawab keinginan ellise,


"aku bisa memberikan surat rekomendasi namun aku tak bisa menentang keputusan Allen tentang dirimu selanjutnya"


"terimakasih sekali lagi hamba ucapkan atas kemurahan hati yang mulia"


"jangan lupa untuk hadir dalam pesta dansa selanjutnya"

__ADS_1


menerima ucapan terimakasih ellise dan kembali mengingatkan perjanjian mereka sebelumnya.


hari itu ellise benar-benar merasa dewi fortuna sedang berada dipihaknya, pertemuan ellise dengan raja berakhir dan mendapat kesepakatan.


__ADS_2