Elvarette Shiro

Elvarette Shiro
Episode 13: Kembali


__ADS_3

Kembali, atau tersesat selamanya.


Kisah yang memalukan itu harus kuakhiri, tak baik mengingat kenangan buruk. Aku dan tuan  Hallaj mencoba menelaah apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang sebaiknya dilakukan. Luka batin jauh lebih perih dibanding luka yang lain, luka yang membekas takkan pernah kembali sebagaimana yang dulu.


Setidaknya, dia beruntung. Dia bertemu dengan seorang guru yang bisa menuntun, serta memberinya perlindungan. Pak tua Khidr benar-benar menjaganya sebagaimana seorang anaknya sendiri. Sama persis seperti dia membimbingku dalam amarah yang menyesatkan. Lalu aku berdiri mengambil segelas air di meja makan. Ceret biru menuangkan isinya yang jernih layaknya hati yang berduka. Tuangkanlah kesedihan yang kau anggap penuh sesak agar bisa menenangkan hati.


"Jadi, kau bertemu dengan Pak tua itu saat kau berusaha kabur Elvy?"


"Benar, dari dia juga aku tahu bagaimana rasanya hidup dengan ketenangan. Walau jujur, aku masih merasa sedih dan malu dengan masa laluku."


"Ini bukan salahmu Elvy, kau melakukannya karena terpaksa." Hiburku saat gadis mungil itu menangisi masa lalunya.


"Namun seharusnya aku bisa menolaknya, benar mereka memberikan apa yang aku minta. Tetapi aku seperti mayat yang tak bisa memiliki ragaku sendiri." Sesal Elvarette.


"Kau boleh bersedih, namun jangan pernah melepas mimpi. Aku tahu ini berat bagimu, tapi aku yakin pasti ada jalan baik dari semua peristiwa."


"Itu benar anakku, kita tidak pernah tahu arah angin berkelana, tetapi angin selalu singgah menenangkan gurun." Imbuh Pria bijak itu.


"Maksudnya apa paman?"


"Di tempat yang kita anggap nista, sejatinya ada hikmah yang membuat kita tahu betapa berharga hidup ini."


"Hikmah?"


"Terkadang jalan pertemuan itu tidak selamanya mulus, bahkan terjal harus kita lalui agar bisa melihat matahari terbit."

__ADS_1


"Tapi sakit paman!"


"Kelak kau akan mengerti anakku."


"Oleh sebab itu kita ada di sini Elvy, kami semua akan membantumu." Jawabku.


"Terima kasih Ohba, terima kasih paman, kalian telah mendengarkan kisah kelamku ini!"


"Terima kasih juga karena kau mempercayai kami."


"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang? Karena kemarin aku hanya diminta untuk berkelana saja. Lalu engkau memintaku berguru, dan kini Rena memintaku lagi untuk menemuinya. Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Arafis, mungkin ini saatnya."


"Cerita tentang apa?"


Elvarette memanangku dengan sorot mata kebingungan. Gadis mungil yang genap berusia 21 tahun itu merindukan adiknya itu menginginkan jawaban yang pasti, ada tugas apa yang menantinya. Kemudian kujelaskan apa yang baru saja kami diskusikan perihal kelayakannya menjadi para penjaga.


"Elvy, kau tahu mengapa ada di sini?"


"Sebenarnya apa?"


"Kau telah terpilih menjadi penjaga yang ketiga. Engkau tahu? Jalan hidupmu yang kelam sejatinya persiapan bagimu agar kau bisa merasakan arti kehidupan dan menajamkan batinmu. Jadi, kau sudah ditakdirkan untuk menolong."


"Menolong, menolong siapa? Dan apa itu penjaga yang kalian maksud?"

__ADS_1


“Yang kami maksud penjaga disini adalah orang yang akan menjadi penjaga bagi mereka yang belum menemukan jalan kembali. Kembali menuju pencipta, kira-kira begitu Elvy.”


"Orang-orang yang tersesat seperti dirimu dulu."


"Orang yang pernah merasakan kepedihan, akan tahu bagaimana dia bertindak atas kepedihannya."


“Bertindak agar orang lain tidak merasakan kepedihannya?”


“Benar Elvy, sebab itu kau menjadi salah satu orang yang terpilih. Kau telah lulus dari jalan terjal dan bisa kembali berdasarkan keinginanmu sendiri.”


“Seandainya aku tidak lulus?”


“Kau akan terjebak oleh perangkap dari sang penyesat.”


“Sang penyesat?”


“Sang penyesat, dia yang dulu pernah menjadi penjaga tetapi kecewa dengan kaummu.”


“Kenapa?”


“Karena dia kecewa, sang cahaya lebih memilih kaummu yang dia anggap lemah menjadi seorang penjaga di salah satu dunianya, yaitu bumi. Jadi maukah engkau menjadi penjaga yang ketiga?”


“Aku masih belum siap, aku bukan orang bijak seperti kalian?”


“Kembali, atau tersesat selamanya dalam kesalahan yang sama. Terkadang kebijaksanaan datang berdasarkan perjalanan Elvy, maka kami akan senang hati membantumu menuju tahapan itu. Jadi, jangan khawatir dan tetaplah percaya akan kasih sayang sang cahaya.”

__ADS_1


__ADS_2