
Tugas utama manusia itu mengabdi dengan kebaikan dan ikhlas.
Ohba memberi kabar bahwa aku harus bersiap-siap sebentar lagi, kami akan berkelana kembali mengelilingi tiga alam yang paman Hallah terangkan. Namun Ohba memintaku untuk mencari ketenangan diri dari perjalan di tempat ini sambil melatih keterampilanku. Mencari ketenangan secara tak langsung adalah mencari keyakinan. Sebab keyakinanlah yang membentuk rasa tenang tiap orang.
Sayangnya, tidak semua keyakinan yang dipercaya oleh setiap orang sama. Perbedaan muncul berdasarkan perjalanan hidupnya. Apakah perbedaan itu salah? Tidak, paman Hallaj berkata bila perbedaan itu ada justru ada untuk mempererat keyakinan yang kita pegang. Mengenal perbedaaan satu sama lain itu merupakan anugerah yang tak terhingga.
Para penjaga berasal dari latar belakang yang berbeda satu sama lain. Mereka memiliki keyakinan dan pengalaman yang berbeda satu sama lain yang membuat cara pandang kami juga berbeda. Namun, karena perbedaan itu memaksa kami untuk saling mengenal sesama. Kau takkan tahu apa yang dia harapkan bila tidak tahu apa diinginannya.
Selain itu, kita tak bisa memaksakan keinginkan yang kita punya harus sama pada orang lain. Orang lain punya selera dan keinginannya sendiri sesuai kebutuhan. Jadi itulah fungsi mengenal. Kita dapat berbaur tetapi masih memiliki pendirian yang kuat. Sama seperti secangkir teh yang paman buat, aku suka yang manis sedang Ohba lebih suka yang tidak pakai gula. Tetapi the yang dibuat sama. Bagi yang mau gula, silahkan menambahkan sendiri dan yang tidak tidak ada larangan pula.
Maka itulah hakikat saling mengenal dari sebuah perjalan. Semakin banyak perjalanan yang kita lalui, akan memperluas wawasan dan kebijaksanaan dari apa yang kita lihat maupun rasakan secara langsung. Pengalaman yang aku lalui, kata sang paman adalah bentuk perjalanan ruhani yang berarti. Tiap orang seharusnya menjalankan apa yang dilalui, bukan memaksa orang lain melakukannya tetapi kita sendiri enggan melakukannya.
“Elvy, kau mau menjelajahi tempat ini sebelum pergi?”
“Tentu saja Ohba, aku ingin sekali jalan-jalan sebelumnya.”
__ADS_1
“Bagus, sebab kau harus banyak belajar memahami kemampuan dasarmu sebelum ke alam lainnya. Mungkin beberapa jam saja kita akan berlatih.”
“Baik, aku setuju.”
“Tuan, bolehkah kali keluar sejenak? Kami akan kembali sebelum pergi.”
“Boleh, hati-hati.”
“Terima kasih paman, ayo Ohba kita berpetualang!”
“Kalau begitu ayo!”
Rumput dan semak-semak memancarkan terangnya dalam gelap dengan warna yang beragam, manun yang dominan adalah warna gradasi antara hijau dan biru yang saling melengkapi. Pepohonan juga sama lebatnya seperti di pekarangan paman, bahkan lebih besar dan tua melihat kokohnya batang yang tumbuh di sana. Pohon-pohon pinus dan akasia saling menjaga keasrian pegunungan yang ada, sebagaimana kita yang menjaga janji antar sesama.
“Ohba, tempat ini begitu indah, ingin sekali aku tinggal lebih lama di sini.”
“Kau benar, namun kita harus melanjutkan perjalanan.”
__ADS_1
“Mengapa kita tidak bisa tinggal di sini Ohba?”
“Itu karena tujuan kita bukan di sini, tugas kita masih jauh . bila tugas kita selesai baru kita bisa kembali ke sini.”
“Kembali? Apa boleh kita ke sini lagi?”
“Tentu saja, tugas para penjaga adalah memastikan tempat yang kita lalui aman dari sesuatu yang merusak dan menuntun jiwa-jiwa yang tersesat kembali ke asalnya.”
“Memang apa tugas utama manusia Ohba?”
“Tugas utama manusia itu mengabdi dengan kebaikan dan ikhlas. Banyak yang melaksanakan sesuatu dengan terpaksa. Ada pula yang hanya gugurv tugas semata agar tidak dihukum. Padahal sang pencipta tidak sejahat dugaan mereka. Oh iya, kira-kira kau masih ingat dengan apa yang kuajarkan sebelum ke rumah tuan Hallaj?”
“Tentu saja aku masih ingat!”
“Kalau begitu, coba kau melayang sebagaimana aku melayang.”
“Baik, akan kucoba Ohba.”
__ADS_1
Aku mencoba mempraktekkan apa yang Ohba lakukan. Awalnya aku masih mengambang dan belum lancar dalam hal melayang, namun perlahan aku mulai terbiasa dengan apa yang dilakukan oleh pendampingku. Dia memintaku terbang mengelilingi pegunungan yang ada dalam beberapa putaran. Dari situ pemandangan semakin jelas dan indah. Pemukiman nampak indah dengan penduduk yang beraktifitas menjemur kain tenun dan ikan hail tangkapan di sungai.
Latihan telah selesai, sudah saatnya kami berpamitan pada paman Hallaj atas segala wejanang dan bimbingannya kepadaku. Mungkin seusai tugas aku bisa bertamu lagi padanya dalam mencari arti sejati ketenangan jiwa. Ohba berkata kereta akan segera tiba di stasiun tempat kami bertemu. Semoga ini menjadi awal yang baik.