Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Makan bersama


__ADS_3

**Makan bersama


Siang ini di ruangan Alland, Evina sudah bersama Alland untuk makan siang bersama. Alland yang memang telah memesankan makanan terdahulu kemudian memanggil Evina.



di meja telah tersedia berbagai makanan dan juga makanan penutup, Evina yang masih merasa sungkan dengan Alland hanya menatap makanan itu saja tanpa mau menyentuh nya.


"Ayo makan " ucap Alland yang telah memakan makanan nya.


Evina yang masih belum menyentuh makanan itu kemudian tersentak dengan ucapan Alland.


" saya tidak meracunimu " ucap Alland datar tapi tatapannya ke arah Evina.


Di tatap seperti itu membuat jantung Evina berdegup kencang. Pasalnya Alland yang memandangnya secara intens untuk pertama kali bagaimana dia tidak membuat berdegup.


" Baik tuan " Evina kemudian menyendokan makanan itu ke mulutnya.


mereka makan dengan tenang,tidak ada pembahasan antara mereka berdua.Hingga selesai menyantap makanan mereka,kini Evina membereskan tempat makan itu.


Alland yang duduk santai terus menatap Evina yang sedang sibuk mengelap meja. Hingga suara Evina mengagetkannya dan Alland kembali merubah ekspresi wajahnya.

__ADS_1


" saya permisi kembali tuan, terima kasih makan siangnya tuan " ujar Evina tersenyum dan berjalan kembali menuju ruangannya.


Jangan di tanya bagaimana keadaan Evina sekarang,ya Evina yang merasa jantungnya ingin melompat itu membayangkan suaminya yang memandangnya dengan sangat intens. Evina merasa senang karena Alland setidaknya meliriknya walaupun pemikiran Evina mungkin Alland punya pemikiran yang lain tentangnya,dia tidak mempedulikan itu yang jelas dia sangat senang karena Alland sudah tidak terlalu menghindar darinya.


Bedanya dengan Alland yang merasa hatinya tenang melihat Evina, Entah kenapa dia merasa senang diapun tidak mengetahui nya, hati yang sudah lama mati seakan kembali bersinar hanya dengan melihat senyum Evina.


" ada apa dengan hatiku " gumamnya yang terus memandang ke arah luar kaca.


" lebih baik aku kembali bekerja, memikirkan ini membuatku bisa gila serentak " setelah berucap seperti itu Asraf tiba-tiba masuk ke ruangan Alland.


" Tuan, Anda mendapatkan undangan dari tuan Baskoro untuk menghadiri acara pembukaan kantor cabangnya,seperti nya tuan Alex juga akan datang ke acara itu tuan " ujar Asraf dan meletakan kartu undangan itu di atas meja alland.


" Bagus, kalau memang Alex akan hadir,kamu urus semuanya dan kita mainkan plan nya raf,aku sudah tidak sabar melihat kehancuran lelaki sialan itu " ucapnya dengan smirk mengerikan.


Sebenarnya Alland sangat malas untuk datang ke acara-acara tersebut tapi karena ada tujuan nya akhirnya dia menyetujui untuk pergi ke acara itu.


" Evina juga harus ikut,karena dia juga yang akan membantu ku " batin nya.


Setalah seharian bekerja kini mereka kembali pulang. Tapi di depan halte Evina yang sedang menunggu taksi tiba-tiba melihat sebuah mobil menghampiri ke arahnya.


" silahkan masuk nona,ini perintah dari tuan Alland " ucap Asraf.

__ADS_1


Karena mendengar perintah dari suaminya Evina pun masuk ke dalam mobil tersebut dan duduk di kemudi depan bersama Asraf.


" pindah ke belakang sekarang " ucap Alland pada Evina dengan tatapan yang datar.


Evina yang tersentak mendengar suara Alland kemudian keluar dan masuk duduk di samping Alland. Alland yang tidak pernah bersuara ataupun melihat ke arah Evina hanya cuek-cuek saja sedangkan Evina yang sudah merasa bosan mengajak Asraf berbicara,tidak mungkin dia mengajak Alland berbicara yang ada Alland akan menelan nya hidup-hidup.


" tuan Asraf asli dari Jakarta ya " tanya Evina yang hanya basa basi karena merasa jenuh.


" iya nona saya asli sini "


" oh iya ya "


Asraf yang memang kadang cocok-cocok saja jika berbicara dengan orang, kini menanggapi pertanyaan Evina, mereka mengobrol dan dengan tiba-tiba mereka berhenti karena mendengar suara bariton.


" kalau mau mengobrol silahkan bicaralah di pasar,suara kalian sangat menggangguku " ucap Alland.


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pembicaraan Evina dan Asraf. Hanya saja Alland merasa terabaikan karena Evina lebih memilih berbicara dengan bawahannya dari pada dengan dirinya.


""bilang aja cemburu pak CEO 🤭🤭🤭""


🌹🌹🌹

__ADS_1


jangan lupa like nya ya guys 🤗


dan juga komentar nya ♥️


__ADS_2