Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Rasa yang lain Rania.


__ADS_3

Asraf kembali dengan menenteng beberapa macam makanan untuk Rania.


Pria tampan itu berjalan tergesa-gesa, mengingat jika wanita yang sedang di rawat itu belum menyentuh makanan sedikitpun.


ceklek.


Rania mendongakkan wajahnya ke depan setelah melihat Asraf kembali dengan makanan ditangan pria itu. Kemudian dia berusaha tersenyum untuk menutup kecanggungannya.


" Maaf. Lama dan membuatmu menunggu.!!" Ujar Asraf,kemudian berjalan mendekat ke arah ranjang Rania. Dengan telaten Asraf menata makanan Rania di atas meja makan mininya. Kemudian memberikan padannya.


" Terima kasih tuan.!" ujar Rania dengan tersenyum canggung.


" Ya. Makanlah,kemudian istirahat.! Karena saya akan pergi ke mansion tuan Alland. Setelah urusan saya selesai,saya akan kembali ke sini." ujar Asraf yang memang akan kembali ke mansion untuk menahan salah seorang pelayan yang sudah bekerja sama dengan Aurel.


" Baik tuan. Terimakasih sebelumnya." ucap Rania.


" Saya pamit dulu,nanti ada suster yang akan datang menemanimu." setelah berucap seperti itu. Asraf kemudian berbalik keluar dari dalam ruang rawat Rania.


deg.deg


Jantung Rania berdetak sangat kencang. Setelah Asraf menghilang dari pandangan nya. Dia merasa ada yang lain dengan hatinya, setelah di berikan perhatian-perhatian kecil dari asisten tuannya.


Ya walaupun Rania sadar, jika dia hanya di perintahkan untuk memperhatikannya. Tapi entah kenapa Rania merasa ada yang lain dengan hati kecilnya.


Sedangkan di ruangan Evina.


Setelah terbangun dan merasa badannya sudah sedikit membaik. Kini dia dan suaminya sedang berbincang-bincang tapi dia kembali teringat dengan Rania. Gadis yang menyerahkan tubuhnya untuk melindungi diri Evina. Karena kondisi Evina dan Rania,kondisi Rania lah yang parah. Dia kemudian meminta izin pada Alland untuk pergi ke ruangan Rania,tapi Alland melarangnya.


Sehingga gadis bermata biru itu seketika cemberut karena suaminya tidak memperbolehkan dia bertemu dengan Rania. Dan alasan Alland karena kondisi Evina belum baik-baik saja. Maka nya Alland tidak mau Evina sampai kenapa-napa.


Melihat sang istri tidak mau berbicara dengannya. Alland kemudian memutar otak agar Evina tidak cemberut lagi.


" Sayang. Monika sedang dalam perjalanan ke mari. Dia mendengar jika kamu di culik dan masuk rumah sakit." ujar Alland serius.


Evina menatap netra mata sang suami." Benarkah? Astaga,aku akan siap di omelnya nanti." Ujar Evina,dan seketika bibirnya berkedut setelah membayangkan bagaimana ekspresi Monika saat sedang marah-marah itu.


Dan Alland yang melihat tingkah sang istri,dia kembali di buat bingung.


" Kamu kenapa sayang? apa ada yang salah dengan ucapan ku?" tanya Alland keheranan.

__ADS_1


Dan Evina,gadis itu kemudian menetralkan ekspresi wajahnya,berubah menjadi masam kembali.


" Aku sedang merajuk denganmu. Tahu!!" ucap Evina dengan melipat kedua tangannya di dada.


Alland terkekeh,ya mana ada orang merajuk terus bilang sama orangnya. Ada-ada saja istrinya ini.


" Ya sudah,jangan merajuk lagi ya sayang. Entar jika Monika datang mas akan suruh dia temani kamu ke ruangan Rania ya." bujuk Alland.


Evina tersenyum senang,setelah Alland mengizinkannya. " Benarkah sayang? ah terimakasih Daddy " ujar Evina dengan gemas. Dan Alland di buat terkekeh kembali.


Kini waktu sudah menunjukan 18:00 wit.


Monika keluar dari dalam mobil setelah di antar oleh supirnya. Dia melakukan perjalanan ke Indonesia menggunakan jet pribadi milik mereka. Sehingga tidak perlu memakan waktu lama agar sampai di negeri ini.


Dia kemudian masuk ke ruangan VIP yang sudah sebelumnya di beritahukan oleh Alland.


ceklek


Monika masuk dengan raut wajah yang tegang. Seketika Alland dan Evina menatap ke arahnya.


" Bagaimana keadaanmu Evina? dan bagaimana keadaan bayi kalian? baik-baik saja kan? aku tidak akan memaafkan orang yang sudah berusaha menyakiti kalian ini !!" ujar Monika dengan ekspresi wajah yang sangat tegang.


Alland yang melihat kedatangan adiknya kemudian berjalan duduk di sofa dan memberi waktu untuk mereka berdua.


" Aku sudah baik-baik saja Mon. Jangan khawatir,oke!!" ucap Evina santai agar wanita di depannya tidak perlu cemas.


" Apa kamu bilang.! jangan khawatir? dasar sahabat sialan. Enak ya ngomong kayak gitu,di saat aku yang mendengarnya hampir jantungan. Dan untung saja mommy dan Daddy tidak tahu berita ini,kalau tidak. Hmm aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi.Apalagi di dalam sini ada cucu pertama mereka." Dengus Monika dengan menahan kekesalannya. Ya bagaimana dia tidak kesal coba. Di saat dia khawatir tapi Evina melarangnya agar jangan khawatir. Benar-benar gadis di depannya ini sudah sangatlah gila.


" ckck. Kau terlihat lucu jika marah-marah, tenang saja. Suamiku yang tampan itu.Akan menghukum orang yang sudah berusaha mencelakai ku. Tidak mungkin kan? jika suamiku yang tampan itu membiarkannya bersenang-senang begitu saja. Iya kan mas!!" Ujar Evina seakan memberi sindiran pada suaminya.


Dan Alland mendengar ucapan istrinya awalnya tergelak,tapi sedetik kemudian dia tersenyum simpul.


" Aku akan menyiksanya malam ini sayang. Dan orang-orang yang berkerja sama dengannya dan salah satunya ada di mansion kita ?" ucap Alland.


Evina dan Monika menatap serius ke arah Alland. Seakan meminta agar Alland memberitahukan siapa orang yang sudah berniat bekerja sama dengan Aurel.


Dan Alland yang tanggap dengan tatapan dua wanita kesayangannya di depan, kemudian memberitahukan mereka.


" Dia adalah Lani. Maid yang baru sebulan bekerja di rumah kami.!" ucap Alland. Seketika dia merasa emosi ketika mengingat malam dimana Lani mencampurkan obat ke dalam minumnya.

__ADS_1


" Ck, Dasar maid sialan. Aku tidak akan membiarkan dia begitu saja. Dan juga siapa wanita yang bernama Aurel itu? nama itu tidak asing bagiku." ujar Monika dengan menatap intens wajah kakaknya.


" Jadi Lani yang memberitahukan pada Aurel jika aku hari itu pergi ke mall? soalnya saat aku mau pergi, Lani sempat mendekat ke arahku dan kemudian menanyakan perihal kepergian ku.!" Ujar Evina.


" Ya dia juga dalang dari penculikan mu sayang. Dan aku akan memberikan hukuman yang setimpal pada mereka."


Asik membahas masalah itu. Ponsel Alland berdering. Seketika Alland melihat jika Asraf yang sedang menghubunginya.


" Sayang aku harus mengangkat telfon dulu." ucap Alland, kemudian keluar dari ruangan sang istri.


" Hallo!!"


" Apa!! Sialan. Wanita sialan itu sekarang tidak boleh di remehkan. Beritahukan ke pada petugas bandara untuk tidak mengizinkan penerbangannya. Dan juga menahanya jika mereka melihatnya. Laporkan ke polisi semua kejahatannya karena aku takut dia akan kembali berbuat nekad pada istriku. Dan kerahkan semua anak buah dan polisi untuk mencari keberadaannya.!!"


Alland menjadi sangat marah. Setelah di beritahukan pada Asraf jika Aurel berhasil kabur dan melarikan diri.


" Aku tidak akan membiarkanmu menang kali ini Aurel sialan.!!" Gumam Alland dengan mengepal tangannya.


Dia kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan sang istri. Tapi sebelum itu, dia menyuruh Asraf agar membawa beberapa bodyguard untuk berjaga di ruangan istrinya.


Sedangkan gadis yang bernama Lani. Dia sedang di sekap oleh Asraf di sebuah gudang yang sangat sulit di jangkau bila ingin kabur.


Asraf juga bekerja sama dengan para polisi untuk mencari Aurel. Dan di masuk dalam data PO.



Rania


Maaf ya gengs,jika ada Nama Rania sering author tulis Riani. Yang jelas namanya Rania ya gengs..nanti author lebih teliti lagi untuk pengetikan namanya. 🙏🙏🙏🙏


.....


yuk mampir ke karya baru author.




Dan juga jangan lupa like,komen dan masukan ke list favorit kalian ya gengs 🙏

__ADS_1


__ADS_2