
Lima bulan berlalu.
Kini usia kandungan Evina telah menginjak 9 bulan.
Alland yang memiliki pekerjaan di kantor,kini di serahkan semuanya pada Asraf.
Karena dia ingin menjaga istrinya di rumah. Walaupun Evina melarang suaminya untuk tidak cuti.
Tapi Alland tetap kekeh. Karena dia tidak ingin melewatkan momen istrinya melahirkan nanti.
Padahal melahirkan masih beberapa Minggu lagi.
Dan untuk Asraf sendiri. Pria itu kini belajar untuk bisa melepaskan wanita yang di sukainya.
Dia kini sadar,jika perasaanya pada Monika hanya sebatas rasa suka dan kagum atas sikap dan sifat Monika yang berbeda pada wanita kaya lainnya.
dengan perlahan dia mulai tertarik dengan Rania.
Tapi belum bisa menunjukan rasa tertariknya pada Rania. Mungkin karena belum siap atau memang ada alasan lainnya.
Kini Evina berjalan menuruni tangga dengan tangan sebelahnya di genggam oleh sang suami.
Mereka berdua menuju ruang makan karena sudah saatnya untuk mereka sarapan.
Tak lama Asraf juga datang,karena membawa berkas-berkas yang harus di tanda tangani oleh Alland.
" Selamat pagi tuan.selamat lagi nyonya" Sapa Asraf dengan sopannya.
" Pagi juga Raf, bawa berkasnya sekarang juga di ruang kerja saya. Dan bergabunglah dengan kami di ruang makan." ucap Alland langsung. Dan di angguki oleh Asraf.
Sedangkan Evina,hanya tersenyum saja padanya.
Mereka kembali berjalan ke arah ruang makan. Seperti biasa, Riani juga sudah ada di ruang makan. Karena kebiasaan baru mereka yaitu,makan bersama. Riani sudah di anggap saudari oleh Evina sendiri,jadi dia tidak membedakan mereka sama sekali.
" Selamat pagi tuan,dan nyonya." ucap Rania membungkuk memberi hormat pada mereka berdua.
" Pagi juga Rania" ujar Evina dengan tersenyum cerah.
Dan Alland hanya mengangguk saja,seperti biasanya.
Sudah menjadi kebiasaannya.Bukan pada Rania saja,melainkan kepada semua pegawai dan pelayan yang bekerja dengannya.
Mereka kemudian duduk dan tak lama Asraf datang bergabung bersama.
Rania yang melihat kehadiran Asraf,kini di buat salah tingkah. Tapi dia kembali menetralkan sikapnya agar tidak di goda oleh Evina. Karena jika melihat Asraf dan Rania secara bersamaan,pasti bumil itu akan menggoda mereka berdua.
Asraf sering mencuri-curi pandang pada Rania. Sedangkan gadis yang di perhatikan hanya tertunduk untuk menikmati makanan nya saja.
Alland dan Evina yang menyadari tingkah dua orang itu,hanya menahan tawanya saja.
Rasanya Evina ingin menggoda mereka,tapi di larang oleh sang suami.
__ADS_1
Setelah mereka selesai sarapan, Alland mengajak Asraf untuk kembali ke ruang kerja pribadinya.
" Raf,bagaimana perkembangan kantor? Sepertinya kamu belum melaporkan nya padaku ." ujar Alland.
" Perusahaan saat ini baik-baik saja tuan. Kemarin tender besar kita menangkan dan sepertinya,perusahaan wira'group tidak terima dengan kekalahan mereka. Tuan Wira seperti menahan amarahnya pada kami." ucapnya.
" Kerja yang bagus. Aku suka jika kamu memberikan laporan yang menyenangkan seperti ini. Dan untuk Wira,kalian harus mewaspadainya. Jangan sampai dia melakukan sesuatu yang dapat merugikan kita.!!"
" Baik tuan. Kalau begitu saya undur diri!" ujar Asraf,dengan membungkuk memberi hormat.
Alland menyahut,kemudian Asraf keluar dari ruangan Alland. Dan membawa berkas yang baru saja di tanda tangani oleh atasannya.
Sampai di halaman, Asraf berpapasan dengan Rania yang sedang menemani sang nona jalan pagi di taman.
Secara bersamaan Rania yang berjalan menuju kursi taman,dan langkahnya terhenti melihat kehadiran Asraf.
Mulut Asraf sangat berat untuk menegur Rania. Tapi hatinya ingin sekali untuk menyapanya.
Kini mereka berdua seakan sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing. Tak lama terdengar suara jeritan Evina hingga mereka tersadar dan memandang nyonya mereka itu dengan syok.
" Akhhhhhhhhh" teriak Evina.
Rania dan Asraf kemudian menoleh dan berteriak bersama.
" Nnyonyaa!!" Secara bersamaan mereka berlari menuju Evina yang sedang terjatuh karena tersenandung dengan batu taman yang tergeletak di samping rumput taman.
" Akhhh sakitt" ucap Evina. Kini darah mengalir deras dari balik baju yang di kenakan oleh nya.
" Siapkan mobil sekarang.!!!" teriak Asraf pada penjaga.
Alland yang mendengar suara jeritan Evina. Kemudian lari keluar untuk memastikan keadaan istrinya.
Dan mata Alland melebar saat melihat Evina tergeletak di lantai dengan darah yang mengalir keluar dari balik bajunya.
" Sayang .Apa yang terjadi." ucapnya panik. Dia kemudian mengangkat istrinya dan membawa masuk di dalam mobil,yang mana sudah ada Asraf di dalam nya untuk menyetir.
" Mas sakiit,a-ku ta-kut mas" ucap Evina lirih,dan menahan sakit di perutnya.
" Sabar ya sayang,kita kerumah sakit sekarang." ujarnya membujuk sang istri yang sedang menahan sakit. Alland terus mengelus pucuk kepala istrinya dengan sayang. Dia sangat ketakutan jika terjadi sesuatu pada istri dan anaknya. Apalagi mengingat jika istrinya masih beberapa minggu lagi untuk melahirkan.
" Asraf,kau berhutang penjelasan padaku.!!!" ujar Alland dengan tatapan dingin yang mengintimidasi.
Asraf hanya meneguk salivanya dengan kasar. Apalagi jika tuan Alland sudah mengeluarkan auranya.
Sedangkan Rania. Gadis itu terududuk lesu dengan rasa takut dan bersalahnya kembali. Dia tidak menjaga nyonyanya dengan baik.
Sebenarnya bukan kesalahannya. Dia yang sebenarnya menemani Evina berjalan pagi. Cuman karena melihat nyonya nya sudah berkeringat. Dia menawarkan untuk beristirahat dan minum. Tapi Evina menolak,dia menyuruh Rania untuk kembali dan mengambil minum padanya. Karena dia masih ingin berjalan lagi.
Sampai di rumah sakit. Para dokter yang sebelumnya sudah di beritahukan oleh Asraf. Kini dengan cepat menangani istri dan pria nomor satu itu.
" Periksa istriku sekarang juga.!!!" teriak Alland saat istrinya di bawa dengan brangkar.
__ADS_1
Hingga beberapa menit berlalu. Salah satu dokter keluar menemui Alland.
" Tuan!!" panggil dokter Nita. Selaku dokter kandungan.
" Ada apa? apa yang terjadi dengan istriku!"
" Begini tuan. Karena nyonya Evina,yang memang tersandung dengan sebuah batu. Yang menyebabkan pendarahan. Lebih jelasnya lagi,kami akan melakukan operasi untuk mengeluarkan anak anda tuan. Karena mengingat terjadinya goncangan kuat pada tubuh nyonya Evina." ucap dokter Nita.
" Lakukan apapun demi menyelamatkan istri dan anakku sekarang juga.!!!!" ucap Alland dingin. Tapi sebenarnya dia saat ini sedang ketakutan.
" Baik tuan. " Dokter Nita kemudian menyuruh beberapa dokter dan perawat untuk memindahkan Evina ke ruang operasi.
Alland yang melihat istrinya yang sedang di bawa,kemudian mengikuti istrinya.
Karena dari tadi Evina terus saja meneriaki namanya.
Sedangkan Asraf,pria itu hanya menunggu dengan harap-harap cemas. Selain takut akan amukan sang tuan. Dia juga takut,mental Rania yang akan down,karena berfikir jika semua ini terjadi karena kelalaian nya.
Di ruang operasi, Alland menemani istrinya dengan terus memberikan dukungan dan mengucapkan kata-kata yang mampu membuat istrinya tenang.
Kini operasi sedang di lakukan.
Alland terus saja mengelus rambut istrinya. Dia yang melihat para dokter yang serius,dengan keringat yang bercucur. Kini menambah ketakutannya.
Alland menunduk dan berdoa dalam hatinya,agar anak dan istrinya selamat nanti.
Tak lama,dokter mengangkat tubuh bayi ke atas,dengan tangisan yang menggema.
Alland kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap anak mungil yang baru saja di keluarkan dari perut sang istri.
Alland kemudian mencium istrinya dengan bertubi-tubi.
" Tuan. Anak anda laki-laki dengan berat badan 3,5.Dan sangat sehat sekali." ucap dokter tersenyum.
" Sayang anak kita sayang. " ucap Alland dengan sedikit gemetar.
" Iya sayang. Akhirnya,walaupun bukan di jadwal kelahirannya tapi bayi kita sangat sehat dan menggemaskan."
" Iya sayang,kamu benar sekali. Terimakasih sudah mau menjadi istri dan juga ibu untukku dan anak kita sayang. Aku mencintai mu."
" Love you to sayang." ujar Evina senang.
Dokter datang dengan membawa bayi tampan itu,dan memberikannya pada Evina. Karena dia akan memberikan asi pertamanya.
Alland yang melihat itu,kini tak bisa menahan rasa harunya.
.....
Jangan lupa like dan komen ya gengs 🙏💪
mampir juga di karya author ya 🤗
__ADS_1