
Setelah selesai menikmati makan siang bersama sang suami, kini Evina sedang bermanja-manja dengan suaminya, seperti sudah menjadi kebiasaan untuk mereka berdua, Alland pun tak akan menolak setiap kali Evina ingin bermanjah padanya.
" Sayang, sepertinya aku merasa jika sekretaris mu menyukai mu mas, aku tiba-tiba saja merasa cemburu setiap kali melihat dia memandang mu secara intens," ungkap Evina jujur, karena memang beberapa kali dia berkunjung di kantor sang suami, dia sering melihat juga tatapan lain dari sekretaris suaminya itu.
Alland tertawa menanggapi ucapan istrinya,yang terdengar konyol menurutnya," Sayang, mana mungkin itu terjadi? dia sudah sangat tahu jika mas ini sudah memiliki istri, jadi tidak mungkin kan? dia menyukai mas, apalagi sebentar lagi kita akan memiliki Beby, jadi mas rasa itu tidak mungkin." ujar Alland meyakinkan sang istri yang sepertinya sedang cemburu.
" Mas, bahkan para pelakor saja bisa menyukai suami orang, biarpun mereka sudah memiliki banyak anak, mas fikir saja sendiri, kebanyakan para wanita tak memikirkan perasaan wanita lain jika menyangkut dengan cinta."
" Mas tahu sayang, tapi tidak berlaku hal itu untuk mas,karena apa? karena mas sudah sangat terlanjur mencintaimu, apalagi istri mas ini sangatlah cantik,jadi untuk apa mas berpaling darimu, "
" Aku harap mas akan mempertahankan ucapan mas, aku tidak mau di kecewakan nantinya " ucap Evina lirih dan memeluk Alland dengan erat.
" Mas janji sayang, mas tidak akan mengecewakanmu nantinya, kita pegang janji kita bersama ya?"
Mereka kemudian saling memeluk, tiba-tiba pintu ruangan Alland kembali terbuka,dan muncullah Aurel di balik pintu itu.
Aurel merasa sangat cemburu melihat kedekatan Alland dan istrinya.
" Aku tidak sabar lagi untuk memisahkan kalian berdua, dan kau wanita sialan,aku akan menghabisi mu,dan merebut posisi mu dari nyonya Alland Alexander " Batin Aurel.
" Ada apa kemari Aurel, ini masih jam makan siang,kenapa kamu masuk tiba-tiba ke dalam ruanganku? " tanya Alland dingin.
Aurel yang melihat raut wajah dingin Alland secara tiba-tiba, merasa aneh dengan hal itu,dia kemudian melirik ke arah Evina,yang sedang juga menatap nya.
" Ah maaf tuan, saya melupakan berkas yang tuan periksa tadi di sini, karena saya lupa membawanya " ujar Aurel dengan ramah.
" Oh, ambillah di meja kerjaku,dan jangan ada yang ganggu aku dan istriku "
Aurel mengangguk kemudian berjalan ke arah meja kerja sang atasan, setelah mengambil laporan yang sudah di periksa,kemudian dia keluar dengan wajah yang kesal, Evina yang sempat melihat ke arah Aurel, kemudian tersenyum sinis.
" Wanita ular, aku tahu kamu sangat menyukai suamiku, tapi aku tidak akan dengan mudah membiarkan mu bermain-main terlalu jauh " batin Evina tak kalah sinis.
__ADS_1
" Sayang, sepertinya ini sudah waktunya jam kerjamu, kamu harus profesional,karena aku tak ingin ada bawahanmu yang menganggap aku tak membuatmu bekerja saat di kantor seperti ini !"
" Siapa yang akan berani berucap seperti itu? maka aku akan memotong lidahnya jika hal itu sampai terjadi, karena kamu adalah penyemangat ku, paham !!"
Evina tertawa," Dasar mas bucin, ya sudah aku balik dulu ke rumah mas,dan mas lanjutin kerjanya oke !!"
Alland mengangguk dan kemudian mencium pucuk kepala sang istri dengan sayang,
" Hati-hati ya sayang, dan Riana kamu jangan ngebut,karena istri saya sedang mengandung! " ujarnya setelah Riana masuk ke dalam ruangan Alland.
" Baik tuan, kami permisi " setelah menunduk, Evina dan Riana kemudian keluar dari ruangan Alland.
Evina tak melanjutkan langkahnya ke arah lift,tapi dia berjalan ke arah Aurel yang memang sedang memandangnya dengan raut wajah yang sangat sulit di artikan.
" Ada apa nyonya? " tanya Aurel,ketika Evina berjalan ke meja kerjanya.
" Ah tidak sekretaris Aurel, aku hanya ingin memperingatkan mu saja, tolong jaga pandangan matamu dari suamiku, karena aku merasa jika kamu seperti menyukai suamiku,mungkin menurutmu itu sedikit berlebihan, tapi insting seorang istri tak pernah meleset dari hal itu" ucap Evina dengan memandangi wajah Aurel intens.
Awalnya Aurel syok tapi sedetik kemudian dia tersenyum meremehkan," Tenang saja nona, aku akan bermain cantik jika nyonya merasa seperti itu" ucapnya tepat di telinga Evina.
Aurel mengepalkan tangannya dengan menahan emosi yang seakan mau meledak.
" Sialan, aku tidak akan membuatmu menang Evina, karena ucapan sombongmu itu,kita lihat saja nanti! siapa yang akan tersingkirkan,aku atau kamu!!" Gumam Aurel dengan mata memerah menahan kekesalannya.
Evina yang keluar dari dalam lift,berjalan dengan anggun dan senyum ramahnya, banyak karyawan suaminya menyapa dengan hormat,mengingat jika Evina merupakan istri kesayangan CEO mereka.
" Riana, aku berikan tugasmu untuk selidiki semua gerak gerik wanita ular itu,,!! "
" Baik nyonya,,dengan senang hati" ucap Riana tersenyum.
Riana merupakan asisten pribadi Evina, Riana juga merupakan seorang gadis yang memiliki ilmu beladiri dan dia juga merupakan seseorang yang sangat di andalkan oleh Evina. Tanpa sepengatahuan Alland, Evina yang memang menyuruh asistenya untuk terus mencari tahu tentang Aurel,karena semenjak dia pertama kali bertemu Aurel, Evina sudah menaruh curiga padanya.
__ADS_1
" Dan juga pastikan ada niat terselubung apa dia dengan asisten nya Molla itu,aku juga merasa Molla seakan mempunyai rencana lain dengan memanfaatkan Aurel "
" Baik nyonya,akan saya selidiki sedetail mungkin "
" Aku percayakan padamu Rin,!!"
Kemudian mobil Evina memasuki rumahnya, Evina sebenarnya ingin pergi ke rumah mertuanya, tapi sudah seminggu ini mertua serta sahabatnya sedang berada di Spanyol,untuk menemani Daddy di sana.
" Rin,aku sangat bosan sekali, bagaimana kalau kita berdua nonton drakor saja,! itu pasti seru."
Evina yang memang sudah sangat nyaman dengan Riana, sampai dia sudah menganggap seperti adik sendiri.
Riana mengiyakan ucapan sang nyonya dan mereka berdua pun menonton drama Korea yang sekarang sedang ada trendnya.
Di lain tempat, Aurel sedang menelfon seseorang.
" Aku mau kamu segera atur rencana untuk melenyapkan wanita itu,dia sangat menggangguku !!"
"Baiklah nona,aku akan mengurusnya,nona fokus saja sama target nona " ucap Molla asisten Aurel.
" Bagus, kerjakan Serapi mungkin !!" Kemudian mematikan sambungan telfon nya.
Aurel mendongakkan kepalanya dan dia di buat terkejut dengan kehadiran Araf tiba-tiba, Asraf yang memang di suruh oleh Alland untuk memanggil sekretaris Aurel, dia kemudian berjalan mendekat dan tidak sempat mendengar obrolan Aurel,
" Kamu di panggil oleh tuan Alland.!!" Kemudian Asraf meninggalkan meja kerja Aurel.
" A-apa dia mendengar obrolan ku? bagaimana jika dia curiga padaku? ah aku pusing memikirkannya " gumamnya, dan kemudian merapikan penampilannya sebaik mungkin sebelum masuk ke dalam ruangan sang atasan.
Jang lupa like dan komen ya gengsπ€ masukan juga ke list favorit kalian.π
Ikuti juga karya author yang terbaru ya gengs ππ
__ADS_1