
Empat Pria berbadan besar kini menjalankan mobil mereka menuju tempat penyekapan Evina.
Gadis cantik itu, di seret secara paksa oleh mereka,setelah mereka berhasil menjatuhkan Riana. Dan ketika Riana terjatuh karena pingsan. Mereka kemudian melarikan Evina.
Evina di ikat, dan mulutnya di bekap dengan kain panjang.
Dia hanya bisa merintih menahan sakit, dia tidak memikirkan keadaannya,tapi Evina sangat memikirkan bayi yang sedang di kandungnya.
Dia sangat takut jika mereka ingin mencelakai dia dan bayinya.
Sampailah mereka di salah satu gedung tua. Kemudian salah satu pria bermuka sangar menarik Evina masuk ke dalam dan mengikat kedua tangannya di kursi.
Dan mereka melepaskan kain yang di gunakan untuk menutup mulut Evina.
" Lepaskan aku!! siapa kalian? kenapa kalian menculikku? lepaskan !!!" Teriak Evina dengan amarah. Dia tidak merasakan sakit di sekujur badannya. Dia hanya tidak ingin anak nya kenapa-napa.
" Ahahahaha teriaklah sepuasmu, karena kami tidak akan melepaskan mu nona ." ujar pria berwajah sangar. Dan mereka hanya tertawa.
" Apa mau kalian? aku tidak punya masalah dengan kalian, jadi lepaskan aku !! jangan sampai suamiku akan membunuh kalian semua !!" ujar Evina yang mulai melemah, dia sudah sangat ketakutan sekarang,karena daya tubuhnya mulai melemah. Karena dia dari tadi hanya berontak di kursinya.
Mereka sudah tidak menggubris Evina, karena Evina sudah terjatuh pingsan. Tak lama kemudian seseorang masuk ke dalam dan tersenyum sinis melihat rivalnya sedang di ikat.
byurrrr
Evina terkaget dengan siraman air yang mengenai tubuhnya.
Karena seorang wanita menyuruh orang suruhannya untuk menyiram Evina dengan seember air.
Evina mengerjapkan matanya, dan muka Evina menahan amarah setelah pandangannya terarah ke depan.
Dimana seorang wanita sedang duduk di kursi dengan tersenyum sinis padanya.
" A-Aurel? " kata itu hanya bisa di ucapkan oleh Evina.
Ya orang yang telah menculik Evina adalah Aurel. Dia sangat terobsesi dengan Alland dan dia yang sudah malu karena di permalukan di pesta semalam. Menjadikannya bagaikan iblis.
" Kenapa? hm!!" ujar Aurel dengan senyum meremehkan.
" Mau apa kamu menculik ku? sudahkah tidak punya kerjaan lain lagi? hingga menjadikanku bahan kerjaanmu??" ujar Evina yang bahkan tak merasa takut dengan aurel. Karena bisa saja setelah ini, Aurel akan membunuhnya.
" Ahahaha " Aurel tertawa dan berjalan mendekat ke arah Evina. Kemudian menjambak rambut Evina, sehingga wajah Evina mendongak ke atas menghadap wajah Aurel.
" Ya aku tidak punya kerjaan, sehingga aku sangat ingin bermain-main sedikit denganmu !!" Ujar Aurel dengan wajah amarahnya.
Evina bahkan tak merespon sedikitpun dengan perlakuan Aurel. Dia hanya menatap Aurel dengan wajah yang tak kalah tajam.
__ADS_1
Kemudian Aurel melepaskan jambakannya dan berjalan duduk kembali di kursi yang di tempatinya tadi.
" Kenapa dengan wajah mu? ingin menantang ku? wahai nyonya Evina Alexander.??" Aurel seakan memancing amarah dari Evina. Tapi Evina tak terpancing sedikitpun dengan perlakuan Aurel.
cuihh
Evina meludah kemudian tersenyum remeh pada Aurel yang sedang menatapnya.
" Apa karena suamiku? sampai-sampai kau melakukan hal kotor seperti ini? ahaha,,Aurel Aurel. Kelakuanmu semakin membuatku yakin siapa kau sebenarnya. Kau tak ada bedanya dengan sahabat licik mu itu."
Aurel sangat marah mendengar ucapan dari Evina. Dia sangat tidak suka jika ada orang yang menyamakan dia dengan Elinda.
" Tutup mulut bangkaimu itu sialan..!! punya hak apa kamu mengatai ku sama dengan Elinda? dia sama brenseknya denganmu..! Karena sudah merebut lelaki yang kucintai." Amuk Aurel dengan tatapan tajamnya. Dia seakan ingin merobek mulut Evina.
Evina tersenyum mengejek." Aku tidak merebut mas Alland darimu. Karena aku menikah dengan suamiku karena kita sama-sama melajang. Jadi hapus fikiran kotormu itu karena menganggap aku yang sudah merebut suamiku dari mu.! Kamu fikir dengan menculikku seperti ini akan membuat suamiku jatuh cinta pada mu? haha,,kamu sangat memalukan sekretaris Aurel.!!"Ujar Evina seakan memprovokasi emosi Aurel.
pranggg
Aurel melempar gelas yang dipegangnya tadi tepat di depan Evina. Dengan terburu-buru dia mengambil sebuah cambuk kemudian mendekat ke arah Evina dan..
cetarrrr
cetarrr
Aurel melesatkan dua cambukan pada diri Evina. Dan Evina hanya meringis sakit tanpa mengeluarkan suaranya.
Evina menahan sakit di tubuhnya, karena rasa perih yang menderanya. Apalgi posisi Evina yang sudah sangat lemah. Akhirnya penglihatan Evina kabur, dan dia mulai tak sadarkan diri.
Di lain sisi, Alland dan Asraf telah selesai melakukan meeting. Dia kemudian mengecek handphonenya dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari sang istri.
" Kenapa banyak sekali panggilan dari Evina? tidak seperti biasanya ?" gumam Alland. Karena memang, Evina tak biasa menelfonya sebanyak itu. Palingan hanya sekali dua kali selebihnya dia tidak akan menelfon lagi jika tak di angkat oleh Alland .
Alland yang sangat penasaran,kemudian kembali menghubungi sang istri,tapi panggilannya tidak di angkat. Ya karena memang hp Evina tertinggal di dalam mobil yang tadi mereka kendarai.
Alland kini terlihat gelisah, karena sudah berkali-kali dia menghubungi Istrinya tidak satupun yang di jawab. Kemudian dia memanggil Asraf untuk masuk ke dalam ruangannya.
" Ada apa tuan?" tanya Asraf.
" Hubungi Rania sekarang, tiba-tiba perasaanku tidak enak, dan tadi istriku menelfon banyak sekali panggilan, karena ada meeting aku tidak sempat mengangkatnya.!!" ujar Alland gelisah.
Asraf kemudian menghubungi Rania,tapi sama saja tidak ada jawaban dari asisten istri tuannya itu.
" Tidak di jawab tuan."
" Hubungi terus.!!" ujar Alland yang semakin panik.
__ADS_1
uhgg
Rania tersadar dari pingsannya, kemudian dia melihat hp nya berdering. Dengan tubuh yang lemah, Riani merayap mendekati hp nya. Dan mengangkat panggilan dari Asraf.
" Hallo tu-tuan, to-long Nona Evina di-dia di cul-ik" ucap Riani dengan lemahnya. Karena dia merasa sakit di kepalnya karena terkena pukulan kayu balok.
" di mana kamu sekarang? kirimkan lokasimu "ucap Asraf di sebrang.
Riani sudah tidak sanggup menjawab lagi. Kemudian mengirimkan lokasi dia sekarang.
Asraf kemudian berlari menuju ruangan sang tuan, untuk memberitahu Alland tentang penculikan Evina.
brakk
Asraf mendobrak langsung pintu Alland karena sangat panik.
" Ada apa? kenapa kamu terlihat panik ?"
" Nona Evina di culik tuan !"
" Apaaa!!!"
Alland terduduk di kursinya. Bagaimana bisa istrinya di culik. Pantas saja banyak panggilan dari Evina tadi.
" Siapa yang memberitahu mu?"
" Riani, dan dia telah mengirimkan lokasi mereka tadi saat nona Evina di bawah."
" Kita ke sana sekarang!!"
Alland dan Asraf kemudian dengan terburu-buru menuju mobil. Alland yang panik, kini memikirkan kondisi istri dan anaknya. Apalgi Evina yang memang sedang mengandung.
" Cepat Asraf, kenapa mobil ini seakan lelet. ha!!"
" Ini sudah sangat cepat tuan! kita juga harus memikirkan keselamatan kita,agar bisa menolong nona Evina"
" Jangan menceramahi ku !!"
Asraf terdiam dan kembali fokus dengan kemudinya, dia sangat tahu jika tuannya sangat panik dan takut dengan keadaan istri sang tuan.
yuk mampir ke karya author yang lainnya 😘
__ADS_1
💜💜💜💜
Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengss,🤗🤗🙏🙏