
Mobil Alland kini telah berada di tempat lokasi di mana terjadinya penculikan. Tapi mereka tak melihat keberadaan Rania. Ya jelas saja, karena Rania kini sedang berada di dalam mobil mereka.
" Dimana Rania? coba kamu cek di dalam mobil itu.!!" Ucap Alland panik.
Dia seakan mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.
" Baik tuan " ucap Asraf, dan mendekat ke arah mobil yang sudah tidak layak di pakai lagi, karena kaca-kaca mobil itu telah hancur lebur.
Asraf mendekat dan melihat jika Rania sedang berada di dalamnya. Kemudian dengan terburu-buru Asraf membuka pintu mobil dan mengeluarkan Rania yang sudah tak sadarkan diri.
Asraf mengangkat tubuh Rania dan membawanya ke dalam mobil Alland.
" Tuan..! Rania tidak sadarkan diri." Ucap Asraf dengan membopong nya.
" Bawa dia ke rumah sakit sekarang..! kita perlu penjelasan darinya. Karena istriku sedang di bawah oleh penculik itu..!"
" Baik tuan "
Kini mereka membawa Riani ke salah satu rumah sakit terdekat di situ. Karena kondisi Rania juga sangat memprihatikan. Dia memiliki beberapa luka lebam di wajahnya dan sedikit sayatan pisau di lengan kanannya.
" Kerahkan Mario dan anak buahnya sekarang juga.! untuk mencari tahu lokasi bajingan-bajingan itu membawa istriku Asraf. Seperti nya kondisi istriku sangat tidak baik-baik saja sekarang !!" ucap Alland dengan Emosinya.
" Baik tuan..! aku akan menghubungi Mario untuk menyelidikinya sekarang." ujar Asraf kemudian merogoh hpnya untuk menghubungi orang suruhan mereka. Ya lebih jelas orang-orang kepercayaan Alland. Karena dia memiliki beberapa orang kepercayaan untuk menjaga keamanan, karena orang besar dan sukses sepertinya tidak mungkin tidak memiliki musuh.
" Mereka sedang melacak keberadaan nyonya sekarang tuan."
Tak lama seorang dokter mengatakan pada mereka jika keadaan Rania sudah sadar dari pingsannya.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar rawat Rania.
" Tuan !! maafkan saya tuan, karena tidak bisa menjaga nona dengan baik. Sekarang nona di bawah oleh empat pria dan aku hafal nomor plat mobil mereka." ujar Rania yang takut, karena melihat raut wajah tuannya yang sangat dingin.
" Istirahatlah dan berikan nomor itu pada Asraf dan Mereka akan menyelidikinya. !!" ucap Alland dengan tatapan yang begitu dingin.
Kemudian Asraf kembali menghubungi Mario untuk memberitahu nomor kendaraan para penculik itu.
" Asraf..!! kita tidak punya waktu, sekarang kita harus mencari istriku.!"
Kemudian Alland dan Asraf kembali dan ingin melakukan pencarian. Otak Alland sangat frustasi memikirkan keadaan anak dan istrinya.
" Bagaimana? apa sudah ada kabar dari Mario?" tanya Alland dengan memandang ke arah luar keca mobil.
" Belum tuan, mereka sangat rapi melakukan penculikan itu. Sehingga mereka tak meninggalkan jejak sedikitpun.'' ucap Asraf, dengan tatapan yang fokus pada kemudi mobil.
" Sialan..!! siapa yang sedang ingin bermain-main denganku? kenapa mereka harus melibatkan istriku?.
Asraf hanya diam tak menanggapi, dia takut jika salah bicara. Dia yang akan di jadikan tempat pelampiasan oleh atasannya sendiri.
__ADS_1
Mereka terus saja melakukan pencarian. Hingga kini penampilan Alland sudah tak berbentuk lagi. Karena memikirkan kondisi istri dan anaknya. Dia seakan hilang kendali.
" Arghhhhh,,,,sialan!!!"
bughh
bughh
bughh
bughh
Empat pukulan mendarat sempurna di perut anak buahnya.
" Kalian sangat tidak becus ..!! dimana keahlian mu yang bisa melacak keberadaan seseorang walaupun di bawah goa sekalipun, Ha..!!! Aku tidak mau tahu, besok aku harus mendengar kabar baik darimu..Jika tidak!! jangan salahkan aku untuk menghabisi kalian semua dengan tanganku.!!" Ujar Alland dengan amarah yang meledak.
Anak buahnya hanya menunduk takut. Dan Mario berjanji akan menemukan sang nyonya.
Asraf mendekat untuk menasehati Alland.
" Tuan.!! lebih baik anda pulang saja, biar kami yang bekerja untuk mencari nyonya. Anda juga harus menjaga kesehatan agar bisa menyelamatkan nyonya."
Alland seakan tersadar. " Aku tidak mau tahu, apapun yang terjadi besok harus ada kabar baik dari kalian.!!"
Dan mereka mengangguk patuh.
Dia berjalan masuk dengan wajah yang sangat sendu. Dia tidak akan memberitahukan pada orang tuanya. Yang ada mereka akan murka dengan nya, apalgi mengingat jika menantu kesayangan mereka sedang mengandung cucu mereka.
Seseorang terus memperhatikan Alland. Kemudian dia berlari ke arah belakang untuk melaporkan pada seseorang.
" Hallo nona Aurel " ujar seseorang itu.
" Ada apa ? " Tanya Aurel di balik telponnya.
" Tuan Alland sudah berada di rumah. Dia sangat terlihat frustasi karena penampilan tuan Alland sangat berantakan sekali ."
" hahaha. Biarkan saja, aku akan mengambil kesempatan untuk mendekatinya. Lakukan yang seperti aku perintahkan padamu. Aku akan kesana sebentar lagi.!!" ujar Aurel dengan smirk jahatnya.
" Baik nona." kemudian seseorang itu mematikan sambungan telfonnya.
" Ah, saatnya menjalankan rencana kedua, tidak perlu susah-susah,aku bisa mendapatkan banyak uang" batinnya dengan kesenangan.
tok tok
Setelah mendengar sahutan dari dalam. Orang itu kemudian masuk ke dalam dengan membawa segelas minuman, yang sudah di campur dengan obat perangsang.
" Tuan!! ini minumnya, " ucap orang itu.
__ADS_1
" Taruh saja di sana, aku akan meminumnya nanti !!" ujar Alland dingin.
" Baik tuan " Orang itu kemudian keluar dari kamar Alland dengan tersenyum puas. Dia kemudian menghubungi Aurel yang memang sudah berada di depan rumah Alland.
Di dalam kamar, Alland telah menghabiskan segelas minuman yang telah di berikan padanya. Tapi tiba-tiba tubuhnya terasa sangat panas. Dia kemudian membuka seluruh pakaiannya dan menyisakan celana boxernya.
" ****,, Kenapa dengan tubuh ku? kenapa terasa sangat panas sekali ini. Akhh "ujar Alland berteriak.
Tak lama Aurel masuk ke dalam kamar Alland.
" Tuan !! apa yang terjadi!" ucap Aurel pura-pura kaget dengan keadaan Alland. Tapi dalam hatinya bersorak senang karena rencananya sebentar lagi akan berhasil."
" Aurel.. mau apa kamu ke rumahku. ah Tubuhku terasa sangat panas. Tolong aku !" ujar Alland yang sudah tidak kuat menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Aurel mendekat ke arah Alland. Dan dengan ganasnya Alland meraup bibir Aurel. Dan terjadilah malam panas mereka berdua.
Keesokan paginya. Alland mendengar tangisan seseorang.
" Uhg, kepalaku. !! Sayang, Evina apa itu kamu?" Dan betapa kagetnya Alland, karena melihat keadaan wanita yang sedang berada di ranjangnya.
" Kenapa kamu bisa ada di kamar ku. Ha !!" Bentak Alland pada Aurel dengan memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
Aurel tersentak dan kemudian menangis sejadi-jadinya.
" Tuan.!! kamu sudah menodaiku,hikss" ucap Aurel dengan lirih. Yang pastinya itu semua kebohongan saja.
" A-apaa!! tidak mungkin, jangan mengada-ngada kamu!! Keluar dari kamarku sekarang juga !! keluar!!!!!!" Marah Alland.
" Aku tidak mau, tuan harus bertanggung jawab karena sudah menodaiku!! "
" Jangan gila kamu.! keluar sekarang atau aku akan menendang mu keluar dari rumahku ! Dan kamu akan menjelaskan semuanya nanti setelah urusan saya selesai.!!"
Ujar Alland kemudian dia meninggalkan Aurel menuju kamar mandi.
Aurel tersenyum menyeringai. Dia dengan santainya kemudian memunguti baju-bajunya yang berserakan di lantai.
Dan keluar dari kamar Alland.
deg
" Kenapa dia keluar dari kamar tuan Alland.!!"
....
yuk pantengin karya author yang lainnya 💜🙏
__ADS_1