Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Posesif


__ADS_3

Dan sudah tepat hari ini. Dua Minggu saat Evina keluar dari rumah sakit.


Alland tak pernah membiarkan sang istri untuk berpergian sendirian,kalau tidak dengan Monika maka dia akan menyuruh bodyguardnya untuk mengawal sang istri.


Alland tidak mau apa yang menimpa Evina,terjadi padanya lagi.


" Mas,ini kopinya " ujar Evina,dan masuk membawa kopi untuk sang suami di ruang kerja Alland.


Hubungan mereka sudah tak se kaku dulu lagi,kini mereka bagaikan keluarga kecil yang hangat penuh dengan cinta dan kasih sayang.


Alland mengangkat wajahnya dan menatap sang istri dengan senyuman.'' Kemarilah sayang," Alland menepuk pangkuannya. Evina berjalan ke arah sang suami,setelah dia menaruh kopi di atas meja kerja Alland.


grepp


Alland memeluk Evina dengan mesra dan mencium aroma tubuh sang istri,yang memang sudah menjadi candu baginya.


" Terimakasih ya sayang,sudah membuatkan kopi untukku,kamu memang istri yang terbaik " ujar Alland sambil menatap sang istri.


" Sama-sama mas,kamu juga suami yang paling terbaik di dunia ini " ujar Evina dengan wajah yang menggemaskan.


" Kamu sudah nakal ya ,," ujar Alland menggelitik perut sang istri karena gemas dengan Evina.

__ADS_1


" Hahaha,ampun mas ampun," Evina sudah tak menahan geli di pinggangnya karena gelitikan sang suami.


Alland kemudian berhenti,dan kembali menatap dengan sayang wajah evina.


" Kenapa mas liatin aku kayak gitu ?" tanya Evina. Dengan mata mereka yang saling beradu.


" Kenapa aku tidak menemukanmu dari dulu,hm! kenapa aku baru menemukanmu sekarang? kalau begini kan,kita sudah bahagia dari dulu " ujar Alland dengan tangan yang menggenggam erat tangan Evina.


" Namanya takdir,tidak ada yang tahu mas,mungkin dengan masa lalu yang dulu,bisa membuat mas, bangkit dari keterpurukan biar bisa mencari yang terbaik di atas yang baik. Karena manusia ini tak lekang dari kata puas" Evina menangkup kedua pipi sang suami kemudian mengecup bibir Alland.


" Terima kasih ya sayang,apa katamu memang benar adanya,tetap seperti ini dan jangan pernah berubah nantinya,karena kamu adalah alasan aku untuk menghilangkan lelah dan keterpurukan ku,I love you " ujar Alland tulus.


Kata-kata sederhana yang mampu membuat Evina terharu bahagia,wanita mana yang tak akan bahagia,jika pernikahan yang awalnya hanya karena terpaksa,kini berubah menjadi pernikahan yang di impikan semua orang.


Alland mengangguk setelah mencium kening Evina dengan mesrah. Evina pun keluar dan menuju dapur.


Tak lama kemudian Asraf datang karena ada hal penting yang harus di bahas oleh mereka. Bukan tidak tahu waktunya,karena memang ini sangat mendesak,dan mengharuskan mereka segera pergi ke luar negara.


tok tok


" Masuk " ucap Alland dari dalam.

__ADS_1


Kemudian Asraf masuk ke dalam ruangan dan duduk di depan meja Alland.


" Tuan,aku sudah membawakan berkas yang anda minta,dan tentang kendala yang terjadi di negara Kanada,kita harus berangkat jam 3 dini hari,agar sampai di kanada tepat waktu,sebelum rapat itu di mulai." ujar Asraf.


" Baiklah,urus semuanya jangan biarkan apapun terlewatkan nanti,aku tidak terima kegagalan,kamu paham itu kan?" ujar Alland dengan datarnya.


" Baik tuan,kalau begitu "


Alland kembali sibuk dengan pekerjaan nya.


" Aku harus memberitahukan Evina, atau aku ajak saja istriku,sekalian kita honeymoon ? kita kan belum melakukan bulan madu kita!"


Kemudian Alland menelfon Asraf,untuk menyiapkan hotel mewah karena dia akan mengajak sang istri, Asraf mengiyakan dan kemudian menyiapkan segalanya.


Alland berjalan ke arah dapur untuk menemui Evina yang sedang menata makanan di atas meja makan.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan lupa like dan komen ya besti😘


kasih vote juga ya buat author πŸ™πŸ₯Ί

__ADS_1


Gumawo πŸ€—


__ADS_2