Evina Gadis Penaklut CEO Arogant

Evina Gadis Penaklut CEO Arogant
Evina di culik


__ADS_3

" Sayang..!! "


" Sayang..!"


Panggil Alland ketika bangun dia tak mendapati istrinya. Kemudian Alland keluar dari kamar menuju lantai bawah, dan menanyakan keberadaan sang istri dari para pelayan.


" Bi, apa kalian melihat istri ku? " Tanya Alland panik,karena dari tadi terus saja mencari istrinya di semua sudut.


" Nyonya sedang berada di taman belakang tuan, nyonya sedang menikmati udara pagi katanya " ujar bi Darmi.


Alland kemudian berjalan menuju tempat yang di katakan oleh bi Darmi tadi.


grepp


Evina tiba-tiba merasakan pelukan seseorang yang sangat erat. Kemudian dia melihat tangan yang merupakan milik suaminya.


" Mas, kamu kenapa?" ucap Evina tanpa menoleh ke arah sang suami yang sedang berada di belakang punggung Evina.


" Mas dari tadi nyariin kamu, padahal kamu di sini " ujar Alland melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh Evina untuk menghadap ke arahnya.


" ngapain disini hm? disini masih dingin loh sayang, yuk masuk.!!"


Evina hanya menuruti suaminya. Mereka kembali masuk ke dalam kamar, dan Alland kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena dia harus ke kantor karena sedang mau melakukan meeting dengan klien.


Evina kemudian menyiapkan semua keperluan sang suami. Dan selesai, Alland keluar dan berjalan menuju walk on closed.


" Sayang,,hari ini aku boleh jalan-jalan gak? aku suntuk sekali di mansion ini, Monika juga masih di Spanyol, jadinya aku sendirian aja mas. boleh ya ??" dengan menangkup kedua tangannya. Sambil memasang wajah imutnya.


Alland hanya mendesah pelan, bukannya apa. Alland takut Evina akan kenapa-kenapa mengingat juga istrinya ini sedang mengandung, jadi dia sangat mengkhawatirkan keselamatan sang istri.


" Sayang,,heii!! lihat mas" Alland memegang wajah sang istri dengan kedua tangannya,dan membuat Evina menghadap ke arahnya.


" Mas gak mau kamu keluar rumah tanpa pengawasan mas, kamu tahu sendiri kan,kalau kandungan kamu sudah membesar. takutnya ada orang jahat yang ingin mencelakai kamu bagaimana? nanti setelah mas gak sibuk di kantor,mas janji akan ngajakin kamu jalan-jalan,oke!!"


Evina memasang wajah sendu karena kemauannya tidak di turuti oleh Alland.


" Tapi ini kemauan Beby mas,hiks hiks " Evina menangis, entah kenapa tiba-tiba dia sangat cengeng seperti ini.


Alland menjadi kelabakan sendiri melihat sang istri menangis dengan lirih.


" Ya sudah kamu boleh pergi, asal dengan Rania ya? mas gak mau kamu kenapa-kenapa!!" ujar Alland dengan mencium pucuk kepala Evina.


Evina berbinar menampilkan mata birunya yang cantik. " Benar mas? yeee makasih ya mas, I love you Daddy " ujar Evina mencium pipi Alland dengan gemas.


Alland terkekeh dengan tingkah menggemaskan istrinya. Kemudian mereka turun ke bawah untuk sarapan, karena kebetulan Asraf telah menunggu sang tuan.

__ADS_1


" Pagi kak Asraf, yuk sarapan bareng!" sapa Evina yang melihat Asraf yang baru keluar dari ruang kerja sang suami. Karena baru selesai membereskan berkas di ruang kerja Alland.


" Ah tidak usah nona, saya sudah sarapan tadi. terimakasih " Asraf kemudian kembali menunggu Alland di ruang tamu.


Evina menyiapkan roti dengan selai cokelat ke dalam piring Alland dan memberikan Alland kopi yang di sukainya.


" Selamat menikmati suamiku " ujar Evina dengan wajah imut. Yang mana membuat Alland terkekeh gemas dengan tingkah sang istri.


" Makasih ya sayang,"


Evina mengangguk kemudian mereka menikmati sarapan mereka.


" Sayang,mas berangkat ya!! kamu hati- hati !! mas nanti akan memperingatkan Rania agar menjaga kamu nantinya " Alland memeluk Evina kemudian mencium kening dan bibir Evina.


Dan Evina juga membalas perlakuan Alland seperti biasanya.


Dan orang jomblo yang selalu menjadi saksi kebucinan dua orang itu,hanya mendesah pelan. Lagi dan lagi dia harus melihat kemesraan tuan dan nona nya.


" Kapan ya aku bisa seperti mereka,huffttt!!!" batin Asraf, kemudian dia tersadar setelah mendengar suara Alland yang menyuruh mereka untuk berangkat.


" Ayo berangkat,!! kenapa malah kamu yang melamun di sini !!" ujar Alland dan masuk ke dalam mobil.


Kemudian Asraf mengintari mobil dan masuk di kursi kemudi. Mobil yang di kendarai mereka kini membelah jalanan menuju kantor Alland.


**


" Lakukan sebaik mungkin, hari ini harus bisa kalian dapatkan wanita itu. Karena kata mata-mata saya,jika wanita itu hari ini akan pergi keluar.Dan jangan sampai gagal nantinya.!!"


" Baik ,,kami akan melakukan yang terbaik !!"


" Bagus,"


Setelah sambungan telfon mati, seseorang itu pun tersenyum devil.


" Aku tidak sabar untuk melihat kehancuranmu." batinnya.


Alland dan Asraf telah memasuki kantornya, tapi Alland tidak melihat keberadaan Aurel di kantor.


" Di mana sekretaris Aurel,?" tanyanya pada Asraf.


" Nona Aurel hari ini meminta izin karena merasa dia tidak enak badan tuan" jawab Asraf.


" Hm, ya sudah, kamu siapkan berkas-berkas untuk meeting hari ini raf.!!"


" Baik tuan, saya permisi " Asraf membungkuk sebentar kemudian keluar dari ruangan Alland.

__ADS_1


Sedangkan di mansion, Evina kini tengah bersiap- siap karena dia dan Riani akan pergi jalan-jalan, karena sudah sangat bosan berdiam diri di rumah. Dia sebenarnya ingin mengunjungi restoran miliknya,tapi dia memutuskan akan pergi setelah dia selesai memanjakan matanya dulu.


" Ayo Rin, kita langsung jalan aja, !!"


" Baik nona, " Kemudian Riani menjalankan mobil nya menuju salah satu mall mewah di negara ini.


Dalam perjalanan Riani sempat memperhatikan sebuah mobil yang terus saja mengikuti mobil mereka, tapi dia berfikir positif jika itu bukan orang yang jahat.


Dan Evina,gadis itu hanya memperhatikan hp yang sedang di genggamnya.


Setelah sampai di jalan yang sedikit sunyi mobil mereka terus di kejar oleh mobil hitam yang tadi mengikuti mereka.


" Nona,, sepertinya ada yang mengikuti kita" ujar Riani panik.


Evina kemudian memutar kepalnya ke belakang dan memperhatikan apa yang di ucapkan oleh Riani,dan benar saja mobil itu terus mengikuti mereka. Padahal Riani telah sangat mengebut.


Evina kemudian mencoba menghubungi suaminya, tapi panggilan nya tidak di angkat. Ya karena Alland dan Asraf sedang melakukan meeting dengan klien penting hari ini.


" Bagaimana ini, kenapa mas Alland tidak mengangkat panggilanku." ujar Evina panik.


Dan tiba-tiba mobil yang di kendarai Riani mengerem serentak,karena mobil hitam tadi telah menghadang jalan mereka.


" Buka pintunya dan Turun!!" ujar pria mengerikan yang sedang berusaha menggedor pintu mobil mereka.


" Nona tetaplah di sini,biar saya yang menghadapi mereka,apapun yang terjadi nona tidak boleh keluar dari sini.!!"


Riani kemudian keluar dan terjadilah perkelahian di antara mereka.


Tapi tiba-tiba.


prank


prank


prank


Pintu kaca mobil hancur karena pukulan dari seorang pria lainnya. Dan kemudian menarik tangan Evina dengan sangat kasar.


yuk mampir di karya author yang lainnya.🤗




💜💜💜💜

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan juga masukan ke list favorit kalian ya gengss 🤗💜


__ADS_2